Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Andalan Danu


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Tak tak tak tak.


Suara sepatu tinggi Layla menjadi pusat perhatian para wanita yang ada di dalam toilet.


^^^"Kenapa wanita itu? Seperti kesal pada kita!"^^^


^^^"Sudah lah, abaikan aja. Kita harus tunggu ibu tua yang udah pasti orang tua dari pria tampan yang ada di depan. Kali aja kita bisa di jadikan mantu hehehe!"^^^


^^^"Kau benar, abaikan aja!"^^^


"Ka Danu!" seru Layla, setelah ke luar dari toilet menatap Danu dengan bibir mengerucut.


"Ada apa sayang? Apa ada yang menyakiti mu selama kau di dalam? Biar aku beri pelajaran mereka. Sudah berani menyakiti hati istri ku!" omel Danu menatap ke arah pintu toilet wanita.


Grap.


Layla menghentikan langkah Danu dengan menggenggammm tangan nya.


"Ada apa lagi? Aku gak bisa melihat mu sedih sayang!" ucap Danu dengan menyentuhhh pipi Layla, mencubittt gemasss pipi chabi Layla.


Sreeek.


Layla menyingkirkan tangan Danu dari pipi nya yang baru aja di cubittt lalu menggenggammm nya.


"Bukan itu yang membuat ku sedih!" rengek Layla, menarikkk Danu menjauh dari toilet wanita.


'Kenapa hati ku seakan panasss ya, mendengar mereka membicarakan ka Danu! Apa aku sedang cemburu? Merasa apa yang aku miliki akan di rebut mereka?' tanya Layla dalam hati nya.


"Lalu apa?" tanya Danu dengan kening mengkerut, menunggu apa yang akan di katakan Layla.


'Sudah sejauh mana perasaan yang ku miliki untuk ka Danu?' tanya Layla lagi pada diri nya, gak dengar apa yang di katakan Danu.


"Sayang! Apa yang mereka katakan? Apa yang kau dengar?" tanya Danu, menjawil hidung Layla.


"Eh emmm a- apa ka? Tadi kaka tanya apa?" tanya Layla dengan gelagepan.


"Jangan melamun, masih ada aku di sini! Apa yang kau dengar di dalam toilet? Kamu lama banget di dalam sana! Gak bertengkarrr kan?" tebak Danu.


"Oh itu mereka membicarakan mu ka! Mereka bilang kaka itu tampan, belum ada istri. Mereka mau jadi istri kaka." cicit Layla, mengatakan secara singkat apa yang ia dengar.


"Hanya itu?" tanya Danu menanggapi nya dengan santai.


Layla membuang nafas nya dengan kasar. "Sudah lah, percuma aku bicara sama kaka. Tanggapan nya hanya seperti itu aja! Gaaaaaring!" sungut Layla kesal, berjalan lebih dulu meninggalkan Danu.


"Sayang! Jangan marah! Aku harus gimana sayang? Kamu sendiri yang meminta ku untuk gak melakukan apa apa pada mereka." cicit Danu, mencoba mengejar Layla.


Layla menggaruk kepala nya dengan frustasi. 'Aaaah kacauuu, hati ku gak bisa di ajak kompromi. Mau gak menunjukkan aku marah, aku kesal, kenapa sulit sekali! Apa lagi saat mendengar wanita lain memuji suami ku! Dasar Layla payah!' umpat Layla pada diri nya sendiri.


Grap.


Sreeek.


Danu menghentikan langkah kaki Layla dengan menggenggammm tangan nya, lalu menarikkk wanita itu ke dalam pelukan nya.


Brukkkk.


Tangan Layla menempelll di bahu Danu, sementara tangan Danu merengkuh Layla.


"Apa yang sedang kau fikirkan? Gak lihat jalan, bahaya ada di depan mu La! Gimana kalo aku gak menahannn mu? Kamu pasti udah jatuh!" sungut Danu dengan kesal.


Ke dua nya menoleh ke arah anak tangga darurat, tempat yang akan menyebabkan Layla jatuh, jika gak di tahannn langkah nya oleh Danu.

__ADS_1


"Aku juga gak mau melamun! Ini semua juga karena ka Danu! Ka Danu yang udah buat aku begini!" sungut Layla menyingkirkan tangan nya dari Danu, lalu membuat jarak di antara ke dua nya.


"Aku kenapa lagi sayang? Aku salah apa lagi?" tanya Danu dengan kening mengkerut.


