
...🥀🥀🥀...
'Sabar Layla, anggap ujian. Tau apa yang mereka omongin, jangan dengerin, selagi lu kaga denger apa itu hehehe!' batin Layla.
Pluk.
Sebuah tangan mendarat di bahu Layla, membuat nya menoleh ke belakang.
"Mana Danu, La?" tanya pak Asep dengan celingukan, mata nya seolah mencari cari keberadaan seseorang.
"Di belakang pak, saya turun duluan. Saya permisi izin ke kelas pak!" ucap Layla.
Tatapan para siswa yang melihat pak Asep bersama dengan Layla semakin menatap tajam, dengan tatapan menyelidik.
^^^'Tuh kan benar, ada rahasia di antara Layla, pak Danu dan pak Asep!' seru siswa yang menatap nyalang.^^^
^^^'Ayo kita desak ke tiga nya buat ngaku.' seru siswa lain nya.^^^
Beberapa di antara siswa yang tadi berkerumun, melangkah menghampiri Layla dan pak Asep.
"Sebaik nya kamu ikut bapak ke ruang guru, di sana akan jauh lebih aman untuk mu!" ucap pak Asep, dengan langsung menggenggamm pergelangan tangan Layla.
"Tapi pak, kenapa saya harus ke ruang guru? Saya kan mau masuk ke dalam kelas! Dikit lagi bel masuk bunyi pak!" Layla berusaha menolak dengan berbagai alasan.
Pak Asep gak perduli dengan ocehan Layla, dia tetap membawa Layla dengan menggenggammm pergelangan tangan Layla yang berstatus murid sekaligus istri dari keponakan nya itu.
"Nanti biar bapak jelaskan pada kamu di ruang guru! Ini demi kebaikan kamu, Layla!" ucap pak Asep.
"Bapak yakin, mau mengamankan anak ini ruang guru?" tanya bu Yessi, yang berdiri di ambang pintu ruang guru, menatap Layla dengan malas.
'Kenapa bu Yessi jadi berubah gini ya? Jadi galak, ketus pula... kaya gak suka sama gue.' batin Layla, menatap gak percaya bu Yessi.
"Kenapa? Apa ibu Yessi keberatan dengan keputusan saya? Saya sudah mendapatkan izin dayayasanri pemilik yayasan, jika ibu Yessi keberatan... ibu bisa melakukan protes pada pemilik ." ucap pak Asep datar.
Pak Asep mendorong bahu bu Yessi, hingga wanita itu bergeser.
"Permisi bu...!" sapa Layla pada bu Yessi.
"Hem!" gumam bu Yessi, memutar malas bola mata nya.
Layla menoleh dan menunduk kan kepala hormat, saat tatapan nya mengedar, bertemu pandang dengan para guru. Layla menjadi pusat perhatian para guru.
'Kenapa sih? Apa terjadi sesuatu sampe pak Asep mengaman kan aku di ruang guru?' batin Layla.
__ADS_1
"Kamu duduk sini dulu La! Kemana lagi itu anak!" pak Asep menyuruh Layla duduk di kursi milik Danu, lalu menoleh ke arah pintu, berharap sang keponakan segera terlihat.
Pak Asep terus berdiri di samping Layla, bu Rita dan bu Rini menghampiri ke dua nya.
"Ibu gak nyangka banget La, kamu ternyata udah ada hubungan dengan pak Danu!" seru bu Rita dengan wajah berbinar senang.
"Iya gak nyangka ya bu, pak Danu bisa bersikap profesional gitu di depan kita. Pada hal saat itu mereka tengah dekat." cicit bu Rini.
"Layla juga gak nyangka bu, masih menjadi pelajar, tapi udah nambah lagi status nya. Istri pak Danu, hehehe!" ucap Layla, mencairkan suasana hati nya sendiri yang kacau saat ini.
Pak Widi semakin senang, melihat Layla dan bu Yessi secara bergantian.
'Akhir nya gak ada kesempatan buat bu Yessi deketin pak Danu. Gak mungkin dong, bu Yessi mau bersaing dengan murid nya sendiri.' pikir pak Widi.
