Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 138


__ADS_3

Ternyata yang membungkam Adriano


adalah Aira. Setelah itu Aira segera membawa Adriano ke sebuah rumah kosong.


Disana banyak orang suruhan Marcelo yang akan menjaga Adriano dengan sangat


ketat.


“Biarkan dia bangun lalu


singkirkan dia untuk selamanya.” Kata Aira.


“Terima kasih ma karena telah


membantuku.” Kata Marcelo.


“Dia telah menghalangi jalan


anakku, gara-gara keberadaanmu, anakku kesusahan selama ini. Saatnya kamu


menghilang dari dunia ini dan biarkan anakku yang akan menggantikanmu.” Kata


Aira.


Kemudian Marcelo menghapus tato


miliknya agar dia terlihat sangat mirip dengan Adriano. Bahkan Marcelo melukai


tubuhnya agar mirip dengan bekas luka milik Adriano.


“Bagaimana ma apakah aku sudah


terlihat mirip dengan Adriano?” Tanya Marcelo.


“Sudah sayang.” Kata Aira.


Tidak lama kemudian, Adriano


terbangun. Dia kaget karena kaki dan tangannya terikat, dia juga kaget melihat


Marcelo dan Aira di depannya. Adriano berusaha melepas ikatannya namun tidak


bisa.


“Jangan banyak bergerak, nanti


kamu kesakitan.” Kata Aira.


“Bahagia rasanya melihatmu


menderita seperti ini. Saatnya pulang untuk menemui istri dan anakku haha.


Istrimu tidak akan curiga karena Marcelo sudah kembali ke Singapore dan dia


pasti menganggap bahwa aku adalah suaminya haha. Kamu tidak akan bisa melarikan


diri dari sini jadi percuma semua usahamu akan sia-sia. Oh ya satu hal lagi


kamu tidak perlu khawatir dengan pekerjaanmu karena tentu saja aku bisa


menggantikanmu. Selamat tinggal Adriano. Ayo kita pergi dari sini ma.” Kata


Marcelo.


“Iya, cepat temui anak dan


istrimu.” Kata Aira.


Adriano menangis namun dia tidak


bisa melakukan apapun, sedangkan Marcelo pergi ke rumah Adriano untuk bertemu

__ADS_1


dengan Abella dan Darel.


**


Dirumah Abella. Marcelo menyamar


sebagai Adriano. (author akan memakai nama Adriano palsu ya, Adriano palsu :


Marcelo).


“Kok baru datang mas? Kenapa lama


sekali sih?” Tanya Abella.


“Maaf sayang, tadi aku makan dulu


sama dia. Lalu dijalan juga sangat macet. Aku lelah sekali sayang.” Kata Adriano


palsu.


“Gantian kamu jagain Darel mas.”


Kata Abella.


“Iya iya, sayang ada yang ingin


aku bicarakan denganmu.” Kata Adriano palsu.


“Nanti ya, aku mau makan dulu.


Tolong kamu jaga Darel.” Kata Abella.


“Ok, aku masuk kamar dulu ya


sayang.” Kata Adriano palsu sambil memeluk Abella.


Abella sama sekali tidak curiga


dengan Adriano palsu. Setelah makan dia kembali ke kamarnya.


Tanya Abella.


“Sudah sayang.” Kata Adriano


palsu.


“Duduklah sayang, ada yang ingin


aku bicarakan denganmu.” Kata Adriano palsu.


“Ada apa sih memangnya?” Tanya


Abella.


“Sayang, bagaimana kalau kita


memiliki anak lagi? Darel kan sudah cukup besar.” Kata Adriano palsu.


“Apa? Darel baru usia 10 bulan


sayang. Aku tidak mau mas.” Kata Abella.


“Ayolah sayang, lagipula usiaku


sudah 30 tahun ke atas. Aku ingin memiliki anak lagi sayang untuk penerusku


kelak. Tidak baik loh menolak permintaan suami.” Kata Adriano palsu.


“Terserah kamu mau beralasan apa,


aku tetap tidak mau. Tunggu sampai usia Darel sudah berumur 3 atau 4 tahun.

__ADS_1


Lagipula repot mas kalau harus mengurus 2 bayi sekaligus yang jaraknya hanya


selang beberapa bulan saja.” Kata Abella.


“Kelamaan sayang kalau menunggu


Darel usia 3 tahun. Lagipula aku juga membantu menjaga anakku kan. Mau ya


sayang.” Kata Adriano palsu.


“Jawabanku tetap tidak mau,


minggir aku mau tidur dulu. Tidak biasanya kamu memaksaku seperti ini mas.”


Kata Abella.


“Berarti Adriano tidak pernah


memaksa Abella dong, kenapa juga dia sangat menurut dengan istrinya.” Kata


Adriano palsu dalam hati.


**


Keesokan paginya.


Adriano palsu masih berusaha


untuk membujuk Abella agar bersedia memiliki anak lagi. Namun Abela tetap tidak


mau.


“Sayang bagaimana?” Tanya Adriano


palsu.


“Bagaimana apanya?” Tanya balik


Abella.


“Ayo kita punya anak lagi.” Kata


Adriano palsu.


“Harus berapa kali aku bilang


padamu, aku tidak mau mas. Tolong jangan paksa aku.” Kata Abella.


“Memangnya


kenapa sih kok kamu tidak mau?” Tanya Adriano palsu.


“Aku tidak mau


direpotkan dengan hadirnya bayi lagi mas, lagipula aku masih merasa sedikit


trauma saat proses melahirkan Darel, rasanya sangat sakit mas. Tolong beri aku


jeda waktu.” Kata Abella.


“Lah kan itu


memang tugas seorang ibu untuk melahirkan. Ayolah sayang.” Kata Adriano palsu.


“Kamu aneh


banget ya sekarang, kamu memaksaku seperti ini. Aku kecewa denganmu, kamu


sangat egois.” Kata Abella.


“Sialan, dasar

__ADS_1


kurang ajar. Lihat saja nanti, aku akan berusaha agar kamu hamil anakku.” Kata


Adriano palsu dalam hati.


__ADS_2