
...🥀🥀🥀...
"Ehem ehem ehem. Kalian gak malu apa yah, mah! Ini ada Lulu! Enak nya ribut di depan anak." nyinyir Lulu.
"Maaf sayang, mama kamu yang selalu memulai pertengkaran dengan ayah!" ujar Noval.
"Aku terus yang di salahkan! Salah kan saja putri kesayangan mu, dan mantan istri mu yang selalu menjadi benalu dalam rumah tangga kita!" ucap Sifanye nyelekit di telinga Noval.
"Aku gak habis fikir, kenapa sih... kamu selalu menyalahkan Layla dan Tati? Dan jangan pernah libatkan almarhumah Devinta, dia sudah tenang di alam nya! Tidak perlu kau usik usik seseorang yang udah gak ada!" umpat Noval, menatap Sifanye dengan jengkel.
Lulu mengerutkan kening nya, menatap mama dan ayah nya bergantian.
'Siapa sih yang sedang mereka bicarakan? Almarhumah Devinta, gak penting juga sih aku tau. Yang penting aku bisa minta di beliin beberapa pasang sepatu, tas, baju baru sama ayah. Biar gak di bilang anak orang kaya baru hihihi. Malu juga kan, anak orang kaya tapi gak punya barang branded.' batin Lulu.
"Yah, ka Danu pasti ada kan di rumah sakit?" tanya Lulu, mengalihkan pertengkaran ke dua orang tua nya.
"Ayah rasa ada. Kenapa? Ingat ya nak! Jangan aneh aneh! Danu itu kaka ipar mu! Suami dari Layla." Noval memperjelas status Danu di mata Lulu.
"Gak usah di ingetin mulu kali yah! Siapa juga yang mau sama ka Danu. Lulu masih bisa cari cowok keren yang usia nya gak jauh jauh amat dari Lulu, tapi tajir melintir." ucap Lulu, membohongi hati nya.
'Siapa bilang Lulu mau sama cowok laen. Lulu cuma mau ka Danu, lo Danu. Karena lo milik Layla dan gue akan rebut apa yang menjadi milik Layla hehehe!' batin Lulu.
"Ayah pegang kata kata mu!" seru Noval.
Perkataan yang di terlontar dari bibir Sifanye terus menggema di telinga Lulu, seakan kalimat itu terus menari nari dalam otak nya.
...'Kamu baru putri mama, jika kamu berhasil merebut Danu dari Layla! Jangan buang kesempatan emas untuk merebut Danu dari Layla!'...
Lulu menyeringai, mengingat apa yang di katakan Sifanye sebelum mereka berangkat ke rumah sakit.
Flashback Lulu.
Beberapa menit sebelum kepergian Lulu, Sifanye dan Noval ke rumah sakit.
"Biar ayah panaskan mesin mobil dulu!" Noval melangkah ke luar dari kamar nya.
__ADS_1
"Mama panggil Lulu dulu, sekalian liet itu anak udah rapih apa belom!" seru Sifanye, mengayunkan langkah kaki nya ke lantai atas menaiki anak tangga.
Di dalam kamar, Lulu menatap pantulan diri nya lewat cermin.
"Gue ini cantik lo! Gak ada yang akan menyangka kalo gue masih anak kelas 6 Sekolah dasar. Lo mah kalo di bandingin sama gue, pasti bakal lewat La!" gumam Lulu, bergaya di depan cermin, menilai lekukan tubuh nya.
Ceklek.
"Mama! Ngagetin aku aja! Kirain siapa!" sungut Lulu, melihat Sifanye melangkah memasuki kamar nya.
"Kamu punya rencana apa sih sama ayah kamu? Apa yang sebenar kamu inginkan dari ayah?" tanya Sifanye dengan menyelidik.
"Lulu mau minta dii beliin barang barang branded sama ayah, Lulu kan malu. Masa setelah menikah penampilan Layla berubah drastis, dan Lulu ketinggalan jaman. Kan lucu mah! Itu gak adil buat Lulu!" protes Lulu, dengan kilatan iri di mata nya.
"Kamu ngarepin barang branded dari ayah kamu?" Sifanye menegaskan keinginan putri nya.
Lulu menganggukkan kepala nya.
"Salah kalo kamu ngarepin di beliin sama yah! Ayah kamu itu perhitungan soal uang, maka nya dia di tinggal kan Devinta. Lalu menikah dengan Tati, ibu kandung Layla." ujar Sifanye.
