
Abela dan Nando sedang makan malam bersama.
“Bagaimana tadi si Adriano? Apakah dia berbuat jahat kepadamu?” Tanya Nando.
“Tidak kok, kenapa dia bisa ada disitu ya?” Tanya Abela.
“Dia tinggal di apartemen milikku.” Kata Nando.
“Apa? Kenapa kamu mengijinkannya? Seharusnya kamu mengusirnya.” Kata Abela kesal.
“Aku juga baru tau, jika aku tau pasti aku tidak akan mengijinkan dia tinggal disitu. Jangan khawatir, aku akan membuat dia keluar dari apartemenku. Oh iya besok ada pesta di apartemenku, aku juga akan mengenalkanmu kepada beberapa kenalanku, kamu bisa datang kan?” Tanya Nando.
“Aku pasti akan datang kok.” Kata Abela.
“Terima kasih sayang.” Kata Nando.
“Sebentar ya sayang, Darel menelfonku.” Kata Abela.
“Oh pasti dia menanyakan kapan kamu pulang.” Kata Nando.
“Kok kamu tau? Darel menelfonmu ya?” Tanya Abela.
“Tadi dia mengirim pesan kepadaku.” Kata Nando.
“Ciye semakin dekat saja kalian berdua.” Goda Abela.
__ADS_1
**
Abela sedang bersiap-siap untuk menghadiri acara pesta di apartemen Nando, dia menunggu jemputan Nando.
“Mama.” Panggil Darel.
“Hei, mama mau menghadiri acara di tempat kerjanya om Nando sayang, Darel di hotel saja ya sama oma.” Kata Abela.
“Akhirnya mama sama om Nando bersama terus, aku bahagia melihatnya.” Goda Darel.
“Hahahaha, memangnya Darel bisa menerima om Nando?” Tanya Abela.
“Tentu saja, om Nando baik padaku dan perhatian padaku, dia juga tidak pernah membuat mama sedih. Aku suka sama om Nando ma.” Kata Darel.
“Mama juga bahagia kalau melihat Darel bisa dekat dan menerima om Nando. Oh iya Darel tidak ingin bertemu dengan papa Adriano ya?” Tanya Abela.
“Tidak mau ma, Darel takut sama papa. Sepertinya papa melupakan Darel dan lebih menyayangi adik bayi.” Kata Darel, Abela pun memeluknya.
“Kenapa mama baik sama papa? Kenapa mama selalu menyuruh Darel untuk mendoakan papa padahal papa jahat sama mama.” Kata Darel.
“Kita tidak boleh membalas keburukan orang lain dengan keburukan sayang, semakin kita membencinya maka hidup kita pasti tidak akan bisa bahagia. Papa memang menyakiti hati mama, tapi papa kamu tidak akan pernah menyakiti anaknya yaitu kamu. Jika papa kamu menyakitimu, mama akan bertindak. Biarlah Tuhan yang membalas semuanya, yang penting sekarang kita fokus saja sama kita ya, kebahagiaan Darel adalah yang paling utama untuk mama, meskipun nantinya Darel tidak menyukai om Nando, mama juga tidak akan melanjutkan hubungan maam dan om Nando.” Kata Abela.
“Jangan ma, om Nando kan sangat mencintai mama.” Kata Darel.
“Kamu tau apa tentang cinta?” Tanya Abela.
“Tentu saja tau, setiap kali mama bersama om Nando pasti tertawa berdua, om Nando juga tidak pernah membuat mama bersedih kan meskipun kemarin kita tidak bertemu dengan om Nando selama satu tahun tapi om Nando tidak marah sama mama, dia sangat perhatian padaku ma.” Kata Darel.
“Hahahahaha iya-iya, sepertinya om Nando sudah datang. Mama pergi dulu ya, Darel sama oma ya disini.” Kata Abela.
__ADS_1
Namun Darel justru berlari menemui Nando, dia membukakan pintunya untuk Nando lalu memeluknya.
“Om Nando.” Kata Darel sambil memeluk Nando.
“Darel turun nak, kasihan om Nando baru juga datang kamu malah nemplok seperti itu.” Kata Abela.
“Aku berat ya om? Ciye om Nando malam ini ganteng sekali, aku juga ingin potong rambut seperti om Nando. Om Nando potong rambut dimana?” Tanya Darel.
“Bagaimana kalau kita kembaran gaya rambut?” Tanya Nando.
“Setuju, boleh kan ma aku potong rambut seperti om Nando?” Tanya Darel.
“Iya boleh, turun nak. Mama harus pergi sekarang.” Kata Abela.
“Darel kan masih kangen sama om Nando ma.” Kata Darel sambil memeluk erat Nando.
“Bagaimana penampilan om Nando? Bagus tidak?” Tanya Nando.
“Om Nando ganteng sekali pasti mamaku semakin jatuh cinta sama om Nando.” Kata Darel dengan polosnya.
“Yes, berarti om Nando berhasil memikat mama kamu.” Kata Nando.
“Darel kamu bicara apa sih? Cepat turun sayang, mama aku berangkat sekarang.” Kata Abela.
Lalu Antika menghampiri mereka.
“Darel turun nak, Darel sama oma ya malam ini, biarkan mamamu pergi berkencan sama om Nando.” Kata Antika.
“Tolong jaga mamaku ya om.” Kata Darel.
__ADS_1
“Siap tuan muda.” Kata Nando.
Kemudian Abela dan Nando pun pergi berdua menuju apartemen tempat pesta berlangsung.