Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Berhati iblis, flashback Lulu


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Kurang ajarrr kalian!" seru Noval dengan menyerang ke tiga pria itu dengan penuh emosi.


Bugh bugh.


Noval tersungkur di lantai, setelah mendapat serangan tiba tiba dari pria berambut gondrong dengan tubuh tinggi besar.


Noval berusaha bangkit dari posisi nya. Menatap Lulu yang masih gak sadar.


'Ayah pasti bisa menyelamatkan kamu, Lu!' batin Noval dengan tangan mengepalll.


"Siapa lo berani nyerang kita? Kita di sini datang baik baik!" umpat Soni dengan tatapan nyalang.


Pria berambut gondrong siap menggendong tubuh Lulu.


Bugh.


"Uhhh!" pekik pria berambut gondrong, yang terhuyung ke depan setelah punggung nya di tendang.


Beberapa orang muncul dari berbagai sisi, membuat Soni dan ke dua teman nya kalang kabut, jika soal jumlah pasti lah mereka akan kalah.


Bagh bagh bugh bugh pak tak bugh.


Baku hantam gak bisa terelakkan lagi. Soni dan ke dua teman nya terkapar di lantai.


"Lulu bangun!" seru Noval, menepukkk nepukkk pipi Lulu, berharap anak nya itu membuka ke dua mata nya.


"Kalian urus ke tiga orang ini!" titah Arsandi pada anak buah nya.


"Makasih ya Arsandi, kamu sudah mau membantu om!" seru Noval, melihat Arsandi yang berdiri di samping nya.


"Sudah kewajiban saya untuk bantu om, apa lagi om ini ayah mertua dari Tuan Danu." terang Arsandi, lalu menatap Lulu yang mulai mengerjapkan ke dua mata nya.


"Sampaikan terima kasih om sama Danu, dia emang menantu yang bisa di andalkan. Sayang ya, Lulu masih terlalu kecil untuk mu! Jika Lulu lebih dewasa sedikit usia nya, om gak akan ragu untuk menyerahkan Lulu sama kamu, Arsandi!" ujar Noval panjang kali lebar, secara gak langsung berharap jika Arsandi mau menerima Lulu.


'Betapa beruntung nya aku jika Lulu kelak berjodoh dengan Arsandi.' batin Noval, ia membuang nafas nya dengan kasar.


"Jodoh itu gak ada yang tau om. Apa lagi masa depan Lulu masih panjang, sayang jika di usia nya yang masih sangat muda harus terikat dengan pernikahan." ujar Arsandi, secara gak langsung menolak permintaan Noval.


'Ogah banget gue sama ini bocah, bocah berhati iblis, berwajah manusia. Astagaaa biar kata cuma ada satu cewe di dunia ini dan hanya lu, gue milih jadi jomblo seumur hidup dari pada punya bini model lo, bocah iblis gak punya hati manusia!' umpat Arsandi menatap jengkel Lulu.

__ADS_1


Setah mengerjapkan mata nya, dengan indra pendengaran yang tajam, Lulu masih berpura pura gak sadar. Ia ingin tau di mana saat ini ia berada, dan siapa pria yang kini menepukkk nepukkk pipi nya dengan penuh kasih sayang.


"Lu, bangun... buka mata kamu sayang. Ini ayah, kamu udah aman Lu!" seru Noval, meyakin kan sang putri untuk membuka ke dua mata nya.


'Itu suara ayah, aku udah ada sama ayah. Aku aman!' batin Lulu bersorak senang.


Lulu memberanikan diri, membuka ke dua mata nya dan langsung berhambur memeluk Noval, setelah yakin jika pria itu adalah ayah nya.


"Ayah! Ayah, Lulu kangen, ayah maafin Lulu, Lulu gak bakal kabur lagi dari rumah. Lulu sayang sama ayah!" ujar Lulu dengan tangis tersedu sedu.


"Dasar anak nakalll, niat kamu aja udah jelak kabur dari rumah. Gak tau nya nasib buruk yang menimpa kamu! Jangan ulangi lagi ya nak! Tetap lah pulang ke rumah ayah, ayah akan mengambil hak asuh kamu dari mama mu! Kamu akan tinggal dengan ayah!" ujar Noval dengan tangan mengelusss punggung Lulu.


Arsandi yang mendengar nya mengerut kan kening nya. 'Secepat itu om Noval mengambil keputusan untuk tante Sifanye. Ini pasti akan menjadi kabar baik untuk Tuan Danu, tapi kabar buruk untuk Nona Layla.' batin Arsandi.


Lulu mengendur kan pelukan nya, menatap sang ayah dengan penuh tanya.


