
...🥀🥀🥀...
"Kamu bisa membuat ku hamil?" tanya Sifanye, setelah melihat kartu identitas supir yang masih lajang.
"Apa saya pantas untuk Nona cantik? Tapi jika soal itu! Kita boleh mencoba nya! Kapan pun Nona mau!" ucap sang supir dengan kerlingan mata nya, dengan suara yang menggoda di telinga Sifanye.
Tangan sang supir dengan berani membelai lembut pipi Sifanye, melihat tidak ada penolakan dari wanita yang tengah di sentuh nya, membuat nya semakin berani untuk menatap nya dengan tatapan nakal.
"Mama!" seru Layla kecil, menyadarkan dua orang dewasa yang ada di kursi depan.
"Kenapa? Diam kamu, gak usah panggil panggil mama!" omel Sifanye setelah menoleh ke arah Layla, menatap nya dengan tatapan benci.
"Jangan marah marah Nona cantik, gimana kalo saya ajak Nona cantik ke suatu tempat, kita langsung praktekin, apa saya bisa membuat Nona hamil dalam waktu dekat atau Nona mau saya membuat nya terbang ke awan, baru membuat Nona melendunggg?" tawar Soni dengan alis bergerak naik turun.
Sifanye melirik sekilas ke arah Layla, lalu menatap pria yang baru ia kenal. Pria yang akan ia gunakan sebagai alat untuk membuat nya hamil. Menutupi kekurangan Noval.
"Bagaimana dengan anak ini? Apa dia gak akan menyusahkan kita, saat sedang membuat adonan?" tanya Sifanye yang sudah di pastikan gak nolak, apa lagi ia juga sangat ingin hamil, agar bisa menguasai apa yang di miliki Noval saat ini.
"Nona tenang aja, untuk itu... saya bisa mengatasi nya." ucap Soni dengan seringai terbit di bibir nya.
Setiap kali Soni dan Sifanye melakukan penyatuan, sebelum nya Soni akan memberikan minuman yang sudah di berikan obat tidur untuk di konsumsi Layla kecil.
Flashback Sifanye and.
Dokter Embun memberikan diri, untuk membangunkan Noval yang tertidur cukup lama di depan ruang rawat dang istri. Hanya dengan duduk bersandar pada sandaran kursi, sudah mampu membuat Noval ternyenyak.
"Pak Noval! Pak! Pak Noval! Bangun pak!" seru dokter Embun, dengan sesekali mengguncang bahu Noval.
Noval membuka ke dua mata nya, saat merasakan ada yang mengguncang di bahu dan memanggil nama nya.
"Maaf saya tidak sopan membangunkan, bapak. Tapi alangkah baik nya jika bapak beristirahat di dalam saja. Dengan ruang yang cukup tertutup, posisi tidur bapak juga akan jauh lebih nyaman di dalam, dari pada di luar!" ujar dokter Embun, yang berdiri di depan Noval.
"Oh dokter, maaf saya ketiduran. Jam berapa sekarang?" Noval memijat pangkal hidung nya sejenak, lalu melirik jam yang melingkar di pergelangan tangan kiri nya.
"Saya yang seharus nya minta maaf... karena sudah lancang membangunkan anda pak. Saat ini sudah pukul sepuluh malam, pak." jawab dokter Embun, menatap iba dengan penampilan suami pasien yang ia tangani.
Dokter Embun menelan saliva nya dengan sulit. 'Kasihan sekali pak Noval ini, aku harap ia bisa tegar menghadapi kelakuan istri nya.'
"Kalo begitu saya ketiduran cukup lama ya, maaf dok. Bagaimana istri saya di dalam?" tanya Noval menatap dokter Embun ingin tau.
"Untuk saat ini tekenan darah Nyonya Sifanye sangat tidak baik pak, cenderung tinggi, jika di biarkan terus menerus bisa bahaya juga pak." terang dokter Embun.
"Bagaimana dengan kondisi bu Farida? Berikan penanganan yang terbaik, dok. Jika perlu operasi, lakukan saja. Biar saya yang menanggung semua biaya perawatan bu Farida sampai ia sembuh." jelas Noval tegas.
"Kami akan melakukan yang terbaik untuk pasien, pak. Kalo begitu saya permisi dulu ya pak. Masih ada beberapa ruang yang harus saya cek keadaan pasien nya." pamit dokter Embun.
"Silahkan dokter, terima kasih karena sudah membangun kan saya ya!" ujar Noval yang kini beranjak dari duduk nya.
"Sama sama pak." dokter Embun melangkah pergi, berlalu meninggalkan Noval.
__ADS_1
Niat hati ingin melihat Sifanye sebentar aja, namun nyata nya urung ia lakukan. Apa lagi saat indra pendengaran Noval, mendengar dering telpon dari hape yang ada di dekat nakas ranjang rawat.
Dring dring dring dring
"Siapa yang menelpon di jam segini? Apa ia, mungkin itu Lulu. Biar aku jawab aja lah!" guman Noval pada diri nya sendiri.
Senyum terlukis di bibir Noval, saat tau siapa yang menghubungi sang istri.
...Calling...
...Lulu sayang...
Noval menjawab panggilan telepon nya tanpa ragu.
