
...🥀🥀🥀...
"Gimana, ada yang kamu suka?" tanya Arsandi.
Sreeek.
"Suka sih, cuma harga nya yang aku gak suka. Mahal banget pak!" bisik Mery dengan menarik lengan Arsandi agar lebih dekat jatak ke dua nya.
"Jangan di jadiin masalah harga nya, yang penting kamu suka." ujar Arsandi santai.
'Masih sempat sempet nya mikirin harga, dasar bocah kecil.' batin Arsandi.
"Jadi mau pilih yang mana kaka? Kalo yang ini adalah keluaran terbaru dengan fitur fitur yang canggih, sedangkan yang ini berlapis emas." ujar karyawan hape.
Mery membuang nafas kasar. 'Gila aja gak sih, masa hape di pakein emas, yang bener aja! Pasti harga nya mahal banget!'
'Pasti lagi mikirin harga, pada hal udah tinggal pilih aja. Mana yang dia suka, saya yang bayar.' batin Arsandi.
"Kira kira kalo untuk remaja, bagus nya yang mana ya mbak?" tanya Arsandi, setelah menoleh ke arah Mery sekejap.
"Yang ini bagus kaka, fiter selfi nya juga sudah di kembangkan." ujar si karyawan.
Si karyawan hape, langsung mengeluakan beberapa pilihan yang tadi ia sebutkan ke atas etalase.
"Yang ini boleh, sekalian sim card nya mbak." seru Arsandi, saat tatapan Mery mengarah pada benda pipih dengan warna hitam.
"Ada lagi ka? Buat kaka nya mungkin? Ini juga bisa buat coupel kok, dan akan ada hadiah nya gantungan hape. Jika mereka saling berdekatan, lampu di sini akan menyala." jelas sang karyawan, memperlihatkan gantungan hape yang akan di miliki, jika membeli satu hape lagi dengan warna dan model yang sama.
"Gantungan nya lucu banget, ini gantungan nya aja bisa di beli gak mbak... manis ihs." ujar Mery, yang malah lebih tertarik terhadap gantungan hape nya.
"Ini khusus buat hadiah aja ka." ujar sang karyawan dengan raut wajah sedih.
"Yaaah gitu ya, sayang sekali." Mery sedikit kecewa.
"Kenapa kamu lebih suka dengan gantungan nya? Hape nya kamu gak suka?" tanya Arsandi dengan tatapan menyelidik.
"Aku suka ke dua nya pak." Mery menyunggingkan senyum nya.
"Ya udah mbak, di bungkus 1 lagi. Sim card nya juga sekalian ya!" pinta Arsandi, tanpa pikir lagi.
"Baik, akan kami siapkan kaka. Gantungan kunci nya mau sekalian kami pasang ka?" tanya si mbak karyawati dengan ramah.
__ADS_1
"Boleh." jawab Arsandi.
"Pak, kenapa jadi beli 2 hape nya? Yang satu buat siapa? Apa ihs nih jangan jangan gegara gantungan nya aku bilang suka, jadi langsung di beli gitu hape nya 2?" tebak Mery dengan sedikit gondokkk.
"Gak juga, saya juga butuh privasi. Dan hape yang baru akan saya gunakan untuk keperluan pribadi, jadi yang tau nomor nya hanya beberapa orang, keluarga mungkin. Kamu khusus nya yang paling bisa menghubungi nomor baru saya." Arsandi mengelusss puncak kepala Mery.
Plak.
Mery menggeprak lengan Arsandi saking malu nya di buat terbang, hati dan perasaan nya, nampak pula pipi Mery yang bersemu.
"Ahhh jangan gitu dong pak, saya jadi gak enak nih. Saya jadi gimana gitu!" seru Mery dengan suara yang terdengar manja.
"Makin gemasss saya lihat kamu seperti ini! Jangan seperti ini di depan pria lain ya! Kamu hanya boleh manja di depan saya!" pinta Arsandi setelah tatapan memohon.
'Belum pacaran aja udah sebegitu ngatur nya, apa lagi kalo gue beneran sampe nikah sama ini orang? Mungkin gak, gue di perlakuin sama kaya pak Danu memperlakukan Layla? Sweet banget kan?' batin Mery menghayal tinggi.
