Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Bagian 83


__ADS_3

“Ada apa?” Tanya Abela.


“Kemana saja kamu selama ini? Aku sangat merindukan anakku Darel, tapi aku tidak bisa menghubungimu ataupun Darel. Apakah kamu sengaja menjauhkan aku dari anakku?” Tanya Adriano.


“Darel sendiri yang meminta untuk tidak menghubungimu.” Kata Abela.


“Tidak mungkin, pasti kamu yang menghalangiku untuk bertemu dengan Darel kan? Sekarang dia dimana?” Tanya Adriano.


“Jangan bicara sembarangan, jaga ucapanmu.” Kata Abela.


“Aku ingin bicara berdua denganmu, ini tentang Darel.” Kata Adriano.


“Aku tidak bisa membiarkan calon istriku dalam bahaya jika bicara berdua denganmu.” Kata Nando.


“Aku tidak peduli kamu calon suami dia atau siapapun itu, tapi ada anak diantara aku dan Abela jadi.” Kata Adriano.


“Sayang kamu masuklah dulu, aku harus bicara dengannya berdua karena ini menyangkut Darel.” Kata Abela kepada Nando.


“Tapi dia bisa membahayakanmu sayang.” Kata Nando.


“Jangan khawatir, aku baik-baik saja kok. Nanti aku akan menghampirimu.” Kata Abela.

__ADS_1


“Baiklah kalau begitu, telfon aku jika butuh sesuatu.” Kata Nando.


“Iya sayang.” Kata Abela sambil memeluk Nando untuk membuat Adriano cemburu.


**


Di kafe.


“Kenapa kamu menghindar dariku? Aku punya hak atas Darel.” Kata Adriano.


“Kamu tau alasanku menghindarimu?” Tanya Abela.


“Apa?” Tanya Adriano.


“Maafkan aku, saat itu aku benar-benar tidak bisa menahan emosiku.” Kata Adriano.


“Aku sangat marah dan kecewa denganmu saat itu karena kamu dengan mudahnya menamparku, aku akan memberimu waktu untuk menemui Darel tapi tolong jangan memaksanya, jika memang dia tidak ingin menemuimu tolong mengertilah, dia masih usia anak-anak dan dia pasti butuh waktu untuk memahami apa yang terjadi dengan keluarganya, yang paling penting saat ini adalah kebahagiaan Darel.” Kata Abela.


“Baiklah, oh iya apakah kamu akan berencana menikah dengan Nando?” Tanya Adriano.


“Aku tidak perlu menjawab pertanyaan itu, jangan ikut campur dengan urusan pribadiku. Aku percaya dengan perkataan orang bahwasanya orang baik pasti bertemu dengan orang baik pula begitu pula sebaliknya, hatimu benar-benar telah dibutakan oleh seorang wanita rendahan seperti Ariana, aku tidak menyalahkan dia sepenuhnya karena kamu juga bersalah, kamu tidak bisa menahan godaan wanita rendahan sepertinya.” Kata Abela lalu dia pergi.

__ADS_1


“Lalu kamu pikir kamu adalah wanita baik? Kamu pikir si Nando laki-laki baik? Dia sama saja seperti laki-laki lain, dia bisa saja menerimamu tapi apakah kamu yakin dia bisa menerima Darel seperti anak kandungnya sendiri?” Kata Adriano yang membuat hatinya terbakar emosi.


“Setidaknya dia memperlakukanku seperti layaknya ratu, bahkan dia jauh lebih kaya darimu dan pastinya lebih muda darimu. Asal kamu tau ya, kamu adalah laki-laki yang akan sangat menyesal karena mengkhianatiku dan meninggalkanku, ibarat melepas berlian demi batu kerikil.” Kata Abela.


“Kurang ajar, lihat saja nanti aku tidak akan membiarkanmu hidup bahagia bersama si Nando apalagi menguasai Darel.” Teriak Adriano namun Abela pura-pura tidak mendengarnya.


Abela pun sambil menangis menghampiri Nando di ruangannya. Namun Nando tidak ada di ruangannya.


“Dengan ibu Abela, maaf bapak Nando sedang ada meeting. Jika ibu membutuhkan sesuatu, bisa disampaikan ke saya, sebelumnya perkenalkan nama saya Raka sekretaris sekaligus asisten bapak Nando.” Kata Raka.


“Salam kenal, saya Abela. Oh iya bapak ada meeting apa ya? Apakah ada acara penting?” Tanya Abela.


“Jadi PT kami akan menggelar sebuah event untuk merayakan pesta bu, karena penjualan semakin laris jadi bapak sengaja mengundang beberapa kenalannya untuk hadir di pesta ini, rencananya pesta akan digelar di lantai rooftop dan lobby bu.” Kata Raka.


“Kapan acaranya?” Tanya Abela.


“Hari sabtu bu, tepatnya besok malam.” Kata Raka.


Info :


Jangan lupa mampir ke novel author yg berjudul Truth and Revenge ya.

__ADS_1


Ditunggu like nya yaaa.


__ADS_2