Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 101


__ADS_3

Hari semakin malam dan


menunjukkan pukul 7 malam.


“Nah sudah bisa nyala listriknya.”


Kata Arka.


“Akhirnya nyala juga, ini tisu


untuk bapak. Keringat bapak sangat banyak, maaf sebelumnya.” Kata Abella.


“Ah terima kasih, bisakah kamu


mengusap keringat di keningku? Tanganku sangat kotor.” Kata Arka.


“Ah baiklah.” Kata Abella,


kemudian dia mengusap keringat Arka.


“Terima kasih.” Kata Arka, mereka


pun bertatapan sangat dekat. Tiba-tiba Adriano datang dan dia melihat


pemandangan yang tidak mengenakkan hatinya.


“Apa yang kalian berdua lakukan?”


Tanya Adriano, Abella dan Arka pun sangat kaget. Namun Arka justru menjatuhkan


dirinya dipelukan Abella.


“Aaaaaaaa.” Teriak Abella kaget karena


ulah Arka. Adriano pun semakin geram melihatnya. Kemudian dia pun segera


menarik tangan Abella.


“Lepaskan istriku.” Kata Adriano.


“Jangan salah paham, tadi rumahmu


ada pemadaman listrik lalu aku memperbaikinya. Istrimu membantu mengelap


keringatku karena tanganku sangat kotor. Aku permisi pergi dulu ya kalau


begitu.” Kata Arka.


Setelah Arka pergi, Adriano masih


tetap kesal melihat Arka yang sepertinya ingin memeluk istrinya.


“Apa benar listrik rumah padam?”


Tanya Adriano.

__ADS_1


“Iya.” Kata Abella.


“Kenapa harus dia yang


memperbaikinya?” Tanya Adriano.


“Tadi dia mengantarku pulang mas,


kamu juga kenapa tiba-tiba kembali pulang?” Tanya Abella.


“Aku tidak jadi ada penerbangan,


aku tidak suka jika kamu berdua dengannya apalagi mengantarmu pulang.” Kata Adriano.


“Aku tidak memintanya mengantarku


pulang. Dia yang memaksaku. Aku capek mas dan ingin istirahat.” Kata Abella.


“Aku juga capek dan ingin segera


istirahat. Kamu sudah makan belum?” Tanya Adriano.


“Belum, kamu masak apa tadi?”


Tanya Abella.


“Aku membuat pasta, hangatkan


dulu sebelum dimakan karena pasti sudah dingin.” Kata Adriano.


“Ah iya mas. Kamu cemburu ya


“Tentu saja sangat cemburu.” Kata


Adriano.


“Lalu kenapa kamu menyuruhku


untuk kuliah di kampusnya bahkan dia jadi dosenku?” Tanya Abella.


“Pindah saja kalau begitu biar


aku bisa tenang tanpa merasa cemburu.” Kata Adriano.


“Aku terserah apa katamu mas,


kalau memang aku harus pindah kampus juga tidak apa-apa kok. Lagipula aku juga


tidak suka kuliah di kampus itu karena ada Dava dan istrinya.” Kata Abella.


“Dava kuliah disana juga?” Tanya


Adriano.


“Iya mas, aku semakin kesal jika

__ADS_1


bertemu dengannya.” Kata Abella.


“Kamu ingin kuliah dimana? Kenapa


tidak mencoba kuliah jurusan yang lain?” Tanya Adriano.


“Aku tetap akan kuliah jurusan


manajemen dan bisnis saja mas.” Kata Abella.


“Bagaimana dengan kuliah di


kampus Cheong Ah? Itu kampus terbaik juga loh di Indonesia tapi dikampus itu


memang tempatnya anak-anak orang kaya dan berprestasi. Apakah kamu tidak


keberatan jika kuliah disana? Biasanya kalau kuliah disana, mahasiswa yang


berprestasi akan mendapat peluang untuk magang di luar negeri loh.” Kata Adriano.


“Tau darimana kamu mas?” Tanya


Abella.


“Aku dulu sangat ingin kuliah


disana tapi aku lebih memilih untuk sekolah pilot.” Kata Adriano.


“Kalau begitu aku akan kuliah


disana saja mas, tapi aku kan sudah membayar biaya kuliah di kampus Edeva pasti


uangnya tidak bisa diambil mas.” Kata Abella.


“Tidak apa-apa daripada kamu


keberatan kuliah di Edeva apalagi sepertinya di Arka tertarik denganmu.” Kata Adriano.


“Arka sudah menikah belum mas?”


Tanya Abella.


“Dia dulu pernah menikah tapi


berpisah dengan istrinya karena dia ketahuan menjalin hubungan dengan


mahasiswinya. Dan aku baru saja tau berita itu, karena dia waktu itu bilang


alasan berpisah adalah istrinya menjalin hubungan dengan laki-laki lain padahal


ternyata dia yang selingkuh.” Kata Adriano.


“Dasar laki-laki crocodile, mas


cepat uruskan kuliahku di Cheong Ah ya kalau begitu.” Kata Abella.

__ADS_1


“Iya, nanti aku yang mengurusnya


dan jangan khawatir.” Kata Adriano.


__ADS_2