Kreeek.
"A- a- awhh sakit sayang!" pekik Arsandi pura pura sakit, saat jemari lentik Mery mencubittt salah satu roti sobek nya di balik kemeja yang ia kenakan.
"Apa sih! Lebay banget gitu doang juga! Aku tuh nyubittt nya pelan!" dengus Mery.
Grap.
Cup.
"Iya tau." Arsandi mengecup punggung tangan Mery.
"Wah aku baru tau, pak Arsandi ternyata perayu ulung ya! Pandai memanjakan hati wanita." tuduh Mery dengan tatapan menyelidik.
"Saya bersikap seperti ini cuma sama kamu doang." jelas Arsandi, membantah tuduhan Mery.
"Masa siiiih?" Mery mendekatkan tubuh nya dengan Arsandi, dengan mengerjapkan mata nya.
"Benar sayang!" kata sayang meluncur begitu aja dari bibir Arsandi untuk Mery.
"Ehem, maaf ganggu ka. Mau pembayaran secara cash atau transfer?" tawar si mbak karyawati, yang datang bak lalat pengganggu.
"It's ok. Saya transfer aja ya!" ujar Arsandi.
"Mari ikuti saya pak, untuk melakukan pembayaran."
__ADS_1
Grap.
Arsandi menggenggammm pergelangan tangan Mery. "Ikuti saya, saya gak mau kamu menjadi bahan pandangan pengunjung lain yang ada di sini!" ucap Arsandi di telinga Mery.
Mery mengerjapkan mata nya, seakan semakin gak percaya dengan perlakuan yang di tunjukkan Arsandi pada nya.
Mery mengikuti langkah Arsandi, tanpa berkutik apa lagi melawan. Mery benar benar menurut.
"Mau ke mana? Kita gak langsung balik pak?" tanya Mery, saat Arsandi membawa nya masuk ke salah satu restoran yang ada di mall.
"Kita makan dulu ya! Kamu pasti lapar kan? Jangan sampai kamu telat makan. Saya gak bisa lihat kamu sakit!" ujar Arsandi, menunjukkan sisi perhatian dan perduli nya pada Mery.
"Apa sama wanita lain, pak Arsandi juga bersikap manis seperti ini? Bukan sama saya aja gitu!" tanya Mery dengan tatapan menyelidik.
"Hanya sama kamu." jelas Arsandi tegas.
Mery dan Arsandi memilih duduk di meja paling belakang, meja yang gak akan mungkin di lewati orang.
"Ini hape milik mu!" Arsandi menyodorkan hape milik Mery.
"Terima kasih, saya harus bayar nya gimana nih?" tanya Mery sungkan.
"Cukup menjadi gadis baik, dan jadi calon istri saya, kamu lah masa depan saya!" ujar Arsandi dengan keseriusan, menggenggammm ke dua tangan Mery yang ada di atas meja.
"Masih di bawah umur pak!" Mery menarik tangan nya.
"Saya akan tunggu kamu, sampe kamu siap, Mery! Saya ke toilet dulu ya! Jangan ke mana mana!" pesan Arsandi, sebelum meninggalkan Mery.
Bukan nya ke toilet, Arsandi justru berjalan ke arah sebalik nya, toko yang sebelum nya ia lewati bersama dengan Mery, sebelum ke dua nya memasuki restoran tadi.
Arsandi gak lama, masuk ke toko perhiasan yang menjual intan dan berlian. Setelah mendapat kan barang yang ia incar, Arsandi membayar nya dan kembali lagi ke restoran dengan perasaan yang gak karuan.
"Cepat banget, beberan ke toilet tuh?" tanya Mery dengan tatapan menyelidik, saat Arsandi sudah kembali duduk di hadapan nya.
"Mau kan kamu menjadi masa depan saya?" tanya Arsandi, dengan tangan kanan mengeluarkan sebuah kotak berudu berwarna merah, dengan cincin permata yang berkilau indah di dalam nya.
...🥀🥀🥀...
Bersambung...
Like dan komentar nya dong, 😅😅
__ADS_1
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
...Kehaluan semata...