
Hari itu Abela sedang bersiap-siap pergi ke Bali bersama Nando, Abela ada kepentingan terkait studio fotonya sedangkan Nando ingin menemani Abela sekaligus berlibur berdua bersama karena Darel sedang ada kegiatan diluar sekolah yaitu camping selama tiga hari.
“Mama.” Kata Darel.
“Ada apa Darel sayang?” Tanya Abela sambil menyisir rambut anaknya.
“Darel camping dulu ya selama tiga hari, mama baik-baik saja kan? Tentu saja baik-baik saja, kan ada papa Nando.” Kata Darel.
“Justru mama yang khawatir sama Darel, pokoknya selalu kabari mama atau oma ya, nurut sama gurunya ya.” Kata Abela.
“Jangan khawatir ma, Darel akan bersenang-senang selama kegiatan camping. Hari ini aku berangkat sama oma kan?” Tanya Darel.
“Iya nak, karena mama harus pergi ke bandara.” Kata Abela.
“Darel berangkat dulu ya ma, i love you mama.” Kata Darel sambil mencium tangan Abela.
“I love you too anak mama yang paling ganteng.” Kata Abela sambil mencium kening anaknya.
Kemudian Darel segera pergi ke sekolah diantar neneknya, sedangkan Abela sedang mengemasi pakaiannya kedalam koper miliknya. Tiba-tiba Nando menelfon Abela.
“Iya, ada apa?” Tanya Abela.
“Aku bisa meminta tolong tidak?” Tanya Nando.
“Ada apa memangnya?” Tanya Abela.
“Aku tidak sempat memesan hotel untuk kita, tolong pesankan hotel ya, oh iya aku dapat rekomendasi dari asistenku untuk memesan hotel Sunrise Palace, itu salah satu hotel mewah. Katanya disana menawarkan kamar dengan pemandangan laut lepas dan memiliki private pantai untuk bisa kita nikmati tapi kamarnya memang sangat terbatas, tolong pesankan ya.” Kata Nando.
“Iya, akan aku pesankan.” Kata Abela.
“Nanti biayanya pakai kartuku saja. Pesankan sekarang juga ya karena kamar dengan pemandangan laut lepas sangat terbatas apalagi ini libur akhir pekan.” Kata Nando.
“Ok, akan aku pesankan. Aku tunggu dibawah 30 menit lagi ya.” Kata Abela.
“Ok, aku masih mengemasi barangku. Terima kasih sayang.” Kata Nando.
“Iya sayang sama-sama.” Kata Abela.
__ADS_1
Kemudian Abela menelfon customer service hotel tersebut.
“Hallo, selamat pagi. Dengan Sunrise Palace Hotel ya?” Tanya Abela.
“Selamat pagi, dengan Sunrise Palace hotel, ada yang bisa dibantu?” Tanya CS.
“Saya dengan Abela ingin memesan 2 kamar suite room dengan pemandangan laut lepas.” Kata Abela.
“Oh kamar vvip ya, baik bu tapi mohon maaf sebelumnya karena kamar tersebut tersisa satu kamar saja bu, bagaimana?” Tanya CS.
“Apa? Tersisa satu kamar?” Tanya Abela.
“Iya, sebenarnya ada tapi pemandangannya bukan laut melainkan tempat parkir, bagaimana bu?” Tanya CS.
“Kalau begitu pesan satu kamar saja yang pemandangannya laut tapi kasurnya twin bed ya, kasurnya yang ada dua itu loh.” Kata Abela.
“Baik bu, kita juga ada promo menarik bu, jika memesan kamar vvip dengan toilet dinding kaca maka mendapatkan fasilitas tambahan yaitu menikmati private pantai gratis bu, bagaimana apakah tertarik?” Tanya CS.
“Tapi saya memesan hotel disana bukan untuk honeymoon.” Jawab Abela dengan polosnya.
“Tidak masalah kok bu, di hotel kami bebas dan privasi terjamin.” Kata CS.
“Wah sayang sekali bu, kamar tersebut baru saja dipesan oleh orang lain.” Kata CS.
