
...🥀🥀🥀...
"Sumpah lo, gue gak nyangka kalo lo dan pak Danu udah nikah." ujar Julia dengan gelengan kepala.
"Heh setan lemessss, awas aja kalo status Layla dan pak Danu tersebar di sekolah. Itu berarti karena mulut lemessss lo yang embeeerrrr!" sungut Mery menatap jengkel Julia.
"Beres, tapi beneran nih kalian berdua udah nikah? Kok gak ada yang undang gue sih?" Julia menggaruk kepala nya yang gak gatel, dengan rasa bingung yang masih menyeruak dalam hati nya.
"Dasar dodolll lo mah, Julia a a pe'a!" Nina menggaruk kepala nya dengan frustasi menghadapi Julia.
"Jadi gue sama ka Danu nikah itu udah beberapa bulan yang lalu, dan itu juga gue gak undang temen temen gue termasuk Nina, Mery dan Deri. Jadi plise mulut lo jangan embeeerrrr!" Layla menangkup kan ke dua tangan nya di depan wajah nya, menatap Julia dengan memohon.
"Owhhh bukan karena lu ted'dung duluan kan La?" tebak Julia sekena nya, dengan tangan bergerak setengah lingkaran di depan perut nya.
Tak.
Nina menjitak kepala Julia dengan gemasss.
"Awwwhhh sakit begooo!" pekik Julia, mengelusss kepala nya yang di jitak Nina.
"Nih gue tambahin sekalian!" seru Mery yang langsung menoyorrr kepala Julia.
Tyuuur.
"Astagaaa gue di bullyyy, beneran kalian nih ya!" Julia mengerucut kan bibir nya, menatap jengkel Nina dan Mery bergantian.
Kini Julia, Nina, Mery dan Layla sedang berada di salah satu kamar di villa. Kamar yang nanti nya akan di tinggali oleh Layla dan juga Danu.
"Apa lo? Mau ngadu! Sama Ratna? Apa sama pak Arsandi?" cecar Nina dengan jengkel.
"Julia! Jangan bilang lo lagi berusaha buat deketin ka Arsandi?" tanya Layla penuh selidik.
Julis cengengesan dengan menggaruk kepala nya yang gak gatal.
"Hehehehe sebenar nya sih gak mau deketin, tapi hati gue udah kepentok ama asisten pak Danu itu La!" ujar Julia jujur dengan wajah merona, lalu menunduk kan kepala nya menatap lantai.
"Lo gak lagi nyari alesan kan Julia?" tanya Mery dengan tatapan curiga.
"Ya gak lah, mana berani gue cari alesan kalo soal hati mah." ujar Julia tegas.
Fokus mereka terpecah, saat mendengar suara ketukan pintu dari luar. Yang di susul dengan suara Danu yang terdengar nyaring.
Tok tok tok.
Pintu kamar di ketuk.
"Boleh saya masuk, La?" tanya Danu dari luar.
__ADS_1
"Waduh, kita udah alamat harus cabut ini." ujar Mery yang beranjak dari duduk nya.
"Kok gitu sih, gue masih betah nih di mari. Kamar lo bagus banget La. Gue bisa liet bintang tuh." ujar Julia yang malah jalan ke arah balkon, menatap indah nya langit malam.
"Dasar begeee, ayo kita ke luar. Yang punya kamar udah dateng." Nina menarikkk lengan Julia, membawa nya ke arah pintu mengikuti langkah kaki Mery.
Sementara Layla langsung membuka pintu, dengan gelengan kepala. Melihat tingkah Julia dan Nina.
Danu yang gak tau pintu akan di buka, malah ikut terdorong ke dalam dan menubruk Layla. Ke dua nya jatuh di depan pintu dengan Layla yang berada di bawah tubuh Danu.
Kreeeek.
"Eeehhh!" pekik Danu, yang gak bisa lagi menjaga keseimbangan berdiri nya.
Bugh.
"Awwwhhh ka Danu iiihhh!" umpat Layla, merasakan sakit di bagian punggung nya.
"Maaf sayang, aku gak sengaja. Kamu juga, buka pintu gak bilang bilang!" Danu beranjak dari posisi nya, membantu Layla berdiri, tangan dan mata nya fokus pada perut Layla.
"Kok malah nyalain aku sih? Siapa suruh tadi ngetuk pintu? Yang ngetuk pintu tadi, siapa? Yang minta di bukain pintu, siapa?" sungut Layla dengan bibir mengerucut, memutar bola mata nya malas.