"Masih tanya kenapa! Pikir sendiri kenapa bisa punya wajah tampan rupawan, sampe buat wanita yang melihat kaka itu kaya terpana gitu!" sungut Layla.


Ucapan Layla, membuat Danu menahannn tawa.


"Phuffff aku pikir apa, ayo lanjut kita belanja. Kalo perlu, mall ini pun akan aku beli hanya untuk mu! Lalu melarang wanita cantik untuk memasuki mall ini. Bagaimana dengan ide ku ini sayang?" tanya Danu dengan mengarahkan Layla kembali menyusuri mall.


"Terserah kaka aja!" sungut Layla dengan tangan menyilang di depan dada.


"Jangan terserah pada ku dong sayang! Apa aja yang di perbolehkan untuk pengunjung mall kita nanti nya! Apa kamu yakin gak punya ide sama sekali untuk hal itu sayang?" tanya Danu, menguji cara berfikir Layla.


"Di mana mana, pengunjung mall itu bebas. Mau tua atau pun muda, pria atau pun wanita, mereka sudah pasti akan menikmati waktu mereka di mall. Aneh aja kalo wanita di larang masuk malll.


"Sebenar nya aku sependapat dengan mu sayang!" cicit Danu tanpa memungkiri nya.


"Udah tau jawaban nya, masih aja berani bertanya. Jengkelinnn banget sih!" sungut Layla.


"Udah jangan marah lagi, kita makan aja dulu ya! Baru setelah kenyang, kita cari untuk beli cemilan." ucap Danu, meredammm kekesalan Layla.


'Anak ini pasti sedang cemburu, merasa kurang percaya pada diri nya sendiri.' batin Danu.


"Kita pulang aja, gak jadi beli cemilan untuk ku!" tolak Layla dengan berubah pikiran.


"Astagaaa kenapa bisa berubah pikiran gitu sayang?" tanya Danu saat ke dua nya memasuki tempat makan.


"Ya aku berubah pikiran aja." ucap Layla datar.


"Duduk sini!" Danu menarikkk satu kursi ke belakang, membiarkan Layla duduk di sana.


Danu memilih duduk di kursi yang ada di sisi Layla. Mengelusss punggung Layla.


"Jangan pernah berkecil hati dengan apa yang kamu miliki La! Hargai itu selagi masih ada, karena jika sudah gak ada." ucap Danu dengan suara yang terdengar hangat di telinga Layla.


"Ya gak ada lagi, kan udah gak ada." tambah Danu.


Layla mengerucutkan bibir nya dengan kesal. "Nyesel aku udah bertanya!"


Seorang pelayan menghampiri ke dua nya, menyerahkan buku menu. Setelah mencatat apa yang di ingin kan Layla dan Danu, pelayan itu pun pergi.


Bugh.


Seorang pengunjung restoran dengan sengaja, menjatuhkan diri nya di depan meja Danu dan Layla.


"Awwhhh kaki ku, aduh ini sakit sekali!" pekik nya setelah pura pura jatuh, melirik ekor mata nya ke arah Danu, pria yang belum ia kenal.


"Tuan tampan, apa kamu gak berminat untuk membantu ku berdiri? Aku jatuh loh ini. Tolongin apa!" ucap nya dengan manja, suara nya yang mendayu dayu.


"Kenapa hanya diam? Kaka gak mau bantu ini orang berdiri?" tanya Layla dengan nada ketus.


"Buat apa, gadis itu bisa mengurus diri nya sendiri tanpa bantuan ku!" ucap Danu acuh.


Layla mengerut kan kening nya, gak ngerti dengan apa yang ada di pikiran Danu.


"Maksud nya apa ka?" tanya Layla.


'Sialll kenapa dua orang ini malah asik berdebat! Gak tau apa ada gadis pintar nan cantik di depan mereka!' batin wanita yang masih duduk melantai.


Dengan manja wanita yang tengah berpura pura kembali berseru lagi, dengan ke dua tangan menjulur ke depan.


"Ehem hai bocah cantik, cepat minta kaka mu yang tampan itu untuk membantu ku berdiri! Gak tau apa kaki ku sakit sekali ini!"

__ADS_1


"Apa kamu bilang? Kaka ku? Jadi kamu pikir pria ini adalah kaka ku? Benar begitu Nona?" tanya Layla dengan beranjak dari duduk nya, berdiri tepat di depan wanita dengan tengtop yang membaluttt tubuh atas nya.


