Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Pesta kecil


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Ini kan!" Nina menggantung perkataan nya, menyusul Layla yang ke luar setelah di buka kan pintu mobil oleh pak supir.


"Restoran kamu La!" seru Deri yang kini merangkul Nina.


"Tapi kok sepi ya, gak kaya terakhir kali kita dateng ke sini, ya gak sih yank!" Nina mengadahkan wajah nya, menatap Deri.


"Benar itu!" timpal Deri, membenarkan perkataan Nina.


"Kaka Layla!" Dea berteriak dengan wajah senang, seakan menyambut kedatangan Layla.


Dea berlari dari dalam restoran menuju Layla berada.


Grap.


"Kaka dateng juga! Dea udah lama nunggu kaka dateng, ayo masuk!" Dea memeluk ke dua kaki Layla, mengadahkan wajah nya dengan bibir mungil yang terus berceloteh.


Layla mengelusss kepala Dea dengan penuh kasih sayang, sesekali tangan nya bergerak mencubittt pipi chabi Dea. Senyum terus tersungging di bibir Layla.


Nina, Deri, Mery dan Doni tampak adem melihat interaksi ke dua nya. Gak akan ada yang menyangka jika mereka berdua, Layla dan Dea berasal dari ayah yang berbeda.


'Coba aja Lulu bisa tulus seperti Dea saat ini, mungkin hubungan kami gak akan serumit ini! Lulu juga gak harus memusuhi ku! Kita bisa tumbuh bersama meski lain ibu!' pikir Layla dengan senyum getir, kenyataan tak seindah dengan apa yang ada dalam harapan nya.


Pada kenyataan nya, Layla merasakan pahit nya di pilih kasih baik sayang, materi dan perhatian. Bukan ketulusan yang ia dapat dari orang tua sambung nya, melain kan hanya semata demi terlihat baik di mata pasangan nya.


Tapi jika hati sudah bertentangan, tak jarang dan tak segan. Sifanye baik Yanto, berani melayangkan tangan pada Layla. Kata kata kasar dan umpatan pun gak jarang terlontar dari bibir mereka hanya untuk menjatuhkan mental Layla.


"Tunggu apa lagi Nona! Sebaik nya kita masuk! Tuan besar Yanto dan Nyonya besar Tati, pasti sudah menunggu kehadiran Nona Muda di dalam." cicit Doni, menyadarkan Layla dari lamunan nya.


"Ayo ka!" Dea menarikkk tangan Layla untuk masuk ke dalam restoran.


"Tunggu apa lagi! Cepat masuk!" titah Doni pada Mery, Nina dan Deri.


Mery, Nina dan Deri hendak ikut melangkah masuk ke dalam restoran.


"Makasih om pengawal!" seru Dea yang kini sudah berada di ambang pintu masuk restoran.


"Om pengawal? Bukan pak supir?" tanya Layla penuh tanya dengan menatap Doni dan Dea bergantian.


Doni membuang nafas nya dengan kasar, sejurus kemudian ia bisa bernafas dengan lega, mana kala Yanto datang bak pahlawan yang melindungi jati diri nya di hadapan Layla.


"Ahahahhaa Layla, ayo masuk. Bapak dan ibu sudah menunggu kalian." Yanto terkekeh menyambut kedatangan Layla.


Yanto mengecup puncak kepala Layla dengan mata terpejam. 'Selamat ulang tahun nak, maaf kan saya yang belum bisa menjadi bapak yang baik untuk mu!'


"Ayo sayang! Jangan buat para pelayan dan staff restoran berdiri lama, hanya untuk menunggu kamu masuk!" tegur Tati yang entah sejak kapan sudah berdiri di samping Layla.

__ADS_1


Kini Layla di apit Tati dan Yanto, berjalan semakin masuk ke dalam restoran. Dengan di ikuti Mery, Deri dan Nina. Sementara Doni kini menghilang tanpa ada yang menyadari nya.


"Mana pelayan resto bu?" tanya Layla yang gak melihat satu pun karyawan, justru restoran tampak lengang, sepi tanpa pengunjung.


Dari lantai atas, satu persatu pelayan restoran turun dan berbaris setelah sampai di lantai 1. Mereka berjejer rapih hingga posisi bagian bersih bersih.


Pelayan resto berseru dengan kompak. "Selamat ulang tahun Nona Muda! Semoga panjang umur dan sehat selalu! Semoga selalu di berikan kebahagiaan. Di jadikan rumah tangga yang sakinah mawadah warohmah bersama dengan Tuan Muda Danu."


Ke dua mata Layla seakan memanasss, seakan ada yang mengganjalll, dengan kubangan yang siap menerjanggg pelupuk mata nya.


Hati Layla seakan menghangat, mendapatkan kejutan yang gak pernah ia sangka seumur hidup nya.


Preeeeet, tuuuut, tuuut.


2 orang security meniup terompet dengan meriah nya.


"Selamat ulang tahun sayang!" suara Danu dari arah pintu masuk resto menggema di telinga Layla.


"Ka Danu? Itu beneran ka Danu?" tanya Layla dengan berbalik badan, memastikan jika suara itu adalah suara pria yang sangat ia rindukan.


