Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Jalan yang berbeda


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Kita kembali pulang! Urusan saya udah beres di sini!" titah Tati yang sudah duduk di dalam mobil.


Mobil melesat meninggalkan pelataran parkir gedung pencakar langit milik Noval. Dengan hati Tati yang di liputi rasa kecewa, karena gak ketemu Noval.


"Kamu tau, si Noval itu sedang bersembunyi dari ku! Dia sengaja gak datang ke kantor pagi hari, buat apa coba! Buat gak ketemu dengan ku!" ucap Julia.


Selang beberapa jam, mobil yang di tumpangi Noval, kini terparkir cantik di depan pintu lobby utama gedung.


"Apa gak sebaik nya kita pulang aja Tuan?" tanya Jono, menoleh ke belakang, menatap Noval yang tengah memijat kening nya.


"Tidak perlu, aku masih ada pekerjaan yang harus di selesaikan hari ini juga!" seru Noval, tetap pada pendirian nya untuk masuk kantor.


"Baik lah Tuan, tapi jika Tuan merasa tidak enak badan, jangan di paksakannn untuk bekerja Tuan!" pesan Jono, tampak khawatir dengan keadaan sang Tuan.


"Kau itu batel seksi


"Kau tenang saja! Jika aku merasa tidak enak badan, aku akan memanggil mu!" ucap Noval, meyakinkan sang supir.


"Selamat bekerja Tuan!" seru pak Jono.


"I- itu Juni, mau apa juni malah berdiri di situ!"


Reina dan Ella langsung saling tatap, setelah melihat siapa yang baru aja datang memasuki lobby.


"Pagi pak!" seru Reina yang melangkah menghampiri sang bos.


"Pagi, apa ada yang mencari saya?" tanya Noval dengan suara tegas, namun terpancar lelah di wajah nya.


'"Iya Tuan, tadi ada beberapa orang mencari keberadaan Tuan, ada pula yang sekedar membuat janji temu dengan Tuan Noval." ucap Reina panjang kali lebar.


"Kau atur aja! Sisa nya serahkan pada asisten ku!" ucap Noval, berbalik badan hendak meninggalkan ruang lobby.


"Tunggu Tuan, tadi Nyonya Tati juga datang menanyakan keberadaan Tuan." cicit Reina melangkah menghampiri Noval.

__ADS_1


Noval mengerutkan kening nya. "Tati ke sini? Dengan Yanto?" tebak Noval.


"Tidak Tuan, Nyonya Tati datang seorang diri."


Noval memijat kepala nya sendiri. "Jika ada yang mencari ku, kabari aku dulu. Jangan langsung bilang ada! Mengerti!"


"Mengerti Tuan."


Noval mendudukkan diri nya di kursi kebesaran nya. "Mau apa lagi Tati ingin bertemu dengan ku? Seorang diri! Apa Yanto juga tau jika Tati ke sini?" gumam Noval dengan kepala penuh tanya.


Di langit yang terik, matahari menerangi sinar nya dengan ceria tanpa ada nya mendung.


"Gue duluan ya gays!" seru Nina.


"Tumben lo, mau ke mana? Biasa nya udah kaya anak itik, ngintilinnn Layla!" ledek Mery, menoleh Nina dan Deri secara bergantian.


"Ibu ngundang Nina untuk datang berkunjung ke rumah!" cicit Deri dengan menggaruk kepala nya yang gak gatal.


"Ciyeee calon camer! Wahahahhaha, abis lulus sekolah ini mah udah pasti langsung kawinnn, buat cucu ahahaha!" goda Mery.


"Udah gak usah di dengerin apa kata Nina, kan kalian tau sendiri gimana Nina kalo udah ngomong gitu!" ucap Layla yang kini beranjak dari duduk nya dengan tas di punggung.


"Mau ke mana La?" tanya Nina dengan menajamkan indra pendengaran nya, sementara Deri berdiri di samping Nina.


"Mau balik lah! Emang kalian gak cape masih betah gibah!" goda Layla dengan menahannn tawa nya, melangkah ke luar dari kelas.


"Eeeet bujuk, kita duluan yang mau pulang malah di duluin sama Layla gimana si yank!" protes Nina, mengadahkan wajah nya dengan bibir mengerucut.


"Gue juga balik lah, balik kantin dulu ahahah!" goda Mery yang berjalan ke luar kelas.


"Lo gak mau ikut gue ke kantin dulu La?" tanya Mery setelah menyamakan langkah kaki nya yang kini jalan beriringan menuruni anak tangga.


"Gak deh, gue masih kenyang. Lo aja yang ke kantin. Gue mau balik aja!" tolak Layla.


Sementara Nina dan Deri masih menuruni anak tangga. Layla dan Mery, memilih jalan yang berbeda karena tujuan mereka ber dua yang gak sejalan.

__ADS_1


"Daaaah La!" seru Mery, menatap Layla yang berjalan beda arah depan diri nya.


"Dah juga!" Layla melambaikan tangan kanan nya, sejenak menoleh ke belakang dengan ke dua kaki yang tetap melangkah.


Julia berseringai, mengawasi Layla yang tampak jelas dari pandangan. Dengan posisi nya sangat menguntungkan yakni, berdiri di depan dinding pembatas yang berada di depan kelas.


Julia mengirim pesan pada d Leo.


^^^"Target sudah melewati anak tangga!"^^^


Julia tampak melangkah cepat, ingin melihat Layla yang menjerittt saat di seret paksaaa oleh orang orang yang gak ia kenal.


Di dalam mobil, Leo dan satu rekan nya yang duduk di samping nya mengawasi yang tampak sangat dekat jarak nya dengan Layla.


Dengan tangan mengepalll, Poltak menggerutu. "Sekarang bos? Tunggu apa lagi bos! Jarak buruan sudah semakin dekat dengan umpan!" gerutu pria buncit berkepala botak. Geregetannn dengan Leo yang belum juga memberikan nya instruksi.


"Sabar bodohhh! Gue bakal pancing ini anak, biar jalan ke sini. Kesempatan itu yang jangan lo sia siain!" seru Leo, menurunkan kaca mobil nya.


"Nah itu dia, supir rese. Kurang jauh markir nya!" gerutu Layla. Berjalan tanpa curiga melewati mobil honda jazz yang di dalam nya ada Leo.


"Hai manis, kita ketemu lagi!" seru Leo setelah kaca mobil terbuka lebar.


"Gak kenal!" Layla menoleh sesaat, melanjutkan langkah nya, tujuan nya menghampiri mobil yang tengah menjemput nya. Mobil sedan mewah yang tepat berada di belakang honda jazz.


Sreek.


"Tolooong!" teriak Layla.


Bersambung...


...🥀🥀🥀...


Like dan komentar nya dong, 😅😅


Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dong.

__ADS_1


...Makasih para pembaca ku yang udah setia ku...


__ADS_2