
...🥀🥀🥀...
Danu dan Arsandi berlari ke arah ke dua nya.
"Akhir nya aku bisa menemukan mu La! Bikin cemas aja kamu tuh!" gerutu Danu dengan tatapan lurus ke Layla, meski rasa cemas berkurang di hati nya.
Grap.
Danu merangkul Layla dengan tangan nya, menatap tajam Mery.
Arsandi mencengrammm bahu Mery dengan ke dua tangan kekar nya, dengan tatapan menyelidik.
"Kamu kenapa membiarkan Nona Layla meninggalkan villa tanpa sepengatahuan Tuan Danu?" tanya Arsandi dingin.
Deg.
'Bujuk buseeeh, ini orang ke sambettt apa salah makan? Pak Danu aja gak gimana gimana ke gue, kenapa ini orang yang jadi darting ke gue? Kamprettt emang!'
"Malah melamun! Saya sedang bertanya dengan kamu, kenapa malah diam?" tanya Arsandi lagi dengan nada tinggi.
Sreek.
Mery menyingkirkan tangan Arsandi dari bahu nya dengan kasar.
"Ngomong aja dong gak usah pake fisik, bisa kan!" umpat Mery dengan penuh kesal.
Mery menatap Layla dan Danu, berkata semanis mungkin, dengan menahannn amarah nya terhadap Arsandi. "Gue duluan ya La, pak! Gerah lama lama di sini!"
Mery berlalu dengan perasaan yang dongkolll, setelah melirik tajam Arsandi sebelum nya.
"Ka Arsandi kenapa marahin Mery? Mery tuh gak salah ka!" tegur Layla terhadap asisten suami nya itu.
"Maaf Nona, tapi seharus nya Mery tidak membiarkan Nona meninggalkan villa." bela Arsandi.
"Sama aja! Ka Arsandi minta maaf sana sama Mery! Ka Reina tau kok kita berdua ninggalin villa, malah kita ada di sini ya karena ka Reina pengen makan ini!" Layla memperlihatkan kantong plastik berwarna putih pada ke dua nya.
Sreek.
"Kamu bawa ini, dan susul Mery! Lakukan seperti apa yang di minta Layla barusan!" titah Danu, menyerahkan kantong plastik putih pada Arsandi.
__ADS_1
Hap.
"Akkkhhhh ka!" pekik Layla, saat ke dua tangan Danu langsung menggendong nya.
"Tapi Tuan!" Arsandi hendak menolak perintah Danu.
"Jangan bantah ka! cepat lakuin!" titah Layla, menatap Arsandi dengan penuh kemenangan.
"Baik lah! Saya akan lakukan meski saya sangat tidak ingin melakukan nya Nona!" jelas Arsandi dengan berat hati.
Arsandi berjalan cepat, mengejar Mery. Melakukan apa yang di minta Layla dan Danu. Sementara Danu berjalan dengan santai sambil menggendong Layla ala bridal style.
"Bekas jahitan di perut, terasa sakit gak La?" tanya Danu dengan tatapan mengarah, ke arah perut Layla.
"Gak sakit kok, biasa aja. Kenapa?" bohong Layla dengan memasang senyum di bibir nya, suara nya di buat seceria mungkin.
"Yakin gak sakit? Nyeri? Gatal?" tebak Danu lagi dengan tatapan menyelidik.
Layla menggelengkan kepala nya dengan pasti.
'Gak mungkin aku bilang sakit, yang ada malah marah.' batin Layla dengan membuang pandangan ke arah lain.
"Iya maaf." jawab Layla sebagai menelan saliva nya dengan sulit.
'Tuh kan dia marah!' batin Layla menatap wajah Danu yang tampak datar, membuat Layla seketika mengerucut kan bibir nya dengan hati yang sedih.
"Sebegitu pengen nya kamu makan nasi uduk, sampe gak bisa nunggu aku sampe balik dari jogging La?" tanya Danu gak habis pikir.
Layla menggeleng, gak membenarkan perkataan Danu.
"Aku sarapan apa aja. Tapi yang aku beli itu bukan untuk ku, tapi untuk ka Reina. Ka Reina bilang sedang ingin sarapan dengan nasi uduk. Sedangkan dia lagi hamil muda, gak bisa jalan jauh. Karena aku kasian mendengar nya, jadi aku menawarkan diri untuk membelikan nya." jelas Layla dengan serius.
Danu menghentikan langkah kaki nya, dengan kening mengkerut, menatap Layla dengan penuh selidik.
"Apa yang kamu katakan tadi, La? Reina yang ingin makan nasi uduk? Dia bilang lagi hamil?" cecar Danu, mengulang perkataan Layla.
Layla mengangguk. "Tadi juga ka Reina bilang, dia bakal kasih tau ka Danu, kalo ka Danu udah balik duluan ke villa." jelas Layla lagi.
"Kamu gak lagi bohong kan?" selidik Danu.
__ADS_1
"Apa aku ada tampang bohong?" tanya balik Layla.
"Coba lihat, seperti nya Mery belum mau memaafkan Arsandi." seru Danu, melihat Arsandi yang masih tampak membujuk Mery.
"Ka Arsandi juga keterlaluan!" sungut Layla, menoleh ke arah Arsandi dan Mery yang jauh di depan nya.
"Apa yang Reina katakan pada mu, sayang?" tanya Danu dengan nada yang gak marah.
"Cuma bilang lagi ngidam, pengen makan nasi uduk." jawab Layla.
...---...
Reina, Ella, Asih, Wenny, Kevin, Nina, Deri, Julia dan yang lain memilih untuk sarapan duluan.
Dring dring dring.
"Gue balik kamar duluan!" seru Reina setelah menerima panggilan telpon.
"Dasar gak sopan, bilang makasih kek. Udah di siapin sarapan, masih gak ada sopan sopan nya juga itu anak!" cibir Ella, menatap jengkel Reina yang meninggal kan meja makan.
"Gak usah perduliin, udah kita lanjut makan aja." ujar Kevin.
"Emang gak apa, kita makan duluan. Nanti Danu marah gak?" tanya Asih.
"Ya gak lah. Masa dia tega liet temen nya kelaperan cuma nunggu dia doang." jelas Wenny.
Reina menjawab sambungan telpon nya, setelah ia sudah agak jauh dari meja makan.
^^^"Gimana Reina, lo berhasil kan ngerjain itu anak?" tanya Aleta antusias.^^^
...🥀🥀🥀...
Bersambung...
Like dan komentar nya dong, 😅😅
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
...Kehaluan semata...
__ADS_1