
...🥀🥀🥀...
'Filing gue gak enak nih, jangan bilang kalo ada masalah lagi dengan Nona Layla!' batin Arsandi setelah mendengar suara Danu.
"Saya Tuan!" ucap Arsandi, yang kini berdiri di belakang Danu, tatapan nya ikut mencari keberadaan orang yang di cari Danu.
Bugh.
Danu menendang kaki Arsandi.
"Cari Layla sekarang juga!" titah Danu dengan suara dingin.
Lalu berjalan melewati nya begitu saja. Dengan wajah yang merah padam, tangan mengepalll.
"Ke mana Layla! Apa mungkin Layla sudah kembali ke kelas nya?" gumam Danu, yang di ikuti Arsandi.
"Maaf Tuan, lebih baik kita berpencar untuk mencari Nona. Biar lebih cepat ketemu." usul Arsandi.
"Jangan hanya bicara, cepat lakukan, dasar bodohhh!" umpat Danu yang mulai gak tenang, wajah nya tampak gelisah memikirkan keadaan Layla yang belum kunjung ia lihat.
Danu mengayunkan langkah menuju kelas Layla, sedangkan Arsandi mencari ke kantin sekolah, dan berakhir di ruang pantau CCTV setelah mendapat izin dari pihak sekolah.
"Loh pak Danu di sini? Kan gak ada mata kuliah bapak." tanya Nina saat melihat Danu di depan kelas dengan heran.
"Apa Layla sudah berada di dalam kelas?" tanya Danu dingin, tanpa menghiraukan pertanyaan anak murid nya itu.
"Lah kan Layla ada di ruang kesehatan pak." jelas Nina dengan kening mengkerut.
"Jadi Layla belum kembali ke kelas?" tanya Danu dengan kening mengkerut, menatap Nina dengan penuh selidik.
"Kaga ada pak! Aduh pak, maaf nih ya... panggilan alam, udah gak bisa di tahan!" seru Nina, yang berlalu meninggalkan Danu setelah rasa ingin buang air kecil nya kembali menyeruak.
Ceklek.
Danu yang belum percaya dengan kata Nina, langsung membuka pintu kelas tanpa mengetuk nya lagi. Berharap gadis kesayangan nya itu ada di dalam kelas, namun hasil nya nihil.
"Kamu baru dateng apa dari tadi?" pak Asep melangkah menghampiri keponakan nya dengan tatapan penuh selidik.
Tidak ada jawaban dari Danu, ia hanya menarik diri setelah mencari Layla yang tidak ada di dalam kelas.
"Sofyan, nanti kumpulkan semua tugas teman teman mu di meja bapak!" titah pak Asep, sebelum ia meninggal kan kelas.
"Beres pak." jawab Sofyan.
'Pak Danu tampang nya kusut banget, ada apaan ya? Layla ke mana lagi? Apa Layla sama Ratna masih belum selesai dengan urusan nya?' batin Deri, menatap kursi yang biasa nya di duduki Layla dan Ratna.
"Kenapa kamu malah meninggal kan Layla di ruang kesehatan?" tanya pak Asep, yang berfikir jika Danu sudah bertemu dengan Layla.
"Aku gak menemui nya paman, Layla gak ada. Bahkan petugas yang berjaga di ruang kesehatan pun gak ada." cicit Danu dengan kening mengkerut, tangan nya mengepalll.
__ADS_1
"Apa munglin Layla di kantin?" tebak pak Asep.
"Entah lah, tunggu kabar dari Arsandi. Dia yang sedang mencari nya." ujar Danu, berjalan menuju ruang guru.
"Pak Danu!" seru Mery, yang ternyata di ikuti dengan Deri.
Danu menoleh dan menghentikan langkah nya, saat tahu nama nya di panggil dan melihat siapa yang memanggil nya.
"Kamu ngapain di sini Mery, Deri?" tanya pak Asep, menatap Deri dan Mery bergantian.
"Kita mau lihat Layla." ucap Mery.
"Saya juga. Jujur nih pak, saya masih curiga kenapa Ratna dan Layla bisa gak ikut pelajaran pagi ini. Secara tadi sebelum bel sekolah sempat ada konflik kan." cicit Deri.
Danu mengerutkan kening nya. "Layla berkonflik dengan siapa? Apa masalah nya? Cerita kan pada saya! Jangan sampai ada yang terlewak!" cecar Danu, menuntut kejelasan dari ke dua nya.
'Jangan bilang terjadi sesuatu sama Layla.' batin pak Asep, mengingat kejadian tempo hari dengan Arsan di toilet putra.
Danu dan pak Asep pun mendengar kan dengan seksama, apa yang terjadi tadi pagi sebelum bel sekolah berbunyi.
"Kurang ajarrr anak itu! Berani hya dia mau mempermalukan Layla!" Danu mengepalll kan tangan nya, rahang pipi nya terlihat menegang, nampak kemarahan terbit di wajah tampan nya.
"Kenapa kalian membiarkan Layla pergi sendiri? Kenapa tidak ada dari satu pun kalian yang mengikuti Layla, atau mencegah nya pergi?" cecar Danu dengan deru nafas yang memburu.
"Kenapa tidak ada yang melapor ke guru piket?" tanya pak Asep.
Dring dring dring dring.
[ "Apa kau sudah menemukan nya?" ] tanya Danu to the poin, setelah menjawab sambungan telepon nya.
