
...🥀🥀🥀...
"Gak mau, aku gak haus ka!" tolak Layla dengan menggelengkan kepala nya.
"Sedikit La!" Danu memaksaaa Layla, ia bahkan tak segan menempelkan ujung sedotan ke bibir Layla.
'Dasar pemaksaaa!' umpat Layla, dengan terpaksa meminum jus nya lewat sedotan.
"Istri yang penurut! Sekarang kamu harus habiskan senwich tuna ini ya! Sangat bagus untuk perut mu!"
Danu mengeluarkan selembar roti tawar yang sudah di beri potongan daging tuna, mayones, jagung manis, saus sambal, daging asap dan selembar keju di dalam nya.
"Ayo buka mulut mu!" Danu menyodorkan kan nya di depan bibir Layla.
"Astagaaa ka, a- ummmmppp!"
Belum selesai Layla bicara, mulut nya langsung di sumpalll sandwich tuna yang ada di tangan Danu. Membuat Layla mau tidak mau memakan nya.
'Benar benar pemaksaaa ini mah! Orang gak mau makan juga!' umpat Layla, dengan pipi mengembung karena potongan roti tawar, ia bahkan mengunyah nya dengan menatap tajam Danu.
Ceklek.
Mery, Deri dan Nina kembali masuk ke dalam mobil. Menyaksikan dengan mata dan kepala mereka sendiri. Betapa romantis nya Danu yang dengan setia, menyuapi Layla hingga beberapa potong sandwich tuna tandas di makan Layla.
"Ciyeee yang udah kenyang ahahahay!" ledek Nina dengan tatapan menggoda Layla.
"Apaan si!" umpat Layla.
"Ayo sayang, buka mulut kamu. Enak lo ini, rumput laut, rasa nya asin kaya ikan asin!" ledek Deri, hendak menyuapi cemilan rumput laut ke depan bibir Nina.
"Pak, saya juga mau dong pak di suapin. Masa Layla doang pak yang di suapin ehehehhe!" goda Mery dengan alis nya yang naik turun, tapi ekor mata nya mengarah ke Layla.
"Ihsss Mery bisa genit gitu sama pak Danu!" sungut Deri.
__ADS_1
"Sini Mer, biar gue aja yang suapin lo. Pake sekrup, mau gak? Wahahahha!" tawa Nina pecah, membayangkan Mery yang ia suapi dengan menggunakan sekrup.
"Bacottt lo gede!" umpat Mery, dengan tangan nya yang melemparkan sebutir sukro ke dalam mulut Nina yang sedang terbuka karena tertawa.
Kluk.
"Ummmppp puhh, kamprettt lo Mer! Gak bisa di ajak bercanda. Tar kalo gue kesendak sukro gimana? Amsyong nanti gue!" umpat Nina, setelah memuntahkan sukro dari dalam mulut nya, dan sukro nya pun terpental di pangkuan Mery.
Pluk.
"Anjimmm gila, jorokkk lo. Itu dari mulut lo!" sungut Mery yang menghentakkan ke dua kaki nya, biar sukro jatuh ke bawah pijakan kaki.
"Astagaaa kalian bertiga aja udah berisik banget, apa lagi kalo ketemu teman teman saya nanti di villa." Danu menggelengkan kepala nya, melihat tingkah kocak Mery, Nina dan Deri.
"Itu belum seberapa pak! Sayang aja Layla abis di jahit itu perut nya, kalo gak. Uuuuhhh bakal lebih seru lagi pak." ujar Deri dengan bersemangat.
"Kamu bisa sekocak itu, sayang? Seingat ku dulu itu kamu sangat menyebalkan! Jorokkk lagi, gak menjaga kebersihan badan kamu!" terang Danu dengan berterus terang, gak nyangka ucapan nya bisa menyakiti hati Layla.
Deg.
'Astagaaa, emang sebegitu jorokkk nya apa ya gue, sampe di bilang gak menjaga kebersihan badan gue sendiri? Beneran ini mah, ngajak ribut, awas aja lo ka. Nanti malam minta di peluk, gue tendangggg lo ka dari tempat tidur!' ancam Layla meski dalam hati, dengan tatapan memusuhi Danu.
Danu kembali fokus pada setir kemudi, gak memperhatikan wajah Layla yang kini mendung karena ucapan nya.
Mery memperhatikan wajah Layla yang kini mendung. 'Pasti Layla sedih banget di kata gitu sama pak Danu!'
"Pak, gak gitu juga kali pak. Jangan kan buat mandi, buat makan aja pasti Layla telat mulu tuh!" terang Mery, secara gak langsung membela Layla.
"Benar begitu, sayang? Kenapa kamu bisa telat makan? Apa sudah menjadi hobi mu untuk telat makan?" tebak Danu sok tau.
"Ya kan Layla di suruh bantuin ibu nya, buat antar antar makanan yang udah di pesan orang!" terang Nina menjelaskan.
"Layla itu murid yang pekerja keras pak. Pulang sekolah aja, dia mah langsung berkeliling buat anter anter itu catring.
__ADS_1
"Belum lagi ada aja tuh memarrr di tangan kalo gak di kaki. Lu jatoh dari motor apa gimana si La?" tebak Mery dengan tatapan menyelidik.
Layla membenarkan posisi duduk nya yang merasa gak nyaman, dan menjawab pertanyaan Mery dengan terbata bata.
"Ah i- itu anu, kan a- aku udah bilang, jatoh dari motor karena gak hati hati, iya beneran... aku tuh jatuh dari motor." Layla menggaruk kepala nya yang gak gatal.
"La!" seru Nina.
"A- apa?" tanya Layla.
"Bagian mana yang sering memarrr pada tubuh Layla, Mery?" tanya Danu dengan tatapan yang sesekali melirik Layla.
'Apa itu luka yang di timbulkan saat Layla masih tinggal di rumah ayah Noval atau rumah ibu Tati?' batin Danu penuh tanya.
"Tangan dan kaki pak, kadang juga bahu Layla memarrr, belum lagi di pinggul. Pernah tuh Layla memarrr di pinggul, sampe gak masuk beberapa hari." ujar Mery terus terang.
"Pernah juga tuh pak tangan Layla di perban, tau tuh kenapa. Kalo di tanya pasti Layla jawab nya jatoh." timpal Deri.
"Serius kalian?" tanya Danu dengan kening mengkerut, sekilas menoleh ke arah Layla.
"Dua rius pak." jawab Nina.
"4 rius pak." gumam Mery.
"Kamu beneran jatuh Layla?" tanya Danu datar
...🥀🥀🥀...
Bersambung...
Like dan komentar nya dong, 😅😅
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
__ADS_1
...Kehaluan semata...