
Mereka tiba di bandara Incheon
Korea Selatan. Abella sangat senang sampai dia berlarian mengitari bandara
sambil merekam dirinya.
“Hai semuanya, akhirnya aku tiba
juga di Korea. Aku akan berkeliling ke semua tempat yang ada di drama. Nantikan
videoku selanjutnya ya.” Kata Abella sambil berlarian berkeliling bandara
sedangkan Adriano sangat malu dengan tingkah istrinya sehingga dia segera
mengajak pergi.
“Jangan bikin malu, lihat banyak
orang yang melihatmu. Ayo kita segera pergi ke penginapan.” Bisik Adriano.
“Mumpung disini mas, apapun itu
harus difoto dan dibikin video.” Gerutu Abella.
“Ayo kita segera ke penginapan.” Kata
Adriano.
“Di daerah mana memangnya mas?”
Tanya Abella.
“Di daerah Jongno. Kita naik
kereta saja ya.” Kata Adriano.
“Ok, lets go!” Kata Abella.
Mereka pun segera menuju ke
penginapan, selama perjalanan mereka menikmati keindahan dan kemewahan kota
Seoul ibukota Korea Selatan. Tidak lama kemudian mereka tiba di penginapan.
“Ya ampun tempat ini aku sering
sekali melihatnya di drama Korea dan sekarang aku bisa ke tempat ini. Aku
bersyukur dan senang sekali rasanya.” Kata Abella.
“Ini semua berkat aku, gimana
enak kan nikah sama aku? Coba kalau kamu tidak menikah denganku pasti ini semua
hanyalah khayalanmu.” Kata Adriano menyombongkan diri.
“Hmmmm kamu pikir aku tidak mampu
__ADS_1
pergi kesini tanpa kamu? Hmmm dasar sombong.” Kata Abella.
“Banyak omong deh, cepat bantu
bawa koper. Barang bawaanmu itu paling banyak, lihat barangku hanya beberapa
saja.” Gerutu Adriano.
“Tapi kan kopernya berat mas,
nanti aku lelah.” Kata Abella.
“Bawa barang masing-masing,
lagipula koper itu bisa didorong bukannya di angkat.” Gerutu Adriano. Lalu Abella
membawa semua barang miliknya dengan mengeluh dan kesal.
“Dasar suami tidak peka sama
istrinya, giliran minta enak enak saja sampai merayuku. Lihat saja nanti aku
tidak akan tergoda denganmu dan tidak akan menuruti keinginanmu.” Kata Abella
lirih.
“Hei ayo cepat dong kalau jalan.”
Teriak Adriano.
“Iya tunggu dong, barangku kan
“Siapa suruh membawa barang
sangat banyak.” Kata Adriano.
“Kamu tega sekali sih menyuruhku
membawa barang sebanyak ini.” Gerutu Abella.
“Itu semua kan barangmu, lagipula
waktu itu aku sudah bilang kan bawa barang secukupnya tapi kamu tidak
mendengarku.” Kata Adriano.
“Berat sekali mas, aku lelah
meskipun hanya mendorongnya.” Kata Abella mengeluh.
“Jangan banyak mengeluh deh. Penginapan
kita sudah dekat, ayo dipercepat kalau jalan.” Kata Adriano.
Akhirnya mereka tiba juga di
penginapan, mereka menginap di sebuah homestay yang sangat strategis karena
dekat dengan jalan raya dan bisa menikmati keindahan kota Seoul.
__ADS_1
“Mas kok kita menginap di
homestay? Kenapa tidak menginap di hotel saja?” Tanya Abella.
“Coba masuk dan lihat dulu
bagaimana didalamnya? Pasti kamu sangat senang.” Kata Adriano, kemudian Abella
segera berlari untuk masuk kedalam kamar.
“Wah bagus sekali tempatnya mas,
ini seperti di drama korea yang sering aku tonton, ternyata luas juga. Ada dapurnya
dan isi kulkasnya juga lengkap, ini disediakan untuk kita mas?” Tanya Abella.
“Tentu saja, kalau kita
membutuhkan bahan lain kita bisa mengambilnya gratis di dapur umum yang ada di
rooftop.” Kata Adriano.
“Memangnya di rooftop ada apa?”
Tanya Abella.
“Ada gazebo dan dapur umum. Coba lihat
ke atas pasti kamu sangat menyukainya.” Kata Adriano.
“Nanti saja, saatnya rebahan. Wah
empuk sekali kasurnya, kasurnya tidak kalah dengan fasilitas yang ada di hotel
mas.” Kata Abella.
“Tentu saja, penginapan ini mahal
dan sangat terkenal. Lagipula aku tidak mau kalau enak enak tapi kasurnya tidak
empuk, bisa sakit semua. Aku mau mandi dulu, setelah ini masaklah untukku.” Kata
Adriano.
“Sebentar mas, aku mau rebahan
sebentar.” Kata Abella.
“Rebahan atau tidur? Cepat bangun
dan masak, aku sangat lapar.” Kata Adriano.
“Mas, aku mau memasak makanan
khas ala Korea hari ini.” Kata Abella.
“Terserah yang penting enak dan
bergizi.” Kata Adriano.
__ADS_1