"Iya lah, memang kau bersama dengan pria yang mana lagi kalo bukan dia! Sudah lah jangan banyak tanya. Cepat bantu aku berdiri, kaka mu itu gak punya inisiatif banget untuk membantu wanita cantik seperti ku!" gerutu nya dengan kesal.


Layla mengerutkan kening, melangkah mundur 1 langkah. 'Wanita ini kan kalo gak salah yang tadi ada di toilet, ikut ngomongin ka Danu dengan teman nya!' batin Layla sambil mengingat ingat kembali.


Seorang pelayan restoran kembali ke meja Danu dan Layla, dengan membawa minuman yang di pesan ke dua nya.


"Sayang sini! Minuman mu sudah datang." titah Danu dengan tangan melambai pada Layla, meminta nya untuk kembali duduk.


"Mas, tolong singkirkan wanita itu! Dia mengusik ketenangan ku dan istri ku."


"A- apa? Istri mu? Ahahahha jangan bercanda Tuan, mana mungkin kalian berdua ini pasangan suami istri! Aku kan calon pendamping mu yang sesungguh nya." ucap wanita mengenakan tengtop dengan percaya diri.


"Ayo Nona, jangan berani mengganggu pengunjung kami" seru seorang pelayan yang tadi membawa minuman ke meja Layla.


"Emang kenapa kalo aku istri nya? Apa ada masalah dengan mu? Wanita yang berniat buruk dari awal!" cicit Layla dengan geram tangan mengepalll.


Sreeek.


"Menyingkir dari hadapan ku! Aku tidak butuh bantuan dari mu!" omel wanita mengenakan tengtop.


Danu beranjak menghampiri Layla.


"Maaf Nona, tolong jangan membuat masalah dengan pengunjung kami!" pelayan memperingati wanita yang dia anggap adalah pengganggu.


Dengan satu tangan Danu yang merekattt pada pinggang Layla. Ia menggiring Layla untuk kembali duduk ke kursi nya.


"Jangan perdulikan dia, kita duduk ya!" pinta Danu, berbisik di telinga Layla dan mengecup leher nya.


"Ka, kita pindah restoran aja. Wanita itu mengacaukan selera makan ku!" rengek Layla dengan wajah mengadah ke arah Danu, ekor mata melirik wanita yang kini berdiri di hadapan nya.


"Baik lah jika itu mau mu. Kita ke kasir ya!" Danu membawa Layla pergi dari restoran setelah membayar makanan yang sudah mereka pesan, meski gak jadi memakan nya.


"Kau puas Nona! Sudah membuat pengunjung restoran kami pergi begitu aja tanpa memakan apa yang mereka pesan? Beneran jahat ini orang!" seru pelayan yang menatap punggung pengunjung nya, yang gak lain Danu dan Layla yang meninggal kan restoran.


"Sialannn tuh bocah! Berani nya ngerebut cowok inceran gue!" ucap wanita bertengtop dengan tangan mengepalll.


Danu memilih kembali ke mobil, membawa Layla ke luar dari mall yang udah membuat hati nya terusik, setelah bertemu dengan wanita yang mencari perhatian Danu.


"Jadi, kita mau makan di mana sayang?" tanya Danu dengan lembut, menoleh sekilas wajah Layla


Layla menghembuskan nafas kasar. "Menurut kaka enak nya di mana? Aku pengen makanan yang berkuah, pedas, seger, buat kenyang."


"Aku tau apa yang kau inginkan sayang." tanpa banyak tanya, Danu langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang, ke tempat yang ia tahu. Layla pasti akan menyukai nya.


Danu Layla makan di pinggir jalan dengan bakso yang menjadi andalan Danu saat Layla tengah ngambek.


"Ini gede banget ka, aku gak mungkin bisa menghabiskan nya! Bantu aku menghabiskan nya ka!" pinta Layla menyuapkan potongan daging bakso ke mulut Danu.


"Enak kan? Sekarang coba punya ku, ini segar!" Danu gantian menyuapkan Layla dari mangkuk nya.


"Enak banget, tuker ya!"


Danu dan Layla bertukar mangkuk yang berisi bakso dengan ukuran besar.


Kini gak ada lagi yang mengusik ketenangan Layla saat makan bakso dengan angin alam yang menyapa ke dua nya.


Bersambung...


...🥀🥀🥀...


Like dan komentar nya dong, 😅😅

__ADS_1


Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dong.


...Makasih para pmbaca ku yang udah setia ku...


__ADS_2