Sifanye hanya tau jika Layla adalah anak dari pernikahan nya Noval dengan Tati, bukan Devinta.
"Dengerin apa kata mama. Kamu baru putri mama, jika kamu berhasil merebut Danu dari Layla! Jangan buang kesempatan emas untuk merebut Danu dari Layla! Danu itu bisa jadi tambang emas buat kamu, Lu! Masa depan kamu pasti akan cerah bersama dengan Danu!" ujar Sifanye, mengompori sang anak.
"Masih banyak cowok tampan dan kaya, yang bisa Lulu deketin, mah!" tolak lulus secara gak langsung.
'Gila aja sih mama, Danu itu sosok pria yang gak mudah di deketin. Mau gue bertingkah manis, aja sekali pun aja masih salah di mata Danu. Tapi gimana cara nya ya biar gue bisa deketin Danu?" batin Lulu yang mulai goyah dengan pendirian nya.
"Gunain kesempatan emas ini Lu! Siapa sangka Layla mengalami musibah kaya gini, itu sama aja mempercepat jalan Layla buat ke surga kan? Seengga nya, kita bisa singkirkan Layla dari kehidupan Danu!" gumam Sifanye, dengan seringai licik di bibir nya.
"Nanti jika ada kesempatan, buat semua orang sibuk ya Lu! Mama akan buat Layla lebih menderita lagi." Sifanye memperlihat kan sebuah suntikkan yang sudah berisikan dengan cairan nya.
"Obat apa itu, mah?" tanya Lulu dengan menyelidik.
"Nanti kamu akan tau ini obat apa. Pokok nya obat ini bisa mendorong Layla semakin mendekati hari kematian nya, apa lagi kata ayah kamu... Layla sedang terguncang kan?" ucap Sifanye dengan tatapan penuh arti pada Lulu.
__ADS_1
"Bener apa kata mama, ayo mah! Kita bantu Layla mendekati hari kematian nya!" ucap Lulu penuh kepuasan, ada mama yang mendukung nya.
Tos.
Sifanye dan Lulu sama sama ber tos ria, menatap dengan seringai licik, pada suntikan yang ada di tangan Sifanye.
Flashback and.
Kini mobil yang di kemudian Noval terparkir di area parkir rumah sakit.
"Mah, Lu! Ayah minta jaga bicara kalian saat melihat kondisi Layla. Ayah mohon dengan sangat sama kalian. Beri Layla semangat untuk hidup, beri Layla dukungan untuk dapat melewati masa masa sulit nya!" ucap Noval dengan tatapan memohon pada ke dua nya.
"Iya yah. Lulu tau apa yang akan Lulu lakukan di depan ka Layla." ucap Lulu.
"Mama juga tau kali, yah!"
Mereka bertiga, Noval, Lulu dan Sifanye turun dari mobil, memasuki rumah sakit menuju kamar rawat Layla. Noval dengan langkah perih dan hati miris.
Sementara Lulu dan Sifanye, mengayunkan langkah dengan niat hati yang licik terhadap Layla. Rencana besar yang sudah di atur sedemikian rupa, akan segera mereka jalankan.
'Anak mama tersayang, mama akan membuat hidup kamu semakin singkat, mama akan mengakhiri penderitaan kamu di dunia ini, Layla!' batin Sifanye.
'Kaka gue yang paling gwe benci, sambut ya malaikat maut lo hehehe. Sebentar lagi Layla!' batin Lulu.
Di kamar rawat Layla.
Danu menatap Layla dengan sedih, meski tubuh Layla kini terbaring tidak berdaya di atas tempat tidur, tapi itu jauh lebih baik untuk saat ini.
Danu bisa melihat ketakutan Layla saat ia tersadar tadi, ketakutan, saat menatap diri nya. Seolah Layla tidak lagi mengenali Danu sebagai suami nya. Yang ada hanya semua manusia itu jahat dan kejammm. Sejahat dan sekejamm orang orang yang sudah menculik dan menyiksa nya.
...💖💖💖...
Bersambung...
Like dan komentar nya dong, 😅😅 biar ora sepi sepi amat gitu ini novel. Masa cuma tuyul doang yang aktif komen. Yang laen, mana suara nya?
__ADS_1
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
...Kehaluan semata...