Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 54


__ADS_3

Adriano membawa


bubur tersebut kedalam kamar istrinya, kemudian dia membangunkan istrinya.


“Cepat bangun,


aku membuatkanmu bubur. Makanlah selagi hangat.” Kata Adriano sambil membuka


jendela kamar.


“Aduh kenapa


kamu membuka jendela kamarnya sih, silau sekali.” Kata Abella dengan kesal.


“Sudah siang,


cepat bangun.” Kata Adriano. Lalu Abella bangun dan dia berteriak saat dia


melihat ke arah cermin.


“Aaaaaaaaaa muka


ku. Jadi semalam aku tidur masih memakai riasan, pasti muncul jerawat setelah


ini. Kenapa aku bisa lupa tidak membersihkan muka ku terlebih dahulu.” Kata


Abella merengek.


“Kamu kan


langsung memelukku semalam.” Kata Adriano lirih sehingga Abella tidak mendengarnya.


“Aku mau mencuci


muka dulu.” Kata Abella lalu segera menuju ke toilet dalam kamarnya.


“Hei hei makan


dulu buburnya. Muka mu tidak akan rusak kok dan akan tetap berseri-seri. Hei


hei nanti saja, sekarang makanlah dulu.” Teriak Adriano namun Abella tidak


mendengarkannya.


“Astaga gagal


deh rencanaku.” Gerutu Adriano.


Kemudian Adriano


memakan bubur tersebut dengan kesal.


“Daripada aku


menunggu dia makan lebih baik aku makan saja, menyebalkan rencanaku gagal untuk


membuat dia memelukku huhu.” Gerutu Adriano sambil memakan bubur.

__ADS_1


**


Abella selesai


mandi sedangkan Adriano sedang menyiram tanaman.


“Biar aku yang


menyiram tanamannya.” Kata Abella.


“Tidak usah, aku


khawatir jika kamu yang menyiramnya nanti akan mati semua.” Kata Adriano.


“Astaga lihatlah


ucapanmu yang sangat kasar itu. Justru tanaman itu akan terlihat cantik jika


aku yang merawatnya.” Kata Abella.


“Justru aku


khawatir nanti tanaman ini akan kamu kasih masker, skincare dan makeup.” Kata


Adriano.


“Apa? Bercandamu


tidak lucu mas, biar aku yang menyiramnya.” Kata Abella.


“Baiklah, awas


Tanya Adriano.


“Tidak, kenapa


memangnya? Pasti kamu berharap aku sering sesak nafas kan?” Tanya Abella.


“Kamu selalu saja berpikiran buruk padaku. Tanaman ini


bagus bagi penderita sesak nafas, seringlah menghirup udara segar di pagi hari


jangan malah asyik tidur sambil bermalam-malasan.” Kata Adriano.


“Dari mana kamu


tau kalau tanaman ini bagus untuk penderita sesak nafas? Jadi kamu membeli


tanaman ini demi aku ya, wah baik sekali kamu mas padaku.” Kata Abella sambil tertawa.


“Aku membeli ini


demi kamu? Itu tidak mungkin. Jangan berharap ya, temanku memberikan tanaman


ini padaku. Lagipula untuk apa aku repot-repot membelinya hanya demi kamu,


padahal kamu tidak peduli padaku.” Kata Adriano.

__ADS_1


“Mana ada teman


yang memberikan tanaman sebanyak ini.” Bisik Abella, lalu dia masuk kedalam


rumah.


“Hei mau kemana


kamu?” Tanya Adriano.


“Aku mau pergi


dengan temanku, mobilnya aku pakai ya.” Kata Abella.


“Memangnya mau pergi kemana?” Tanya Adriano.


“Mau nonton film sama temanku.” Kata Abella.


“Aku mau ikut kalau begitu.” Kata Adriano.


“Apa? Kamu mau ikut? Tidak tidak, kamu tidak boleh ikut. Memangnya kamu


tidak malu sama teman-temanku? Bisa-bisa kamu mengganggu waktuku bersama


mereka. Lagipula mereka tidak satu frekuensi denganmu, kamu tidak akan


nyambung jika ngobrol dengan mereka karena generasi kita jauh berbeda, kamu


tidak malu bergabung bersama anak sekolah?” Kata Abella.


“Kalau begitu kamu tidak boleh pergi. Lagipula kedua temanmu itu kan sudah


mengenalku, aku yakin mereka bisa mengerti. Pokoknya aku akan ikut.” Kata


Adriano memaksa.


“Astaga mas, kamu bisa tidak mengerti aku. Pokoknya aku tidak mau kamu ikut


denganku.” Kata Abella.


“Aku tidak peduli, kamu tidak perlu memperdulikanmu. Aku hanya akan


mengikutimu saja dari belakang. Aku juga tidak keberatan jika kamu dan temanmu


tidak menganggapku.” Kata Adriano.


“Astaga, terserah kalau begitu. Tapi ingat aku tidak mau kamu mengacaukan


semua rencanaku bersama temanku.” Kata Abella.


 


 


Info :


Jangan lupa like nya ya teman-teman.

__ADS_1


Salam sehat semuanya, terima kasih.


__ADS_2