Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Gak terima


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


'Anak ini pasti habis menangis, entah apa yang ia tangisi. Bicara apa kali Sifanye dan Lulu di dalam sana! Dua orang itu selalu memancing kemarahan ku.' umpat Noval menahannn kesal.


Danu membuang nafas lega. "Ayo yah, kita masuk sama sama." ajak Danu.


"Ayo, harus nya kalian masuk saja. Pasti kalian sudah menunggu lama di luar!" Noval mendorong pintu ruang, di mana Sifanye mendapat perawatan.


Kreeeeek.


Sifanye yang sedang berbaring di atas ranjang rawat memunggungi pintu, langsung berbalik badan ke arah pintu dengan berseru, menyangka jika yang kembali adalah Lulu, namun ucapan nya langsung tercekat, begitu tau siapa yang menginjakkan kaki nya di ruang rawat nya.


"Kamu udah gak ___" senyum yang sempat terpatri di bibir Sifanye, redup seketika.


"Apa mah? Lulu di mana mah? Tadi bukan nya aku meminta Lulu langsung ke sini untuk menemani mu?" tanya Noval dengan tatapan menyelidik, mencari cari keberadaan sang putri kecil nya.


"Lulu cari angin!" Sifanye menatap sinis Layla, mengabaikan keberadaan Danu dan Noval. Sifanye benar benar bersikap dingin pada ke dua nya.


"Mama sakit apa mah?" tanya Layla, yang menghampiri dan menatap lebammm di wajah serta tangan Sifanye dengan tatapan khawatir.


"Bukan urusan kamu! Mau apa kamu di sini? Aku gak butuh di jenguk sama kamu! Pergi kamu dari sini! Anak pembawa sialll! Pantas aja orang tua kandung mu bercerai, kau itu benar benar anak pembawa sialll, Layla!" seru Sifanye dengan penuh emosi, lalu mendorong Layla hingga jatuh.


Bruk.


"Awhhhh!" pekik Layla dengan bulir yang gak bisa lagi terbendung lagi, hati nya lagi lagi di buat terluka, dengan perkataan pedas dari bibir Sifanye.


Lidah yang tidak bertulang, tapi setelah berucap, mampu meninggalkan luka di hati sekali pun.

__ADS_1


"Kamu gak apa apa, La?" Danu membantu Layla untuk beranjak dari posisi, Layla hanya menggeleng.


"Seperti aku harus membawa Layla pulang, pah! Lagi pula besok Layla masih ada ujian, kami permisi pah!" setelah berpamitan, Danu langsung tanpa segam menggendong Layla.


"Maafkan atas kelakuan mama mu ya, sayang! Mama mu pasti masih tertekan!" bisik Noval di telinga Layla, menghapus sisa sisa jejak air mata di pipi sang putri.


Layla berusaha tersenyum, menyembunyikan kesedihan hati nya di depan sang ayah. "Aku gak apa yah, aku tau mama pasti lagi kacau!" ujar Layla.


"Jangan ngebut bawa mobil nya, Danu!" pesan Noval menepuk bahu Danu.


"Pasti yah, ayah jaga kesehatan. Danu pulang dulu sama Layla! Kalo ayah perlu bantuan, jangan sungkan kabarin Danu, papa juga pasti bakal bantu ayah!" pesan Danu dengan senyum tulus.


Layla menatap Sifanye penuh tanya meski sekilas sebelum akhirnya hilang di balik pintu.


'Mama tertekan karena apa lagi? Tadi juga sebelum Lulu pergi, mama meluapkan emosi nya sama Lulu, karena aku juga. Aku salah apa sih, kenapa aku selalu salah di mata mama Sifanye?'


Noval mengantar anak menantu nya sampai depan pintu, mengikuti tatapan Layla yang menoleh ke arah Sifanye.


"Layla yang salah yah, gak tau apa keinginan mama." ujar Layla, yang langsung membuat bungkam Noval.


"Kami pulang yah!" pamit danu lagi.


Ceklek.


Dengan dada bergemuruhhhh, Noval melangkah menghampiri sang istri yang sedang berbaring dengan memunggungi nya.


Sreek.

__ADS_1


"Akkkwww sakit yah! Apa yang ayah lakukan! Ayah gak liet tangan mama lebammm!" pekik Sifanye dengan nada marah juga kaget, saat tangan nya di tarikkk hingga ia terangkat dari posisi.


Plak plak.


Dua tamparan mendarat keras di pipi Sifanye kiri dan kanan.


"Akkk akkkhhh!" Sifanye memegangi pipi nya, merasakan perih dan panas di saat yang bersamaan.


"Apa maksud ayah nampar aku, hah!" bentak Sifanye dengan tatapan kecewa penuh marah.


"Kamu masih bertanya kenapa aku tampar kamu, mah? Kamu gak berfikir begitu saat kamu dorong Layla?" tanya Noval dengan menohok Sifanye.


Dada Sifanye berdetak kencanggg, seakan gak terima dengan apa yang ia dengar.


'Lagi lagi, anak sialannn itu!" ujar Sifanye dengan penuh penekanan, mencengrammm sprei yang ada di dekat nya.


Gigi Sifanye menggeretuk dan berakhir dengan Sifanye melempar kan apa saja yang ada di dekat nya ke sembarang arah, dengan cacian, hinaan dan makin yang terlontar dari bibir nya untuk Layla.


"Dasar anak gak tau diri! Anak durhaka! Anak kurang ajarrr! Hidup mu selalu saja merusak hari ku! Aku benci kamu Layla! Anak sialannn!" umpat Sifanye.


Prang prang prang prang.


...🥀🥀🥀...


Bersambung...


Like dan komentar nya dong, 😅😅

__ADS_1


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata...


__ADS_2