
Abela tiba di tempat kerja, seperti biasa Abela bekerja dan tidak pernah memperdulikan semua ucapan menyakitkan dari teman-temannya. Namun kedua rekan kerjanya yaitu Arum dan Stella selalu saja mencari tau tentang kehidupan Abela.
“Mbak bukannya hari ini mantan suamimu menikah ya? Kenapa sih kamu memilih bercerai? Apalagi istri barunya lebih tua darimu. Kalau aku jadi mbak Abela aku akan menghajar wanita itu dan mempertahankan suamiku. Apa jangan-jangan mbak Abela telah menemukan laki-laki pengganti mantan suami mbak?” Tanya Stella.
“Pasti dia jauh lebih muda kan dari mantan suamimu?” Tanya Arum.
“Kasihan Darel loh mbak, kasihan dia karena memiliki ayah dan ibu tiri.” Kata Stella.
“Terima kasih kalian begitu perhatian dan khawatir denganku, tapi ini hidupku dan aku memilih jalan ini juga demi kebaikanku dan aku minta kalian tidak perlu mengasihaniku maupun anakku. Aku lega dan bahagia dengan hidupku saat ini.”
“Kamu sedang menjalin hubungan kan dengan pak Nando?” Bisik Arum.
“Tanyakan sendiri kepada pak Nando seperti apa perasaannya kepadaku, permisi kerjaanku sangat banyak. Aku tidak mau pulang larut malam karena ada anakku yang menungguku.” Kata Abela lalu pergi ke meja kerjanya.
__ADS_1
Dia pergi ke ruangan Nando untuk menyerahkan surat ijin cutinya selama 3 hari.
“Pak ini surat pengajuan saya untuk cuti selama tiga hari.” Kata Abela sambil meletakkan surat tersebut di atas meja Nando.
“Kapan cutinya?” Tanya Nando.
“Besok pak.” Kata Abela.
“Saya dan anak saya pergi ke Bali untuk berlibur, semua laporan saya minggu kemarin sudah saya selesaikan semua.” Kata Abela.
“Baiklah kalau begitu, selamat bersenang-senang ya.” Kata Nando.
Abela dan Nando sedikit menjauh dan tidak sedekat seperti sebelumnya karena Abela sebelumnya telah menolak pernyataan cinta dari Nando saat di Bali beberapa bulan yang lalu, Abela menolak Nando karena dia ingin fokus dengan dirinya dan putranya, dan dia juga bilang bahwa dirinya tidak pantas untuk Nando yang sangat baik dan sangat dihormati oleh orang lain. Sejak saat itulah Abela menjaga jarak dari Nando, namun Nando masih berusaha untuk mendekati Abela dan Darel.
__ADS_1
Setelah Abela menyerahkan surat pengajuan cuti tersebut, dia segera kembali ke ruangannya. Namun dia berhenti sejenak didepan ruang Nando, dia merasa sangat bersalah kepada Nando karena telah menolak cintanya namun Abela memang menganggap Nando hanya sebatas rekan kerja saja dan tidak memiliki perasaan dengan Nando. Namun dia merasa ada yang hilang dalam dirinya karena memang selama dia sedang melewati hari-harinya yang sulit, Nando selalu ada dan membantu Abela dan anaknya.
“Apakah pak Nando kesal denganku? Apakah pak Nando sangat membenciku? Aku merasa sangat hampa tapi aku juga tidak ingin memberi harapan lebih untuknya, aku juga sangat takut, aku takut memilih orang yang salah lagi. Aku benar-benar trauma dengan apa yang terjadi dengan masalahku sebelumnya, aku takut menjalin hubungan dengan orang baru lagi, aku takut dia tidak bisa menerima anakku.” Kata Abela dalam hati.
Tiba-tiba Nando membuka pintu tersebut dan Abela sangat kaget akhirnya dia segera berlari namun Nando bisa melihatnya.
“Abela.” Panggil Nando.
Abela hanya menunduk dan sangat malu.
“Masuklah kedalam ruanganku.” Kata Nando.
Akhirnya Abela pun masuk kembali kedalam ruangan Nando.
__ADS_1