^^^"Nona di culik bos. Jika bos tidak percaya, bos bisa datang ke ruang pantau CCTV sekolah." jelas Arsandi.^^^
Danu menelan saliva nya dengan sulit. Menyimpan kembali hape nya. Tatapan nya pun sulit di artikan.
"Apa kata orang mu, Danu?" tanya pak Asep gak sabar.
Mery dan Deri saling pandang, sama sama mengerdikkan bahu nya. Setelah sama sama bertanya dengan isyarat mata.
"Layla di culik!" tanpa menunggu reaksi dari pak Asep, Mery dan Deri. Danu langsung berlari menuju ruang pantau CCTV yang di miliki sekolah.
Gak sembarang orang bisa memasuki ruang itu, tapi untuk Arsandi dan Danu, itu bukan hal yang sulit.
Danu mengerutkan kening nya, menatap heran pada 2 orang siswi dan satu orang berjubah dokter. Ke dua nya tampak syok jika di lihat dari kasat mata.
"Apa yang terjadi?" tanya pak Asep, mencoba bertanya pada tenaga medis yang di pekerjakan pihak sekolah untuk ruang kesehatan nya.
"Kejadian nya terlalu cepat pak, kami juga gak bisa berbuat apa apa." ucap sang dokter.
Mery dan Deri yang ikut menyusul dengan nafas terengah engah, mencoba mendengar kan apa yang terjadi.
__ADS_1
Arsandi memberikan ruang, untuk Danu agar dapat melihat lebih jelas apa yang terekam dalam CCTV.
"Coba perhatikan mobil ini, Tuan!" titah Arsandi, menunjuk sebuah mobil yang di masuki Ratna.
Danu melihat dengan mata dan kepala nya sendiri, melihat Ratna masuk ke dalam sebuah mobil. Dan tidak lama 2 orang pria berbadan besar ke luar dari mobil yang sama.
Ke dua nya tampak waspada, berjalan dan menghilang. Entah apa yang mereka lakukan. Hingga beberapa menit kemudian, ke dua nya kembali dengan pria berkepala plontos menggendong seorang siswa yang di yakini Danu ada lah Layla.
Sedangkan pria berambut gondrong, tampak membuang tas Layla ke salah satu tong sampah yang ada di dekat nya.
"Mana CCTV yang ada di area ruang kesehatan?" tanya Danu, tampak ada yang ganjil dari CCTV yang ia lihat.
"Sudah di rusak Tuan." jawan Arsandi.
"Beberapa hari yang lalu, kamera yang ada di tangga menuju lantai 2, ruang kesehatan, dan gudang... sudah rusak Tuan, dan belum di perbaiki." jelas salah seorang pria yang bertugas memantau CCTV.
"Jangan bilang kalian gak lihat, apa yang baru aja terjadi dengan salah satu murid di sini!" ucap Danu dengan nada dingin.
"Maaf Tuan, itu lepas dari pantauan kami berdua." ujar salah seorang petugas CCTV.
"Danu, mungkin Arsan tau ke mana Ratna membawa Layla pergi bersama 2 orang itu!" seru pak Asep.
Danu memberikan perintah pada Arsandi, untuk membawa Arsan ke hadapan nya hanya dengan gerakan kepala nya.
Di salah satu rumah tua yang masih tamoak terawat. Nampak Ratna tengah menemani pria paruh baya, namun masih tampak awet muda.
"Ayo di minum lagi Ded!" Ratna menuangkan minuman dari botol ke dalam gelas, lalu menyerahkan nya pada pria yang ia panggil Daddy.
"Anak pintar, gak sia sia kan... kamu Daddy beliin mobil! Daddy suka dengan cara kerja mu dan anak buah mu!" ucap Basuki dengan senyum licik di bibir nya, menarik tubuh Ratna ke dalam dekapan nya.
"Pintar dong, kan Daddy yang ngajarin! Jadi kapan aku bisa lihat teman aku itu dapat pelajaran Ded!" tanya Ratna dengan manja.
"Tunggu sebentar sayang! Hanya tinggal selangkah lagi, pertunjukan akan di mulai!" ucap Basuki.
'Kamu sudah menyakiti putri ku, dan kamu sudah dengan tega menjeblos kan Aleta ke penjara, maka kamu harus terima akibat nya Danu. Lihat apa yang nisa aku lakukan terhadap istri mu yang masih bau kencur itu!' gumam Basuki dalam hati.
Ratna memainkan jemari nya di dada bidang Basuki, membuat pola pola abstrak.
"Deddy punya rencana apa sih sama Layla, kok kaya nya bisa buat Daddy happy gitu? Bocorin dong ke aku, rencana Deddy itu apa?" rengek Ratna, mendorong perlahan tubuh atletis Basuki, hingga bersandar pada sandaran sofa.
Tangan Ratna mengambil alih gelas yang di pegang Basuki, meletakkan nya di atas meja.
"Sesuatu yang bahkan tidak pernah terbayangkan sebelum nya oleh bocah itu! Sebentar lagi, suami nya akan merasakan bagaimana sakit nya di khianati." ucap Basuki dengan seringai di bibir nya.
...💖💖💖...
Bersambung...
Like dan komentar nya dong, 😅😅 biar ora sepi sepi amat gitu ini novel. Masa cuma tuyul doang yang aktif komen. Yang laen, mana suara nya?
__ADS_1
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
...Kehaluan semata...