Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Mempekerjakan wanita gila


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Cihhhsss dasar cewe gila! Kenapa banyak sekali wanita gila yang berkeliaran di dunia ini Tuhan!" seru Arsandi, mendongak seakan tengah berbicara dan mengadu pada sang khalik.


Brak.


Danu membuka pintu ruang kerja nya yang ada di Restoran Kenyang Layla. Membuat Arsandi yang ada di dalam nya ikut terperanjat karena kaget.


"Gila lu, gak bisa santai dikit apa buka pintu nya!" umpat Arsandi, menatap Danu dengan jengkel.


"Waaah Tuan Danu, akhir nya dateng juga. Tuan, aku merindukan mu!" seru Mita dengan berbinar senang, ke dua kaki nya ia hentakkan ke lantai saking senang nya.


"Wanita gila ini yang sudah membuat Layla ku menderita! Karena mu, Layla harus menjalani operasi! Apa mau mu sebenar nya hah! Siapa yang menyuruh mu?" tanya Danu dengan suara meninggi, tangan nya mencengramm wajah Mita, menatap nya tajam.


"Apa Tuan? Jadi wanita itu masih hidup? Aku menusukkk nya kurang dalam? Ah sialll, harus nya ku tikammm berkali kali biar dia tidak menderita lama di dunia ini!" gerutu Mita dengan jengkel, merasa bersalah karena tidak menghujammm Layla berkali kali.


Arsandi beranjak dari duduk nya, terkejut mendengar jawaban dari Mita, pelaku utama penusukan terhadap Layla.


"Astagaaa, kau itu wanita. Gak punya perasaan kasihan atau bersalah sedikit pun hah?" tanya Arsandi dengan gak abis fikir.


Danu melepaskan cengramannn tangan nya dari wajah Mita dengan kasar.


"Untuk apa aku merasa bersalah, justru harus nya Tuan berterima kasih pada ku. Aku ini pahlawan untuk Nona itu! Dia gak pantas di sebut Nona. Dia itu lebih pantas jadi babu, aku lah Nona nya ahahahha, aku Nona, Nona Mita." Mita tergelak kembali.


"Dasar sintinggg!" umpat Danu menatap tajam Mita.


'Benar benar wanita iblis! Siapa yang sudah menyuruh nya! Ia bahkan sama sekali tidak menyesal dengan perbuatan nya!' batin Danu menatap penuh selidik wanita yang ada di hadapan nya.


"Tapi Nona baik baik aja kan? Apa operasi nya berjalan dengan lancar?" tanya Arsandi, kini ikut berdiri di depan Mita, gak ada sorot penyesalan di mata wanita itu.


"Operasi nya berjalan dengan lancar, hanya saja Layla belum siuman. Masih dalam pengaruh obat bius." terang Danu, menjawab pertanyaan Arsandi.


"Kalo Nona itu belum siuman, aku harap Nona itu tidak akan sadar. Aku harap Nona itu mati saja ahahahha, mati Tuan. Istri mu mati ahahaha!" Mita tergelak setelah mengatakan nya, dengan wajah berbinar senang.


"Di mana Jaya?" tanya Danu yang belum melihat keberadaan orang yang ia percaya untuk mengelola restoran nya itu.


"Tadi ada di luar." ujar Arsandi.

__ADS_1


"Panggil dia ke sini, ada yang aneh dengan anak ini!" Danu menatap malas Mita, lalu melangkah ke meja kebesaran nya.


"Pekerjaan baru ku!" gumam Arsandi, melangkah meninggalkan ruang kerja Danu.


"Tuan! Ayo lepaskan tangan ku! Aku bisa memberikan mu pijatan Tuan! Tuan! Lihat aku! Aku ini lebih dari segala gala nya jika di bandingkan dengan Layla itu! Layla itu brengsekkk Tuan! Dia gak pantas untuk mu Tuan!" teriak Mita, dengan suara berubah ubah, sedikit sedih, sedikit senang.


"Bagaimana bisa Jaya memperkerjakan wanita gila di restoran ku! Benar benar keterlaluan. Sekarang dia menusukkk istri ku, entah siapa lagi yang akan menjadi korban nya!" gerutu Danu.


Ia membuka kembali laptop nya dan mengamati CCTV beberapa hari kebelakang.


"Tidak ada yang mencurigakan!" seru Danu.


