Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Pulang bareng


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


'Itu bukan nya mas Arsan? Apa mas Arsandi mau cari aku ya?' batin Julia, melihat Arsandi yang tengah berbelok di selaras gedung dan menghilang dari pandangan nya.


Bugh.


"Awhhhh!" pekik Mery, saat bahu nya gak sengaja kesenggol Julia.


"Sorry Mer, gue gak sengaja. Gue tadi buru buru, gak liat ada lu deh!" ujar Julia dengan wajah bersalah.


"Iya udah gak apa, cuma kesenggol doang. Ayo masuk kelas, dikit lagi bel juga!" Mery mengajak Julia kembali ke dalam kelas.


"Iya tapi, aku harus___" ucapan Julia terpotong, saat mendengar suara bel.


Ding dang dong, ding dang dong dong dung.


"Ayo masuk, yang ngajar pak Asep lo!" seru Mery mengingatkan Julia kembali.


Mau gak mau, Julia kembali ke kelas, bersama dengan Mery.


"Tadi lo abis dari mana, Mer?" tanya Julia ingin tau.


"Toilet. Kalo lo tadi mau ke mana Julia? Udah tau mau bel, malah masih keluyuran." ledek Mery dengan terkekeh.


"Mau tau aja lo!" gumam Julia.


'Kalo gue kasih tau mau nyamperin mas Arsan, yang ada lo yang kegenitan. Mas Arsan cuma milik gue! Bukan lo atau pun yang lain!' batin Julia.


"Ya udah sih, gak penting juga." ucap Mery acuh gak mau ambil pusing.


Pelajaran pertama di mulai, semua nya mengikuti pelajaran pak Asep di dalam kelas. Hingga pak Asep menerangkan materi yang tengah ia berikan pada siswa nya.


Berbeda dengan Julia, raga nya ada di dalam kelas, tapi jiwa nya melalang buana. Pikiran nya hanya terfokus pada Arsandi.


'Sebenar nya apa sih yang di lakuin mas Arsandi di sekolah? Kalo dia cari gue, harus nya ketemu kan? Gak mungkin lah kalo mas Arsandi mau ketemu cewek laen.' batin Julia menggenggammm pulpen yang ada di tangan nya.


"Sampai di sini, apa ada yang mau kalian tanyakan? Ada kah yang masih belum mengerti?" tanya pak Asep, mengedarkan pandangan nya pada murid nya yang tampak anteng.


"Oke, kalo gak ada yang tanya. Bapak anggap kalian mengerti dengan materi ini. Siapkan buku latihan kalian, kita ulangan harian." ujar pak Asep tegas.


"Waaaaaa kaga siap pak!" rengek Nina.


"Ulangan mulu pak! Jajanin napa pak!" seru Deri.


"Heeet ya, mau tanya nih pak saya! Jangan jadi ulangan!" seru Deva.


"Udah gak usah komentar, siapin aja buku latihan kalian. Yang ketawan dapat nilai paling jelek, akan bapak kasih kalian hadiah." ucap pak Asep, memberikan siraman semanget.


"Aaaaahhh paling lari ngitarin lapangan, tega nya diri mu pak!" seru Mery.


"Itu kalian tau jawaban nya, bearti kalian udah ada peningkatan ya, bagus bagus. Tunjukkan hasil belajar kalian sama bapak ya!" seru pak Asep dengan terkekeh.


"Julia, kamu ngapain? Siapin buku latihan kamu, kita kan mau ulangan." tegur pak Asep, yang melihat Julia belum juga mengeluarkan buku latihan nya.


"Ulangan pak? Baru juga masuk pak, udah ulangan bae." protes Julia yang belum siap kalo ulangan.


Tok tok tok.


Penghapus di ketuk pak Asep ke papan blackbord.


"Nomor 1." seru pak Asep.


"Dulu pak, pulpen saya ilang ini. Pinjem pulpen oy!" seru Juni di tengah ketegangannn.

__ADS_1


...---...


"Gimana tadi, udah ketemu nya?" tanya Danu, dengan memperhati kan ruas jalan yang tampak padat merayap.


Arsandi mengerutkan kening nya. "Ketemu apa ya Tuan?" tanya Arsandi bingung.


"Jangan belaga pelon, tadi bukan ke toilet kan! Tapi mencari Mery!" goda Danu dengan tatapan menyelidik.


"Ehem, kata siapa saya mencari Mery? Saya beneran kebelattt Tuan!" bohong Arsandi.


'Tau dari mana sih ini orang. Bisa bisa nya tau gue abis ketemu sama Mery! Tensin kan jadi nya!' batin Arsandi menggaruk kepala nya yang gak gatal.


"Jadi kamu mau pilih Julia atau Mery?" tanya Danu ingin tau.


"Mery Tuan."


"Kenapa? Julia juga cantik, bukan nya kamu lebih dulu dekat dengan Julia? Kalian bahkan berangkat ke villa bersama kan saat itu?" tebak Danu, lebih jauh ingin tau.


"Mery lebih bersikap dewasa, Tuan. Berbeda dengan Julia." ucap Arsandi.


"Oowwwhhh pikirkan lagi baik baik, yang mana yang akan kamu bawa ke jenjang yang lebih serius!" seru Danu.


"Kita mau langsung ke kantor, atau ke tempat meeting dulu Tuan?" tanya Arsandi.


