
Abela tiba
ditempat kerjanya. Dia berteman dekat dengan dua orang yang juga seorang istri
dan ibu muda. Mereka adalah Arum dan Stella. Arum seorang ibu juga namun sudah
berusia 48 tahun, dia seorang penulis naskah di stasiun radio tersebut
sedangkan Stella baru dua tahun menikah dan seorang sekretaris serta admin umum
di stasiun radio tersebut, ada juga Rian yaitu produser di stasiun radio
tersebut yang juga teman kuliah Adriano namun tidak terlalu dekat. Setiap harinya
baik Abela, Arum dan Stella selalu bersama-sama. Jam istirahat, mereka bertiga
kemudian pergi ke kantin untuk makan siang bersama.
“Hebat sekali
kamu saat membawakan radio hari ini, saudaraku sangat ngefans dengan caramu
membawakan radio.” Kata Stella.
“Benarkah? Wah
ini semua berkat teks dari bu Arum.” Kata Abela.
“Kita bertiga
ini sama-sama memiliki peran penting, aku penulisnya, Stella menyiapkan segala
keperluan dan Abela yang membawakannya dengan sangat baik. Aku sangat suka
dengan tim kita ya meskipun kalian seperti anakku karena usia kita berbeda
cukup jauh hahaha.” Kata Arum.
“Justru aku
sangat senang bisa satu tim dengan bu Arum dan Stella.” Kata Abela.
“Padahal aku
anak baru disini tapi aku sangat nyaman dan aku merasa tim kita sangat kompak. Aku
juga banyak belajar dari bu Arum dan mbak Abela.” Kata Stella.
“Panggil aku
Abela saja, kita hanya berbeda usia tiga tahun saja loh.” Kata Abela.
“Aku sangat
menghormatimu mbak. Aku kesal sekali dengan suamiku hari ini.” Kata Stella.
“Kamu baru
menikah dua tahun yang lalu, hal seperti itu pasti sangat umum terjadi.” Kata Arum.
“Apalagi kamu
belum memiliki seorang anak, lebih baik jangan menunda memiliki anak, apalagi suamimu
jauh lebuh muda lagi.” Kata Abela.
“Suamimu
seorang pegawai bank ya? Disana pasti banyak wanita cantik jadi beri perhatian
__ADS_1
lebih untuk suamimu.” Kata Arum.
“Iya sih, aku
belum siap memiliki anak sedangkan suami dan keluarganya selalu saja memaksaku.
Aku masih ingin berkarir.” Kata Stella.
“Sampai kapan
kamu akan menundanya? Aku bahkan bisa membagi waktuku antara kerja dan urusan
suami dan anakku.” Kata Abela.
“Kamu berbeda
denganku, kamu memang sosok wanita yang luar biasa. Apalagi suamimu sangat romantic
dan memanjakanmu. Aku jadi sangat iri denganmu.” Kata Stella.
“Syukurlah,
padahal dulu aku tidak menyukainya tapi dia tulus padaku dan benar-benar peduli
padaku.” Kata Abela.
“Semakin
bertambah usia pasti akan semakin banyak cobaan yang kita hadapi.” Kata Arum.
“Oh iya aku
dengar anak pertama bu Arum saat ini sedang kuliah ya?” Tanya Abela.
“Iya, dia
sedang menjalani masa-masa menjadi mahasiswa. Dia sangat senang dengan
“Bu Arum dan
suami ibu pasti bangga dengan anak pertama bu Arum. Suami bu Arum bekerja sebagai
apa?” Tanya Stella.
“Sebagai
pengacara, makanya anak pertamaku ingin kuliah jurusan hukum dan dia berhasil
menjadi mahasiswa jurusan hukum.” Kata Arum.
“Sudah jam 1
siang, kita harus segera kembali.” Kata Abela.
“Nanti kita
jadi makan malam bersama dengan pak Rian tidak?” Tanya Stella.
“Aku takut mau
bertanya kembali padanya, dia sangat dingin jadi membuatku takut.” Kata Abela.
“Sepertinya
tidak jadi, lagipula nanti aku tidak bisa ikut karena mau makan malam diluar
dengan keluargaku untuk merayakan ulang tahun anakku yang kedua.” Kata Arum.
“Wah pasti
__ADS_1
seru, kelas berapa anak bu Arum yang kedua?” Tanya Stella.
“Kelas 6 SD. Usia
anakku yang pertama dan terakhir memang cukup jauh.” Kata Arum.
“Kalian
masuklah terlebih dahulu, nenekku menelfonku.” Kata Abella.
Kemudian Abella
menerima telfon dari neneknya.
“Iya nek, ada
apa? Darel sudah menghubungi nenek belum?” Tanya Abela.
“Darel dirumah
nenek sekarang, kamu pulang jam berapa?” Tanya nenek.
“Tadi mas
Adriano yang mengantarku nek, nanti biar mas Adriano yang menjemput Darel, aku
bisa pulang dengan temanku.” Kata Abela.
“Pulang jam
berapa?” Tanya nenek.
“Pulang jam 4
sore nek.” Kata Abela.
“Baiklah,
nenek mau keluar dulu dengan Darel dan kakekmu.” Kata nenek.
“Mau pergi
kemana nek?” Tanya Abela.
“Mau pergi ke
retoran untuk makan siang, kamu sudah makan siang kan?” Tanya nenek.
“Sudah
barusan, oh iya nek Darel tidak boleh meminum minuman dingin apalagi es karena
dia baru saja sembuh sakit flu.” Kata Abela.
“Iya jangan
khawatir, dia saja tadi menolak es krim buatan nenek katanya dia dalam masa
pemulihan.” Kata nenek.
“Hehe ok nek,
aku tutup dulu ya nek telfonnya karena aku harus kembali bekerja.” Kata Abela.
Pemeran Stella
Pemeran Bu Arum
__ADS_1