
Hari semakin malam dan
menunjukkan pukul 7 malam.
“Nah sudah bisa nyala listriknya.”
Kata Arka.
“Akhirnya nyala juga, ini tisu
untuk bapak. Keringat bapak sangat banyak, maaf sebelumnya.” Kata Abella.
“Ah terima kasih, bisakah kamu
mengusap keringat di keningku? Tanganku sangat kotor.” Kata Arka.
“Ah baiklah.” Kata Abella,
kemudian dia mengusap keringat Arka.
“Terima kasih.” Kata Arka, mereka
pun bertatapan sangat dekat. Tiba-tiba Adriano datang dan dia melihat
pemandangan yang tidak mengenakkan hatinya.
“Apa yang kalian berdua lakukan?”
Tanya Adriano, Abella dan Arka pun sangat kaget. Namun Arka justru menjatuhkan
dirinya dipelukan Abella.
“Aaaaaaaa.” Teriak Abella kaget karena
ulah Arka. Adriano pun semakin geram melihatnya. Kemudian dia pun segera
menarik tangan Abella.
“Lepaskan istriku.” Kata Adriano.
“Jangan salah paham, tadi rumahmu
ada pemadaman listrik lalu aku memperbaikinya. Istrimu membantu mengelap
keringatku karena tanganku sangat kotor. Aku permisi pergi dulu ya kalau
begitu.” Kata Arka.
Setelah Arka pergi, Adriano masih
tetap kesal melihat Arka yang sepertinya ingin memeluk istrinya.
“Apa benar listrik rumah padam?”
Tanya Adriano.
__ADS_1
“Iya.” Kata Abella.
“Kenapa harus dia yang
memperbaikinya?” Tanya Adriano.
“Tadi dia mengantarku pulang mas,
kamu juga kenapa tiba-tiba kembali pulang?” Tanya Abella.
“Aku tidak jadi ada penerbangan,
aku tidak suka jika kamu berdua dengannya apalagi mengantarmu pulang.” Kata Adriano.
“Aku tidak memintanya mengantarku
pulang. Dia yang memaksaku. Aku capek mas dan ingin istirahat.” Kata Abella.
“Aku juga capek dan ingin segera
istirahat. Kamu sudah makan belum?” Tanya Adriano.
“Belum, kamu masak apa tadi?”
Tanya Abella.
“Aku membuat pasta, hangatkan
dulu sebelum dimakan karena pasti sudah dingin.” Kata Adriano.
“Ah iya mas. Kamu cemburu ya
“Tentu saja sangat cemburu.” Kata
Adriano.
“Lalu kenapa kamu menyuruhku
untuk kuliah di kampusnya bahkan dia jadi dosenku?” Tanya Abella.
“Pindah saja kalau begitu biar
aku bisa tenang tanpa merasa cemburu.” Kata Adriano.
“Aku terserah apa katamu mas,
kalau memang aku harus pindah kampus juga tidak apa-apa kok. Lagipula aku juga
tidak suka kuliah di kampus itu karena ada Dava dan istrinya.” Kata Abella.
“Dava kuliah disana juga?” Tanya
Adriano.
“Iya mas, aku semakin kesal jika
__ADS_1
bertemu dengannya.” Kata Abella.
“Kamu ingin kuliah dimana? Kenapa
tidak mencoba kuliah jurusan yang lain?” Tanya Adriano.
“Aku tetap akan kuliah jurusan
manajemen dan bisnis saja mas.” Kata Abella.
“Bagaimana dengan kuliah di
kampus Cheong Ah? Itu kampus terbaik juga loh di Indonesia tapi dikampus itu
memang tempatnya anak-anak orang kaya dan berprestasi. Apakah kamu tidak
keberatan jika kuliah disana? Biasanya kalau kuliah disana, mahasiswa yang
berprestasi akan mendapat peluang untuk magang di luar negeri loh.” Kata Adriano.
“Tau darimana kamu mas?” Tanya
Abella.
“Aku dulu sangat ingin kuliah
disana tapi aku lebih memilih untuk sekolah pilot.” Kata Adriano.
“Kalau begitu aku akan kuliah
disana saja mas, tapi aku kan sudah membayar biaya kuliah di kampus Edeva pasti
uangnya tidak bisa diambil mas.” Kata Abella.
“Tidak apa-apa daripada kamu
keberatan kuliah di Edeva apalagi sepertinya di Arka tertarik denganmu.” Kata Adriano.
“Arka sudah menikah belum mas?”
Tanya Abella.
“Dia dulu pernah menikah tapi
berpisah dengan istrinya karena dia ketahuan menjalin hubungan dengan
mahasiswinya. Dan aku baru saja tau berita itu, karena dia waktu itu bilang
alasan berpisah adalah istrinya menjalin hubungan dengan laki-laki lain padahal
ternyata dia yang selingkuh.” Kata Adriano.
“Dasar laki-laki crocodile, mas
cepat uruskan kuliahku di Cheong Ah ya kalau begitu.” Kata Abella.
__ADS_1
“Iya, nanti aku yang mengurusnya
dan jangan khawatir.” Kata Adriano.