
...🥀🥀🥀...
"Aku tidak perduli itu, yang harus kau tau... buat masakan yang lezat, enak dan pasti harus bergizi!" titah Danu, melewati koki Adi begitu aja.
Tanpa ragu Danu berjalan dan membuka lemari pendingin. Tangan nya sudah terulur untuk meraih sesuatu di dalam sana. Namun urung ia lakukan.
"Ada apa Tuan? Apa Tuan lupa ingin mengambil apa?" tanya koki Adi yang sejak tadi memperhatikan sang Tuan Muda.
'Jus strawberry ada asam, segar dan manis. Baik juga untuk kesuburan, itu saja lah!' pikir Danu.
Sementara Layla sendiri menunggu sang suami di dalam kamar. Sambil bermain game di ponsel pintar nya.
Kruuuk kruk krukkk.
Layla mengelusss perut nya yang masih rata, dengan cacing cacing yang udah mulai berdemo.
"Baru jam segini! Kenapa udah keroncongan? Untung aja gak ada ka Danu, bisa malu aku!" Layla menoleh ke arah pintu, tatapan nya penuh harap. Danu muncul di balik pintu yang tertutup rapat itu.
Layla membuang nafas nya dengan kasar, ketika apa yang di inginkan nya gak sesuai dengan kenyataan yang ada di depan mata nya.
"Kenapa lama sekali! Harus kan aku turun, lalu cari makan di bawah!" pikir Layla, menatap sejenak pada bagian inti nya yang ada di balik celana pendek sebatas lutut nya.
Layla menarikkk nafas nya dengan perlahan, sambil memejamkan ke dua mata.
'Bismilah gak sakit, masa cuma kaya gini aja, aku harus cengeng. Aku bisa!' batin Layla menyemangati diri nya sendiri.
Layla membuka ke dua mata nya, dengan perlahan menurunkan kaki kanan nya dari tempat tidur. Kembali ia merasakan perih, sakit di area inti nya yang bergesekannn.
"Awwwhhhh ihhhsss perih juga! Yuk bisa yuk!" pekik Layla, menyemangati diri nya kembali.
"Tinggal kaki kiri, kalo udah turun dari kasur. Tinggal berdiri, jalan ke dapur sebentar, bisa pilih deh makanan yang mau aku makan! Cus lah!" ucap Layla dengan semangat 45, senyum kembali terukir di bibir nya.
"Awwwhhhh huh pelan pelan!" ringis Layla, namun gak membuat tekad nya berhenti untuk menurunkan kaki kiri nya.
Pintu kamar di buka dari luar, bertepatan dengan Layla yang kini berdiri dan perlahan mengayunkan langkah kaki nya ke maju.
"Sayang, apa yang kamu lakukan?" tanya Danu dengan tergesa gesa, meletakkan ke dua gelas yang ia bawa di atas nakas.
__ADS_1
'Aduh tensin juga kalo di depan ka Danu bilang itu ku perih plus linu, pura pura baik baik aja lah.' batin Layla menelan saliva nya dengan sulit.
"Biar ku bantu!" tanpa izin lagi, Danu langsung menggendong Layla dengan ke dua tangan besar nya.
"Akkhhh! Aku bisa jalan sendiri ka!" tolak Layla dengan ke dua tangan memegang bahu Danu.
"Sssttttt, kamu kaya gini juga karena aku. Udah seharus nya aku tanggung jawab kan! Kamu mau ke mana lagi? Kamar mandi? Balkon? Atau butuh apa? Biar aku ambilkan!" cecar Danu, dengan berdiri di tempat. Gak tau tujuan Layla mau ke mana.
Tatapan Danu menjurus ke arah bagian inti Layla. 'Itu pasti sakit sekali, maaf ya sayang! Aku hilafff!' batin Danu dengan wajah menyesal.
Pipi Layla bersemu, merona bak kepiting rebus. Mendengar perkataan Danu.
"Buat apa tanggung jawab! Toh kita kan udah sah, mau tanggung jawab... gimana lagi coba!" cicit Layla dengan kepala yang tertunduk malu.
