Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Menjaga


__ADS_3

...🥀🥀🥀🥀...


"Gimana Mer! Kamu mau dengan keputusan nak Arsandi?" tanya bibi dengan penuh selidik.


"Mery gak harus menjawab nya sekarang kok bi, masih ada beberapa jam ke depan untuk Mery berfikir. Saya langsung pamit ya bi!" Arsandi undur diri, memberikan kesempatan untuk Mery dan sang bibi berbicara lebih jauh.


"Di minum dulu nak, teh nya! Masa belum jadi suami udah ngecewain calon istri sih! Mery pasti membuatkan teh nya dengan penuh cinta dan perasaan." goda sang bibi, membuat Arsandi skakkk mattt.


"Bibi, jangan gitu! Kalo pak Arsandi gak mau minum, biarin aja. Toh leher nya yang panjang bak jerapah gak butuh minum." cicit Mery dengan ketus.


"Siapa bilang aku gak butuh minum. Aku sangat ingin malah. Ingin tiap pagi, siang, malam di buatkan teh oleh mu!" goda Arsandi dengan senyum tipis nya.


"Ahahahha nak Arsandi ini ternyata punya selera humor juga ya! Kirain datar datar aja. Lempenggg kaya jalan bebas hambatan." celetuk bibi.


"Bibi!" seru Mery dengan gelengan kepala.


"Apa yang di katakan bibi, ada benar nya juga. Sebelum saya dekat dengan Mery, hidup saya datar dan lempenggg... seperti jalan bebas hambatan. Tapi setelah mengenal dan dekat dengan ponakan bibi yang satu ini, hidup ku seakan berwarna." ujar Arsandi, menatap dalam Mery yang di buat diam bak patung.


"Ciyeee Mery, sampe terpana gitu di lietin calon imam ahahaha. Nak Arsandi, apa punya saudara laki laki yang seumur dengan bibi? Boleh lah bibi di kenalin kalo ada. Bibi juga kan pengen mengakhiri masa lajang bibi. Terlebih Mery akan menjadi tanggung jawab mu! Bibi gak ada teman berantem lagi di rumah." ucap bibi sedikit berembun menatap Mery.


Grap.


Mery memeluk lengan sang bibi. "Bibi ini ngomong apa sih! Aku tuh gak akan pergi ke mana mana. Aku akan tetap tinggal di sini bersama dengan bibi. Sama seperti ibu yang menemani bibi sampai akhir hayat!" seru Mery dengan tegas.


'Dasar anak bodohhh, ibu mu pun tidak ingin tinggal di rumah ini menemani ku hingga akhir hayat, jika saja pria bejattt itu mau bertanggung jawab atas kehamilan ibu mu!' umpat batin bibi.


Pluk.


Bibi menepuk tangan Mery yang memeluk lengan nya erat.


"Dasar anak bodohhh! Kamu itu mau menikah dengan nak Arsandi, maka kelak kamu harus ikut bersama nya. Kemana pun suami mu berpijak, di sana lah rumah mu untuk berlindung." ujar bibi panjang kali lebar, mencubittt gemasss pipi Mery.

__ADS_1


'Buktikan nak, kamu bisa mendapatkan kebahagiaan tanpa pria bejattt itu! Kalo bisa, kamu harus hancurkan pria itu! Pria yang gak lain adalah ayah kandung mu! Tapi apa pria itu masih hidup ya?' batin bibi dengan tangan menggaruk kepala nya yang gak gatal.


"Kenapa bi? Apa ada masalah? Katakan aja sama Arsandi, pasti akan aku bantu jika aku bisa!" ucap Arsandi dengan tatapan menyelidik.


'Apa mungkin nak Arsandi ini mau membantu ku, mencari tau di mana pria bejattt itu? Tapi kalo Mery tau, dia pasti akan sangat marah pada ku.' batin bibi dengan ragu.


Mery menghembuskan nafas kasar nya. "Nih minum teh nya, abis itu pergi! Aku mau istirahat untuk menghadapi kejutan yang gak terduga dari mu nanti malam pak!" Mery menyodorkan segelas teh yang tadi ia buat di depan Arsandi.


Arsandi meminum nya hingga tandasss. Meletakkan gelas kosong di atas meja.


"Tawaran ku akan berlaku sampai kapan pun, jika bibi butuh bantuan. katakan aja. Jangan sungkan." ucap Arsandi lagi menegaskan.


"Udah sana pergi! Urus pekerjaan mu!" cicit Mery mendorong punggung Arsandi ke luar dari rumah nya.


