
...🥀🥀🥀...
"Kamu mau kasih oleh oleh buat mereka semua?" tanya Danu.
Bukan nya menjawab pertanyaan Danu, Layla malah mengatakan hal lain. "Aku beli di pasar aja kali ya, nanti aku minta uang ya! Boleh kan?" tanya Layla dengan menampilkan wajah imut nya, dengan penuh harap.
"Layla!" seru Danu dengan penuh penekanan. Bener bener minta di kasih hukuman ini anak! Aku di cuekin?
"Apa?" tanya Layla dengan wajah polos nya.
Danu menggaruk kepala nya dengan frustasi. "Gak jadi!"
"Gak jelas!" cibir Layla, ia memilih menyandarkan punggung nya pada sandaran kursi, lambat laun ke dua mata nya terpejam.
Danu mengerutkan keningnya, memperhatikan wajah Layla yang tampak pulas. "Aku pikir untuk mengerti kan diri mu sangat mudah, tapi ternyata aku salah. Aku aja gak tau alasan mu tadi itu apa di depan dokter memeluk lengan ku!" Danu menatap lengan nya yang tadi di peluk Layla.
Danu membenarkan posis sandaran kursi yang di duduki Layla, menyelimuti nya dengan selimut yang di bawakan pramugari.
"Mimpi yang indah!" gumam Danu.
'Sweet banget sih Tuan Muda Danu!' ujar pramugari Umay yang tadi membawakan selimut.
'Selama aku kerja jadi pramugari, baru kali ini liet Tuan Muda Danu sedekat itu sama cewek.' sambung Nisa.
'Beruntung ya, cewek yang jadi istri nya kelak. Pasti bakal di manjain banget!' ujar Umay.
'Kalo kamu tebak, cewek itu pacar nya apa adik perempuan nya?' tanya Umay lagi.
'Setahu ku, Tuan Muda Danu itu anak tunggal. Tapi kalo sodara... gak tau juga sih!' kalo pacar nya kaya nya gak mungkin banget, masa selera Tuan Muda Danu kampungan gitu, pengusaha Muda itu pasti kan cewe nya yang berkelas, cantik, tinggi, putih, ini mah, gak mungkin lah. Gak mungkin banget malah.
Umay menyenggol lengan Nisa dengan siku nya. 'Kalo pacar nya, mungkin gak?'
'Gak mungkin lah! Jauh kali dari selera Tuan Muda Danu!'
'Apa yang kalian lakukan?' tanya captain Andi, pilot yang menerbangkan pesawat.
__ADS_1
Umay dan Nisa sama sama menoleh ke belakang, memastikan indra pendengaran mereka.
'Gak ada captain Andi.' jawab Nisa.
'Fokus pada pekerjaan kalian, jangan sampai tidak mendengar saat Tuan Muda memanggil kalian!' captain Andi mengingatkan ke dua nya.
Captain Andi langsung masuk ke dalam kamar kecil yang ada di pesawat. Nisa dan Umay kembali fokus memperhatikan Danu dan penumpang wanita yang tidak mereka ketahui nama nya.
...----...
Pemandangan di luar jendela mobil jauh lebih menarik perhatian Layla, ketimbang mendengarkan dan melihat wajah Danu yang tampak menyebalkan di mata nya.
Mobil melaju meninggalkan bandara Soekarno Hatta, jalanan masih tampak lengang karena masih jam kantor. Berbeda saat melewati jalan Daan Mogot di pukul 5 sore, kendaraan akan padat merayap.
"Udah dong La, jangan ngambek lagi!" pinta Danu yang duduk di kursi belakang.
"Siapa juga yang ngambek! Gue biasa aja tuh!" jawab Layla cuek.
"Jelas jelas kamu ngambek, La!" ucap Danu.
"Terserah apa kata lu aja, Danu!" ucap Layla dengan penuh penekanan.
"Sudah, Tuan. Di rumah sakit juga ada dokter Yati yang akan menangani Nyonya beser." terang Arsandi dari belakang kemudi.