[ "Ha----" ]
Baru mau bilang halo, Noval langsung bungkam. Saat mendengar suara yang tampak asing di telinga nya, bah kan bukan suara Lulu sang putri, melainkan suara seorang pria.
^^^"Halo sayang, kamu pasti masih ingat dengan suara ku ini bukan! Aku pria yang sudah menanam benihhh di dalam rahim mu beberapa tahun silam. Kita ini berjodoh Nona cantik, bukti nya saja... saya di pertemukan kembali dengan putri ku dan kau, Nona. Saya pasti akan menemui mu! Untuk sementara ini, biarkan Lulu tinggal dengan saya, Lulu butuh teman untuk berbagi! Nona tenang aja, saya gak akan menyakiti Lulu, dia darah daging saya kan!" ujar Soni panjang kali lebar.^^^
Noval kehabisan kata kata, telinga dan otak nya berusaha mencerna setiap kata yang ia dengar dari si penelpon.
Deru nafas Noval memburu, diri nya benar benar tidak ingin percaya dengan apa yang ia dengar barusan.
"Sialannn kau Sifanye, jika benar Lulu bukan lah darah daging ku! Habis kau di tangan ku, Sifanye! Berani nya kau bermain gila di belakang ku!" gerutu Noval, menatap Sifanye yang masih terlelap dengan penuh amarah.
Noval memilih pulang dengan di antar pak Jono.
Kediaman Layla dan Danu.
"Udah belajar nya sayang, jangan di paksakan. Ini udah larut, tidur ya!" bujuk Danu setengah memaksaaa.
Jemari Danu memberikan pijatan hangat di bahu sang istri, Layla yang masih berkutat dengan buku pelajaran di meja belajar nya yang ada di dalam kamar mereka.
"Aku masih kepikiran sama ayah, masalah apa yang tengah ayah hadapi?" tanya Layla, mengadahkan wajah ke arah Danu.
"Aku gak tau sayang, nanti aku coba suruh orang buat selidikin ya! Sekarang kamu tidur! Biar besok bisa lebih frash ngerjain soal nya." terang Danu, gak mau melihat wajah kecewa dari sang istri.
Layla mengangguk patuh.
Hap.
"Akkkhhh aku bisa jalan sendiri!" tolak Layla, saat Danu menggendong nya. Membawa Layla dan membaringkan nya di atas tempat tidur.
"Selamat tidur! Jangan lupa baca do'a! Aku ke ruang kerja ku dulu, sebentar kok, gak lama!" jelas Danu, mengecup bibir Layla sekilas.
"Maaf, aku merepotkan mu ka!" ujar Layla.
"Aku gak merasa di repotkan." Danu mengelusss lembut pipi Layla.
__ADS_1
Di ruang kerja Danu yang ada di rumah nya.
Danu duduk di kursi kerja nya. Tangan kanan nya menggenggammm benda pipih nya di depan daun telinga kanan nya.
[ "Aku ada tugas baru untuk mu, tolong selidiki pria ini! Aku mau hasil nya secepat di atas meja kerja ku!" ] ucap Danu, dengan tegas pada seseorang yang tengah ia hubungi.
^^^"Bisa di atur bos!"^^^
Sambungan terputus.
Dring dring dring dring.
Danu mengerut kan kening nya, melihat ayah Noval menghubungi nya.
^^^"Syukur lah kamu belum tidur, nak!" ucap Noval saat sambungan telepon nya di jawab Danu.^^^
[ "Assalamualaikum yah, Danu belum tidur yah. Ada apa yah? Apa ada yang bisa Danu bantu buat ayah?" ]
^^^"Waalaikum salam nak, ayah mau minta kamu bantu ayah, buat selidiki siapa dan di mana Lulu berada."^^^
[ "Lulu bukan nya putri ayah? Adik nya Layla, apa Lulu gak ada di rumah yah?" ] tanya Danu dengan keterkejutan nya.
^^^"Danu! Kalo ayah tau di mana Lulu, ayah gak akan minta kamu buat cari tau!" ujar Noval dengan suara yang terdengar kecewa.^^^
[ "Ayah jangan khawatir, Danu pasti akan cari tau." ] jelas Danu tanpa ragu.
^^^"Terima kasih ya nak, ayah gak salah minta bantuan kamu. Kamu memang menantu yang benar benar bisa di andalkan."^^^
[ "Itu guna nya Danu ada di antara ayah dan Layla." ]
...☀️☀️☀️...
Layla menjawab setiap pertanyaan dengan baik, meski ada kesulitan namun ia tidak membiarkan soal itu tidak memiliki jawaban nya, meski ada beberapa pertanyaan yang membuat nya harus berfikir keras untuk mengingat nya.
"Akhir nya selesai juga!" seru Layla, merenggangkan jemari jemari tangan nya dengan wajah senang.
"Gimana La, udah jawab soal nya? Masih ada waktu loh ini 5 menit lagi!" seru bu Ade, mengingatkan Layla.
"Alhamdulillah udah selesai bu!" jawab Layla dengan senyum mengembang.
"Hebat kamu ya, pasti belajar dengan keras." puji bu Ade, guru pengawas Layla hari ini.
...🥀🥀🥀...
Bersambung...
Like dan komentar nya dong, 😅😅
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
__ADS_1
...Kehaluan semata...