Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Bagian 59


__ADS_3

Abela sangat terkejut mendengar perkataan Nando.


“Apa yang bapak katakan barusan? Bapak justru membuat masalah baru, dan pasti aku yang kena imbasnya.” Bisik Abela.”


“Kita bicara lagi nanti sepulang kerja.” Bisik Nando.


Setelah kejadian tersebut, seluruh karyawan di perusahaan tersebut jadi ketakutan dengan nasibnya karena takut akan dimutasi, terutama Arum dan Stella.


“Mbak maafkan aku ya, aku benar-benar bersalah kepadamu.” Kata Stella.


“Aku sibuk dan tidak ada waktu untuk bicara selain masalah pekerjaan.” Kata Abela.


Tidak lama kemudian, ibu Abela menelfon Abela.


“Iya halo ma, ada apa?” Tanya Abela.


“Darel dijemput Adriano ya? Mama sekarang ada di sekolah Darel tapi kata gurunya sudah pulang.” Kata Antika.


“Apa? Tapi dia tidak bilang apa-apa kok ma kalau mau menjemput Adriano. Coba mama telfon Darel.” Kata Abela.


“Sudah tapi ponselnya tidak aktif, cepat kamu telfon Adriano dan tanyakan dimana Darel.” Kata Antika.


“Baik ma, tunggu sebentar ya.” Kata Abela.


Setelah itu Abela menelfon Adriano.


“Hari ini kamu menjemput Darel ya? Kenapa tidak bilang dulu padaku?” Tanya Abela.


“Tidak, aku tidak menjemput Darel.” Kata Adriano.


“Tapi saat mama menjemput Darel, kata gurunya sudah pulang. Lalu dia dimana sekarang?” Tanya Abela.


“Kamu sebagai ibunya seharusnya lebih memperhatikan Darel, kamu bagaimana sih?” Kata Adriano sangat kesal.


Kemudian Abela segera berlari dan pergi mencari Darel. Nando melihat Abela sedang tergesa-gesa sehingga dia menelfon Abela.


“Kamu pergi kemana? Sepertinya kamu sangat terburu-buru.” Kata Nando.


“Darel hilang pak, tadi mama menjemputnya ke sekolah tapi gurunya bilang kalau Darel sudah pulang.” Kata Abela sambil sesenggukan.

__ADS_1


“Aku akan mengantarmu.” Kata Nando. Lalu Nando segera berlari untuk menyusul Abela, dia menghentikan mobil Abela.


“Biar aku saja yang mengemudi.” Kata Nando.


“Tidak perlu pak, ini urusan pribadiku.” Kata Abela.


“Tidak baik mengemudi dalam keadaan seperti ini, apalagi kamu sedang menangis seperti itu. Cepat pindah ke kursi sebelah, aku saja yang mengemudi.” Kata Nando.


Akhirnya Nando yang mengemudi.


Selama di perjalanan Abela menangis terus, Nando berusaha menenangkan hati Abela tapi tetap saja Abela justru semakin menangis.


“Darel kamu dimana sayang? Kenapa kamu nomormu tidak aktif.” Kata Abela.


“Dia pasti ketemu kok, atau mungkin Darel sedang pergi ke rumah temannya?” Tanya Nando.


“Dia selalu bilang terlebih dahulu jika mau pergi ke rumah temannya. Aku ibu yang buruk untuk anakku, aku lebih mementingkan urusanku daripada mengurusi anakku, bahkan akhir-akhir ini aku tidak sempat mengantar maupun menjemput Darel, aku sangat egois.” Kata Abela menyalahkan dirinya.


“Aku akan meminta bantuan kepada temanku, dia bisa diandalkan.” Kata Nando.


Nando menelfon dan meminta bantuan kepada temannya untuk mencari keberadaan Darel. Tidak lama kemudian, teman Nando mengirimkan lokasi keberadaan Darel.


“Dimana Darel?” Tanya Abela.


“Dia sedang disini.” Kata Nando sambil menunjukkan lokasi keberadaan Darel.


“Bukankah ini restoran di dekat pacuan kuda? Apa jangan-jangan Ariana yang membawa Darel pergi kesana? Ayo pak kita cepat pergi kesana.” Kata Abela.


 


 


**


Setibanya di restoran tersebut, Abela segera turun dan menghampiri anaknya.


“Darel.” Panggil Abela.


“Mama.” Kata Darel langsung berlari menghampiri ibunya.

__ADS_1


“Kenapa kamu bisa disini sayang? Mama dan oma mencarimu sayang. Ponsel kamu kenapa tidak aktif? Kita pulang yuk.” Kata Abela.


“Maafkan Darel ma karena membuat mama dan oma khawatir, mama jangan marah sama Darel ya.” Kata Darel sambil memeluk ibunya.


“Tidak sayang, mama tidak akan marah denganmu tapi seharusnya Darel bilang dulu jika ingin pergi ke suatu tempat. Darel masuk dulu kedalam mobil ya sama om Nando, mama ingin bicara sebentar dengan tante Ariana.” Kata Abela.


“Jangan ma, ayo kita pulang ma.” Kata Darel sambil menarik tangan Abela.


“Baiklah kalau begitu.” Kata Abela.


Akhirnya Abela tidak jadi bicara dengan Ariana dan memilih pulang bersama anaknya.


Didalam mobil, Abela duduk di belakang sambil memeluk anaknya.


“Itu apa ma?” Tanya Darel sambil menunjuk ke arah kotak besar didalam mobil Abela.


“Oh iya itu hadiah dari om Nando, dia membelikanmu mainan kesukaanmu.” Kata Abela.


“Benarkah? Wah terima kasih banyak om Nando.” Kata Darel.


“Sama-sama Darel, semoga kamu suka ya dengan hadiah dari om Nando.” Kata Darel.


“Tentu saja Darel menyukainya, oh iya ma Darel kan besok ulang tahun, Darel ingin pergi berlibur ma.” Kata Darel.


“Berlibur? Memangnya Darel ingin berlibur kemana?” Tanya Abela.


“Darel ingin pergi snorkling ma, aku ingin belajar snorkling ma. Boleh tidak?” Tanya Darel.


“Tapi mama kan takut sayang dan mama tidak bisa menemanimu.” Kata Abela.


“Om Nando bisa kan menemani Darel snorkling?” Tanya Darel kepada Nando.


“Om Nando sibuk sayang, kita pergi berlibur ke tempat lain saja ya.” Kata Abela.


“Om Nando bisa kok, besok kita pergi bersama ya.” Kata Nando.


“Tidak perlu pak.” Kata Abela.


“Kita harus merayakan ulang tahun Darel kan? Selagi ada waktu apa salahnya kita pergi berlibur sekaligus merayakan ulang tahun Darel.” Kata Nando.

__ADS_1


“Yeeeeee terima kasih om Nando.” Kata Darel.


__ADS_2