
Ternyata yang membungkam Adriano
adalah Aira. Setelah itu Aira segera membawa Adriano ke sebuah rumah kosong.
Disana banyak orang suruhan Marcelo yang akan menjaga Adriano dengan sangat
ketat.
“Biarkan dia bangun lalu
singkirkan dia untuk selamanya.” Kata Aira.
“Terima kasih ma karena telah
membantuku.” Kata Marcelo.
“Dia telah menghalangi jalan
anakku, gara-gara keberadaanmu, anakku kesusahan selama ini. Saatnya kamu
menghilang dari dunia ini dan biarkan anakku yang akan menggantikanmu.” Kata
Aira.
Kemudian Marcelo menghapus tato
miliknya agar dia terlihat sangat mirip dengan Adriano. Bahkan Marcelo melukai
tubuhnya agar mirip dengan bekas luka milik Adriano.
“Bagaimana ma apakah aku sudah
terlihat mirip dengan Adriano?” Tanya Marcelo.
“Sudah sayang.” Kata Aira.
Tidak lama kemudian, Adriano
terbangun. Dia kaget karena kaki dan tangannya terikat, dia juga kaget melihat
Marcelo dan Aira di depannya. Adriano berusaha melepas ikatannya namun tidak
bisa.
“Jangan banyak bergerak, nanti
kamu kesakitan.” Kata Aira.
“Bahagia rasanya melihatmu
menderita seperti ini. Saatnya pulang untuk menemui istri dan anakku haha.
Istrimu tidak akan curiga karena Marcelo sudah kembali ke Singapore dan dia
pasti menganggap bahwa aku adalah suaminya haha. Kamu tidak akan bisa melarikan
diri dari sini jadi percuma semua usahamu akan sia-sia. Oh ya satu hal lagi
kamu tidak perlu khawatir dengan pekerjaanmu karena tentu saja aku bisa
menggantikanmu. Selamat tinggal Adriano. Ayo kita pergi dari sini ma.” Kata
Marcelo.
“Iya, cepat temui anak dan
istrimu.” Kata Aira.
Adriano menangis namun dia tidak
bisa melakukan apapun, sedangkan Marcelo pergi ke rumah Adriano untuk bertemu
__ADS_1
dengan Abella dan Darel.
**
Dirumah Abella. Marcelo menyamar
sebagai Adriano. (author akan memakai nama Adriano palsu ya, Adriano palsu :
Marcelo).
“Kok baru datang mas? Kenapa lama
sekali sih?” Tanya Abella.
“Maaf sayang, tadi aku makan dulu
sama dia. Lalu dijalan juga sangat macet. Aku lelah sekali sayang.” Kata Adriano
palsu.
“Gantian kamu jagain Darel mas.”
Kata Abella.
“Iya iya, sayang ada yang ingin
aku bicarakan denganmu.” Kata Adriano palsu.
“Nanti ya, aku mau makan dulu.
Tolong kamu jaga Darel.” Kata Abella.
“Ok, aku masuk kamar dulu ya
sayang.” Kata Adriano palsu sambil memeluk Abella.
Abella sama sekali tidak curiga
dengan Adriano palsu. Setelah makan dia kembali ke kamarnya.
Tanya Abella.
“Sudah sayang.” Kata Adriano
palsu.
“Duduklah sayang, ada yang ingin
aku bicarakan denganmu.” Kata Adriano palsu.
“Ada apa sih memangnya?” Tanya
Abella.
“Sayang, bagaimana kalau kita
memiliki anak lagi? Darel kan sudah cukup besar.” Kata Adriano palsu.
“Apa? Darel baru usia 10 bulan
sayang. Aku tidak mau mas.” Kata Abella.
“Ayolah sayang, lagipula usiaku
sudah 30 tahun ke atas. Aku ingin memiliki anak lagi sayang untuk penerusku
kelak. Tidak baik loh menolak permintaan suami.” Kata Adriano palsu.
“Terserah kamu mau beralasan apa,
aku tetap tidak mau. Tunggu sampai usia Darel sudah berumur 3 atau 4 tahun.
__ADS_1
Lagipula repot mas kalau harus mengurus 2 bayi sekaligus yang jaraknya hanya
selang beberapa bulan saja.” Kata Abella.
“Kelamaan sayang kalau menunggu
Darel usia 3 tahun. Lagipula aku juga membantu menjaga anakku kan. Mau ya
sayang.” Kata Adriano palsu.
“Jawabanku tetap tidak mau,
minggir aku mau tidur dulu. Tidak biasanya kamu memaksaku seperti ini mas.”
Kata Abella.
“Berarti Adriano tidak pernah
memaksa Abella dong, kenapa juga dia sangat menurut dengan istrinya.” Kata
Adriano palsu dalam hati.
**
Keesokan paginya.
Adriano palsu masih berusaha
untuk membujuk Abella agar bersedia memiliki anak lagi. Namun Abela tetap tidak
mau.
“Sayang bagaimana?” Tanya Adriano
palsu.
“Bagaimana apanya?” Tanya balik
Abella.
“Ayo kita punya anak lagi.” Kata
Adriano palsu.
“Harus berapa kali aku bilang
padamu, aku tidak mau mas. Tolong jangan paksa aku.” Kata Abella.
“Memangnya
kenapa sih kok kamu tidak mau?” Tanya Adriano palsu.
“Aku tidak mau
direpotkan dengan hadirnya bayi lagi mas, lagipula aku masih merasa sedikit
trauma saat proses melahirkan Darel, rasanya sangat sakit mas. Tolong beri aku
jeda waktu.” Kata Abella.
“Lah kan itu
memang tugas seorang ibu untuk melahirkan. Ayolah sayang.” Kata Adriano palsu.
“Kamu aneh
banget ya sekarang, kamu memaksaku seperti ini. Aku kecewa denganmu, kamu
sangat egois.” Kata Abella.
“Sialan, dasar
__ADS_1
kurang ajar. Lihat saja nanti, aku akan berusaha agar kamu hamil anakku.” Kata
Adriano palsu dalam hati.