"Kau sudah mengabari papa kan, soal nenek yang aku bawa ke rumah sakit kota?" Danu mengeluarkan benda pipih milik nya dari saku jaket yang ia kenakan.
"Sudah, Tuan. Setelah meeting Tuan besar selesai, Tuan besar akan langsung ke rumah sakit." jawab Arsandi.
"Untuk proyek yang di Bintaro, gimana? Kamu sudah membereskan nya?" tanya Danu, kembali fokus pada urusan pekerjaan.
Setelah bertukar pikiran dengan Arsandi, Danu berniat untuk membuka sebuah restoran untuk Layla, dari sana lah Layla akan memiliki penghasilan sendiri. Dengan penghasilan dari restoran nya kelak, Layla bisa gunakan untuk memberikan penghasilan nya pada orang tua Layla. Karena Danu yakin, Layla tidak akan mau menerima uang secara percuma dari nya meski status mereka berdua sekarang sudah menjadi suami istri.
"Sudah Tuan, saya bahkan sudah mendapatkan beberapa tempat yang bisa Tuan pilih. Untuk perekrutan karyawan, apa Tuan ingin menggunakan jasa pencari lowongan atau Tuan sudah punya beberapa kandidat untuk di pekerjakan?" tanya Arsandi.
Obrolan ke dua nya berlanjut cukup serius, sesekali Danu melirik ke arah Layla.
__ADS_1
Layla menggaruk telinga nya, mulai jenuh karena di abaikan. Kalian sibuk bicara berdua, sedangkan aku hanya bisa mendengarkan, gak inget apa masih ada orang woy di dalam mobil! Kalian gak cuma berdua! Ada orang ke tiga nih.
Layla membuang nafas nya dengan kasar, "Mending buka grup chat lah." gumam Layla.
"Apa kamu mengatakan sesuatu, La?" tanya Danu.
"Gak, udah lanjut aja ngobrol nya. Lupain aja kalo ada satu orang lagi di dalam mobil. Kan orang ke tiga setan." cicit Layla dengan tersenyum semanis mungkin, menyembunyikan rasa kesal nya.
"Owh gitu, jadi tadi gimana Ar!" Danu mengalihkan pandangan nya kembali pada layar hape nya, sementara telinga nya kembali fokus pada Arsandi.
"Seperti yang Tuan lihat di beberapa foto yang sudah saya kirim kan, ada yang memerlukan renovasi dan ada yang bisa langsung di isi dengan barang barang." jawab Arsandi.
Kruk kruk kruk.
Layla tersenyum kikuk, memutar bola mata nya dengan malas, anjimmm banget ini perut, kenapa pake bunyi di saat gak tepat gini sih!
"Kita mampir ke restoran dulu, Ar!" titah Danu hanya melirik dengan ekor mata nya pada Layla.
Sementara dalam hati nya, Danu tertawa puas, dasar bocah, pasti saat ini sangat malu, mau di taruh di mana itu muka nya di hadapan ku! Hahahah.
"Restoran favorit Tuan Muda, atau restoran terdekat, Tuan?" tanya Arsandi, Tuan Muda peka sekali pada Nona.
"Kau gila, masih berani memberikan pilihan? Sudah jelas yang terdekat, masih saja bertanya!" sungut Danu dengan gigi menggeretuk.
"Maaf Tuan." Arsandi tidak berani menatap Danu meski lewat kaca spion mobil, cepat sekali emosi nya berubah!
"Gak usah restoran, berenti di depan aja kalo ada tukang bakso yang mangkal, bang!" ucap Layla tanpa di minta pendapat nya.
Arsandi mengerut kan kening nya, gak salah... Nona manggil saya abang? Abang kang bakso?
Sreek.
Danu menarik bahu Layla, membuat nya saling tatap, "Kenapa kau panggil Arsandi dengan sebutan abang, dan aku, suami mu sendiri... kau panggil lu, kamu?" protes Danu tidak terima.
Bersambung...
__ADS_1
...🥀🥀🥀...
Menuangkan segala ke haluan lewat kata. Dari kata menjadi kalimat. Dari kalimat yang terangkai menjadi sebuah karya 😅😅😅