
Adriano membawa
bubur tersebut kedalam kamar istrinya, kemudian dia membangunkan istrinya.
“Cepat bangun,
aku membuatkanmu bubur. Makanlah selagi hangat.” Kata Adriano sambil membuka
jendela kamar.
“Aduh kenapa
kamu membuka jendela kamarnya sih, silau sekali.” Kata Abella dengan kesal.
“Sudah siang,
cepat bangun.” Kata Adriano. Lalu Abella bangun dan dia berteriak saat dia
melihat ke arah cermin.
“Aaaaaaaaaa muka
ku. Jadi semalam aku tidur masih memakai riasan, pasti muncul jerawat setelah
ini. Kenapa aku bisa lupa tidak membersihkan muka ku terlebih dahulu.” Kata
Abella merengek.
“Kamu kan
langsung memelukku semalam.” Kata Adriano lirih sehingga Abella tidak mendengarnya.
“Aku mau mencuci
muka dulu.” Kata Abella lalu segera menuju ke toilet dalam kamarnya.
“Hei hei makan
dulu buburnya. Muka mu tidak akan rusak kok dan akan tetap berseri-seri. Hei
hei nanti saja, sekarang makanlah dulu.” Teriak Adriano namun Abella tidak
mendengarkannya.
“Astaga gagal
deh rencanaku.” Gerutu Adriano.
Kemudian Adriano
memakan bubur tersebut dengan kesal.
“Daripada aku
menunggu dia makan lebih baik aku makan saja, menyebalkan rencanaku gagal untuk
membuat dia memelukku huhu.” Gerutu Adriano sambil memakan bubur.
__ADS_1
**
Abella selesai
mandi sedangkan Adriano sedang menyiram tanaman.
“Biar aku yang
menyiram tanamannya.” Kata Abella.
“Tidak usah, aku
khawatir jika kamu yang menyiramnya nanti akan mati semua.” Kata Adriano.
“Astaga lihatlah
ucapanmu yang sangat kasar itu. Justru tanaman itu akan terlihat cantik jika
aku yang merawatnya.” Kata Abella.
“Justru aku
khawatir nanti tanaman ini akan kamu kasih masker, skincare dan makeup.” Kata
Adriano.
“Apa? Bercandamu
tidak lucu mas, biar aku yang menyiramnya.” Kata Abella.
“Baiklah, awas
Tanya Adriano.
“Tidak, kenapa
memangnya? Pasti kamu berharap aku sering sesak nafas kan?” Tanya Abella.
“Kamu selalu saja berpikiran buruk padaku. Tanaman ini
bagus bagi penderita sesak nafas, seringlah menghirup udara segar di pagi hari
jangan malah asyik tidur sambil bermalam-malasan.” Kata Adriano.
“Dari mana kamu
tau kalau tanaman ini bagus untuk penderita sesak nafas? Jadi kamu membeli
tanaman ini demi aku ya, wah baik sekali kamu mas padaku.” Kata Abella sambil tertawa.
“Aku membeli ini
demi kamu? Itu tidak mungkin. Jangan berharap ya, temanku memberikan tanaman
ini padaku. Lagipula untuk apa aku repot-repot membelinya hanya demi kamu,
padahal kamu tidak peduli padaku.” Kata Adriano.
__ADS_1
“Mana ada teman
yang memberikan tanaman sebanyak ini.” Bisik Abella, lalu dia masuk kedalam
rumah.
“Hei mau kemana
kamu?” Tanya Adriano.
“Aku mau pergi
dengan temanku, mobilnya aku pakai ya.” Kata Abella.
“Memangnya mau pergi kemana?” Tanya Adriano.
“Mau nonton film sama temanku.” Kata Abella.
“Aku mau ikut kalau begitu.” Kata Adriano.
“Apa? Kamu mau ikut? Tidak tidak, kamu tidak boleh ikut. Memangnya kamu
tidak malu sama teman-temanku? Bisa-bisa kamu mengganggu waktuku bersama
mereka. Lagipula mereka tidak satu frekuensi denganmu, kamu tidak akan
nyambung jika ngobrol dengan mereka karena generasi kita jauh berbeda, kamu
tidak malu bergabung bersama anak sekolah?” Kata Abella.
“Kalau begitu kamu tidak boleh pergi. Lagipula kedua temanmu itu kan sudah
mengenalku, aku yakin mereka bisa mengerti. Pokoknya aku akan ikut.” Kata
Adriano memaksa.
“Astaga mas, kamu bisa tidak mengerti aku. Pokoknya aku tidak mau kamu ikut
denganku.” Kata Abella.
“Aku tidak peduli, kamu tidak perlu memperdulikanmu. Aku hanya akan
mengikutimu saja dari belakang. Aku juga tidak keberatan jika kamu dan temanmu
tidak menganggapku.” Kata Adriano.
“Astaga, terserah kalau begitu. Tapi ingat aku tidak mau kamu mengacaukan
semua rencanaku bersama temanku.” Kata Abella.
Info :
Jangan lupa like nya ya teman-teman.
__ADS_1
Salam sehat semuanya, terima kasih.