Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Satu kamar


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Astagaaa Lulu, apa yang kamu lakukan?" teriak Noval dengan berlari ke arah Lulu.


Noval langsung membaringkan Lulu di atas tempat tidur. Sementara dokter Ali, langsung menutup luka di pergelangan tangan Lulu dengan perban setelah di obati.


"Ya Allah Lu, kenapa kamu jadi kaya gini sih! Apa yang terjadi sama kamu Lu!" Noval menghembus nafas nya kasar, frustasi dengan melihat keadaan Lulu.


"Aku rasa Lulu butuh seorang psikiater. Lulu butuh orang terdekat nya yang bisa dia ajak bicara." jelas dokter Ali.


"Kita bicara di luar aja!" Noval menggiring dokter Ali untuk bicara di luar.


"Tolong bersihkan ya mbok!" titah Noval pada si mbok.


"Baik Tuan, pasti akan saya bersihkan." ujar si mbok.


Si mbok dan juga Lastri, membersihkan kamar Lulu yang berantakan, bukan hanya benda benda yang pecah dan berserakan di lantai.


Lulu juga merusak pakaian milik Layla yang ada di dalam lemari, lalu melempar nya ke sembarang arah. Lulu bahkan merobek foto serta buku buku Layla yang ada di atas meja.


"Kenapa sama Non Lulu ya bi?" tanya Lastri, sambil memunguti pakaian Layla dari lantai yang udah gak berbentuk lagi.


"Entah lah, Lastri. Aku juga gak tau." jawab si mbok, tangan nya menyapu benda benda yang berserakan di lantai.


...--...


Beberapa hari kemudian, hari di mana Danu membawa Layla ke villa milik nya. Bukan hanya Layla, tapi juga ada Mery, Nina dan juga Deri yang ikut serta bersama dengan mereka.


"Waaah ini sih nama nya liburan gratis La. Makasih ya La, kita udah di ajak liburan." terang Nina, dengan wajah sumringah mengamati jalan lewat jendela mobil.


"Jangan bilang makasih ke aku, tapi ke ka Danu. Kan yang punya acara ka Danu." ujar Layla, menatap wajah sang suami yang tengah mengemudi.


"Makasih pak Danu!" seru Mery yang duduk di belakang, tepat di belakang kursi yang tengah di duduki Layla.


"Makasih juga pak Danu!" terang Deri yang duduk di kursi belakang sementara Nina duduk di tengah. Antara Deri dan Mery.


"Iya sama sama, semoga kalian senang selama berada di villa nanti nya." ujar Danu, melirik ke tiga nya lewat kaca spion mobil.


"Kamu kalo ngantuk, tidur aja La!" seru Danu, tangan kiri nya terulur mengelusss pipi sang istri.


"Belum ngantuk ka." jawab Layla.


Danu menggenggammm jemari Layla dengan tangan kiri nya. Sementara tangan kanan nya fokus pada setir kemudi.

__ADS_1


"Ciyeee yang gak mau jauh, itu jari udah ada lem nya kali mah!" ledek Mery, dengan tatapan mengarah pada jemari Danu dan Layla.


"Ah lo, ngiri aja! Kita juga pegangan tangan... iya kan sayang?" Deri mengangkat dan memperlihat kan genggamannn tangan nya pada Mery.


"Sttttt sayang, Mery kan gak ada pasangan, nanti Mery iri!" ledek Nina, menurunkan kembali tangan nya yang di genggammm Deri.


"Apaan si lo pada! Gue gak iri tih sama kalian!" ujar Mery dengan memutar bola mata nya malas.


'Iya sebenar nya gue iri, tapi ya gak gitu juga kali huaaaa kapan punya pacar!' batin Mery menangis, meski dari luar tampak menunjukkan ketegaran hati nya.


"Sabar Mer, jodoh lo masih dalam perjalanan! Nanti juga kalo udah jodoh, kaya gue nih. Gak pake pacaran, langsung nikah hehehe." ujar Layla dengan terkekeh.


"Istri aku udah mulai bisa ngomong ya!" ujar Danu dengan senyum merekah.


"Itu mah bukan bisa ngomong pak, tapi nasehatin." ralat Mery.


