Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Mengabulkan secuil harapan


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Layla yang merasakan ada gesekan di antara ke dua paha nya pun membola, 'Sosis megar? Mau ngapain nih!'


Dengan sekali tarikan, kini Layla sudah di dudukan Danu di atas meja.


"A- apa yang mau ka Danu lakuin?" tanya Layla, dengan tatapan takut saat Danu mengeluarkan rudal nya dari balik celana nya.


"Aku gak bisa menunggu nya lagi La! Aku takut sebelum aku melakukan nya, kau malah kepincut dengan pria lain di luaran sana!" ucap Danu, mengarahkan rudal nya pada milik Layla.


"Jangan ka! A- aku belum siap! A- aku janji gak akan berpaling! Ka Da- ummmmmpppp!" Danu membungkam bibir Layla dengan bibir nya.


Dengan kelembutan Danu mengobrak abrik rongga mulut Layla, yang awal nya tangan Layla meronta kini menikmati permain lidah Danu di dalam rongga mulut nya. Layla terbuai lagi dengan merem melek merasa kan kembali sengatan listrik cinta dari Danu.


'Aku bisa melakukan nya! Layla sudah di bawah kendali ku! Dengan begini, pasti tidak akan ada penolakan!' batin Danu merasa senang.


Jlep.


Rudal Danu yang di arah kan ke goa milik Layla, kini meleset, bukan nya masuk pada tempat nya. Membuat Layla membola dan dengan refleks menggigit bibir Danu.


"Emmmmppppp emmmmmm!" Layla terus menggeleng, merasakan manis nya darah dari bibir Danu yang ia gigit.


'Ka Danu, jangan! Mau berapa kali aku jelasin, aku belum siap!' batin Layla, dengan tatapan memelas pada Danu.


Jlep.


Layla merasakan goa milik nya yang sempit, kini di masuki dengan paksa rudal milik Danu. Milik inti Layla berkedut, merasakan sakit, nyeri dan nikmat menjadi satu.


Nyeri dan perih kini semakin ia rasakan saat Danu semakin memaksakan milik nya untuk masuk lebih dalam di goa Layla, Layla semakin gemas menggit bibir Danu. Tangan Layla mencengrammm lengan Danu.


Dengan perlahan Danu menggoyangkan pinggul nya, maju mundur, dengan bibir yang kini beralih pada leher Layla. Tanpa memberikan jejak kepemilikan.


Suara nakal dari bibir Layla meluncur bebas tanpa bisa di tahan, membuat Danu lupa diri dan semakin mempercepat ritme hentakan nya.


"Sa- kit" seru Layla dengan tangan yang melemas, begitu pun dengan Danu kini membawa Layla dalam dekapan nya, membiarkan rudal nya memuntahkan larva hangat di dalam goa milik Layla.


"Dasar pria jahat, brengsekkk lu ka! Bisa bisa nya lu buat gue kaya gini! Lemessss huaaaa!" umpat Layla, yang kemudian menangis bak anak kecil.


"Aku bukan pria berengsekkk, aku ya suami mu, yang sangat mencintai mu! Makasih La, mulai detik ini, hanya aku... pria yang bisa memiliki mu, mendekati mu!" Danu menghujani puncak kepala Layla dengan kecupan.


Bugh.


"Awwwhhhh!" pekik Layla, memegangi inti nya dengan merapatkan ke dua paha nya.


Layla mendorong dada bidang Danu, membuat Danu menjarak dari nya dengan rudal Danu yang ikut ke luar dari inti Layla.


"Salah sendiri, kau yang mendorong ku!" ejek Danu, yang mentertawakan kebodohan sang istri.


Grap.

__ADS_1


Danu membawa Layla ke dalam gendongan nya, lalu membawa nya ke luar dari ruang walk in closed.


"Kau mau apa lagi? Gak cukup buat aku kaya gini? Terus gimana cara ku ke sekolah?" cecar Layla, menghapus sisa bulir bening di pipi nya dengan kasar.


"Mau ajak kamu mandi lah! Gak inget kita habis melakukan penyatuannn hem? Atau masih ingin lagi mencicipi rudal ku yang sangat perkasaaa?" goda Danu, dengan satu alis yang naik turun.


"Ciihhsss aku bilang papa Baskoro baru tau rasa kamu ka! Aku sudah di lecehkannn anak laki laki nya!" ancam Layla.


"Justru papa Baskoro akan merasa senang, karena kita berhasil mengabulkan secuil harapan nya!" goda Danu lagi.


'Apa apaan dia ini, seakan aku semakin tertindas hidup dengan nya!' batin Layla dengan bibir mengerucut.


"Tunggu di sini, aku akan siapkan air hangat dulu untuk kita mandi!" Danu mendudukkan Layla di tepian bathtub.


"Ehem, apa ini kali pertama untuk mu melakukan nya ka?" cicit Layla dengan deheman terlebih dahulu, tatapan nya mengarah pada rudal Danu yang bersembunyi di balik celana nya.


Danu yang mendapat pertanyaan seperti itu, tidak langsung menjawab, tapi ia mengikuti arah tatapan Layla. Sudut bibir nya langsung tertarik ke atas, begitu tau apa yang Layla lihat.


