Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Bahan ledekan


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Aku kaya nya udah lama banget gak peluk ayah kaya gini!" ucap Layla dengan suara tertahannn tangis.


"Maafin ayah ya, nak! Selama ini ayah kurang memperhatikan mu, sampai ayah tega meminta Danu untuk menikahi mu di usia yang seharus nya kamu masih menikmati masa masa remaja mu." ujar Noval penuh penyesalan.


Namun dalam hati Noval, apa yang di ucapkan di lisan, tidak serta merta sama hal yang di katakan dalam relung hati nya.


'Maafin ayah nak, ayah gak bisa mengatakan siapa ibu kandung kamu. Kamu pasti akan menyalahkan ayah, berfikir jika ayah ini jahat sama mendiang ibu mu. Entah gimana juga hubungan mu kelak dengan nenek mu, Dahlia... jika kamu tau kenyataan nya.' batin Noval dengan hati getir.


Layla melerai pelukan nya dari sang ayah. Layla mengadahkan wajah menatap sang ayah lalu menggeleng.


"Ayah jangan ngomong gitu, Layla bahagia kok sama ka Danu. Keputusan ayah itu udah benar, ka Danu juga memperlakukan Layla dengan baik." ujar Layla, dengan tangis yang kian mereda.


"Layla benar yah! Keputusan ayah udah bener kok!" timpal Danu, melangkah menghampiri ayah mertua nya, lalu mencium punggung tangan kanan nya.


"Lupa, Layla juga belum salim sama ayah!" dengan hawa malu, Layla ikut menyalami tangan kanan Noval.


"Putri ayah!" Noval merekatttkan kembali Layla dalam rangkulan nya.


"Lu dateng ke sini sendiri aja Noval? Mana istri lu?" tanya Yanto yang kini ikut bersuara, namun tetap bergeming di tempat ia duduk.


Danu menggiring Noval dan Layla untuk bergabung kembali di ruang tamu, bersama dengan ibu Tati dan bapak Yanto.


Wajah Noval tampak teganggg, apa lagi ibu Tati mulai melihat ke arah nya, menunggu jawaban apa yang akan ia berikan.


"Si- Sifanye ada urusan lain. Jadi a- aku tidak mengajak nya!" jawab Noval dengan tergagap.


"Ayah gak lagi bohong kan?" tanya Layla curiga.

__ADS_1


Tati membuang pandangan nya dari Noval, lalu menyodorkan cemilan ke depan Yanto, hati nya gak percaya dengan apa yang di katakan mantan suami nya itu.


'Pasti Noval sedang berbohong, mana mungkin Sifanye ada urusan. Jika benar, kenapa harus gugup?' batin Tati.


'Gak mungkin kan aku bilang pada mereka, saat di jalan mau menuju ke sini... aku dan Sifanye bertengkar, lalu dengan tega nya aku menurunkan Sifanye di jalan.' gerutu Noval meski dalam hati.


"Mumpung kalian lagi di sini, gimana kalo aku hubungi papa. Kita makan bersama, menyambut kepulangan Layla dari rumah sakit!" ajak Danu, menatap serius orang tua Layla yang kini berkumpul di ruang keluarga tanpa kehadiran Sifanye.


"Bapak mah mau mau aja, coba kamu tanya lah itu sama ayah Noval mu itu, sibuk gak dia!" ujar bapak Yanto, menunjuk Noval dengan bibir yang mengerucut.


"Gimana yah?" tanya Danu.


"Bisa kan yah?" tanya Layla dengan tatapan memohon.


"Oke!" jawab Noval.


"Kaka mau ke mana?" tanya Layla.


"Hubungi papa, sekalian mau minta koki untuk siapkan semua nya." jelas Danu dengan di sertai senyum.


"Owwwhhh kirain mau ke mana." Layla membuang pandangan nya dengan pipi merona.


"Emang kamu pikir, aku mau ke mana La?" tanya Danu yang masih bisa mendengar cicitan Layla.


"Ah enggg gak kok, ya udah sana telpon papa." ujar Layla canggung.


'Bogooo ngapa juga pake tanya, jadi malu kan!' umpat Layla menggaruk kepala nya yang gak gatal.


"Kenapa? Mau ikut?" goda Danu.

__ADS_1


"Enggak, a- aku di sini aja... temenin ayah, ibu sama bapak." tolak Layla.


"Ahahahhah kaya nya Layla gak bisa jauh dari kamu, Danu!" goda bapak Yanto, menangkap wajah Layla yang tersipu malu saat di goda oleh Danu.


"Bapak, apa sih! Gak gitu!" bantah Layla dengan bibir mengerucut.


"Ahahah kaka lucu, kaya ikan mas koi yang ada di kolam pak!" celetuk Dea.


Noval dan yanto, sama sama membuang kecanggungan di antara mereka, demi Layla. Melupakan keberadaan Tati yang memang sudah terkubur jauh dari hati Noval. Di tambah dengan celotehan polos Dea, dan wajah Layla yang tersipu malu mana kala menjadi bahan ledekan Dea dan juga Yanto.


Dring dring dring.


Hape Noval yang ada di saku celana berdering.


Noval mengabaikan panggilan nya, saat tau nomor Sifanye yang menghubungi nya.


"Kenapa gak di jawab, yah?" tanya Layla ingin tau.


"Gak apa kok, bukan siapa siapa." jelas Noval dengan senyum mengembang.


...🥀🥀🥀...


Bersambung...


Like dan komentar nya dong, 😅😅


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata...

__ADS_1


__ADS_2