"Maaf sayang, kita ke dokter ya! Aku takut kenapa napa!" Danu hendak menyingkap ujung bluse yang di kenakan Layla.
"Jangan ihsss!" Layla menahannn dengan tangan nya, hingga ujung bluse Layla tertahan gak tersingkap.
Layla menunjuk ke tiga teman wanita nya dengan bibir dan lirikan mata nya. Membuat Danu mengikuti arah lirikan Layla.
Mery dan Nina, menatap ke dua sepasang suami istri itu dengan tatapan yang sulit di artikan.
Berbeda dengan Julia, ia menatap nya dengan tatapan iri, ke dua tangan nya bahkan tanpa sadar menangkup pipi nya sendiri.
'Astagaaa sweeet banget sih pak Danu sama Layla, beda banget kalo lagi ngajar di kelas. Love love sekebon pak Danu.' batin Julia.
"Kalian lihat apa?" tanya Danu dengan suara tegas, berdiri nya pun kini tegak, seolah gak terjadi apa apa barusan.
"Gak liat apa apa pak, kita mau balik kok!" Mery menarikkk tangan Nina dan membawa nya ke luar dari kamar.
"Gue masih betah, astagaaa sweeet banget pak Danu!!!" teriak Julia dengan heboh, saat Nina juga menarikkk lengan nya untuk ke luar dari kamar Layla.
Brug.
Danu menutup pintu lalu langsung mengunci nya.
Hap.
Dengan ringan nya dan tanpa permisi, Danu langsung menggendong Layla ala ala bridal style, membawa nya menuju tempat tidur. Membuat Layla berteriak minta di turunkan, dengan otak nya yang sudah traveling.
__ADS_1
"Ehhhh kaaaa, turunin! Ka Danu jangan gila! Ka Danu jangan mesummm!" teriak Layla, dengan ke dua kaki yang mengguncanggg.
'Gila aja kalo ka Danu sampe minta hak nya, gue belum siap.' pikir Layla.
"Aku gila kenapa? Mesummm kenapa La?" tanya Danu dengan kening mengkerut.
Dengan perlahan Danu membaringkan Layla di atas tempat tidur.
Dalam hati Danu tertawa geli. 'Pasti Layla udah mikir yang aneh aneh nih, dasar anak kecil, bilang nya belum siap, tapi yang ada di otak nya malah menjerumus ke arah itu.'
"I- iya itu, a- aku belum siap ka. Tu- tunggu sampe aku lulus!" Layla beringsut, menjauhkan tubuh nya dari Danu, bergerak hingga sampai ke tengah ranjang.
'Biar aku kerjain aja lah sekalian hehehe, dasar istri pikiran mesummm!' batin Danu terkekeh.
"Tapi aku udah gak bisa nahannn lagi La!" seru Danu dengan kerlingan mata nya, ia bahkan membuka kancing kemeja yang melekat pada tubuh atletis nya.
"Ka Danu, a- aku kan, pe- perut ku kan masih sakit! Kata dokter belum boleh banyak gerak!" Layla menelan saliva nya dengan sulit.
Layla bertambah gugup, apa lagi saat melihat Danu melempar ke sembarang arah kemeja nya, menampilkan perut nya yang berbentuk roti sobek.
"Ka Danu, kendaliin diri kaka!" seru layak dengan lirih.
'Makin seru aja ngerjain Layla.' batin Danu yang kini melepasss ikat pinggang nya.
'Mati dah gue, aduh ka Danu beneran udah kesambettt ini mah. Astagaaa roti sobek! Sosis megar waaaaaaa.' dalam hati Layla menangis, benar benar takut dengan Danu, yang bisa aja lepasss kendali.
Danu merangkak naik ke atas kasur, dengan tatapan menggoda Layla.
"Jangan jauh jauh La! Gimana cara buat nya kalo kamu jauh!" ujar Danu dengan seringai di bibir nya.
Layla mengerutkan kening nya, menatap Danu dengan penuh selidik, dengan masih beringsut menjauh dari Danu.
'Kalo ka Danu mau ngelakuin nya, pasti dia buka celana nya kan? Ini gak?' pikir Layla.
"Sialannn ka Danu!"
Bugh.
"Awwwhhh ampun La!"
...🥀🥀🥀...
Bersambung...
Like dan komentar nya dong, 😅😅
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
__ADS_1
...Kehaluan semata...