"Mama salah apa sama ayah? Ayah gak bermaksud tinggalin mama kan?" tanya Lulu dengan suara bergetar.


"Maaf sayang, tapi itu sudah menjadi keputusan ayah. Ayah dan mama akan berpisah. Kamu akan tinggal bersama dengan ayah." terang Noval.


Noval beranjak dan memberikan jas nya untuk membaluttt tubuh Lulu.


"Biar saya yang antarkan om pulang." ujar Arsandi, saat melihat Noval yang menggedong Lulu.


"Jangan sungkan om." Arsandi membukakan pintu mobil bagian belakang, dan membiarkan Noval mendudukan Lulu dan Noval sendiri duduk di kursi penumpang.


"Ikuti mobil ini!" Arsandi menyerahkan kunci mobil nya pada anak buah nya yang lain. Dan sisa nya mengurus Soni dan ke dua teman nya.


"Gimana cara ayah bisa nemuin aku? Apa ayah kenal dengan orang orang tadi? Salah satu dari mereka mengaku ayah kandung Lulu, apa itu benar yah?" cecar Lulu dengan tatapan sendu.


Bukan nya menjawab, Noval malah memberikan pertanyaan pada Lulu. Sementara Arsandi, fokus dengan setir kemudi dengan sesekali melirik Noval dan Lulu lewat kaca sepion mobil.


"Bagaimana kamu bisa bertemu dengan orang orang itu, Lu?" tanya Noval dengan tatapan menyelidik, merangkul bahu sang anak, dengan tangan nya yang mengelusss lengan Lulu.


Lulu menelan saliva nya. 'Kenapa ayah gak jawab pertanyaan Lulu? Apa benar Lulu ini anak kandung Soni? Soni jahat... gak mungkin Soni itu ayah kandung Lulu. Ayah kandung Lulu cuma ayah Noval.' batin Lulu gak terima Soni.


"Lulu! Tolong cerita kan sama ayah, gimana kamu bisa bertemu dengan mereka? Baru ayah akan jawab semua pertanyaan kamu, jawab ya sayang!" pinta Noval dengan serengah membujuk, tatapan nya pun memohon.


"Semalam waktu mama Sifanye tampar aku, aku lari, aku marah sama mama, aku marah juga sama ka Layla. Aku benci mama, aku benci ka Layla. Aku lari tanpa arah, dan gak sengaja nubruk salah satu dari pria yang membawa ku itu. Aku maki maki itu orang, tapi___" Lulu menceritakan pada Noval, awal mula pertemuan nya dengan Soni.


Flashback Lulu.

__ADS_1


"Lulu, jangan pergi nak... maafin mama, mama sayang sama Lulu, apa yang mama lakukan selama ini, hanya untuk posisi mu aman nak, kamu anak kandung mama, kembali Lu!" jerit lirih Sifanye, menatap nanar pintu yang kini tertutup, pintu yang membuat diri nya tidak bisa lagi melihat Lulu.


Setelah bertengkar dengan mama Sifanye, Lulu berlari dari rumah sakit tanpa arah.


Bugh.


Lulu jatuh tersungkur dengan linangan air mata, lalu menatap tajam pria paruh baya dengan tatapan seram ke arah nya.


"Heh orang tua, kalo jalan tuh pake mata! Bisa liet gak sih! Jalan kok di tengah jalan!" umpat Lulu dengan penuh emosi.


Pria yang gak Lulu kenal itu menyeringai. "Berani juga lu bocah, ngomelin gue! Kaga tau lu gue ini siapa?" tantang Soni.


"Gue gak perduli siapa lu!" Lulu mendorong pria itu dengan tengan nya.


Grap.


Sreek.


Soni mencekal tangan Lulu, lalu mengambil tas milik Lulu.


"Kembaliin tas gue! Heh pria tua! Balikin tas gue!" teriak Lulu dengan tangan berusaha merebut kembali tas nya.


Brug.


Lulu kembali jatuh terjerembab, setelah tangan besar Soni mendorong bocah itu. Soni mengambil dompet dari tas Lulu, berniat mengambil uang cas yang ada namun ternyata ia menemukan harta karun yang ia pikir telah hilang.


"Ahahahhah akhir nya setelah sekian lama, akhir nya gue bisa jadi kaya lagi!" teriak Soni dengan tangan membentang senang.


"Apa maksud lo?" tanya Lulu dengan kening mengkerut.


Sreek.


Lulu merebut tas dan dompet milik nya. "Dasar pria gila!" umpat Lulu lalu berbalik badan, berniat meninggalkan pria yang ia pikir gila.


Bugh.


...🥀🥀🥀...


Bersambung...


Like dan komentar nya dong, 😅😅

__ADS_1


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata...


__ADS_2