Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Bali


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Jika papa katakan langsung, bukan surprise nama nya." cicit Baskoro.


"Astagaaa ini kan! Serius pah? Ini buat aku dan ka Danu?" tanya Layla dengan tatapan sulit di percaya.


"Kalian pergi lah berlibur, nimati masa masa indah kalian berdua." cicit Baskoro.


"Coba ayah lihat, apa yang di berikan papa kalian ini!" Noval mengulurkan tangan kanan nya.


"Liburan ke bali, yah!" Layla menyodorkan kertas berisikan tiket pesawat pulang pergi.


"Wah hebat, anak ayah akan terbang ke Bali." Noval memperlihatkan wajah senang nya pada Layla. Tapi sejurus kemudian wajah nya tampak kecewa ia perlihatkan pada Baskoro.


"Apa waktu nya tidak terlalu singkat, Baskoro? Pelit sekali kau ini, hanya memberikan waktu 2 hari untuk mereka!" sungut Noval.


"Itu udah lebih dari cukup kok, yah! Ini Bali loh yah! 2 hari, Layla masih bisa sekolah keesokan nya kan?" tanya Layla dengan memainkan alis nya naik turun pada Danu.


"Apa kau pikir, aku akan pergi bersama dengan mu? Masih banyak pekerjaan ku yang belum terselesaikan yah!" Danu memasang wajah kecewa, frustasi dengan pekerjaan nya. Memijat kening nya dengan tangan nya sendiri.


"Bos pergi saja, untuk masalah pekerjaan, bisa aku atasi!" ucap Arsandi dengan berjalan melangkah ke arah bos nya.


"Sekarang tidak ada alasan lagi untuk mu menolak pergi bukan?" tentang Baskoro, menatap Danu dengan penuh kemenangan.


Danu menghembuskan nafas kasar nya, menyandarkan punggung nya pada sandaran kursi.


...-----...



"Ini beneran Bali ka? Kita ada di Bali?" tanya Layla dengan wajah yang sulit di gambarkan betapa bahagia nya ia. Bisa menginjakkan ke dua kaki nya di tanah Bali.


Danu mencubit hidung Layla yang mancung ke dalam dengan gemas, penuh kelembutan.


"Awwwwhhh sakit!" rengek Layla.

__ADS_1


"Sudah berapa kali kau tanyakan itu, Layla! Telinga ku rasa nya mau pecah, kau terus saja bertanya hal yang sama, berulang ulang! Bibir mu ini tidak lelah bertanya, hem?" Danu menatap gemas Layla.


"Iya ini Bali, sekarang tidur lah. Kau harus istirahat, mengumpulkan energi untuk besok pagi, kau tidak mau bukan, di Bali hanya di dalam risort?" ujar Danu yang kini merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur yang berukuran cukup besar, dengan beratap kan langit biru yang cerah di malam yang dingin.


Layla tampak ragu untuk ikut membaringkan tubuhnya di atas kasur, apa lagi di atas kasur itu juga sudah ada Danu.


Apa aku juga harus tidur di sana? Apa di risort sebesar ini hanya memiliki satu kamar tidur dan satu tempat tidur? monolog batin Layla dengan menekan saliva nya, entah kenapa rasa mengantuk nya sama sekali tidak muncul di ke dua mata nya.


"Kau tunggu apa lagi? Ayo sini tidur! Mau berbaring sendiri atau mau aku buat kau tertidur dengan adik kecil ku?" Danu menatap nakal Layla.


"A- aku bisa tidur sendiri!" dengan cepat Layla menaiki tempat tidur, berbaring di atas kasur, menutupi tubuh nya dengan selimut. Ke dua mata Layla kini terpejam dengan kencang.


Dengan kelopak mata yang berkedut, Layla berdo'a dengan sesekali menggelengkan kepala nya, membayangkan hal yang di luar keingin nya terjadi.


Aku harus tidur, jika tidak... Danu akan aaahh gak bisa, gak boleh terjadi. Tapi gimana jika saat aku tidur, Danu meminta hak nya, dan tanpa sadar, karena saking ngantuk nya, aku malah memberi kan nya, aaaahhh gak boleh La, bisa hancur masa depan lo, bisa kacau masa depan lo! Lo gak boleh tidur, ayo jangan sampe tidur! Pura pura tidur aja! Iya, lo harus pura pura tidur, biar besok aman.


