Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 40


__ADS_3

Setelah makan


bersama, mereka pergi ke bandara untuk kembali ke Jakarta.


“Kenapa


ekspresimu seperti itu? Padahal tadi semangat sekali.” Kata Adriano.


“Sebenarnya aku


tidak ingin kembali ke Jakarta. Besok aku masuk sekolah dan pasti aku akan


bertemu dengan Dava.” Kata Abella.


“Kamu harus


tampil lebih percaya diri dan tunjukkan bahwa kamu baik-baik saja setelah dia


memutuskanmu.” Kata Adriano.


“Apakah aku bisa


melakukannya?” Tanya Abella.


“Kamu pasti


bisa, tunjukkan padanya bahwa kamu baik-baik saja agar dia menyesal telah


memutuskanmu.” Kata Adriano.


“Hmmmm baiklah.”


Kata Abella.


Tiba-tiba Marisa


menghampiri mereka.


“Adriano.”


Panggil Marisa.


“Bu dokter? Wah


kita bertemu kembali, keadaanku baik-baik saja berkat obat dari bu dokter waktu


itu. Wah kebetulan sekali aku bertemu dengan bu dokter karena waktu itu aku


tidak sempat mengucapkan terima kasih dengan baik.” Kata Abella.


“Masuklah, nanti


aku menyusulmu.” Kata Adriano kepada Abella.


“Kalian berdua


saling mengenal?” Tanya Abella bingung.


“Cepat


masuklah.” Kata Adriano.


“Baiklah, sampai


jumpa bu dokter.” Kata Abella, Marisa hanya tersenyum.


Lalu Adriano


mengajak Marisa ke suatu tempat.


“Ada apa lagi

__ADS_1


kamu menemuiku?” Tanya Adriano.


“Aku sedang


bekerja.” Kata Marisa.


“Kalau begitu


kembalilah bekerja, aku akan kembali ke Jakarta hari ini.” Kata Adriano lalu


pergi meninggalkan Marisa.


“Jangan pergi,


aku mohon.” Kata Marisa sambil memeluk Adriano dari belakang.


Di sisi lain,


Abella melihatnya dan sangat penasaran dengan hubungan keduanya.


“Kenapa bu


dokter itu tiba-tiba memeluk mas Adriano? Jangan-jangan mereka pernah menjalin


suatu hubungan yang sangat serius? Apa jangan-jangan bu dokter adalah mantan


kekasih mas Adriano? Pelukannya sangat erat seakan mereka masih saling


menyukai, tapi aku kesal juga melihat mereka berdua berpelukan seperti itu.”


Gerutu Abella.


**


Adriano tetap


pergi meninggalkan Marisa meskipun Marisa memohon untuk tidak meninggalkannya.


aku harus pergi dan tolong lupakanlah aku.” Kata Adriano.


“Kenapa?


Bukankah kita bisa kembali seperti dulu lagi?” Tanya Marisa.


“Tidak bisa.”


Kata Adriano.


“Kenapa? Apa


alasannya?” Tanya Marisa,


“Aku sudah


menikah.” Kata Adriano.


“Apa? Apakah


wanita yang bersamamu tadi adalah istrimu?” Tanya Marisa.


“Iya, dia


istriku. Kami dijodohkan.” Kata Adriano.


“Apakah kamu


mencintainya? Sepertinya kalian tidak saling mencintai. Bukankah dia masih


sangat muda?” Tanya Marisa.


“Itu bukanlah

__ADS_1


urusanmu, dia memang masih sekolah tapi bagaimanapun juga dia tetaplah istriku


meskipun aku belum sepenuhnya menyukainya. Jadi aku mohon lupakanlah aku dan


jalani hidupmu dengan baik. Aku pergi dulu.” Kata Adriano.


Tiba-tiba Marisa


menangis histeris, Adriano pun tidak tega meninggalkan Marisa dalam keadaan


seperti itu namun dia teringat dengan istrinya.


“Bangunlah dan


kembalilah bekerja. Aku harus kembali, maafkan aku.” Kata Adriano.


“Aku rela


menjadi istri keduamu, tolong jangan pergi dan jangan tinggalkan aku.” Kata


Marisa.


“Maaf aku tidak


bisa, aku mohon lupakanlah aku.” Kata Adriano sambil menenangkan Marisa.


“Jika kamu


meninggalkanku aku akan mengakhiri hidupku di depanmu, selama ini aku


mencarimu.” Kata Marisa.


“Lalu kenapa


waktu itu kamu meninggalkanku dan memilih lelaki itu? Seharusnya kamu


menungguku, apakah waktu dua tahun tidak cukup untukmu menungguku sampai aku


menjadi pilot seperti saat ini?” Tanya Adriano.


“Ibuku menyuruhku


untuk menikah dengan lelaki itu padahal aku sangat mendambakanmu. Aku tidak


pernah bahagia menikah dengan lelaki itu, dia sering memperlakukanku dengan


kasar.” Kata Marisa.


“Tetap saja kita


tidak bisa kembali seperti dulu lagi, aku sudah menikah.” Kata Adriano.


“Aku bersedia


menjadi pelampiasanmu atau istri keduamu atau selingkuhanmu atau apapun itu.”


Kata Marisa.


“Jangan


bercanda, kamu cantik, pintar, karirmu cemerlang pasti banyak lelaki yang jauh


lebih baik dariku dan mau menerimamu. Lupakanlah aku, mari kita hidup


masing-masing dengan baik.” Kata Adriano.


 


 


Info :

__ADS_1


Jangan lupa like nya ya teman-teman, terima kasih.


__ADS_2