Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 100


__ADS_3

Arka mengantar Abella pulang. Sebenarnya


Abella tidak enak jika diantar oleh Arka namun Arka memaksanya sehingga dia pun


menerimanya.


“Itu rumah kalian sendiri atau


kontrak?” Tanya Arka.


“Itu rumah kami pak, kebetulan


kakek saya membelikan rumah itu pada kami sebagai hadiah pernikahan.” Kata Abella.


“Oh begitu, suami kamu sekarang


dimana? Sedang dirumah ya?” Tanya Arka.


“Iya, kenapa?” Tanya Abella.


“Tidak apa-apa hanya bertanya


saja. Kalau begitu nanti aku sekalian saja menghampirinya.” Kata Arka.


“Iya pak, sebenarnya saya tidak


enak jika bapak mengantar saya pulang ke rumah apalagi dengan status saya yang


sudah berisitri dan suami saya adalah teman bapak. Bapak kan dosen saya di


kampus.” Kata Abella.


“Tidak usah sungkan, saya tidak


keberatan kok jika mengantarmu. Oh iya itu kotak apa? Kotak makan ya?” Tanya


Arka.


“Iya pak, tadi suami saya


membawakanku kotak makan tapi tidak saya makan karena bapak mengajak saya makan


siang bersama.” Kata Abella.


“Lain kali tidak usah membawa


bekal makan, dikantin kampus kita banyak sekali menu makan mulai dari makanan


rumahan sampai makanan cepat saji semua tersedia.” Kata Arka.

__ADS_1


“Hehe iya saya tau pak tapi saya


menghargai masakan suami saya.” Kata Abella.


“Memangnya yang memasak suamimu?”


Tanya Arka.


“Iya, suami saya yang memasak. Tapi


terkadang juga saya. Suami saya sangat pandai dalam mengurus urusan rumah


tangga makanya saya juga harus banyak belajar tentang urusan rumah tangga. Saya


sangat bangga memiliki suami siaga seperti mas Adriano.” Kata Abella.


“Karena kalian masih pengantin


baru, nanti setelah beberapa tahun menikah pasti kamu akan mengetahui semua


keburukan suamimu.” Kata Arka.


“Saya akan menerima semua


kelebihan maupun kekurangan suami saya dengan begitu saya tidak akan tertekan.”


Kata Abella.


teks dari suaminya.


“Maaf, aku ada penerbangan


mendadak. Aku pergi dulu ya, aku sudah menyiapkan makanan untukmu. Jaga dirimu


dengan baik dan tidak perlu menungguku. Aku akan mengabarimu setelah mendarat,


aku mencintaimu.”


“Ada apa? Pesan dari siapa?”


Tanya Arka.


“Suamiku ada penerbangan mendadak


pak. Yah hari ini aku sendirian dirumah.” Kata Abella.


“Aku bisa saja menemanimu dirumah


jika kamu takut sendirian. Lagipula sekarang sudah sore sebentar lagi malam. Kamu

__ADS_1


berani dirumah sendiri?” Tanya Arka.


“Tentu saja berani pak. Tidak


perlu repot-repot pak, saya berani kok dirumah saya sendiri.” Kata Abella.


“Tapi aku khawatir denganmu jika


sendiri dirumah.” Kata Arka.


“Ah kita sudah sampai pak, terima


kasih banyak pak atas tumpangannya. Saya permisi dulu.” Kata Abella.


“Tunggu sebentar, saya akan


mengecek rumahmu terlebih dahulu. Sekarang lagi musim pencurian soalnya. Kamu tunggu


diluar sebentar ya.” Kata Arka. Kemudian Arka masuk kedalam rumah Abella dan


dia mematikan sekring listrik rumah Abella.


“Abella tolong kemari sebentar.” Panggil


Arka.


“Iya pak, ada yang bisa saya


bantu?” Tanya Abella.


“Listrik dirumahmu padam. Apakah ada


pemadaman di kompleks rumahmu?” Tanya Arka.


“Tidak ada, aduh bagaimana ini.


Sebentar saya mau menelfon suami saya dulu.” Kata Abella.


“Tidak usah, aku bisa


memperbaikinya kok. Bisa kamu ambilkan air minum, aku sangat haus.” Kata Arka.


“Tunggu sebentar pak, maaf pak


saya merepotkan bapak lagi.” Kata Abella.


“Jangan berkata seperti itu, saya


sama sekali tidak keberatan kok dalam membantumu.” Kata Arka. Kemudian Arka

__ADS_1


memperbaiki listrik yang padam dirumah Abella.


__ADS_2