"Aku sudah membawa orang nya!" seru Arsandi, melangkah masuk dengan di ikuti Jaya.


"Kalian duduk lah. Ada yang ingin aku tanyakan pada mu, Jaya!" titah Danu, menelisik tajam Jaya.


"Saya balik aja deh pak ke kantor pusat. Masih banyak pekerjaan yang belum saya selesai kan." Arsandi merapihkan laptop dan berkas berkas milik nya yang ada di atas meja Danu.


"Jika ada masalah, hubungi aku!" pesan Danu, menatap sahabat sekaligus orang kepercayaan nya itu.


"Iya, terima kasih sudah menghendel wanita gila itu!" Danu menunjuk Mita dengan bibir nya.


"Tuan, aku tidak gila, aku waras. Aku mencintai mu Tuan Danu! Nikahi aku Tuan Danu! Aku gak akan menolak kok buat jadi istri mu!" seru Mita dengan suara nya yang manja, menatap Danu dengan penuh harap.


"Kau lihat itu, wanita gila saja bisa menyukai mu!" goda Arsandi mendengar pengakuan dan gaya bicara Mita.


"Untuk mu saja, aku tidak butuh wanita gila seperti nya!" umpat Danu, menatap jengkel Arsandi.


Jaya menatap takut Danu, ia sadar akan kesalahan nya yang sudah mempekerjakan Mita di restoran.


"Tuan Danu, i love you, aku mencintai mu. Ayo bawa aku ke penghulu Tuan!" ujar Mita lagi dengan kerlingan mata dan suara nya yang menggoda.


"Ahahahha." Arsandi tergelak melihat nya.


"Cepat lah ke luar dari ruangan ku, aku muak melihat mu!" Danu mengusir Arsandi.


"Aku juga gak betah berlama lama di sini! Aku pergi!" pamit Arsandi dengan tangan menenteng tas hitam nya.

__ADS_1


"Tuan, ayo kita ke penghulu!" teriak Mita lagi, dengan ke dua kaki yang beriringan menghentak lantai.


Danu membuang nafas nya dengan kasar. Telinga Danu benar benar merasa tercemar dengan seruan dari bibir Mita.


"Kau lihat apa? Cepat sumpalll mulut wanita gila itu!" titah Danu, saat mempergoki Jaya yang tengah menatap nya takut.


"I- iya pak, akan saya lakukan." Jaya beranjak dari duduk nya, melakukan apa yang di minta Danu.


"Hore, pak Jaya memang orang baik. ayo pak, sini... cepat lepaskan tangan ku dulu! Pak Jaya emang the best." seru Mita dengan senang, berfikir jika Jaya menghampiri nya, untuk membantu nya melepaskan ikatan nya.


"Karena mu, aku hampir terancam kehilangan pekerjaan!" gerutu Jaya di depan Mita.


"Ayo pak, tunggu apa lagi! Bukain!" rengek Mita dengan manja, tatapan nya menggoda Jaya.


"Dasar kau, wanita gila!" umpat Jaya, mengeluarkan sapu tangan nya dari saku celana nya.


"Pak, mau ngapain pake sapu tangan? Aku gak butuh sapu tangan pak!" rengek Mita dengan bibir mengerucut.


"Banyak bicara kamu Mita! Bukan nya minta maaf, sudah mencelakai istri bos, kamu malah... ah sudah lah, percuma bicara dengan mu! Wanita sintinggg!" umpat Jaya yang kini mengikat sapu tangan di mulut Mita.


"Emmmm emmm emmmmp!" Mita berusaha berbicara, namun suara nya tertahannn dengan bekapan dari sapu tangan di mulut nya.


"Jaya, bagaimana bisa kau memperkerjakan wanita gila seperti dia?" tanya Danu, melihat CV milik Mita.


"Dia yang melamar sendiri sebagai pelayan pak. Dari awal, Mita gak menunjukkan jika dia wanita dengan keterbelakangan mental, pak!" terang Jaya.


"Bagaimana dengan kelakuan nya selama di sini? Apa kau yakin, tidak ada yang mencurigakan dari nya?" tanya; Danu dengan tatapan menyelidik.


...🥀🥀🥀...


Bersambung...


Like dan komentar nya dong, 😅😅


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata...

__ADS_1


__ADS_2