Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Bagian 32


__ADS_3

Keesokan harinya.


Abela bangun tidur kemudian segera menuju ke kamar anaknya.


“Darel Darel.” Panggil Abela.


“Darel sudah berangkat ke sekolah diantar supir, makanlah dulu. Nenek sudah memasak makanan untukmu.” Kata nenek Abela.


“Kenapa nenek tidak membangunkanku? Aku kan bisa mengantar Darel pergi ke sekolah nek.” Kata Abela.


“Di ruang tamu ada suamimu, cepat temui dia dulu lalu ajak makan bersama.” Kata nenek Abela.


“Nenek saja yang mengajaknya, aku masih malas bicara dengannya.” Kata Abela.


“Memangnya ada apa sih? Kalian sedang bertengkar ya?” Tanya nenek Abela.


“Tanyakan saja padanya sendiri nek, aku mau mandi dulu.” Kata Abela.


“Baiklah, biar nenek yang mengajaknya makan bersama.” Kata nenek Abela.


Kemudian nenek Abela segera memanggil Adriano.


“Adriano ayo sarapan dulu.” Kata nenek Abela.


“Abela dimana nek? Apakah dia sudah bangun?” Tanya Adriano.


“Dia sedang mandi.” Kata nenek Abela.


“Lalu bagaimana dengan kesepakatan nenek dan Abela? Apakah Abela menuruti keinginan nenek untuk tidak menemui ibunya?” Tanya Adriano.


“Tentu saja dia menuruti semua perkataanku. Oh iya apakah kamu dan istrimu sedang ada masalah? Sepertinya Abela kesal denganmu.” Tanya nenek Abela.


“Tidak ada apa-apa kok nek, hanya salah paham saja.” Kata Adriano.

__ADS_1


“Jaga keluargamu dengan baik, bagaimanapun juga Abela sangat kasihan hidupnya setelah ditinggal kedua orang tuanya pergi.” Kata nenek Abela.


“Jangan khawatirkan Abela nek, aku pasti akan menjaganya dengan baik.” Kata Adriano.


Tiba-tiba Abela muncul dan segera duduk di meja makan dengan eskpresinya yang sangat datar.


“Sayang.” Kata Adriano sambil menggenggam tangan istrinya.


“Lepaskan tanganku, aku mau makan.” Kata Abela.


“Setelah ini aku mau berkuda, kita berkuda bersama yuk. Aku tidak ingin melihatmu sedih seperti ini, lebih baik kita bersenang-senang.” Kata Adriano.


“Nenek setuju, ikutlah berkuda bersama suamimu.” Kata nenek Abela.


“Baiklah.” Kata Abela.


“Terima kasih sayang.” Kata Adriano sambil mencium kening istrinya namun Abela menghindar.


“Jangan seperti ini, ada nenek didepan kita.” Bisik Abela.


“Kakekmu sedang pergi bersama supir, tadi sekalian mengantar Darel. Katanya mau melihat perkebunan dan vila di sekitar perkebunan.” Kata nenek Abela.


“Aku sudah selesai makan, aku mau ganti pakaian dulu.” Kata Abela.


**


Abela dan Adriano sedang perjalanan menuju ke tempat berkuda.


“Aku sudah menyiapkan pakaian untukmu berkuda nanti sayang. Oh iya apa yang kamu tuduhkan kepadaku kemarin itu hanya salah paham, aku saat itu memang pergi ke Bali tapi itu bersama seluruh crew pesawat sayang.” Kata Adriano.


Abela hanya diam saja dan mengatur gps di mobil.


“KIta pergi ke apartemen Sun Flower.” Kata Abela.

__ADS_1


“Memangnya mau menemui siapa? Tidak, kita berkuda saja.” Kata Adriano.


“Kenapa? Kamu takut jika kita pergi kesana?” Tanya Abela.


“Kamu kenapa sih sayang? Tiba-tiba pergi kesana, kamu mau menemui siapa memangnya? Temanmu ada yang tinggal disana ya?” Tanya Adriano.


“Kita mau menemui seorang wanita bernama Ariana, aku dengar dia sangat mahir berkuda dan juga pelanggan vip di tempat berkudamu.” Kata Abela.


“Oh iya? Kenapa aku tidak mengenalnya ya? Lalu kenapa kita menemuinya?” Tanya Adriano.


“Nanti kamu juga akan mengetahuinya, ayo cepat kita pergi kesana.” Kata Abela.


Namun Adriano berganti haluan.


“Kenapa belok kanan? Kita seharusnya belok kiri jika ingin menuju ke apartemen sun flower. Balik sekarang juga atau.” Kata Abela.


“Atau apa?” Tanya Adriano.


“Atau kita ke pengadilan sekarang juga.” Kata Abela.


“Kamu apa-apaan sih, jangan bicara sembarangan ya.” Bentak Adriano.


“PIlih salah satu, kamu pilih ke apartemen itu atau ke pengadilan. Aku tidak akan turun mobil sebelum kamu menurunkanku di salah satu tempat tersebut.” Kata Abela.


“Aku akan menyeretmu.” Kata Adriano.


“Aku rela jika seharian didalam mobil ini, tidak ada lagi ketakutan dalam diriku. Cepat putuskan sekarang juga, pergi ke apartemen itu atau ke pengadilan.” Kata Abela.


“Aku sama sekali tidak kenal dengan wanita itu, jangan aneh-aneh ya kamu.” Bentak Adriano.


“Kita buktikan saja nanti setibanya di apartemen itu. Kalau kamu keberatan, biar aku yang mengemudi dan menemui Ariana secara langsung.” Kata Abela.


“Ok baiklah kita pergi kesana agar kamu puas. Justru kamu yang bermain di belakangku dengan si Nando.” Kata Adriano.

__ADS_1


“Jangan asal bicara jika tidak ada bukti.” Kata Abela.


Akhirnya Abela dan Adriano menuju ke apartemen Sun Flower.


__ADS_2