Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Season 2 Episode 2


__ADS_3

Abela tiba


ditempat kerjanya. Dia berteman dekat dengan dua orang yang juga seorang istri


dan ibu muda. Mereka adalah Arum dan Stella. Arum seorang ibu juga namun sudah


berusia 48 tahun, dia seorang penulis naskah di stasiun radio tersebut


sedangkan Stella baru dua tahun menikah dan seorang sekretaris serta admin umum


di stasiun radio tersebut, ada juga Rian yaitu produser di stasiun radio


tersebut yang juga teman kuliah Adriano namun tidak terlalu dekat. Setiap harinya


baik Abela, Arum dan Stella selalu bersama-sama. Jam istirahat, mereka bertiga


kemudian pergi ke kantin untuk makan siang bersama.


“Hebat sekali


kamu saat membawakan radio hari ini, saudaraku sangat ngefans dengan caramu


membawakan radio.” Kata Stella.


“Benarkah? Wah


ini semua berkat teks dari bu Arum.” Kata Abela.


“Kita bertiga


ini sama-sama memiliki peran penting, aku penulisnya, Stella menyiapkan segala


keperluan dan Abela yang membawakannya dengan sangat baik. Aku sangat suka


dengan tim kita ya meskipun kalian seperti anakku karena usia kita berbeda


cukup jauh hahaha.” Kata Arum.


“Justru aku


sangat senang bisa satu tim dengan bu Arum dan Stella.” Kata Abela.


“Padahal aku


anak baru disini tapi aku sangat nyaman dan aku merasa tim kita sangat kompak. Aku


juga banyak belajar dari bu Arum dan mbak Abela.” Kata Stella.


“Panggil aku


Abela saja, kita hanya berbeda usia tiga tahun saja loh.” Kata Abela.


“Aku sangat


menghormatimu mbak. Aku kesal sekali dengan suamiku hari ini.” Kata Stella.


“Kamu baru


menikah dua tahun yang lalu, hal seperti itu pasti sangat umum terjadi.” Kata Arum.


“Apalagi kamu


belum memiliki seorang anak, lebih baik jangan menunda memiliki anak, apalagi suamimu


jauh lebuh muda lagi.” Kata Abela.


“Suamimu


seorang pegawai bank ya? Disana pasti banyak wanita cantik jadi beri perhatian

__ADS_1


lebih untuk suamimu.” Kata Arum.


“Iya sih, aku


belum siap memiliki anak sedangkan suami dan keluarganya selalu saja memaksaku.


Aku masih ingin berkarir.” Kata Stella.


“Sampai kapan


kamu akan menundanya? Aku bahkan bisa membagi waktuku antara kerja dan urusan


suami dan anakku.” Kata Abela.


“Kamu berbeda


denganku, kamu memang sosok wanita yang luar biasa. Apalagi suamimu sangat romantic


dan memanjakanmu. Aku jadi sangat iri denganmu.” Kata Stella.


“Syukurlah,


padahal dulu aku tidak menyukainya tapi dia tulus padaku dan benar-benar peduli


padaku.” Kata Abela.


“Semakin


bertambah usia pasti akan semakin banyak cobaan yang kita hadapi.” Kata Arum.


“Oh iya aku


dengar anak pertama bu Arum saat ini sedang kuliah ya?” Tanya Abela.


“Iya, dia


sedang menjalani masa-masa menjadi mahasiswa. Dia sangat senang dengan


“Bu Arum dan


suami ibu pasti bangga dengan anak pertama bu Arum. Suami bu Arum bekerja sebagai


apa?” Tanya Stella.


“Sebagai


pengacara, makanya anak pertamaku ingin kuliah jurusan hukum dan dia berhasil


menjadi mahasiswa jurusan hukum.” Kata Arum.


“Sudah jam 1


siang, kita harus segera kembali.” Kata Abela.


“Nanti kita


jadi makan malam bersama dengan pak Rian tidak?” Tanya Stella.


“Aku takut mau


bertanya kembali padanya, dia sangat dingin jadi membuatku takut.” Kata Abela.


“Sepertinya


tidak jadi, lagipula nanti aku tidak bisa ikut karena mau makan malam diluar


dengan keluargaku untuk merayakan ulang tahun anakku yang kedua.” Kata Arum.


“Wah pasti

__ADS_1


seru, kelas berapa anak bu Arum yang kedua?” Tanya Stella.


“Kelas 6 SD. Usia


anakku yang pertama dan terakhir memang cukup jauh.” Kata Arum.


“Kalian


masuklah terlebih dahulu, nenekku menelfonku.” Kata Abella.


Kemudian Abella


menerima telfon dari neneknya.


“Iya nek, ada


apa? Darel sudah menghubungi nenek belum?” Tanya Abela.


“Darel dirumah


nenek sekarang, kamu pulang jam berapa?” Tanya nenek.


“Tadi mas


Adriano yang mengantarku nek, nanti biar mas Adriano yang menjemput Darel, aku


bisa pulang dengan temanku.” Kata Abela.


“Pulang jam


berapa?” Tanya nenek.


“Pulang jam 4


sore nek.” Kata Abela.


“Baiklah,


nenek mau keluar dulu dengan Darel dan kakekmu.” Kata nenek.


“Mau pergi


kemana nek?” Tanya Abela.


“Mau pergi ke


retoran untuk makan siang, kamu sudah makan siang kan?” Tanya nenek.


“Sudah


barusan, oh iya nek Darel tidak boleh meminum minuman dingin apalagi es karena


dia baru saja sembuh sakit flu.” Kata Abela.


“Iya jangan


khawatir, dia saja tadi menolak es krim buatan nenek katanya dia dalam masa


pemulihan.” Kata nenek.


“Hehe ok nek,


aku tutup dulu ya nek telfonnya karena aku harus kembali bekerja.” Kata Abela.


Pemeran Stella



Pemeran Bu Arum

__ADS_1



__ADS_2