Prok prok prok.


"Wiiih keren, ini kejutan dari bapak buat Layla?" tanya Deri dengan tepuk tangan heboh, menatap Danu.


Danu membentangkan ke dua tangan nya. Menatap Layla penuh harap lalu mengangguk kan kepala nya.


Grap.


Layla memeluk Danu erat, air mata gak bisa lagi ia bendung. Layla sesenggukan dengan bibir nya yang terus mengumpat Danu.


"Ka Danu jahat, udah ngilang 2 hari. Kenapa sekarang pake muncul! Mau membuat ku gila mikirin kaka! Iya gitu?" ucap Layla dengan sesenggukan.


Prok prok prok.


Tepuk tangan terdengar memenuhi restoran, beberapa pria berbadan tegap, lengkap dengan setelan hitam, kaca mata hitam dan earphone yang terpasang pada daun telinga kanan mereka, mulai mengisi setiap sudut ruang.


Seakan tidak memberikan celah untuk siapa pun bisa berbuat jahat, apa lagi mengusik jalan nya acara yang di gelar secara tertutup itu.


Deri, Nina, Tati, Yanto, Dea dan bahkan para pelayan, koki, staff lain yang hadir saat itu di arahkan untuk duduk.


"Tuan, sudah waktu nya!" Doni menghampiri Danu dan Layla yang masih enggan melerai pelukan mereka.


"Ka! Dia!" Layla menujuk pria yang sejak tadi bersama nya, namun sampai detik itu pula, Layla belum tau siapa nama nya.


"Nanti aku jelaskan ya! Sekarang nikmati lah pesta kecil untuk mu! Maaf ya, aku gak bisa buat acara besar, aku tidak ingin membuat mu kembali terluka dengan pesta yang di adakan secara terbuka." cicit Danu, mengutarakan alasan nya, berharap Layla mengerti.


Layla menelan saliva nya dengan sulit, menatap pria yang ia kenal supir baru nya itu dengan pertanyaan di kepala nya.

__ADS_1


'Acara ini selesai, aku akan menanyakan nya sama ka Danu. Siapa ini orang!' tekaddd Layla dalam hati.


"Sayang!" Danu menangkup pipi Layla. "Jangan banyak berfikir!" ucap Danu lagi.


"Jelas aku banyak mikir, kaka menghilang! Untuk pesta kecil nya... makasih ya ka, kaka mengingat nya aja aku udah senang ka. Kaka ingat dengan ulang tahun ku... udah beneran kejutan buat aku. Sementara aku sendiri, lupa dengan tanggal aku lahir." cicit Layla dengan tangis yang mulai mereda.


"Ayo kita tiup lilin nya!" Danu menggandeng Layla, tangan nya dengan erat di pinggang Layla.


Bisik bisik dari para pelayan pun terdengar.


^^^"Beruntung nya punya suami kaya pak Danu, di kasih kejutan ulang tahun!"^^^


^^^"Apa masih ada, pria yang romantis kaya pak Danu?"^^^


^^^"Apa ini terbilang romantis? Bukan kah kejutan ini begitu wah?"^^^


^^^"Gila banget ya, bisa aja dengan waktu yang sesingkat ini. Jadi acara di gelar buat Nona Muda!"^^^


^^^"Tuan muda Danu, ngeluarin uang yang gak sedikit buat acara ini!"^^^


^^^"Benar, apa lagi membayar 3 kali lipat untuk pengunjung yang tadi lagi pada menikmati makanan nya."^^^


^^^"Benar benar the bast pak Danu."^^^


^^^"Pada hal lebih seru kalo ada orang luar juga, ikut meramaikan gitu!"^^^


"Apa kamu akan kasih aku kejutan juga yank?" tanya Nina.


"Stttt, apa kamu gak dengar... apa yang di katakan para karyawan itu! Acara ini spektakuler kalo kata aku mah. Cuma buat Layla, pak Danu bayar lebih orang yang lagi makan di sini. Bearti ini acara dadakan banget. Keren banget ya!" ujar Deri panjang kali lebat, dengan asumsi nya.


"Di mana Mery?" tanya Nina, celingak celinguk mencari keberadaan Mery, tanpa menghiraukan perkataan sang pacar.


Deri mengerdikkan bahu nya. "Gak tau, apa mungkin lagi sama pak Arsandi? Kan udah ada pak Danu, pasti ada pak Arsandi di sini!" tebak Deri.


Benar benar acara yang di gelar secara tertutup. Meski acara itu tidak di hadiri Noval, Baskoro dan nenek Dahlia. Namun senyum kebahagiaan gak surut dari bibir Layla.


"Makasih ka, kamu pelipur lara ku! Cahaya di kala gelap ku! Penyejuk di kala panasss nya hati ku!" ujar Layla dengan tatapan yang sulit di arti kan.


"Kamu segala nya, apa pun akan aku lakukan untuk mu!" ujar Danu, mengecup kening Layla.


Bersambung...


...🥀🥀🥀...


Like dan komentar nya dong, 😅😅


Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dong, biar makin semangat updat nya

__ADS_1


__ADS_2