
...🥀🥀🥀...
"Apa hanya karena belum mengadakan pesta pernikahan? Kau minta aku menutupi status pernikahan kita? Apa jangan jangan, sudah ada mahasiswa lain yang sedang kau incar?" tebak Arsandi dengan tatapan menyelidik, gak bisa lagi menahannn emisi nya pada Mery.
Plak.
Tamparan keras mendarat di pipi Arsandi dari tangan mungil Mery.
Arsandi seakan ke hilangan rasa sakit di pipi nya, meski pun tamparan di pipi nya meninggalkan jejak telapak tangan Mery sendiri.
Dada Arsandi bergemuruhhh hebat, nafas nya seakan memburu, 'Sebenar nya apa yang sedang di rencanakan Mery? Kenapa aku jadi sulit mengerti diri nya? Benarkah status orang tua, membuat nya berubah secepat ini? Atau gak pernah ada cinta untuk ku di hati nya?' tanya Arsandi dalam hati nya dengan menatap Mery penuh tanya.
'Apa yang udah gue lakuin? Gue baru aja nampar pipi Arsandi!' gerutu Mery dalam benak nya, menatap telapak tangan nya sendiri gak percaya.
"Aku pergi!" ucap Arsandi dingin, hendak berbalik badan dan meninggalkan Mery.
Grap.
Mery menahannn langkah Arsandi dengan memegangi pergelangan tangan besar pria yang sudah mau menikahi nya. Bahkan pria itu sudah dengan rela pula, mencari tau siapa ayah biologis nya, tanpa pernah sekali pun Mery meminta nya.
"Pak Arsandi, a- aku gak bermaksud. Maaf pak, a- aku gak sengaja!" ucap Mery dengan menelan saliva nya dengan sulit, menatap Arsandi dengan penuh penyesalan.
Arsandi berkata dengan dingin, "Salah ku yang terlalu memaksaaa mu! Aku harus pergi, masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan!" Arsandi melepaskannn genggamannn tangan Mery dari pergelangan tangan nya.
"Jangan pergi, katakan kau tidak marah pada ku pak Arsandi?" pinta Mery dengan tatapan memohon, gak mau melepasakannn genggammm jari tengah Arsandi.
"Jangan menahannn ku! Kau sendiri yang meminta ku untuk tidak membocorkan status pernikahan kita kan? Jadi biarkan aku pergi! Lakukan apa yang kau ingin kan dengan sesuka hati mu!" ucap Arsandi datar.
Deg.
Hati Mery merasakan sakit yang gak berdarah, hati nya merasakan sedih hanya dengan apa yang di ucapkan Arsandi. Mery terpaku di tempat nya, membiarkan Arsandi meninggalkan nya dengan perasaan kesal.
'Gue gak bermaksud nyakitin lu pak Arsandi, gue cuma mau sedikit ruang gue buat bergaul dengan mahasiswa lain nya. Melupakan sejenak status gue yang udah gak sendirian lagi. Apa jadi nya kalo anak anak tau, gue udah merid? Mereka pasti mikir gue nikah karena kecelakaan. Gue gak mau di nilai buruk di mata anak anak.' batin Mery dengan perasaan yang gamang.
__ADS_1
Tanpa sadar, diri nya sudah menyakiti hati Arsandi. Membuat jarak dalam rumah tangga nya sendiri.
.
.
"Maaf Nona, Nona Angel di larang memasuki gedung!" ucap seorang security yang menghalau Angel saat akan memasuki gedung, bangunan yang belum lama ini menjadi tempat nya untuk mencari nafkah, sekaligus niat nya untuk merusak rumah tangga Danu dan Layla.
"Berani nya kalian melarang gue masuk! Kalian lupa, gue ini siapa hah! Gue ini Angel, sekretaris nya pak Danu, atasan kalian! Menyingkir kalian, jangan halangin jalan gue!" titah Angel dengan angkuh nya.
"Justru ini perintah langsung dari Tuan Danu. Mulai saat ini, anda resmi di berhenti kan sebagai sekretaris pak Danu!" ucap security yang bernama Boni, dengan tubuh tegap, tinggi, berkulit sawo matang, menyodorkan amplop coklat panjang ke pada Angel.
Angel mengerutkan kening nya, menatap tajam amplop coklat panjang yang ada di hadapan nya.
'Jangan bilang itu surat pemecatan dari pak Danu, sialannnn. Gue belum bertindak jauh, masa udah kalah telak, percuma informasi yang udah di kasih Lia. Apa nya yang di nilai Danu mudah di tipu, belum gue tipu aja... gue udah di depakkk dari perusahaan nya! Dasar lo Lia! Emang gak bisa di percaya lo!' sungut Angel dengan kesal, mengingat Lia, teman nya semasa di rehabilitasi.
