
...🥀🥀🥀...
"Kalian salah, Layla gak seperti apa yang ada di foto ini!" bela Mery, yang berdiri di belakang Layla dan Julia, memungut beberapa foto yang jatuh tepat di kaki nya.
"Ini fitnah! Layla bukan seperti apa yang lo omongin Ratna!" bela Juni dari ujung tangga.
"Kalian berdua, pasti udah di bayar sama Layla kan buat membela nya! Di bayar berapa lo sama ini anak?" ucap Ratna dengan tatapan sinis pada Juni dan Mery.
"Ada juga lo, di bayar berapa lo sama orang yang udah nyogokkk mulut lo buat bertingkah bodohhh kaya gini!" Deri menunjuk jari telunjuk nya ke wajah Ratna, menatap nya dengan tajam.
Kening Ratna mengkerut dengan ke dua tangan mengepalll, menatap tajam Deri yang ikut membela Layla, dan mengatakan apa yang tidak orang lain ketahui tentang diri nya.
'Kurang ajar si Deri, bisa bisa nya nih anak belain Layla! Bisa kacau kalo gue gagal buat Layla di ke luarin dari sekolah. Mana duit nya udah gue pake buat beli tas yang udah lama gue incer. Mau di taro di mana ini muka gue, kalo sampe terbukti... gue yang udah di bayar orang buat ngelakuin ini semua ke Layla! Mampusss deh gue!'
'Untung aja, gue denger obrolan Ratna sama ka Arsan! Kalo gak, uuuuhhh abis ini si Layla di pojokin!' Deri menyeringai, mengejek Ratna dengan tatapan nya.
Layla menatap Ratna dengan penuh curiga. 'Siapa yang udah bayar Ratna? Apa orang nya Basuki? Atau orang nya tante menor?'
"Siapa yang udah bayar lo, Ratna?" tanya Layla dengan melangkah maju, lebih dekat dengan Ratna.
Ratna menelan saliva nya dengan sulit. Apa lagi semua pasang mata kini mengarah pada nya, dengan tatapan memburu, menunggu jawaban dari Ratna.
"Si- siapa juga yang bayar gue! Gak ada yang bayar gue! E- emang itu kenyataan nya kan! Lo, simpenan om om, pria hidung belanggg!" Ratna menunjuk Layla dengan jari telunjuk nya, di sertai dengan seringai di bibir nya.
"Jangan asal ngomong lo, Ratna! Kalo gue simpenan om om, pria hidung belanggg. Apa lo bisa buktiin! Bawa itu orang nya ke sini! Jangan cuma asal liet dari foto. Gue gak yakin ini foto gue! Secara ini foto dari belakang... bukan cuma gue kok yang punya potongan badan kaya gini!" cicit Layla dengan tenang, menyingkir kan jari Ratna yang mengacung pada nya.
"Kenapa harus gue yang buktiin, lo aja yang telpon tuh si om... kan lo peliharaan dia, gak mungkin dong lo gak punya nomor nya!" ucap Ratna nyolot.
'Kenapa Ratna gak sebut ka Danu? Udah jelas orang yang ada di foto itu ka Danu, biar kata cuma punggung nya aja. Fiksss berarti emang bukan Ratna yang ambil ini foto.' batin Layla penuh kemenangan.
"Kalian mau aja sih di begooo begoinnn sama Ratna, mau aja gitu percaya dengan ucapan Ratna... foto kaya gini mah yaaaah, gue sama om gue, sama ayah gue, sama pacar gue juga bisa kali!" dengus Mery, melemparkan lembar demi lebar foto yang tadi ia pungut.
"Ada apaan nih! Widiiihh, foto siapa nih di sebar sebar!" Nina memungut selembar foto, melihat nya dengan seksama.
Pasang mata yang sedari tadi menatap Ratna, kini beralih menatap Nina yang dengan enteng nya bersuara.
__ADS_1
Nina menajamkan tatapan nya, melihat siapa yang ada dalam foto.
"Astagaaa ini kan lo Ratna, lo sama siapa nih! Mesra amat!" ucap Nina dengan heboh.
Ratna membelalak mata gak percaya. "Gue? Serius lo? Perasaan tadi gak ada gue, salah liet kali lo!" Ratna melangkah menghampiri Nina, merebut selembar foto yang ada di tangan Nina.
"Gak ada gue, ngaur aja lo!" omel Ratna, hanya sekilas melihat foto yang kini ada di tangan nya, foto Layla yang tengah memasuki sebuah mobil yang terparkir di area sekolah.
