
Arka mengantar Abella pulang. Sebenarnya
Abella tidak enak jika diantar oleh Arka namun Arka memaksanya sehingga dia pun
menerimanya.
“Itu rumah kalian sendiri atau
kontrak?” Tanya Arka.
“Itu rumah kami pak, kebetulan
kakek saya membelikan rumah itu pada kami sebagai hadiah pernikahan.” Kata Abella.
“Oh begitu, suami kamu sekarang
dimana? Sedang dirumah ya?” Tanya Arka.
“Iya, kenapa?” Tanya Abella.
“Tidak apa-apa hanya bertanya
saja. Kalau begitu nanti aku sekalian saja menghampirinya.” Kata Arka.
“Iya pak, sebenarnya saya tidak
enak jika bapak mengantar saya pulang ke rumah apalagi dengan status saya yang
sudah berisitri dan suami saya adalah teman bapak. Bapak kan dosen saya di
kampus.” Kata Abella.
“Tidak usah sungkan, saya tidak
keberatan kok jika mengantarmu. Oh iya itu kotak apa? Kotak makan ya?” Tanya
Arka.
“Iya pak, tadi suami saya
membawakanku kotak makan tapi tidak saya makan karena bapak mengajak saya makan
siang bersama.” Kata Abella.
“Lain kali tidak usah membawa
bekal makan, dikantin kampus kita banyak sekali menu makan mulai dari makanan
rumahan sampai makanan cepat saji semua tersedia.” Kata Arka.
__ADS_1
“Hehe iya saya tau pak tapi saya
menghargai masakan suami saya.” Kata Abella.
“Memangnya yang memasak suamimu?”
Tanya Arka.
“Iya, suami saya yang memasak. Tapi
terkadang juga saya. Suami saya sangat pandai dalam mengurus urusan rumah
tangga makanya saya juga harus banyak belajar tentang urusan rumah tangga. Saya
sangat bangga memiliki suami siaga seperti mas Adriano.” Kata Abella.
“Karena kalian masih pengantin
baru, nanti setelah beberapa tahun menikah pasti kamu akan mengetahui semua
keburukan suamimu.” Kata Arka.
“Saya akan menerima semua
kelebihan maupun kekurangan suami saya dengan begitu saya tidak akan tertekan.”
Kata Abella.
teks dari suaminya.
“Maaf, aku ada penerbangan
mendadak. Aku pergi dulu ya, aku sudah menyiapkan makanan untukmu. Jaga dirimu
dengan baik dan tidak perlu menungguku. Aku akan mengabarimu setelah mendarat,
aku mencintaimu.”
“Ada apa? Pesan dari siapa?”
Tanya Arka.
“Suamiku ada penerbangan mendadak
pak. Yah hari ini aku sendirian dirumah.” Kata Abella.
“Aku bisa saja menemanimu dirumah
jika kamu takut sendirian. Lagipula sekarang sudah sore sebentar lagi malam. Kamu
__ADS_1
berani dirumah sendiri?” Tanya Arka.
“Tentu saja berani pak. Tidak
perlu repot-repot pak, saya berani kok dirumah saya sendiri.” Kata Abella.
“Tapi aku khawatir denganmu jika
sendiri dirumah.” Kata Arka.
“Ah kita sudah sampai pak, terima
kasih banyak pak atas tumpangannya. Saya permisi dulu.” Kata Abella.
“Tunggu sebentar, saya akan
mengecek rumahmu terlebih dahulu. Sekarang lagi musim pencurian soalnya. Kamu tunggu
diluar sebentar ya.” Kata Arka. Kemudian Arka masuk kedalam rumah Abella dan
dia mematikan sekring listrik rumah Abella.
“Abella tolong kemari sebentar.” Panggil
Arka.
“Iya pak, ada yang bisa saya
bantu?” Tanya Abella.
“Listrik dirumahmu padam. Apakah ada
pemadaman di kompleks rumahmu?” Tanya Arka.
“Tidak ada, aduh bagaimana ini.
Sebentar saya mau menelfon suami saya dulu.” Kata Abella.
“Tidak usah, aku bisa
memperbaikinya kok. Bisa kamu ambilkan air minum, aku sangat haus.” Kata Arka.
“Tunggu sebentar pak, maaf pak
saya merepotkan bapak lagi.” Kata Abella.
“Jangan berkata seperti itu, saya
sama sekali tidak keberatan kok dalam membantumu.” Kata Arka. Kemudian Arka
__ADS_1
memperbaiki listrik yang padam dirumah Abella.