Bu Yessi kembali ke tempat duduk nya, apa lagi saat ia melihat beberapa siswa dari kejauhan berjalan ke arah ruang guru.
Brak.
Bu Yessi menutup pintu ruang guru dengan kasar.
"Ada apa bu?" tanya bu Rini pada bu Yessi.
"Banyak para siswa di luar. Seperti nya mereka benar akan melakukan protes mengenai Layla dan pak Danu." celetuk bu Yessi.
"Astagaaa jadi kamu belum ngudeng La?" tanya bu Rini.
Layla menggeleng dengan tatapan penuh tanya.
"Coba lihat ini!" bu Rita menyodorkan benda pipih nya pada Layla. Membiarkan Layla melihat pada layar nya.
'Tuh kan, baru tadi gue omongin sama ka Danu, terus sekarang nasib gue gimana ini sama sekolah!' batin Layla dengan hati nalangsa.
Bu Yessi menatap nyalang Layla. "Masa, saya kalah dengan murid saya sendiri! Ini gak adil buat saya!" gumam bu Yessi pelan, mendarat kan bobot tubuh nya pada kursi.
Danu yang baru ke luar dari mobil, langsung di hadang Mery dan Nina.
"Pak, gawat ini!" seru Nina.
"Kenapa? Gawat apa? Jelaskan pada saya dengan benar!" ujar pak Danu dengan kening mengkerut.
"Coba lihat ini deh pak!" Mery memperlihat kan layar pada benda pipih nya ke hadapan Danu.
"Itu benar kan, baoak dan Layla?" tanya Mery dengan tatapan yang sulit di percaya.
__ADS_1
Danu mengamati dan mengingat, kejadian yang terjadi pada beberapa foto yang nampak di layar hape Mery.
"Foto foto itu udah tersebar di grup sekolah pak." ucap Nina.
"Tapi penyebar pertama gak bisa di ketahui nama nya pak. Seperti nya itu akun palsu." cicit Mery.
'Kalo gak salah baru kemarin, kenapa cepat sekali sudah beredar aja! Tapi ini kan foto pernikahan ku dan Layla! Kenapa bisa ikut tersebar juga!" pikir Danu dalam hati.
"Kalian dapat ini dari siapa? Apa kalian sudah bertemu dengan Layla?" tanya Danu
"Kami belum ketemu Layla, pak!" seru Nina dengan khawatir.
"Apa? Belum ketemu Layla? Harus nya Layla sudah berada di sekolah dari tadi." gerutu Danu.
Dreeet dreeet dreeet.
[ "Iya paman?" ] tanya Danu, setelah menjawab sambungan telepon nya.
^^^"Cepat ke ruang guru. Semakin gak kondusif. Bawa beberapa satpam. Anak anak mulai membuat ke gaduhan di depan ruang guru, Danu!" ucap pak Asep tampak tegang dari suara nya.^^^
[ "Layla sama paman?" ] tebak Danu.
^^^"Aman, ada di dalam ruang guru. Bersama dengan paman, bu Yessi dan beberapa guru lain nya."^^^
Danu langsung memutuskan sambungan telepon nya.
"Kalian berdua, tolong saya. Suruh beberapa satpam... menyusul saya ke ruang guru! Anak anak mulai membuat ke gaduahan, seperti nya mereka menuntut kejelasan dari foto foto yang udah ke sebar." ucap Danu.
"Bapak tenahg aja, kita bisa di andal kan kok!" ucap Nina dengan semangat 45.
Danu langsung berlari ke ruang gyru, dengan perasaan gak menentu.
"Kenapa bisa jadi begini! Benar apa yang di takutkan Layla. Siapa yang mengambil foto foto kami? Siapa pula yang berani menyebarkan foto foto kami!" gerutu Danu dengan langkah dan tatapan ke depan.
"Kalian! Apa yang ingin kalian tanyakan? Tanyakan pada saya!" seru Danu, berdiri dengan tegak di belakang para siswa yang mulai ribut minta di buka pintu ruang guru.
Bersambung...
...🥀🥀🥀...
Like dan komentar nya dong, 😅😅
Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅
__ADS_1
Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dong, biar makin semangat updat nya 😭😭