
...🥀🥀🥀...
"Siapa itu Mita, Asih? Kamu bisa jelaskan pada saya kan?" tanya Danu dengan tatapan menyelidik.
"Itu pak, salah satu karyawan sini juga. Tadi saya dengar dia bilang gak pantas, mungkin maksud nya gak pantas itu istri bapak dengan bapak." ujar Asih dengan menatap takut Danu, dengan menyerukan asumsi nya mengingat apa yang ia dengar dari ocehan Mita.
"Jaya, tunggu apa lagi kamu! Cepat bawa Mita ke hadapan saya! Tidak, bawa ke ruangan saya!" ralat Danu, yang langsung berbalik badan meninggalkan ke dua nya.
"Kamu ikut saya!" titah Jaya menatap serius Asih. Asih hanya mengangguk patuh, mengikuti langkah kaki atasan nya.
Jaya bergegas mencari keberadaan Mita.
"Kamu gak salah dengar kan, Asih? Kamu sama aja menuduh Mita, kalo gak ada bukti nya jika Mita lah yang menyembunyikan Nona Layla." gerutu Jaya, dengan tatapan tajam pada Asih.
'Bagaimana mungkin jika Mita menyembunyikan Nona Layla, yang benar aja! Asih pasti sedang bergurau! Aku masih gak habis pikir, kenapa Nona Layla bisa hilang ya?' batin Jaya.
"Bukan soal bukti pak... tapi kalo bapak gak percaya, bapak bisa tanya kan sama karyawan lain. Pasti mereka akan jawab hal yang sama dengan saya." ujar Asih.
"Layla gak mungkin pergi jauh dari sini!" gumam Danu, memasuki ruang kerja nya yang ada di lantai 2.
Dering dring dring.
Terdengar suara dering panggilan dari hape Danu.
^^^"Gak ngantor lagi bos?" tanya Arsandi lewat sambungan telepon nya.^^^
[ "Aku kehilangan Layla lagi! Layla di culik!" ] seru Danu dengan suara yang terdengar cemas.
Danu mendudukan diri nya di kursi kebesaran nya, ia bahkan belum memperlihatkan pada Layla. Ruang kerja yang nanti nya akan di gunakan untuk nya dan Layla kelak.
^^^"Apa? Bagaimana bisa? Sekarang kalian di mana? Kapan terakhir kau bersama nya?" tanya Arsandi yang gak kalah cemas.^^^
__ADS_1
[ "Rumah Kenyang Layla, aku membawa Layla ke sini. Kebetulan di sini sedang di adakan acara pembukaan restoran. Tapi di saat Layla izin ke toilet, hanya berselang 15 menit kepergian nya. Aku langsung mencari nya, tapi aku gak menemukan nya." ] terang Danu, mendadak otak nya gak bisa mikir dengan jernih.
^^^"Apa restoran itu di lengkapi dengan CCTV? Sudah kau mengecek nya?"^^^
Perkataan Arsandi seperti angin segar untuk Danu, ia melupakan hal yang bisa saja membantu nya untuk menemukan keberadaan Layla.
[ "Sialll, aku melupakan nya. Nanti ku hubungi lagi!" ]
Tanpa pikir panjang, Danu langsung mutuskan sambungan telepon nya. Mengotak atik laptop yang terdapat di atas meja kerja nya. Dan mulai mengamati CCTV yang terdapat di restoran itu.
Danu meraih handy talky yang ada di atas meja nya. Dengan benda itu, ia menghubungi petugas keamanan yang memegang handy talky.
[ "Tes cek satu dua, kalian mendengar suara saya bukan!" ] tanya Danu dengan bibir berada di depan handy talky.
^^^"Iya pak, saya mendengar nya." suara petugas keamanan terdengar menjawab panggilan dari Danu.^^^
^^^"Saya juga mendengar nya, pak! Apa bapak menemukan sesuatu? Saya di sini belum menemukan yang mencurigakan pak!" seru petugas keamanan lain nya.^^^
^^^"Saya dan yang lain meluncur ke TKP pak!"^^^
^^^"Saya juga pak, kami berada dekat dengan gudang."^^^
Di gudang penyimpanan restoran.
"Emmmmppp, emmmpppp!" teriak Layla meski dengan mulut yang di ikat dengan sehelai kain.
'Ya Allah, apa lagi yang menimpa ku kini, terakhir ku ingat sedang berada di toilet, ada yang memasukkan botol ke dalam bilik yang aku gunakan. Dan bodohhh nya aku malah membuka penutup botol itu. Ka Danu, ayah, ibu, tolong aku hiks aku takut. Ya Allah kirim kan lah pertolongan untuk ku.' do'a Layla dalam hati, meski hati kecil nya merasakan ketakutan yang luar biasa.
"Hai Nona, jadi kamu udah sadar ya? Uuhhh kasian, jangan takut. Kamu gak akan lama di sini kok, gak lama lagi... akan ku kirim malaikat maut untuk mu!" seru Mita, dengan tangan nya yang bergerak memainkan ujung pisau di wajah Layla.
"Emmpphhh emmmppphh!" teriak Layla dengan tangis nya.
__ADS_1
'Ya Allah, manusia macam apa lagi kali ini yang kau kirim untuk menguji ku?' batin Layla merasakan ujung pisau yang menari nari di pipi nya meski gak melukai nya.
"Jangan takut Nona, cihsss kau itu gak pantas di panggil Nona! Lebih pantas di panggil babu!" ucap Mita sinis di telinga Layla.
"Emmmmhhhh!" Layla menggigit bibir bawah nya, merasakan sakit pada bagian kepala nya, saat tangan wanita yang menyekap nya menjambak rambut nya dengan gemasss.
'Dia siapa lagi? Kenapa banyak yang gak suka melihat ku bersama dengan ka Danu? Jangan bilang jika wanita ini menyukai ka Danu?' pikir Layla dalam hati.
"Sudah lah, kita bermain main nya, aku gak mungkin bisa membiarkan mu tetap bernyawa di sini Nona! Itu sama saja dengan aku menyiksaaa mu! Lebih baik aku langsung mengirim mu ke neraka ahahhaha!" ucap Mita dengan senyum yang mengembang, tersirat rasa bahagia membayangkan Layla yang meregang nyawa di tangan nya.
"Emmmpphhh empphhh eeemmmpppphhh!" sekuat tenaga Layla berusaha melepaskan tangan nya dari ikatan di pergelangan tangan nya. Kepala nya menggeleng, seakan takut mendengar apa yang di ucapkan wanita yang sama sekali ia gak kenal.
"Jangan takut Nona! Ini gak akan sakit kok! Paling cuma di gigit semut, setelah itu Nona akan damai, selama nya!" terang Mita dengan seringai di bibir nya, ujung pisau yang ada di tangan nya ia arah kan ke perut Layla, dan menari menyusuri tubuh depan Layla.
'Tolong jangan bunuh saya! Saya salah apa sama kamu!' teriak Layla meski dalam hati, dengan rasa takut menggelayuti hati nya.
Dengan gerak yang terbatas karena tangan dan kaki nya terikat, mata yang tertutup, mulut yang terikat kain. Layla beringsut menghindari pisau yang menari nari di atas tubuh depan nya.
"Selamat jalan Nona!" ucap Mita dengan senyum kemenangan.
Jleb.
"Emmmmmhh!"
...🥀🥀🥀...
Bersambung...
Like dan komentar nya dong, 😅😅
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
__ADS_1
...Kehaluan semata...