
Abela tersipu malu, begitu pula dengan Nando.
“Jadi hubungan kita sekarang apa pak?” Tanya Abela.
“Entahlah, aku juga tidak tau.” Kata Nando sambil menggandeng tangan Abela.
“Jangan sampai ada yang tau dengan hubungan kita berdua ya pak.” Kata Abela.
“Iya cinta.” Bisik Nando.
“Bapak membuatku tersipu malu saja.” Kata Abela sambil tersenyum.
“Kamu sangat menggemaskan, sudah lama aku ingin sekali mencubit pipimu.” Kata Nando sambil mencubit pipi Abela.
“Jangan berisik pak, nanti ada yang mendengar.” Bisik Abela.
“Kamu sangat menggemaskan.” Kata Nando lalu mencium Abela kembali, namun tiba-tiba ponsel Abela berdering.
“Ada telfon sayang, nanti kita lanjutkan kembali ya. Aku kembali dulu ke ruanganku ya sayang.” Kata Abela.
**
Sepulang kerja, Nando mengantar Abela pulang.
“Jangan mengantarku pak, nanti kalau ada yang melihat kita bagaimana?” Tanya Abela.
“Jangan khawatir, kantor sudah sepi.” Kata Nando.
“Kalau saat di kantor tolong jangan sering melirikku, kamu tau sendiri kan seperti apa si Arum dan Stella. Mereka itu sedang mencurigaiku, mereka menuduhku menggoda kamu. Itu membuatku sangat kesal.” Kata Abela.
“Jangan pedulikan ucapan mereka, semakin kamu peduli dengan ucapan mereka justru kamu akan stres sendiri.” Kata Nando.
“Makanya kita harus pintar dalam menutupi hubungan kita berdua.” Kata Abela.
“Besok kamu jadi cuti tidak?” Tanya Nando.
“Aku tidak tau, menurutmu bagaimana?” Tanya Abela.
“Nanti saja saat akhir tahun, kita berlibur bersama Darel ke luar negeri. Aku dengar Darel sangat ingin pergi ke luar negeri.” Kata Nando.
“Baiklah, aku setuju. Sayang, aku haus.” Kata Abela sangat manja.
“Ini minumlah.” Kata Nando.
__ADS_1
Abela berpura-pura tidak bisa membuka tutup botol minuman tersebut.
“Aduh kenapa tutup botolnya tidak bisa dibuka ya, aduh susah sekali bagaimana ini.” Kata Abela sambil memanyunkan bibirnya.
“Hmmmm padahal biasanya bisa membuka sendiri, sini berikan padaku.” Kata Nando.
“Terima kasih sayang, kamu sangat peka. Aku memang sengaja kok, karena sejatinya seorang wanita itu sangat senang jika dimanja oleh kekasihnya.” Kata Abela.
“Ini cepat minumlah.” Kata Nando.
“Terima kasih.” Kata Abela.
Kemudian Abela menelfon Darel.
“Hallo Darel.” Kata Abela.
“Mama kapan pulang?” Tanya Darel.
“Ini mama baru saja keluar kantor. Darel sedang apa?” Tanya Abela.
“Darel sedang menggambar ma, mama cepat pulang ya.” Kata Darel.
“Iya, Darel sudah makan malam belum?” Tanya Abela.
“Belum ma, aku mau makan malam sama mama saja.” Kata Darel.
“Aku mau makan pizza ma.” Kata Darel.
“Hmmm baiklah kalau begitu, nanti mama belikan pizaa untuk Darel.” Kata Abela.
**
Setibanya dirumah Abela.
“Aku turun dulu ya sayang, sampai jumpa besok. Terima kasih untuk hari ini.” Kata Abela.
“Tunggu sebentar, ini untuk Darel.” Kata Nando memberikan sesuatu kepada Darel.
“Apa ini?” Tanya Abela.
“Aku membeli baju untuk Darel, semoga dia menyukainya dan ukurannya juga sesuai.” Kata Nando.
“Wah terima kasih banyak, Darel pasti sangat menyukainya kok.” Kata Abela.
__ADS_1
“Kalau hanya terima kasih saja sudah biasa, aku mau yang lain.” Kata Nando seperti anak kecil.
“Astaga, kamu mau nya apa sih sayang?” Tanya Abela.
“Duduklah sebentar disini.” Kata Nando menyuruh Abela duduk di pangkuannya.
“Astaga, malu sayang nanti kalau dilihat orang bagaimana?” Tanya Abela.
“Tidak ada yang melihat, ayolah cepat duduklah disini sebentar.” Kata Nando.
“Hmmmm kamu bisa saja deh.” Kata Abela, dia pun duduk di pangkuan Nando. Nando menggelitik perut Abela.
“Ah ah geli sayang, lepaskan tanganmu ah ah ah.” Teriak Abela.
“Aku sangat senang hari ini akhirnya aku bisa memilikimu.” Kata Nando.
“Jangan pernah tinggalkan aku, aku sangat takut kehilangan orang yang aku sayangi.” Kata Abela.
“Tidak akan, secepatnya aku akan menikahimu.” Kata Nando sambil memeluk erat Abela.
“Jangan dulu sayang, biarlah kita menjalani hari-hari ini layaknya pasangan kekasih seperti anak muda. Beri aku waktu untuk siap menikah kembali yang kedua kalinya dan yang terakhir kalinya denganmu.” Kata Abela.
“Jangan ragu terhadapku, aku tulus kepadamu.” Kata Nando.
“Aku mengerti ketulusanmu, tapi aku juga butuh waktu, menikah tidak semudah itu sayang.” Kata Abela.
“Aku akan menunggumu sampai kamu benar-benar siap menerimaku.” Kata Nando sambil memeluk erat Abela di pangkuannya.
“Aku masuk kedalam rumah dulu ya, Darel pasti menungguku.” Kata Abela.
“Baiklah, salam untuk Darel ya. Besok aku ingin makan malam dengan kalian tapi aku ingin makan makanan buatanmu.” Kata Nando.
“Iya sayang, aku masuk dulu.” Kata Abela.
Abela kemudian segera masuk kedalam rumah, tiba-tiba Adriano datang.
“Abela.” Kata Adriano.
“Untuk apa lagi kamu datang kesini?” Tanya Abela.
“Bukakan pintunya, aku ingin bertemu dengan Darel.” Kata Adriano.
“Ini sudah malam, besok saja.” Kata Abela.
“Aku ayahnya jadi aku berhak menemui Darel, dia pasti sendirian kan dirumah. Kamu justru bermesraan dengan laki-laki lain, bagaimana jika Darel melihatnya? Pasti dia akan menganggapmu sebagai ibu yang tidak baik.” Kata Adriano.
Akhirnya Abela pun membukakan pintu untuk Adriano.
__ADS_1