Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Flashback Sifanye 2


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Tetap aja harus di kembalikan ke kantor yah, itu sama aja dengan mobil pinjaman!" ketus Sifanye.


"Ayah!" seru Layla kecil.


"Apa sayang?" tanya Noval, melirik sekilas sang putri yang terus menoleh ke arah jendela pintu.


"Apa sih La yang kamu lihat? Tuh kalo liet ke sana, depan yang kamu lihat!" omel Sifanye, membenarkan kembali posisi Layla duduk hingga menghadap ke depan.


"Badut ma, mama badut." celoteh Layla dengan tangan yang bergerak gerak, memberontakkk ingin menoleh ke arah jendela pintu kembali.


"Layla!" seru Sifanye dengan suara meninggi, membuat Layla seketika diam dengan mata menganak sungai.


"Jadi anak tuh harus nurut sama mama! Ngerti gak kamu hah! Mau, mama jual kamu, biar kamu gak ketemu mama sama ayah lagi?" cicit Sifanye dengan tatapan marah, tangan kanan nya ikut bergerak mendarat di paha Layla memberikan cubitannn.


"Akit hiks hiks!" Layla mengeluh, tangan kecil nya menyentuh paha nya sendiri yang tadi di cubit Sifanye, tangis pun terdengar dari bibir mungil Layla.


"Gak usah cengeng kamu La! Bisa nya nangis, berantakin rumah! Apa lagi yang kamu bisa? Bikin stres mama aja kamu tuh!" omel Sifanye gemasss mencengrammm lengan mungil Layla.


"Huaaaaaa akit akit!" Layla semakin menangis kencang.


"Kamu apa apaan sih mah, Layla tuh masih kecil!" gertak Noval, menatap gak suka dengan cara Sifanye memarahi Layla.


"Maka nya, kalo punya anak tuh bisa di atur! Punya anak kok susah banget di bilangin nya!" protes Sifanye gak mau kalah.


"Jangan nangis ya sayang, anak pinter nya ayah!" Noval mengulurkan satu tangan nya, menghapus pipi Layla yang basah dengan air mata nya.


Layla kecil mengulurkan ke dua tangan nya ke depan Noval.


"Ayah, ayah, ayah!" seru Layla, menoleh sejenak ke arah Sifanye, lalu menoleh ke arah Noval lagi dengan benyerukan kata ayah.


"Dasar anak penjilat, udah tau di marahin. Kamu mau ngadu sama ayah kamu? Minta di lindungin sama ayah kamu! Dasar bocah!" Sifanye menggelengkan kepala nya, gak habis pikir dengan pola pikir anak sambungan.


"Mah! Bicara yang sepantas nya sama anak mah!" omel Noval menatap Sifanye dengan marah.


"Ayah ayah ayah!" rengek Layla, menggenggammm jemari Noval yang hendak menjarak dari pipi cabi ny yang basahhh dengan air mata.


"Bentar ya sayang, ayah lagi bawa mobil!" dengan terpaksaaa, Noval melepasss kan genggamannn jari mungil Layla di jari tangan nya.


"Sana kamu kalo mau sama ayah kamu!" Sifanye mendorong punggung Layla kecil ke depan.


Bugh.


"Huaaaaaaaaa huaaaaa akit akit huaaaaa!" Layla menangis kesakitan, bertambah kaget dengan tubuh mungil nya yang jatuh ke pijakan kaki, dengan posisi tengkurap dengan wajah mendarat duluan mengenai sendal Sifanye.


"Mah!" bentak Noval semakin gak bisa mengendalikan emosi, melihat Layla di perlakukan buruk di depan mata nya.


Sambil menangis, Layla kecil beranjak dan duduk di dekat kaki Sifanye. Membelakangi dasboard mobil, menatap Sifanye dengan tatapan ingin di gendong dan di tenangkan.


"Kamu gak usah perduliin anak manja kamu yah! Tar juga dia diem sendiri! Kamu fokus aja sama jalan!" dengan entengang nya Sifanye menoyorrr kepala Layla.


Bugh.

__ADS_1


Membuat kepala Layla kecil, membentur dasboard mobil.


"Huaaa akit, huaaaa huaaaa akit yah!" rengek Layla dengan tangis nya menatap ke arah Noval, dengan tangan kiri memegangi kepala nya yang kejedottt dasboard mobil. Dan tangan kanan terulur ke arah Noval.


Situasi yang sulit untuk Noval, antara fokus dengan kemudi, dan Layla yang terus menangis.


"Mah! Diamkan Layla! Aku mana bisa fokus dengan kemudi melihat anak ku terus menangis!" gerutu Noval.


"Anggap aja kamu gak dengar Layla nangis! Gitu aja ribet!" umpat Sifanye menatap Layla dengan senyum sinis.


"Hiks hiks hiks ayah! Mama!" ujar Layla dengan sisa tangis nya, menatap Noval dan Sifanye bergantian.


Bukan nya iba melihat bocah 3 tahun lebih itu menangis bah kan memanggil nya, dengan sengaja Sifanye malah menginjak jemari mungil Layla yang tangis nya aja sudah mulai mereda. Di saat Noval menoleh ke arah ruas jalan.