Danu memiringkan tubuh nya, menatap Layla, dengan kepala yang di sanggah dengan satu lengan nya.


"Jika kau tidak tidur, kita bisa bermain dulu. Bermain yang membuat mu mengantuk, lelah dan akhir nya tertidur!" cicit Danu dengan suara yang lembut.


Layla menjawab perkataan Danu dengan ke dua mata yang terpejam. "Aku gak bisa, aku lelah, aku udah ngantuk, aku mau tidur aja. Layla nya udah tidur, jangan ganggu!"


Bugh.


"Kenapa sulit sekali untuk pura pura tertidur!" cicit Layla dengan suara yang pelan. Namun sayang nya Danu dapat mendengar nya.


Sreeek.


Danu menarik bahu Layla, membuat gadis itu jadi berbalik dan berhadap hadapan dengan Danu.


Layla mengerjap erjapkan ke dua mata nya, lalu cengengesan, "Jujur, aku gak bisa tidur, aku... saking seneng nya aku udah berada di Bali!" cicit Layla dengan tulus.


"Aku tau itu. Mau jalan jalan dulu?" tawar Danu, ia bahkan beranjak dari tempat tidur. Berjalan ke arah walk in closed.


"Jalan jalan ke mana?" cicit Layla yang kini duduk di tepian tempat tidur, dengan ke dua kaki yang menjuntai ke lantai.

__ADS_1


"Kau mau nya ke mana?" Danu memakai kan switer ke tubuh Layla. "Biar hangat, tidak masuk angin!" cicit Danu.


"Aku sudah tau itu!" ucap Layla.


Ke dua nya menyusuri bibir pantai, menikmati indah nya langit malam Bali, dengan desir ombak di tepian pantai. Ombak dan pasir, silih berganti menyapa ke dua kaki Layla dan Danu yang berjalan tanpa alas. Sedangkan alas kaki ke dua nya di pegang oleh Danu.


"Sini, biar aku pegang sendiri!" Layla mencoba meraih alas kaki nya, namun Danu justru menjauhkan tangan nya yang hendak Layla raih alas kaki nya.


"Tidak perlu, aku masih bisa membawakan nya untuk mu! Apa yang kau harapkan dari pernikahan ini, Layla?" tanya Danu.


"Setiap seorang wanita menginginkan rumah tangga nya langgeng, sakinah, mawadah, warohmah ka!"


"Kita belajar sama sama ya! Berusaha menjadi kan harapan mu itu sebagai sebuah kenyataan." ucap Danu dengan tulus.


"Iya."


Kini ke dua nya duduk di tepi pantai, dengan duduk beralaskan pasir, ombak yang berusaha menyapa ke dua kaki mereka yang jauh dari jangkauan ombak.


"Tolong ya La, setelah kau kembali ke sekolah. Berjaga jarak lah dengan teman laki laki mu! Aku tidak suka kau bersentuhan fisik dengan teman laki laki mu. Mungkin bagi mu... aku ini terlalu kekanak kanakan, tapi aku tidak suka melihat nya!" ucap Danu, mengutarakan ketidak sukaan nya pada Layla.


Layla berusaha membuat ke dua mata nya tetap terbuka, namun rupa nya hembusan angin pantai, membuat ke dua mata Layla seakan berat untuk tetap terjaga, sesekali ke dua mata nya tertutup, seakan mengajak nya untuk terlelap.


Bugh.


Layla menjatuhkan kepala nya di bahu Danu dengan ke dua mata yang kini terpejam.


Danu mengelusss pipi Layla dengan kasih sayang. "Aku mencintai mu!" namun sejurus kemudian, ia memungkiri apa yang baru saja bibir nya katakan.


Danu menggelengkan kepala nya, tidak mungkin aku mencintai nya!


Bersambung...


...🥀🥀🥀...


Menuangkan segala ke haluan lewat kata. Dari kata menjadi kalimat. Dari kalimat yang terangkai menjadi sebuah karya 😅😅😅

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalin jejak, like, rate 😅 komen dah kalo perlu....


...Makasih yooo ☺️☺️...


__ADS_2