"Sama seperti mu La, ini pertama juga kan untuk mu? Atau kau sudah pernah melakukan nya dengan pria lain, selain aku?" tanya Danu, meski sudah tau jawaban apa yang akan Layla berikan pada nya.


Layla melotot tajam pada Danu. 'Silannn, udah ngambil perawannn aku, pake bilang gitu. Di kata aku ini cewek yang gampang tidur dengan pria lain kali!' sungut Layla geram dalam hati.


"Ini juga kali pertama untuk ku!" seru Layla, dengan suara meninggi, dan ke dua kepalan tangan nya mendarat di lengan Danu, yang kini sudah berdiri di depan nya.


Bugh bugh bugh.


"Iya, aku sudah tau itu La! Tidak perlu kau jawab, aku sudah tau!" ucap Danu, mencoba menahan pergelangan tangan Layla, menghentikan pukulannn nya.


"Iya, maaf! Aku tidak akan membuat mu marah, tapi kali ini, bolos dulu ya sekolah nya!" bujuk Danu, mendudukan Layla ke dalam buthab.


"Enak aja bolos mulu!" bantah Layla.


"Ya kalo kamu bisa jalan, gak apa... kamu bisa berangkat ke sekolah!" Danu mengalah, ikut duduk di dalam buthab.


"Yakin, tidak mau akau antar sampai kelas La?" tanya Danu, yang berada di belakang kemudi.


"Aku bisa berjalan menuju kelas ku sendiri! Udah sana pergi kantor!" usir Layla, jengah melihat Danu yang tampak lebay di mata nya.


Dari dalam mobil, Danu memperhatikan cara berjalan Layla yang di paksakan. Jelas di paksakan, bibir bawah nya Layla seakan tebal setelah di lahap rudal besar Danu.


Danu langsung melajukan kendaraan nya, begitu Layla tidak lagi terlihat dari pandangan nya.


Dengan berusaha berjalan seperti biasa, menahan perih di area bawah nya, Layla menampilkan senyum yang di paksakan, pada siapa saja yang menatap nya aneh.


Plukkk.


"Woy! Lelet amat lo jalan! Kaki lo sakit?" tanya Deri dengan menepuk lengan Layla dari belakang.


"Sialannn lo Der! Jalan sana lo ah, berisik banget bacot lo!" omel Layla.

__ADS_1


"Wiiih bahasa lo, ikutan gua lo gitu?" ledek Deri.


"Bodo!"


"Dih gitu aja marah. Ngapa lo neng? Tumben jalan kaya pingwin! Mau gue bantu pegangin tangan lo kaga?" Deri mengulurkan tangan kanan nya.


"Di kata gue nenek nenek kali! Sana jalan ihs... ganggu aja!" usir Layla, menyuruh Deri jalan duluan ke kelas.


"Di bantuin gak mau, ya udah... gue duluan, ketemu di kelas kalo belom bel ya! Ahahahhaha!" ledek Deri, tertawa lepas meninggalkan Layla, dengan wajah Layla yang tampak masam.


"Ehem! Kebanyakan ya neng?" goda Mery dengan berbisik di telinga Layla.


Layla menoleh ke arah Mery yang kini berjalan di samping nya. Menatap nya dengan tanda tanya.


'Jangan bilang kalo Mery ini ngerti, apa yang abis terjadi sama gue?' pikir otak Layla, tidak berani bertanya secara langsung pada Mery.


"Gue tau kali tatapan lo, La! Iya gue tau lo abis itu kan sama pak Danu ahahahha!" setelah menahan tawa, akhir nya Mery tertawa lepas, melihat reaksi Layla yang kini bersemu.


"Pelanin bege suara lo! Mau satu sekolah mikir gue jelek apa!" Layla berusaha membungkan mulut Mery dengan tangan nya.


Grap.


Mery menggandeng lengan Layla yang akan membungkam mulut nya.


"Iya iya, tapi gimana rasa nya? Enak gak? Nagihhh ya? Merem melek gak La?" Mery semakin bersemangat menggoda Layla, apa lagi dapat melihat wajah Layla semakin merona karena malu.


"Tau ah, coba aja sendiri! Nanti juga lo tau kalo itu nagih! Uppsss!" Layla langsung menutup mulut nya dengan telapak tangan nya.


'Aisshhh dasarrr begooo, kenapa juga gue jujur pake ada acara keceplosan sama Mery! Jadi malu kan gue!' gerutu Layla dalam hati.


"Ahahahhaha gak usah malu kalo sama gue mah, kaya sama siapa aja lo, La! Biar urakan, gue bisa di percaya kali!" ucap Mery dengan percaya diri.


Ke dua nya menuju kelas, dengan Mery yang menggandeng lengan Layla.


Jepret.


Suara bidikan kamera mengarah pada Layla.


Foto terkirim.


[ "Liet aja La, tunggu bom yang akan meledak, setelah itu. Nama lo akan hancur! Dan gue pastiin itu!"] umpat Irfan, setelah melihat foto yang di kirimkan ke hape nya.


...💖💖💖...


Bersambung...


Like dan komentarnya dong, 😅😅


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...

__ADS_1


...Kehaluan semata...


__ADS_2