Krek.


"Huaaaaaaaa akit, akit mama!" teriak Layla di sertai dengan tangis nya yang kembali kencang, tangan kiri nya memegangi tangan kanan nya.


Noval melihat ke arah Layla dengan mata melotot.


"Astagaaa mah!"


Brak.


Tiiiiiin.


Sifanye membuka ke dua mata nya, melihat ruang yang bernuansa putih dengan bau obat yang menyengat.


"Yah! Bangun yah! Awhhhh!" pekik Sifanye saat dirinya mencoba bangun, untuk melihat kondisi suami nya.


Ceklek.


Seorang wanita dengan jubah putih bersama dengan perawat masuk, tepat di saat Sifanye memcoba kembali untuk beranjak dari posisi nya.


"Ibu jangan bangun dulu! Ibu harus batres." ujar sang dokter, mencegah Sifanye untuk bangkit dari posisi nya.


"Saya kenapa, dok?" tanya Sifanye dengan tatapan menuntut.


"Ibu baru saja mengalami keguguran, karena keras nya benturan saat kecelakaan." ujar sang dokter.


"A- apa dok, sa- saya keguguran?" Sifanye tampak gak percaya dengan apa yang dokter katakan.


Sifanye menoleh ke arah Noval, yang tampak lebih parah kondisi nya, jika di bandingkan dengan diri nya sendiri.


"Kita lihat dari perkembangan nya aja ya bu, berharap agar suami ibu tidak mengalami luka yang cukup serius." ujar sang dokter.


"Putri kami di mana dok? Apa dia gak selamat?" tanya Sifanye, dengan wajah sendu.


'Bagus tuh bocah mati!' batin Sifanye bersorak senang.


"Putri kalian selamat, saat ini sedang bermain dengan perawat." ujar dokter.


"Apa dok, selamat?" tanya Sifanye dengan tatapan gak percaya.

__ADS_1


Satu tahun setelah kecelakaan, Sifanye dan Noval memeriksa kan kesehatan, untuk merencanakan program kehamilan.


Setelah melakukan serangkaian tes, hanya tinggal menunggu hasil nya.


"Savar ya sayang, bentar lagi kita pulang kok!" ujar Noval pada Layla yang ada di pangkuan nya.


Sifanye hanya menatap datar Layla.


Dring dring dring.


Noval menjawab panggilan telepon nya, dengan memberikan isyarat diam pada Layla.


Noval menyimpan benda pipih nya ke dalam saku celana nya milik nya. Menatap Sifanye dan Layla bergantian, sebelom mengatakan apa yang baru saja di katakan bos nya di telpon.


"Ngomong aja yah, mama tau kok. Di suruh pergi kan? Ayah mau ninggalin kita berdua di sini kan?" tebak Sifanye dengan benar.


"Mah, ayah tinggal ya! Bos ayah bilang ini penting. Gak bisa kalo di kerjain sama yang lain." ujar Noval dengan tatapan memohon, agar sang istri mengerti.


"Iya udah balik aja, tinggal tunggu hasil nya aja, nanti mama sampein hasil nya ke ayah!" ujar Sifanye dengan ketus.


"Kamu jangan nakal ya sayang!" Noval menjawil hidung Layla yang kini menginjak usia 4 tahun.


"Hati hati ayah!" Layla mencium punggung tangan kanan ayah nya.


Kini Sifanye berada di dalam taksi, bersama dengan Layla yang duduk di kursi belakang. Sementara Sifanye duduk di kursi depan, dengan pengemudi yang tampak masih muda dan tampan.


Kata kata dokter yang menjelaskan hasil dari pemeriksaan ke dua nya, terus tergiang ngiang di telinga Sifanye.


..."Kecelakaan yang di alami pak Noval, mengakibatkan kerusakan permanen pada alat reproduksi dan fungsi nya, tentu hal tersebut dapat berakibat pada kemandulan. Tapi ibu jangan berkecil hati. Pak Noval bisa melakukan beberapa tes untuk mengetahui fungsi reproduksi nya, seperti tes analisa ******, ultrasonografi."...


"Anak pembawa sialll!" gumam Sifanye dengan menatap tajam Layla lewat kaca spion.


"Ehem, ada apa? Nona cantik bisa membagi keluh kesah dengan saya jika mau!" ujar sang sopir dengan tatapan genit pada Sifanye.


Sifanye menoleh sejenak ke arah si supir.


'Nih supir gak jelek jelek amat, keren, wangi, cuma sayang lo jadi supir, coba lo pengusaha, gue tinggalin si Noval. Tapi gimana... gak mungkin gue bilang kalo Noval saat ini mandul karena kecelakaan itu, yang ada itu harta lari ke anak sialannn nih semua!' pikir Sifanye, menatap jengkel Layla.


"Boleh aku lihat kartu identitas mu?" Sifanye mengadahkan tangan kanan nya.


"Dengan senang hati." ujar sang supir.


"Kamu bisa membuat ku hamil?" tanya Sifanye, setelah melihat kartu identitas supir yang masih lajang.


...🥀🥀🥀...


Bersambung...


Like dan komentar nya dong, 😅😅


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata...

__ADS_1


__ADS_2