Security mengangkat sedikit tangan nya, meminta Angel untuk menerima amplop coklat yang memang sudah di persiapkan Danu sebelum nya.
Angel menggelengkan kepala nya, menolak menerima amplop coklat itu.
Pluk.
Security Boni menghempaskan amplop coklat itu dengan kasar, membuat amplop coklat itu tergeletak di kaki Angel.
Keributan yang terjadi di depan lobby utama, memancing kerumunan dari beberapa karyawan yang saat itu memang jam masuk kantor.
"Terserah apa kata mu Nona! Yang pasti, perusahaan ini sudah tertutup untuk orang seperti mu! Jangan kamu pikir, kami ini gak tau, orang seperti apa diri mu! Seseorang yang bekerja bukan mengandalkan kemampuan otak nya, tapi mengandalkan kemampuan merayu mu!" sarkas Boni dengan mulut pedasss nya.
"Waaah beneran gak nyangka lo gue, ternyata pak Danu bisa kecolongan. Perusahaan sampe kemasukannn cewek gak bener model Angel gini!" seru Reina dengan tatapan sinis pada Angel.
"Wah salah sasaran kalo ini jablayyy ngincer pak Danu buat di jadiin target, secara pak Danu, orang paling kalem, paling dingin, cuma Nona Layla doang yang bisa taklukin hati pak Danu. Model lu mah, apa lah, cuma uler kekettt!" seru Nami, menimpali apa yang di katakan Reina.
Beberapa karyawan yang ikut berkerumun, tertawa tergelak, mengolok Angel, membenarkan apa yang di katakan Nami.
__ADS_1
"Dari pada ngusik pak Danu, mending lu godain gue aja deh!" ledek Joko, karyawan dengan mata keranjang yang tiap kali melihat wanita muda.
Arsandi memarkirkan kendaraan dengan cantik, dari kejauhan ia sudah dapat melihat ada keributan di depan pintu masuk lobby utama.
"Rupa nya gadis itu masih belum mau menyerah juga, benar apa yang di katakan Danu." gumam Arsandi, dengan langkah lebar melangkah dengan pasti.
"Kalian semua di sini untuk bekerja, bukan untuk berleha leha, mempermalukan seseorang! Apa lagi kalian sampai mengeroyok nya dengan kata kata pedasss yang gak bermoral!" ucap Arsandi dengan tegas.
"Maaf pak, kami kembali kerja." ucap Joko yang memilih aman, langsung kembali ke departemen nya.
"Masih ada juga yang harus kita kerjain, balik yuk!" ajak Reina, menggandeng lengan Nami.
"Kami permisi pak!" pamit Nami yang menyetujui ajakan Reina.
Dengan ke dua tangan di pinggang, Angel berkata dengan bangga, karena merasa ada seorang pria dengan jabatan yang gak kalah tinggi dari Danu yang membela nya.
"Dasar kalian gak punya malu! Benar tuh pak, mereka gak punya otak, gak tau malu, berani nya ngeroyokkk saya yang cantik jelita bak malaikat dengan kata kata pedasss mereka! Pecat aja mereka pak!" sungut Angel dengan angkuh nya.
"Sudah? Sekarang tinggalkan gedung ini! Gedung ini sudah tertutup untuk mu!" ucap Arsandi dingin, berlalu meninggalkan Angel
Grap.
"Tunggu pak, kenapa bapak jadi ikut ngusir saya? Bapak kan belum kenal saya, saya kerja sama bapak aja deh! Saya beneran bisa kerja pak! Saya profesional dalam bekerja! Bapak gak salah kalo jadiin saya sekretaris bapak. Saya bisa di andelin pak!" pinta Angel, menggenggammm pergelangan tangan pria yang bahkan belum ia tahu nama nya.
Arsandi menghembuskan nafas nya dengan kasar, melepaskannn tangan Angel dari pergelangan tangan nya.
'Entah masih ada berapa lagi wanita yang terlihat lugu, namun memiliki bisahhh berbahaya, yang mampu memporak porandakan hati pria yang sudah terpikat pada nya!' batin Arsandi, menyamakan Mery dengan Angel.
"Kalo bapak gak beri saya pekerjaan sekarang, buat apa bapak belain saya dari orang orang bermuka dua seperti mereka!" ucap Angel dengan kesal, menatap nyalang Arsandi.
...🥀🥀🥀...
Bersambung...
__ADS_1
...Kehaluan semata...
⭐⭐⭐⭐⭐ kalo mau update banyak 🤸🏼♀️🤸🏼♀️🤸🏼♀️