"Ya karena salah ku gak bisa mengontrol nafsuuu ku, membuat mu jadi begini!" terang Danu.
Kruuuk krukkk krukkkk.
Cacing dalam perut Layla kembali berdemo.
Danu melirik ke arah dua gelas jus strawberry yang ia buat tadi di dapur. Lalu membawa Layla menuju balkon.
"No! Aku udah buatin kamu jus, itu bisa untuk mengganjalll perut mu dulu."
"Tunggu di sini!" titah Danu setelah mendudukkan Layla di sofa.
Gak lama, Danu kembali dengan membawa dua gelas jus yang tadi ia bawa sebelom nya.
"Minum ini, ini sangat bagus untuk kesehatan, aku sendiri yang membuatkan nya untuk kita minum." Danu menyodorkan segelas jus yang ada di tangan kanan nya ke depan Layla.
"Jus tomat? A- aku gak suka jus tomat ka!" seru Layla dengan menatap hororrr gelas jus yang di sodorkan Danu pada nya.
"Bukan, ini jus strawberry. Enak kok sayang, seger banget rasa nya. Kamu pasti kalo udah coba, bakal nagihinnn, terus minta lagi di buatin!" cicit Danu dengan penuh percaya diri.
Danu meminum jus milik nya lebih dulu, merasakan segar nya sensasi jus strawberry buatan nya. Jakun nya bergerak naik turun, mengikuti setiap tenggak jus strawberry yang berhasil ia tenggak dan melewati tenggorokan nya.
Layla menggigit bibir bawah nya. 'Kaya nya enak.' menelan saliva nya, dengan air liyur yang hampir aja menetes, melihat Danu yang begitu menikmati jus buatan nya sendiri.
__ADS_1
Layla mencium aroma jus nya lebih dulu, sebelom ia meminum nya.
"Aaahhhh enak banget ka, mau lagi!" ucap Layla, langsung menghabiskan segelas jus yang Danu berikan pada nya. Menyeka bibir nya dengan lengan nya.
"Boleh, tapi biar aku obati dulu bibir bawah mu!" seru Danu dengan tatapan nakal nya, menatap ke arah inti Layla.
Layla mengikuti arah tatapan Danu, blussss pipi nya kembali merona. Dengan gerakan refleks, Layla menutupi bagian inti nya dengan ke dua tangan nya yang saling menindihhh.
"Aku bisa obatin sendiri! Mana obat nya! Sini berikan pada ku!" Layla menjulurkan tangan kanan nya ke depan Danu.
Danu benar benar mengoleskan obat yang ia bawa pada bibir Layla yang membengkakkk karena ulah nya.
Dengan duduk di atas tempat tidur, ke dua kaki Layla yang di buka lebar, Danu dengan perlahan, dan kehati hatian, dengan telaten nya pula. Mengolesi bibir bawah Layla yang bengkakkk dengan warna kemerahann, dengan krim yang ia bawa sebelom nya.
"Aku udah katakan, aku bisa sendiri! Aku bukan anak kecil!" protes Layla dengan suara pelan.
'Huaaaa malu banget kan jadi nya, seenak jidat nya ka Danu liet perabotannn bawah gue. Udah semalam di obrakkk abrikkk. Sekarang huuuaaaa di mana ini urat malu gue simpen?' batin Layla berteriak malu, jangan tanya lagi dengan pipi merona nya.
"Gak apa, wajar kan. Suami mengobati istri nya yang terluka." goda Danu.
"Au amat, luka yang di mana dulu! Kalo itu kan... aku yang malu sendiri! Gimana sih! Gak ngerti apa gak peka jadi cowok!" sungut Layla dengan bibir mengerucut, mengalihkan tatapan ke arah lain.
Tok tok tok.
"Waduh, ka ada yang ngetok pintu! Udah udah!" dengan wajah panik, Layla langsung mendorong bahu Danu.
Bugh.
"Awwhhhhhhh astagaaa!"
...🥀🥀🥀...
Bersambung...
...Kehaluan semata...
⭐⭐⭐⭐⭐ kalo mau update banyak 🤸🏼♀️🤸🏼♀️🤸🏼♀️🤸🏼♀️
__ADS_1