"Kantor dulu aja! Masih ada waktu beberapa jam untuk mempersiapkan sebelum meeting kan!" ucap Danu.


"Baik Tuan."


Danu melangkah memasuki gedung, dengan kaca mata bertengger di hidung nya.


"Danu!" seru Reina, beranjak dari duduk nya setelah lama menunggu Danu.


"Kau urus dia! Aku tidak ingin bertemu dengan nya!" seru Danu, melangkah tanpa memperdulikan seruan Reina yang memanggil nya kembali.


"Lepasss Arsandi! Aku perlu bicara dengan Danu! Ini sangat penting!" seru Reina setengah memaksaaa.


Reina mencoba melepaskannn tangan nya dari cengramannn tangan Arsandi.


"Pak satpam!" Arsandi memanggil satpam yang berjaga di depan pintu masuk.


"Aman kan wanita ini, jangan biarkan Nona ini masuk ke dalam!" titah Arsandi tegas.


"Baik Tuan." jawab pak satpam.


"Ayo ikut, jangan mengacau Nona!" seru pak satpam, menarikkk paksaaa lengan Reina, ke luar dari area kantor.


"Mau apa lagi sih itu anak. Rasa nya aku harus melakukan pengawalan untuk Layla. Bisa aja kan, Aleta dan Reina saling bekerja sama untuk menjatuhkan ku, menghancurkan Layla!" gumam Danu.


Ketukan yang di susul seruan dari luar ruang kerja Danu terdengar


Tok tok tok.


"Permisi Tuan, boleh saya masuk!" seru Kevin.


Ceklek.


Kevin muncul dari balik pintu, setelah di persilahkan masuk.


"Ada apa Kevin?" tanya Danu, melihat Kevin berdiri di depan meja kerja nya.


"Saya mau melaporkan ini, pak!" Kevin menyerahkan laporan keuangan yang sudah ia revisi, setelah mendapat laporan dari pekerja lapangan, terkait gaji yang di terima setiap orang.


"Apa ini bisa di pertanggung jawab kan?" tanya Danu dengan tatapan menyelidik.

__ADS_1


"Bisa pak, saya punya beberapa saksi." jelas Kevin.


"Oke... bagus juga cara kerja mu. Ada lagi yang ingin kamu sampaikan?" tanya Danu, membaca laporan keuangan yang sudah di revisi Kevin.


Bugh.


Kevin berdiri dengan ke dua lutut di depan Danu.


"Maafin gue Danu, sebagai teman... gue udah hilaf, malah berani menyelewengkan sejumlah uang kantor buat kepentingan pribadi gue! Gue minta maaf Danu. Gue udah buat lo rugi. Tapi lo masih mau kasih gue kerjaan. Maafin gue Danu!" seru Kevin dengan sungguh sungguh.


"Udah gue maafin, tapi kalo lu berulah lagi, gak bakal gue maafin lo!" ucap Danu dingin.


"Makasih banyak Danu, gak bakal gue hilaf lagi, Danu!" seru Kevin.


"Balik sana, lanjutin kerjaan lo!" usir Danu, enggan melihat Kevin lama lama di ruangan nya.


...---...


Langi siang yang teriak, menyinari alam semesta. Danu melanjut kan meeting, dengan beberapa partner kerja nya di sebuah restoran yang tampak sejuk dengan pendingin ruangan.


Sedangkan Arsandi, kini menjemput Layla di sekolah.


"Siang ka!" seru Layla, mendudukan diri nya di kursi belakang.


"Siang juga Nona. Nona jadi mau ke kantor paman Noval?" tanya Arsandi memastikan.


"Jadi ka, boleh kan sama ka Danu?" tanya Layla, dengan punggung menyandar pada sandaran kursi.


Layla membuka pintu jendela mobil, nampak dari kejauhan Mery berjalan kaki seorang diri masih di area sekolah.


"Ka, aku mau ajak Mery bareng kita pulang nya, gak apa kan?" tanya Layla dengan ragu.


"Tentu aja boleh Nona." jawab Arsandi, dalam hati mah girang banget.


'Akhir nya Nona pengertian juga. Mau ajak Mery pulang bareng kita.' batin Arsandi dengan hati senang.


"Mer, Mery!" seru Layla dengan twngan melambai dari jendela mobil.


"Kenapa La?" tanya Mery, setelah berdiri di depan pintu mobil dengan jendela yang terbuka.


Ceklek.


"Ayo masuk, kita pulang bareng! Kalo gak, lo temenin gue ke tempat ayah. Mau kan?" tawar Layla, membuka pintu mobil, mempersilakan Mery masuk.


"Apa nanti gak ngerepotin pak Arsandi?" tanya Mery, dengan melirik Arsandi lewat kaca spion mobil.


"Kaga lah, ka Ar malah seneng. Bisa nganterin lo pulang!" goda Layla. "Bukan gitu ka?" goda Layla lagi.


"Kita langsung jalan Nona?" tanya Arsandi, melirik ke arah Mery lewat kaca spion.


"Iya langsung jalan, gak pake lirik juga ka. Kan orang nya ada di depan mata, ajak ngomong lah! Gimana sih!" ledek Layla dengan tatapan meledek ke dua nya yang tampak salah tingkah.


"Kamu udah makan?" tanya Arsandi.


...🥀🥀🥀...


Bersambung...


Like dan komentar nya dong, 😅😅


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata...

__ADS_1


__ADS_2