
Satu bulan kemudian, bu Anindya
ditangkap oleh polisi atas kesalahannya yang dia lakukan pada Aira dan Marcelo.
Marcelo telah melaporkan Anindya ke pihak polisi.
“Lepaskan saya, saya tidak
bersalah sama sekali.” Kata Anindya sambil mencoba melepaskan diri dari polisi
yang menangkapnya.
“Istri saya tidak bersalah pak,
tolong lepaskan dia. Kamu tau siapa saya dan siapa istri saya? Cepat lepaskan
dia.” Bentak Dani.
“Silahkan datang ke kantor untuk
penjelasan lebih lanjut.” Kata polisi.
**
Di kantor polisi, Marcelo datang
mengunjungi Anindya.
“Selamat siang nyonya Anindya.
Wah nyonya terlihat sangat cantik ya padahal nyonya sedang didalam penjara
hahaha. Bagaimana kejutannya? Anda menyukainya?” Tanya Marcelo sambil tertawa.
“Kurang ajar, jadi ini alasanmu
datang kesini? Dasar anak tidak tau diri.” Kata Anindya sambil berusaha meraih
Marcelo untuk mencakarnya, namun dia terhalang jeruji besi.
“Hahahaha tenang nyonya, saya
bisa saja mencabut gugatan ini tapi dengan satu syarat.” Kata Marcelo.
“Apa mau kamu?” Tanya Anindya.
“Aku ingin namaku dicantumkan
didalam KK dan aku berhak mendapat harta milik papa. Satu lagi akhir-akhir ini
istri Adriano semakin menggairahkan, aku ingin memilikinya hahaha.” Kata
Marcelo.
__ADS_1
“Apa? Dasar kurang ajar, kamu
tidak akan bisa mendapatkan semua yang kamu inginkan.” Kata Anindya.
“Kalau begitu silahkan mendekam
disini nyonya Anindya haha.” Kata Marcelo.
“Baiklah, aku akan memberimu
harta milik papa, kamu juga bisa bekerja di perusahaan milik papa tapi kalau
untuk Bella, jangan harap kamu bisa memilikinya.” Kata Anindya.
“Kalau begitu, mungkin kamu akan
mendekam di penjara beberapa tahun saja karena kamu tidak bisa memberikan semua
keinginanku.” Kata Marcelo.
“Kamu benar-benar kurang ajar ya,
dia itu istri Adriano. Bagaimana mungkin kamu merebutnya, aku tidak akan
membiarkan hal itu.” Kata Anindya.
“Selama ini Adriano selalu hidup
dengan sangat baik dan bisa mendapatkan semua keinginannya, aku ingin hidup
“Tapi tidak dengan cara merebut
istri Adriano. Aku akan mencarikanmu istri yang sempurna, tolong jangan Bella,
aku mohon.” Kata Anindya.
“Bisakah kamu memohonku sambil
berlutut di depanku dan keluargamu?” Tantang Marcelo.
“Aku akan melakukannya asalkan
kamu tidak merebut Bella dari Adriano.” Kata Anindya.
“Waw aku tidak sabar melihat
seorang nyonya Anindya berlutut memohon kepadaku haha.” Kata Marcelo.
Akhirnya Anindya berlutut memohon
kepada Marcelo didepan Dani, Adriano dan juga Abella.
“Aku minta maaf padamu.” Kata Anindya
__ADS_1
sambil berlutut.
“Aku tidak bisa mendengarmu
dengan jelas.” Kata Marcelo.
“Haruskah kamu sekejam ini
padanya? Ini sangat keterlaluan.” Kata Dani kepada Marcelo.
“Dia harus mendapat balasan yang
setimpal atas apa yang dia lakukan padaku.” Kata Marcelo.
“Berdirilah ma, biar aku yang
menggantikan mama.” Kata Adriano.
“Jangan sayang, mama melakukan
ini semua demi kamu. Mama akan melakukan apapun demi anak mama meskipun harus
berlutut memohon maaf padanya. Mama tidak ingin kamu hancur, mama tidak ingin
keluargamu hancur karena sikap mama.” Kata Anindya.
“Aku disamping mama.” Kata Adriano.
“Jangan pernah berlutut untuk
siapapun kecuali orang tuamu, berdirilah sayang.” Kata Anindya.
“Aku tidak tega melihat mama melakukan
ini hanya demi aku.” Kata Adriano.
“Cukup, kenapa jadi dramatis
seperti ini.” Bentak Marcelo.
“Berdirilah sayang, biar mama
yang melakukan ini.” Kata Anindya.
Anindya terus berlutut untuk
memohon maaf kepada Marcelo.
“Bersihkan sepatuku dengan kedua
tanganmu, bila perlu kamu bisa menjilatnya.” Kata Marcelo.
“Haruskah kamu sekejam ini pada
__ADS_1
ibuku?” Tanya Adriano.
Tiba-tiba Aira datang.