"Nanti kita tidur gimana pak? Gak mungkin juga kan saya tidur satu kamar sama Deri!" tanya Nina, setelah menoleh ke arah Mery lalu menatap Danu lewat kaca spion.


"Kamu beneran gak mau satu kamar sama aku yank?" tanya Deri dengan menelan sulit saliva nya.


"Apaan sih kamu tuh! Kita tuh baru pacar, enak aja satu kamar. Gak mau lah aku!" gerutu Nina dengan bibir mengerucut


"Nanti biar Mery tidur sama Nina. Kamu bisa tidur dengan Arsandi nanti Der!" ujar Danu tegas, dengan melirik nya dari kaca spion.


"Aku tidur sendiri ka?" tanya Layla, saat Danu gak menyebutkan nama nya serta.


"Apa sih, jangan mesummm deh!" gerutu Layla dengan bibir mengerucut, seketika menggeser duduk nya lebih dekat ke pintu.


Mery, Nina dan Deri saling tatap. Lalu mereka tertawa bersama.


"Ahahahha!"


"Kalian kenapa ketawa?" tanya Layla menyelidik, melihat ke tiga nya lewat kaca spion.


Sementara Danu menahan tawa, meski hati kecil nya ingin ikut tertawa.


'Ahahahha jangan bilang jika Layla ingin aku sentuhhh saat kami di villa nanti? Kenapa otak nya langsung menjurus ke arah sana? Dasar gadis kecil ku! Cara berfikir mu rupa nya cukup jauh juga ya!' batin Danu tergelak.


"Ya elu La, bikin kita ketawa bae!" seru Deri.


"Nyadar dong La, mulut lu gak bisa di rem ahahaha!" ledek Mery.


Plak.

__ADS_1


Tangan Nina mendarat di paha Mery dengan keras.


"Awhhhh sakit bege!" umpat Mery.


"Nah lu, bukan mulut Layla yang di rem, tapi otak mesummm Layla yang kudu di rem." ralat Nina dengan tatapan menggoda Layla.


Kembali gelak tawa terdengar di mobil itu.


"Ka Danu!" seru Layla dengan mengerucutkan bibir nya, minta di bela Danu, gak kebayang wajah merona nya karena malu.


Danu geleng geleng kepala melihat Layla yang tampak menggemasss kan di mata nya.


"Ehem, kalian jika masih ada yang berani tertawa. Akan saya turunkan di res area." ujar Danu tegas.


"Waduh, curang itu mah nama nya!" ujar Deri, menelan saliva nya dengan sulit.


"Mampusss lo, bakal di turunin kalo masih ketawa. Gue sih udah gak ya!" ucap Mery dengan bangga.


"Ah kamprettt lo Mer, udah jelas lu bianggg lawakkk." sungut Nina.


Mobil berhenti sesaat di res area.


Nina, Mery dan Deri langsung turun dan masuk ke mini market, karena ada yang ingin mereka beli.


"Kamu mau apa sayang? Apa ada yang pengen kamu makan? Sakit gak perut nya? Kalo sakit bilang ya!" cecar Danu, menyingkap blus yang Layla menakan, dan mengecek bekas jahitan di perut Layla beberapa hari yang lalu.


"Gak sakit ka, tapi malu. Udah jangan di lihat lagi!" dengan cepat Layla menutup kembali bluse yang ia kenakan.


"Sama suami sendiri ko malu. Tadi aja gak malu punya pikiran mesummm gitu!" goda Danu, yang mana membuat Layla kembali bersemu.


"Apa sih, aku gak mesummm. Cuma kan ngapain coba di villa apa lagi sekamar cuma berdua. Aku sama ka Danu, a- anu deh aku mau baca novel aja!" ujar Layla.


Layla mengalihkan perhatian nya pada benda pipih nya, dan mulai membuka aplikasi online yang menyediakan berbagai novel dan komik.


"Ayo minum dulu jus mu, sayang!" Danu menyodorkan botol minum yang berisi kan jus.


"Gak mau, aku gak haus ka!" tolak Layla dengan menggelengkan kepala nya.


...🥀🥀🥀...


Bersambung...


Like dan komentar nya dong, 😅😅

__ADS_1


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata...


__ADS_2