"Dasar gadis tengilll, saat ini kamu bisa aja mengusir ku dari hadapan mu! Tapi kamu jangan khawatir, aku gak akan pernah mengusir mu dalam hati ku!" gumam Arsandi dengan terkekeh saat Mery mendorong nya dengan sekuat tenaga.


"Mery! Jangan begitu kamu, inget dia itu calon imam mu!" seru bibi dengan suara nyaring, dari dalam rumah dengan tergelak.


Sementara di sebuah restoran dalam ruang VVIP. Danu, Layla dan 3 pria dewasa yang kini sangat berpengaruh dalam hidup Layla, tengah menikmati makan siang mereka dengan di selingi obrolan.


Danu menghembuskan nafas nya dengan lega. 'Hampir saja aku lupa. Untung istri kecil ku mengingatkan!' Danu mengelusss puncak kepala Layla.


"Kenapa diam, nak? Papa juga ingin tau!" Baskoro ikut bersuara, menimpali Layla sang menantu.


"Aku ke toilet dulu ya! Kalian bertiga, harap tidak ke mana mana!" Danu beranjak dari duduk nya. Mengedarkan pandangan pada Noval, Yanto dan Baskoro.


"Tukang ngeles!" sungut Layla dengan jengkelll.


Di dalam toilet, Danu menghubungi seseorang yang sangat ia percaya bisa melakukan nya.


[ "Kau siapkan segala keperluan untuk melamar seseorang, foto nya sudah aku kirim kan pada mu. Sebelum pukul 5 sore, semua nya sudah ada di rumah ku!" ] titah Danu dengan datar dan tegas.

__ADS_1


^^^"Semua nya Tuan? Cincin nya juga? Tapi ukuran jari nya, bagaimana Tuan? Apa Tuan Danu berencana menikah lagi? Astagaaa Tuan, bagaimana nasib Nona Muda? Masih muda udah di madu!" suara seorang pria lemah gemulay terdengar syok lewat sambungan telepon nya.^^^


[ "Dasar bodohhh! Lakukan saja apa kata ku! Gak usah banyak tanya. Siapkan 2 set perhiasan dengan berhiaskan berlian sesuai dengan wanita yang ada di foto. Dan 2 set perhiasan batu safir untuk istri ku. ] titah Danu lagi yang langsung menutup telpon nya.


"Harus nya dia gak banyak tanya! Terserah lah, Mery menyukai nya atau tidak, aku tidak perduli. Yang terpenting, aku sudah menepati janji ku pada Arsandi." cicit Danu, menyimpan kembali benda pipih nya dalam saku jas nya.


Ceklek.


Danu kembali ke ruang VVIP, bergabung dengan yang lain nya.


"Kenapa? Apa ada yang salah dengan ku? Tatapan kalian menyeramkan sekali!" cicit Danu, meminum air putih dari gelas minum nya, dengan ekor mata yang melirik orang orang yang berada dengan nya kini.


"Nak, kamu itu sebagai suami harus nya menjaga perasaan istri mu. Bukan menyakiti hati nya!" protes Yanto dengan tatapan menyudutkan.


"Hah? Bapak ngomong apa? Aku gak ngerti!" Danu menggaruk kepala nya yang gak gatal.


Layla tampak biasa aja, sambil menikmati makanan yang ada di hadapan nya.


'Awas aja ka Danu, kalo sampe kabar yang tersebar di media online itu benar, jangan harap aku pulang ke rumah mu!' batin Layla dengan dada yang bergemuruhhh kesal.


"Nak, rahasia yang di simpan... pasti akan berhembus ke permukaan. Katakan aja sebelum Layla jauh lebih sakit hati pada mu!" cicit Noval menyudahi makan siang nya.


"Nak, papa gak mengajarkan mu untuk menjadi seorang pengecut! Hadapi persoalan dengan kepala dingin, katakan dulu sebelum bertindak pada istri mu!" cicit Baskoro dengan menoleh ke arah Layla dan Danu bergantian.


'Seperti nya kamu salah menilai Danu, mah... Danu tergoda juga dengan wanita lain. Bahkan berniat untuk menikahi wanita itu secara diam diam.' batin Baskoro dengan jengkel menatap Arsandi.


"Aku sumpah, gak ngerti dengan apa yang bapak, ayah dan papa katakan. Kalian ini lagi kenapa sih? Katakan lebih jelas, ini ada apa!" tanya Danu dengan gemasss.


...🥀🥀🥀...


Bersambung...

__ADS_1


...Kehaluan semata...


⭐⭐⭐⭐⭐ kalo mau update banyak 🤸🏼‍♀️🤸🏼‍♀️🤸🏼‍♀️🤸🏼‍♀️


__ADS_2