
...🥀🥀🥀...
"Najonggg! Waktu gue terlalu berharga buat ngeladenin lu, ka Bayu!" cibir Mery, dengan berhasil melepaskannn tangan nya dari cengramannn Bayu.
Bugh.
Cup.
Bayu berhasil menyudutkan Mery ke dinding, ia bahkan berhasil mencuriii ciuman pertama Mery.
"Lo ummpppp!"
Belum selesai Mery mengumpat, Bayu sudah lebih dulu membungkammm bibir mungil nya dengan kecupannn yang lebih menuntut.
Dengan mata membola, nyata nya Mery yang belum pernah ciumannn, langsung terbuai dengan apa yang di lakukan Bayu.
'Sialannn ka Bayu, berani banget ini orang nyiummm gue! awas lo ya ka! Gue gak terima, tapi kenapa gue malah diem aja sih! Lawan Mery!' umpat Mery pada diri nya sendiri.
Bayu mengunci pergelangan tangan Mery yang terus memberontakkk, satu tangan nya ia gunakan untuk menahan wajah Mery agar tetap diam, Bayu melumatttt benda kenyal tak bertulang dengan penuh kelembutan. Tatapan sayu pun di berikan Bayu untuk Mery.
"Manis banget bibir lu, ini pasti buat yang pertama buat lu!" seru Bayu, dengan jempol nya yang menghapus bibir basahhh Mery karena ulah nya.
Bugh.
Dengan lutut kanan nya, Mery berhasil melumpuhkan sosis megar Bayu.
"Awwwhhh gilaaa Meeeeerrryyy!" pekik Bayu dengan suara yang tertahannn, ia bahkan sampai membungkuk, merasakan nyeri di bagian sosis megar nya.
"Sukurin lo! Itu baru manis!" ucap Mery dengan menjawil hidung nya sendiri.
Mery gak perduli dengan teriakan Bayu. Ia terus berjalan menuju kamar nya yang ada di lantai atas.
"Emang gue perduli, minta sana tolong sama cewek cewek lo, ka Bayu mesummm!" Mery melambaikan satu tangan nya tanpa menoleh ke arah Bayu.
"Sialannn Mery! Awas aja lo, Mer!" umpat Bayu dengan jengkel, tangan nya melambai pada Mery.
Namun Mery telah hilang di balik pintu kamar yang ia tempati.
"Kenapa tuh anak?" tanya Arsandi yang mendengar suara ribut Bayu.
"Paling sama Mery, kaya gak tau aja tadi Mery muka nya gemesinnn banget pak!" seru Julia dengan heboh nya.
Arsandi menghampiri Julia, dan menemani nya makan sambil menikmati angin malam.
__ADS_1
Arsandi mengerutkan kening nya. "Saya udah bilang, jangan panggil pak di saat kita sedang berdua! Kamu ini meledek saya? Saya ini bukan pria yang menikahi ibu mu. Saya juga belum menikah! Saya keberatan jika kamu panggil saya bapak!" protes Arsandi.
"Hehehe aku lupa pak! Uppsss maaf lupa saya tuh!" goda Julia, pura pura terkecoh memanggil Arsandi.
"Sudah lah... lupakan soal panggilan mu untuk ku? Emmm apa kamu yakin, Mery cemburu melihat Bayu dekat dengan wanita lain? Bukan perasaan kesal biasa?" tanya Arsandi dengan ragu.
"Yakin pak." ucap Julia dengan cepat.
"Dasar kau bodohhh! Bisa bisa nya saya membawa mu serta ke villa ini!" gumam Arsandi menatap jengkel Julia.
"Tapi mas Arsandi lebih bodohhh lagi dari aku dong. Mau aja gitu izin ke ibu dan bapak buat aku ikut dengan mas ke sini hehehe." ledek Julia dengan pipi merona, saat memanggil Arsandi dengan sebutan mas.
Arsandi mengerutkan kening nya. 'Bocah bodohhh ini manggil gwe mas? Gak salah? Mas jawa gitu?' pikir Arsandi.
"Ko diam? Mas Arsandi nyesel ya udah ngajak aku ke sini? Jangan nyesel dong, aku kan di sini juga ada guna nya mas!" seru Julia dengan tingkah centil nya, memainkan jemari nya di punggung Arsandi.
