Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 136


__ADS_3

Satu bulan kemudian, bu Anindya


ditangkap oleh polisi atas kesalahannya yang dia lakukan pada Aira dan Marcelo.


Marcelo telah melaporkan Anindya ke pihak polisi.


“Lepaskan saya, saya tidak


bersalah sama sekali.” Kata Anindya sambil mencoba melepaskan diri dari polisi


yang menangkapnya.


“Istri saya tidak bersalah pak,


tolong lepaskan dia. Kamu tau siapa saya dan siapa istri saya? Cepat lepaskan


dia.” Bentak Dani.


“Silahkan datang ke kantor untuk


penjelasan lebih lanjut.” Kata polisi.


**


Di kantor polisi, Marcelo datang


mengunjungi Anindya.


“Selamat siang nyonya Anindya.


Wah nyonya terlihat sangat cantik ya padahal nyonya sedang didalam penjara


hahaha. Bagaimana kejutannya? Anda menyukainya?” Tanya Marcelo sambil tertawa.


“Kurang ajar, jadi ini alasanmu


datang kesini? Dasar anak tidak tau diri.” Kata Anindya sambil berusaha meraih


Marcelo untuk mencakarnya, namun dia terhalang jeruji besi.


“Hahahaha tenang nyonya, saya


bisa saja mencabut gugatan ini tapi dengan satu syarat.” Kata Marcelo.


“Apa mau kamu?” Tanya Anindya.


“Aku ingin namaku dicantumkan


didalam KK dan aku berhak mendapat harta milik papa. Satu lagi akhir-akhir ini


istri Adriano semakin menggairahkan, aku ingin memilikinya hahaha.” Kata


Marcelo.

__ADS_1


“Apa? Dasar kurang ajar, kamu


tidak akan bisa mendapatkan semua yang kamu inginkan.” Kata Anindya.


“Kalau begitu silahkan mendekam


disini nyonya Anindya haha.” Kata Marcelo.


“Baiklah, aku akan memberimu


harta milik papa, kamu juga bisa bekerja di perusahaan milik papa tapi kalau


untuk Bella, jangan harap kamu bisa memilikinya.” Kata Anindya.


“Kalau begitu, mungkin kamu akan


mendekam di penjara beberapa tahun saja karena kamu tidak bisa memberikan semua


keinginanku.” Kata Marcelo.


“Kamu benar-benar kurang ajar ya,


dia itu istri Adriano. Bagaimana mungkin kamu merebutnya, aku tidak akan


membiarkan hal itu.” Kata Anindya.


“Selama ini Adriano selalu hidup


dengan sangat baik dan bisa mendapatkan semua keinginannya, aku ingin hidup


“Tapi tidak dengan cara merebut


istri Adriano. Aku akan mencarikanmu istri yang sempurna, tolong jangan Bella,


aku mohon.” Kata Anindya.


“Bisakah kamu memohonku sambil


berlutut di depanku dan keluargamu?” Tantang Marcelo.


“Aku akan melakukannya asalkan


kamu tidak merebut Bella dari Adriano.” Kata Anindya.


“Waw aku tidak sabar melihat


seorang nyonya Anindya berlutut memohon kepadaku haha.” Kata Marcelo.


Akhirnya Anindya berlutut memohon


kepada Marcelo didepan Dani, Adriano dan juga Abella.


“Aku minta maaf padamu.” Kata Anindya

__ADS_1


sambil berlutut.


“Aku tidak bisa mendengarmu


dengan jelas.” Kata Marcelo.


“Haruskah kamu sekejam ini


padanya? Ini sangat keterlaluan.” Kata Dani kepada Marcelo.


“Dia harus mendapat balasan yang


setimpal atas apa yang dia lakukan padaku.” Kata Marcelo.


“Berdirilah ma, biar aku yang


menggantikan mama.” Kata Adriano.


“Jangan sayang, mama melakukan


ini semua demi kamu. Mama akan melakukan apapun demi anak mama meskipun harus


berlutut memohon maaf padanya. Mama tidak ingin kamu hancur, mama tidak ingin


keluargamu hancur karena sikap mama.” Kata Anindya.


“Aku disamping mama.” Kata Adriano.


“Jangan pernah berlutut untuk


siapapun kecuali orang tuamu, berdirilah sayang.” Kata Anindya.


“Aku tidak tega melihat mama melakukan


ini hanya demi aku.” Kata Adriano.


“Cukup, kenapa jadi dramatis


seperti ini.” Bentak Marcelo.


“Berdirilah sayang, biar mama


yang melakukan ini.” Kata Anindya.


Anindya terus berlutut untuk


memohon maaf kepada Marcelo.


“Bersihkan sepatuku dengan kedua


tanganmu, bila perlu kamu bisa menjilatnya.” Kata Marcelo.


“Haruskah kamu sekejam ini pada

__ADS_1


ibuku?” Tanya Adriano.


Tiba-tiba Aira datang.


__ADS_2