
...🥀🥀🥀🥀...
"Gak mau ganggu tidur ku! Tapi kaka malah mengacaukan mimpi ku kalo udah kaya gini!" Layla menggaruk kepala nya dengan frustasi.
Grap.
Tangan kanan Danu menggenggammm pergelangan tangan kiri Layla, membuat Layla menghentikan langkah nya, lalu menarikkk tangan Layla hingga tubuh nya berbalik membuat ke dua nya saling berhadapan.
Dugh.
Tangan kanan Layla mendarat di dada bidang Danu, membuat jarak di antara ke dua nya.
Layla menatap kesal Danu. "Apa lagi! Gak cukup buat aku kebangun? Ngerecokin mimpi aku aja tau gak!" sungut Layla dengan kesal, mengerucut kan bibir nya.
Danu mendekatkan wajah nya dengan wajah Layla, tangan kanan nya mengelusss pipi Layla dengan lembut, sementara yangan kiri nya kini bergerak liarrr di punggung Layla. Mendorong tubuh Layla agar lebih dekat lagi dengan nya.
"Memang barusan kamu mimpi apa sayang? Marah mu sampe kaya ibu ibu berdaster... lagi marahin anak nya yang nakal karena lupa pulang hem!" seru Danu dengan senyum di sudut bibir nya.
'Layla terpancinggg, memang ini yang aku tunggu!' batin Danu.
Layla memejamkan ke dua mata nya, saat hembusan nafas Danu di iringiii dengan gerakan tangan nya, yang membuat nya seakan semakin terbuai dengan bulu bulu halusss yang mulai meremanggg.
"Apa kamu menunggu ciuman dari ku, sayang?" tanya Danu di telinga Layla, dengan benda kenyalll nya yang mulai menjelajah leher putih Layla yang jenjang.
Layla membola, dengan sekuat tenaga mendorong Danu. Namun di saat yang bersamaan, tubuh nya seakan terpaku, menikmatiii sentuhannn bibir Danu yang mulai menyesappp leher nya, meninggal kan tanda kepemilikan nya.
"A- apa yang ka Danu lakukan! Lepasss! A- aku mau mandi!" seru Layla dengan menggeliettt.
"Ku temani mandi ya! Sudah boleh kan! Kamu udah lulus! Aku ingin meminta nya!" ucap Danu dengan sesekali meninggalkan kembali tanda kepemilikan nya bahkan di beberapa titik.
"Belum ke luar hasil kelulusan nya ka!" tolak Layla dengan suara yang mendesahhh, ke dua tangan Layla mencengrammm jas yang di kenakan Danu.
"Aku yakin kamu pasti lulus. Aku gak mau dengar ada penolakan dari mu!" cicit Danu menggendong Layla dengan ke dua tangan nya menuju tempat tidur.
Malam yang panasss pun gak bisa lagi terhindari. Danu melepasakann hasrattt nya terhadap Layla. Dingin nya pendingin ruangan, gak bisa lagi menghilangkan peluhhh yang membanjiri tubuh ke dua nya.
Untuk beberapa jam, kamar di penuhi desahannn yang meluncurrr bebas dari bibir mungil Layla. Erangannn pun ke luar bebas dari bibir Danu setelah berhasil mencapai kepuasannn.
Ke esokan.
Danu membuka ke dua mata nya lebih dulu. Menoleh ke sisi kanan nya. Mendapati Layla yang masih tertidur pulas dengan kepala yang ada di lengan nya.
"Apa aku sudah gila, bisa melakukan nya pada Layla? Berapa kali aku melakukan pelepasannn. Tapi kalo di pikir pikir, kenapa gak aku lakukin sejak dulu? Ah dasar bodohhh!" umpat Danu pada diri nya sendiri.
__ADS_1
Tangan nya terulur, menjarak kepala Layla dari lengan nya. Namun pergerakan nya membuat Layla terusik dari tidur nya.
"Ada apa? Apa sudah pagi?" tanya Layla dengan mengerjapkan ke dua mata nya, mengumpulkan nyawa nya yang baru aja bangun.
Layla membola, langsung beranjak duduk. "Eh ka, aku telat! Kenapa gak bangunin aku!"
Sreeek.
Layla menyingkirkan selimut yang menutupi tubuh nya.
"Akkkkkkkhhhhhhh a- apa ini? Kenapa banyak sekali?" Layla berteriak histeris, melihat tubuh nya yang polos tanpa sehelai benang pun. Ia semakin di buat terkejut dengan banyak nya tanda yang di tinggal kan Danu pada tubuh mulusss nya.
Danu memiringkan tubuh nya, menyanggah kepala nya dengan tangan kanan nya, memperhatikan Layla sejak tadi.
"Maaf sayang! Tubuh mu sangat di sayangkan jika gak terpatriii kepemilikan dari ku, bagus kan... hasil karya ku! Apa kamu menyukai nya? Aku bisa buatkan lagi untuk mu hehehe!" seru Danu dengan tatapan menggoda, alis nya naik turun.
