Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Rumah Sifanye


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Dugh dugh dugh.


"Assalamualaikum mah! Mah! Buka pintu nya mah!" ketukan pintu dan seruan Layla saat sudah berdiri di depan pintu rumah.


Layla mengintip lewat jendela yang sedikit tersibak. Di dalam rumah tampak kacau dengan seperti habis terkena angin ****** beliung.


'Apa yang terjadi dengan mama Sifanye! Apa dia beneran nekad mengakhiri hidup nya? Gak mungkin kan?' batin Layla, semakin takut dengan pemikiran buruk yang melintas tanpa di undang nya.


Pak satpam membuka gembok yang ternyata hanya di kait. Menghampiri Danu, bertanya dengan wajah kesal penuh emosi.


'Apa? Jadi gerbang nya gak di kunci gembok? Cuma di kait? Astagaaa ada apa dengan mata ku! Harus nya Layla gak perlu manjattt gerbang itu kan!' sungut Danu, menyalahkan diri nya sendiri.


"Hei kalian, apa yang kalian lakukan di sini? Perbuatan kalian ini bisa saya laporkan pada pihak berwajib! Kalian itu sudah mengusik ketenangan majikan saya! Cepat bawa teman mu ke luar dari rumah ini!" titah satpam saat sudah berhadapan dengan Danu.


"Maaf pak, istri saya hanya ingin menemui mama nya. Dia sangat rindu karena sudah lama gak ketemu." ujar Danu, berusaha menjelaskan pada pak satpam.


Pak satpam tampak gak percaya, mengerutkan kening nya menatap menyelidik pria yang ada di hadapan nya itu.


"Saya bisa membuktikan nya, saya bisa menghubungi ayah mertua saya, itu pun jika bapak masih ragu dengan saya dan istri saya." ucap Danu lagi, berusaha meyakinkan pak satpam.


Belum usai kekesalan pak satpam, kini ke dua nya sama sama mendengar suara pintu yang tengah di dobrak, yang di susul suara pekikan wanita yang gak lain adalah Layla.


Bugh, bugh.


Layla memcoba mendobrak pintu dengan tubuh nya.


"Awwwhhhhh!" pekik Layla, membungkukkan tubuh nya, dengan ke dua tangan yang memeluk perut nya sendiri.


"Astagaaa Layla! Apa yang kamu lakukan?" Danu membola, langsung berlari menghampiri Layla.


Grap.

__ADS_1


Danu menangkap tubuh Layla dari belakang, lalu memapah nya.


"Jangan gegabah La! Ingat luka di perut mu!" omel Danu dengan tegas.


Danu membawa Layla dan mendudukkan nya di teras.


"Mama ka." ucap Layla dengan meringis.


"Bapak satpam di sini?" tanya Layla, dengan tatapan mengarah pada pak satpam, yang tengah menatap ke dua nya dengan menyelidik.


"Ia saya satpam di sini? Kalian berdua ini datang ke sini cuma mau cari masalah aja! Ayo, sekarang kalian pergi dari sini! Jangan membuat posisi saya terancam sebagai seorang satpam" bentak pak satpam dengan suara meninggi, jari telunjuk nya menunjuk ke arah gerbang hitam yang masih terbuka.


Bukan nya menciut nyali Layla di bentak pak satpam. Justru semakin membuat Layla meradang, dengan suara yang gak kalah tinggi, dada nya naik turun dengan nafas nya yang semakin gak beraturan, dengan kilatan amarah dari ke dua mata nya.


"Bapak ini kerja jadi satpam, apa cuma makan gaji buta sih! Apa bapak tau, keadaan mama saya sekarang di dalam rumah itu seperti apa hah! Gimana bisa... bapak membiarkan majian di dalam rumah dengan keadaan yang porak poranda?" Layla menunjuk jemari nya ke arah rumah.


'Sialannn nih anak atu, bisa berabe kalo sampe nih anak nekaddd minta gue bukain pintu rumah Nyonya Sifanye. Sementara gue sendiri belum yakin, itu janda masih bernyawa apa sudah mampusss! Secara tuh duit udah gue bagi bagi sama yang lain. Gak bisa di biarin nih.' batin pak satpam dengan wajah gak tenang.


'Ada yang gak beres nih!' batin Danu, menatap menyelidik pak satpam.


Bukan nya menurut, pak satpam semakin berkata dengan lantang. "Kalian banyak omong! Cepat tinggalkan rumah ini! Saya gak perduli siapa kalian, yang pasti Nyonya Sifanye gak mau terima tamu! Cepat kalian pergi dari rumah ini! Tinggalkan rumah ini!" ucap nya dengan emosi.


Pak satpam menarikkk tongkat pentungan yang ada di sisi kanan, dan menarikkk nya. Mengayunkan nya ke arah Danu, siap memberikan pelajaran pada seseorang yang ia anggap mengacaukan niat buruk nya.


Grap.


Sebelum pentungan itu mengenai Danu, Danu sudah dapat membaca pergerakan pak satpam. Danu menahannn pentungan itu dengan tangan nya. Memicingkan mata, menatap sengit pak satpam dengan wajah reman itu.


Pranggg.


Pentungan berhasil Danu rebut dan di lemparkan nya ke sembarang arah.


"Kurang ajarrr, berani nya bapak mau mencelakai saya!" Danu bangkit, siap memasang kuda kuda dan memberikan pelajaran pada pak satpam yang mencurigakan di mata nya itu.

__ADS_1


Bugh bugh bagh bagh.


Danu dan pak satpam terlibat perkelahian.


Layla menghungi nomor Noval dengan benda pipih nya, dengan singkat mengatakan apa yang terjadi dengan suara yang terdengar panik.


[ "Assalamualaikum ayah, Layla mohon ayah cepat datang ke rumah mama Sifanye... ada yang gak beres di sini yah! Ka Danu terlibat perkelahian dengan pak satpam yang berjaga di rumah mama. Ayah cepat datang ke sini!"]


^^^"Waalaikum salam nak, iya udah, kamu hati hati... ayah langsung ke sana menyusul kalian."^^^


Pak satpam jatuh tersungkur di atas lantai dengan beberapa lebammm, karena pukulannn dari Danu.


Danu menghampiri Layla, memperlihatkan kunci di tangan nya. "Ayo kita masuk ke dalam La!"


"Ka Danu, ini pasti sakit!" Layla menyantuh sudut bibir Danu yang mengeluarkan darah, tanpa menjawab ajakan Danu.


"Gak apa, lebih sakit aku melihat kamu yang terluka." ucap Danu dengan senyum terukir di bibir nya.


"Udah kaya gitu, masih aja gombal! Hadeeeh ka ka!" seru Layla, dengan tangan nya yang mencubittt gemasss pinggang Danu.


Kreek, ceklek.


Danu memegang hendle pintu, mendorong nya ke dalam.


"Astagfirullah."


Bersambung...


...🥀🥀🥀...


Like dan komentar nya dong, 😅😅


Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅

__ADS_1


Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dong, biar makin semangat updat nya 😭😭


__ADS_2