
Setelah makan
bersama, mereka pergi ke bandara untuk kembali ke Jakarta.
“Kenapa
ekspresimu seperti itu? Padahal tadi semangat sekali.” Kata Adriano.
“Sebenarnya aku
tidak ingin kembali ke Jakarta. Besok aku masuk sekolah dan pasti aku akan
bertemu dengan Dava.” Kata Abella.
“Kamu harus
tampil lebih percaya diri dan tunjukkan bahwa kamu baik-baik saja setelah dia
memutuskanmu.” Kata Adriano.
“Apakah aku bisa
melakukannya?” Tanya Abella.
“Kamu pasti
bisa, tunjukkan padanya bahwa kamu baik-baik saja agar dia menyesal telah
memutuskanmu.” Kata Adriano.
“Hmmmm baiklah.”
Kata Abella.
Tiba-tiba Marisa
menghampiri mereka.
“Adriano.”
Panggil Marisa.
“Bu dokter? Wah
kita bertemu kembali, keadaanku baik-baik saja berkat obat dari bu dokter waktu
itu. Wah kebetulan sekali aku bertemu dengan bu dokter karena waktu itu aku
tidak sempat mengucapkan terima kasih dengan baik.” Kata Abella.
“Masuklah, nanti
aku menyusulmu.” Kata Adriano kepada Abella.
“Kalian berdua
saling mengenal?” Tanya Abella bingung.
“Cepat
masuklah.” Kata Adriano.
“Baiklah, sampai
jumpa bu dokter.” Kata Abella, Marisa hanya tersenyum.
Lalu Adriano
mengajak Marisa ke suatu tempat.
“Ada apa lagi
__ADS_1
kamu menemuiku?” Tanya Adriano.
“Aku sedang
bekerja.” Kata Marisa.
“Kalau begitu
kembalilah bekerja, aku akan kembali ke Jakarta hari ini.” Kata Adriano lalu
pergi meninggalkan Marisa.
“Jangan pergi,
aku mohon.” Kata Marisa sambil memeluk Adriano dari belakang.
Di sisi lain,
Abella melihatnya dan sangat penasaran dengan hubungan keduanya.
“Kenapa bu
dokter itu tiba-tiba memeluk mas Adriano? Jangan-jangan mereka pernah menjalin
suatu hubungan yang sangat serius? Apa jangan-jangan bu dokter adalah mantan
kekasih mas Adriano? Pelukannya sangat erat seakan mereka masih saling
menyukai, tapi aku kesal juga melihat mereka berdua berpelukan seperti itu.”
Gerutu Abella.
**
Adriano tetap
pergi meninggalkan Marisa meskipun Marisa memohon untuk tidak meninggalkannya.
aku harus pergi dan tolong lupakanlah aku.” Kata Adriano.
“Kenapa?
Bukankah kita bisa kembali seperti dulu lagi?” Tanya Marisa.
“Tidak bisa.”
Kata Adriano.
“Kenapa? Apa
alasannya?” Tanya Marisa,
“Aku sudah
menikah.” Kata Adriano.
“Apa? Apakah
wanita yang bersamamu tadi adalah istrimu?” Tanya Marisa.
“Iya, dia
istriku. Kami dijodohkan.” Kata Adriano.
“Apakah kamu
mencintainya? Sepertinya kalian tidak saling mencintai. Bukankah dia masih
sangat muda?” Tanya Marisa.
“Itu bukanlah
__ADS_1
urusanmu, dia memang masih sekolah tapi bagaimanapun juga dia tetaplah istriku
meskipun aku belum sepenuhnya menyukainya. Jadi aku mohon lupakanlah aku dan
jalani hidupmu dengan baik. Aku pergi dulu.” Kata Adriano.
Tiba-tiba Marisa
menangis histeris, Adriano pun tidak tega meninggalkan Marisa dalam keadaan
seperti itu namun dia teringat dengan istrinya.
“Bangunlah dan
kembalilah bekerja. Aku harus kembali, maafkan aku.” Kata Adriano.
“Aku rela
menjadi istri keduamu, tolong jangan pergi dan jangan tinggalkan aku.” Kata
Marisa.
“Maaf aku tidak
bisa, aku mohon lupakanlah aku.” Kata Adriano sambil menenangkan Marisa.
“Jika kamu
meninggalkanku aku akan mengakhiri hidupku di depanmu, selama ini aku
mencarimu.” Kata Marisa.
“Lalu kenapa
waktu itu kamu meninggalkanku dan memilih lelaki itu? Seharusnya kamu
menungguku, apakah waktu dua tahun tidak cukup untukmu menungguku sampai aku
menjadi pilot seperti saat ini?” Tanya Adriano.
“Ibuku menyuruhku
untuk menikah dengan lelaki itu padahal aku sangat mendambakanmu. Aku tidak
pernah bahagia menikah dengan lelaki itu, dia sering memperlakukanku dengan
kasar.” Kata Marisa.
“Tetap saja kita
tidak bisa kembali seperti dulu lagi, aku sudah menikah.” Kata Adriano.
“Aku bersedia
menjadi pelampiasanmu atau istri keduamu atau selingkuhanmu atau apapun itu.”
Kata Marisa.
“Jangan
bercanda, kamu cantik, pintar, karirmu cemerlang pasti banyak lelaki yang jauh
lebih baik dariku dan mau menerimamu. Lupakanlah aku, mari kita hidup
masing-masing dengan baik.” Kata Adriano.
Info :
__ADS_1
Jangan lupa like nya ya teman-teman, terima kasih.