“Lalu kamar yang tersisa yang bagaimana?” Tanya Abela.
“Karena ini libur akhir pekan jadi hanya tersisa dua kamar saja bu, kamar vvip dengan pemandangan laut dan toilet dinding kaca dan kamar biasa yang pemandangannya tempat parkir. Bagaimana bu?” Tanya CS.
“Aduh bagaimana ini? Kalau aku memesan kamar dengan toilet dinding kaca pasti Nando akan keberatan dan bisa jadi dia akan menganggapku aneh-aneh tapi kalau kamar dengan pemandangan tempat parkir kan sudah biasa, bahkan tidak ada istimewanya. Lebih baik aku tanyakan dulu saja pada Nando.” Kata Abela dalam hati.
Akhirnya Abela tidak jadi memesan kamar di hotel tersebut, lalu Abela menelfon Nando.
“Hallo bagaimana? Kamu sudah memesan kamarnya kan?” Tanya Nando.
“Ada yang ingin aku tanyakan.” Kata Abela.
“Ada apa?” Tanya Nando.
__ADS_1
“Aku belum memesan kamar di hotel tersebut.” Kata Abela.
“Loh kenapa? Itu hotel sangat bagus loh dan sangat rekomen. Aku yakin kamu pasti akan sangat menyukainya, apalagi kamu sangat suka dengan pemandangan laut lepas kan.” Kata Nando.
“Kamarnya sudah tidak ada yang tersi.” Kata Abela.
“Sayang cepat pesankan kamar apa saja yang penting di hotel tersebut ya, ada panggilan masuk dan aku harus menjawabnya. Maaf ya sayang, setelah ini aku turun ke lobby.” Kata Nando lalu menutup telfonnya.
Abela pun bingung, akhirnya dia menelfon pihak hotel kembali.
“Hallo dengan Sunrise Palace Hotel, ada yang bisa dibantu?” Tanya CS.
“Saya dengan Abela, tadi baru saja menelfon. Saya jadi memesan kamar dengan pemandangan tempat parkir saja deh.” Kata Abela.
“Mohon maaf ibu, kamar tersebut baru saja dipesan.” Kata CS.
“Apa? Kenapa cepat sekali?” Tanya Abela kesal.
“Iya bu karena ini bertepatan dengan liburan akhir pekan dan memang hotel kami menyuguhkan pemandangan laut lepas yang hanya dimiliki oleh hotel kami, selain itu fasilitas kami juga sangat lengkap sehingga membuat para tamu sangat puas. Kami tinggal satu kamar saja yang tersisa yaitu kamar vvip dengan toilet dinding kaca, bagaimana bu? Apakah ibu bersedia?” Tanya CS.
“Baiklah, aku pesan itu.” Kata Abela.
“Ibu yakin? Toiletnya dinding kaca ya bu dan tidak ada tirainya.” Kata CS.
“Saya tidak peduli, yang penting pemandangannya laut lepas dan bisa menikmati private beach. Saya pesan kamar vvip dengan pemandangan laut lepas dan toilet dinding kaca sekarang juga.” Teriak Abela.
“Baik bu, untuk bednya hanya tersisa double bed saja ya bu, karena twin bednya ternyata sudah habis.” Kata CS.
“Aku tidak peduli.” Teriak Abela.
“Baik bu, pesanan diterima yaitu satu vvip room dengan pemandangan laut lepas dan toilet dinding kaca ya atas nama bu Abela ya.” Kata CS.
“Iya.” Jawab Abela.
Akhirnya Abela lega setelah memesan kamar di hotel tersebut.
“Nanti kalau Nando bertanya kenapa memilih kamar itu, aku akan menjawabnya karena tidak ada kamar tersisa sedangkan kamu sangat ingin menginap di hotel tersebut dan aku sangat ingin menikmati pemandangan laut lepas. Dengan begitu Nando tidak akan menyalahkanku apalagi berpikir aneh-aneh terhadapku.” Kata Abela dalam hati.
__ADS_1
Setelah itu Abela segera turun ke lobby untuk segera berangkat ke bandara bersama Nando.