"Aaahhh parah lo! Lempar tangan sembunyi tangan. Lo sendiri yang gak bener!" ejek siswa lain, yang tadi mengejek Layla.
"Lo tegesin pake mata lo! Kalo perlu pake kaca pembesar! Ini siapa kalo bukan lo!" sungut Nina, menunjuk orang yang ia lihat dengan jari telunjuk nya pada foto yang di pegang Ratna.
"Ahahahha parah lo Ratna, malu gue mah!" ujar Juni, mentertawakan Ratna lalu berbalik badan.
Juni menghembuskan nafas lega, senyum tercetak di bibir nya saat ia meninggal kan kerumunan. 'Paling foto mesum si Ratna sama salah satu kaka kelas.'
"I- ini kan!" Ratna terpaku, setelah dengan jelas mengamati apa yang ada di dalam foto, meski gambar itu di ambil dari jauh dan tanpa sengaja.
'Sialannn ini sih sama aja gue cari mati, bisa bisa nya ka Arsan kasih ini foto ke gue! Gue harus minta penjelasan nih sama dia! Apa maksud nya!' umpat Ratna, tanpa sadar meremasss foto yang ada di tangan nya.
"Wuuuuuuuu! Malu tuh! Udah nuduh orang, gak tau nya dia sendiri yang simpenan om om ahahaha!" umpat siswi lain nya.
Ratna menatap satu persatu siswa yang kini mulai mencemo'oh nya, menatap nya jijik dan sinis. Ratna berlari menuruni anak tangga.
'Poko nya gue harus ketemu sama Arsan! Apa coba maksud nya ini! Sialannn lo Arsan, mau ngejebak gue!' umpat Ratna.
Layla geleng geleng kepala melihat punggung Ratna, bukan nya menuju kelas yang ada di atas tapi ia malah berlari ke arah sebalik nya.
'Ratna mau ke mana lagi? Kelas kan di atas! Apa mungkin Ratna mau ketemu sama orang yang udah kasih foto foto itu ke dia!' tanya Layla dalam hati nya.
"Ayo naek! Tunggu apa lagi! Kan udah bel!" Mery mengajak Layla untuk melanjutkan langkah nya.
"Lu duluan aja!" Layla menuruni anak tangga dengan tergesa gesa.
"Mau ke mana lagi temen lo?" tanya Deri.
__ADS_1
"Mana gue tau!" ucap Mery, mengerdikkan bahu nya gak tau.
"Yuk kelas! Tar juga Layla nyusul ke kelas kok! Gak bakal bolos dia mah!" Nina menggandeng tangan Deri dan Mery, menyeret ke dua nya menuju kelas.
"Bilang aja lo mau deket deket sama gue!" goda Deri, menatap tangan nya yang di gandeng Nina.
"Nyesel gue gandeng tangan lo!" Nina melepasss kan gandengan tangan nya dari Deri.
"Ahahahha munaroh lo, Nin!" Mery ikut menggoda Nina, yang kini berwajah semu bak kepiting rebus.
Kini Nina ikut melepasss gandengan tangan nya dari Mery. Berjalan lebih dulu meninggalkan ke dua nya, dengan kaki menghentak lantai kesal.
'Sialannn, bisa bisa nya gue pake gandeng tangan Deri! Tau gitu gue gandeng aja tangan Mery. Tapi sekarang malah Mery ikut ikutan ledekin gue! Apes banget si gue!' gerutu Nina dalam hati.
Di luar dugaan Nina. Mery melotot melihat apa yang di lakukan Deri pada sahabat nya.
"Biar gue yang gandeng tangan lo! Tar lo nyasar lagi! Lo kan langka di kelas kita! Ahahhah!" ledek Deri dengan tawa renyah nya, menautkan jemari nya dengan jemari Nina.
Cup.
Dengan berani nya, Deri mengecup punggung tangan Nina.
"Oh may good! Sumpah demi apa, mata gue gak salah liet ini!" seru Mery dengan heboh nya, menggaruk kepala nya dengan frustasi.
"Sini lo! Gue perlu bicara sama lo!" Ratna menarik tangan Arsan, membawa nya ke luar meninggalkan kelas, lalu menyeret nya ke samping gedung kelas nya.
...💖💖💖...
Bersambung...
Like dan komentar nya dong, 😅😅 biar ora sepi sepi amat gitu ini novel. Masa cuma tuyul doang yang aktif komen. Yang laen, mana suara nya?
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
...Kehaluan semata...
__ADS_1