"Ka Danuuuuu! Kamu ini kebangetan kaaaaa!" teriak Layla sekencanggg kencanggg nya.
Bugh bugh bugh.
Layla menerjanggg Danu, mendaratkan kepalannn tangan nya di dada bidang Danu.
"Tapi gak gini juga ka! Terus aku harus gimana ini kalo mau ke sekolah! Astagaaa ka Danuuuuu!" sungut Layla lalu menggaruk kepala nya dengan frustasi.
"Iya juga ya! Tapi kan gak mungkin juga aku diam di rumah seharian! Bosen tau gak!" Layla menutupi tubuh polos nya dengan selimut lagi.
"Kenapa di tutupi? Itu kan sangat manis jika ku pandang!" goda Danu dengan tatapan nakalll.
"Gak lagi ka! Cape! Tulang ku seakan remukkk, tau gak! Kaya ada buldoser yang abis menggilinggg ku!" cicit Layla, memberikan perumpamaan dengan apa yang baru aja ia alami.
Danu mengerut kan kening nya, menggaruk kepala nya yang gak gatal. "Masa sih? Tapi masih bernyawa! Gak ada yang patah juga di setiap tulang mu! Tangan masih utuh! Hidung juga utuh, kaki apa lagi!" kulah Danu dengan menyentuhhh tangan, wajah, hidung dan kaki secara bergantian.
Plak.
"Itu kan perumpamaan!" Layla menggeprak tangan Danu dengan ketus.
"Aawwwwwwhhh! Sakit!" pekik Layla, saat kaki kanan nya hendak ia turunkan dari atas kasur ke lantai.
"Biar aku bantu, aku juga mau mandi kan. Kita mandi sama sama!" dengan semangat 45, Danu langsung turun dari kasur dan menggendong Layla dengan selimut yang masih membaluttt tubuh mungil Layla.
"Aku gak mau mandi berdua, ka Danu mandi belakangan!" protes Layla, saat Danu membawa nya menuju kamar mandi.
"Habis mandi, kan kita bisa subuh bareng. Habis itu, aku akan mengambilkan obat untuk mu, membantu mu untuk mengolesi nya." terang Danu.
__ADS_1
Danu mendudukkan Layla di dalam bathtub, menyingkirkan selimut dari tubuh Layla.
"Kaka ke luar!" titah Layla dengan pipi merona.
'Masih malu aja, orang aku juga udah liat luar dalam nya kok! Ah dasar bocah menggemasss kan!' batin Danu, gak perduli ocehan Layla.
Danu memutar keran air hangat, menambahkan wangi aroma terapi ke dalam nya.
"Mandi lah, aku akan mandi di shower." titah Danu.
"Hemm!"
Setelah menjalankan sholat subuh, Danu membantu Layla naik ke atas tempat tidur.
"Tunggu di sini! Biar aku minta koki untuk buatkan mu minuman yang hangat." Danu meninggalkan Layla di kamar seorang diri.
Setelah Danu meninggal kan kamar, tinggal lah Layla seorang diri.
"Perasaan dulu gak sesakittt ini, kenapa ini rasa nya begitu sakit ya? Bibir nya juga kaya nya bengkakkk ini! Gak nyaman banget sih!" gerutu Layla dengan bibir mengerucut.
Danu berjalan menuju dapur dengan bersenandung, hal yang gak pernah Danu lakukan sebelum nya. Sesekali tangan nya bergerak menyugarrr rambut nya yang masih setengah basahhh.
Beberapa art yang sedang mengerjakan pekerjaan rumah, di buat bingung dengan kening mengkerut. Tapi gak ada satu pun dari mereka yang berani untuk bertanya.
"Pagi Tuan, apa ada yang Tuan butuhkan?" tanya pak Dedy yang menghampiri Danu.
"Tadi nya aku ingin di buatkan susu hangat untuk Layla, tapi sebaik nya aku aja lah yang buat untuk nya." ucap Danu, berlalu meninggalkan pak Dedy.
'Pasti Tuan Danu lagi senang.' batin pak Dedy.
"Tuan, astagaaa... maaf Tuan, sarapan baru akan sebentar lagi siap. Maaf membuat Tuan menunggu." ucap koki Adi dengan gugup, melihat Danu ada di dapur di jam seperti ini.
Danu menatap tajam koki Adi, dengan ke dua tangan di pinggang.
'Mampusss aku, bakal jadi hari terakhir kerja kalo Tuan sampai mengeluarkan taring kemarahan nya! Jangan buat aku jadi pengangguran Tuan! Aku masih butuh pekerjaan!' teriak batin koki Adi dengan peluhhh di kening nya.
...🥀🥀🥀...
Bersambung...
...Kehaluan semata...
⭐⭐⭐⭐⭐ kalo mau update banyak 🤸🏼♀️🤸🏼♀️🤸🏼♀️🤸🏼♀️
__ADS_1