"Benar kah kamu ada guna nya? Bukan kah kamu sendiri yang memohon pada saya, untuk saya minta izin ke orang tua mu?" ujar Arsandi yang menyentilll ucapan Julia.
"Kalo aku yang bilang, ibu sama bapak gak akan mungkin percaya mas!" Julia memasang wajah sedih dengan mata berbinar, bibir mengerucut.
"Sudah lah! Saya mau istirahat. Jangan terlalu larut tidur nya!" sungut Arsandi, menepis tangan Julia dari punggung nya, lalu ia beranjak dari duduk nya.
"Mas Arsandi! Gendong dong, kaki aku pegel!" rengek Julia dengan menunjuk kaki nya.
"Kaki kamu kenapa, kaya gajah gitu!" Arsandi berdiri dengan lutut nya, tangan nya terulur menyentuh kaki Julia.
Bugh.
Julia mendaratkan pukulan keras di punggung Arsandi, menatap jengkel dengan bibir mengerucut.
"Jahat banget si, kaki aku di bilang kaki gajah!"
"Iya maaf. Ku antar kau ke kamar!" Arsandi menggendong tubuh Julia dengan tangan nya.
"Uuhhh ternyata ada sisi baik nya juga hehehe. Makasih mas!" ucap Julia, dengan tanpa sungkan tangan kiri nya bertengger di leher Arsandi.
"Piring nya di taruh aja, masa mau di bawa sampai kamar! Yang benar aja kau tuh!" ucap Arsandi ketus, dengan tatapan tajam pada piring yang ada di atas perut Julia.
"Dasar pelit, aku kan mau makan di kamar!"
Danu dan Layla yang melihat nya dari kejauhan saling tatap.
"Sejak kapan mereka dekat, ka?" tanya Layla.
__ADS_1
"Setahu ku sejak Arsandi memergoki Julia dan Ratna membuntuti mobil kita, sayang!" jelas Danu.
"Serius ka? Mobil kita di ikutin Ratna? Ratna tau hubungan kita berdua ka?" cecar Layla.
"Mereka gak dapt info apa apa sayang. Arsandi lebih dulu membasmiii ke dua nya. Tapi seperti yang kamu lihat, bocah bodohhh itu nyangkut di hati nya." Danu menunjuk ke arah Julia yang di gendong Arsandi.
"Kalo aku, nyangkut di hati ka Danu gak?" tanya Layla ingin tau.
Danu menoleh ke arah Layla, menatap intens gadis nya. "Kamu bukan nyangkut lagi, tapi hati aku yang udah berlabuh di hati kamu." jelas Danu dengan menyentuhhh dan mengelusss pipi Layla.
Cup.
"Selama nya kamu milik ku, sayang!" seru Danu setelah mengecup sekilas bibir Layla.
"Malu ihsss! Gak liet tempat!" Layla mencubittt roti sobek Danu dengan gemasss.
"Biar saja! Buat apa liat tempat, kamu istri ku." ujar Danu dengan memeluk Layla.
"Wuuuuuh kalian itu, pasangan baru bikin iri aja!" sungut Ella, dengan melemparkan pongkol jagung yang sudah tandas ia makan.
"Ahahaha yang sabar ya El!" seru Asih, melihat teman nya yang belum juga mengakhiri masa lajang nya.
"Kalian bisa senang senang, tapi besok. Akan aku beri kamu pelajaran, bocah pelakorrr! Berani nya merebut Danu dari sahabt ku!" gumam Reina, menatap sinis Danu dan Layla yang meninggal kan taman.
"Ahahahhah sudah sana bawa istri mu, kasian dia. Sudah memerah gitu wajah nya!" ledek Kevin.
"Kau benar, lebih baik aku menghangatkan nya di kamar ahahaha!" Danu tergelak dengan otak nya yang sudah traveling.
Bugh.
"Jangan konyol!" seru Layla yang beranjak dari duduk nya, meninggalkan Danu dengan kejengkelan yang menjadi ledekan teman teman Danu.
Hap.
"Ahhhh ka!"
...🥀🥀🥀...
Bersambung...
Like dan komentar nya dong, 😅😅
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
__ADS_1
...Kehaluan semata...