Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Bagian 34


__ADS_3

Ariana keluar kamar menemui Adriano dan Abela.


“Duduklah.” Kata Abela, Ariana pun duduk sambil berhati-hati.


“Mungkin kamu tidak akan pernah menyangka jika aku menemuimu di saat seperti ini. Apa hubunganmu dengan suamiku?” Tanya Abela kepada Ariana.


“Aku tidak ada hubungan apapun dengan suami ibu.” Kata Ariana.


“Benarkah begitu papanya Darel?” Tanya Abela kepada Adriano.


“Sudahlah kita kembali pulang saja. Jangan bikin malu dirumah orang.” Kata Adriano.


“Kenapa? Kamu takut semua kebusukanmu akan terbongkar?” Kata Abela kepada suaminya.


Lalu Abela bertanya kembali kepada Ariana.


“Jawab pertanyaanku dengan jujur, apa hubunganmu dengan suamiku? Apakah kalian saling menyukai?” Tanya Abela.


“Kami saling menyukai dan saling mencintai.” Jawab Ariana.


“Benarkah begitu papanya Darel?” Tanya Abela kepada Adriano.


“Itu tidak benar.” Kata Abela.

__ADS_1


“Haruskah aku menyuruh orang tuamu untuk bertanya kepadamu agar kamu menjawab dengan jujur?” Tanya Abela, namun Adriano hanya terdiam saja.


“Sudah berapa lama hubungan kalian?” Tanya Abela.


“Satu tahun kita bersama.” Jawab Ariana.


“Satu tahun? Dimana kalian bertemu? Apakah di tempat pacuan kuda?” Tanya Abela.


“Benar, saya pelatih disana.” Jawab Ariana.


“Apa statusmu? Gadis atau janda?” Tanya Abela.


“Tidak pantas kamu bertanya seperti itu sayang.” Kata Adriano kepada istrinya.


“Dia hanya pelatihku saja dan semua jawaban dia itu tidak benar.” Kata Adriano.


“Bisakah kamu membuktikan bahwa memang benar kalian tidak ada hubungan apapun?” Tanya Abela.


“Kamu hanya salah paham saja sayang.” Kata Adriano.


“Berhenti memanggilku seperti itu. Apa saja yang suamiku berikan untukmu? Apakah suamiku membelikan apartemen ini untukmu?” Tanya Abela kepada Ariana.


“Ini pemberian mas Adriano, saya menempati apartemen ini sudah satu tahun karena sebelumnya saya tinggal di tempat lain.” Kata Ariana.

__ADS_1


“Jadi suamiku membelikan atau menyewakan apartemen ini?” Tanya Abela.


“Dia menyewakanku apartemen ini untukku.” Jawab Ariana.


“Selain itu, apa lagi yang dia berikan untukmu?” Tanya Abela.


“Dia membelikanku mobil, tas, dan baju.” Kata Ariana.


“Jadi kamu membelikan dia mobil? Padahal aku ingin ganti mobil tapi kamu melarangku karena ini alasannya. Kamu benar-benar suami yang luar biasa. Baiklah sudah cukup semua penjelasan dari Ariana, aku akan merelakan dia untukmu dan silahkan nikmati laki-laki bekasku.” Kata Abela lalu dia pergi.


“Sayang sayang jangan pergi dulu, aku bisa menjelaskan semuanya kepadamu.” Kata Adriano sambil mencegah tangan istrinya.


“Kita bertemu di pengadilan.” Bentak Abela. Abela pun berlari menuju lift namun sayang sekali Adriano berhasil masuk satu lift dengan Abela.


“Keluar dari sini.” Kata Abela.


“Sayang tolong jangan seperti ini kepadaku, aku bersalah kepadamu tapi tolong beri aku kesempatan lagi. Setelah ini aku tidak akan menemui wanita itu lagi dan lebih memilihmu sayang.” Kata Adriano.


“Lalu bagaimana dengan wanita itu? Dia sangat mencintaimu, lagipula rentang usia kalian sepertinya tidak jauh jadi kamu tidak perlu lagi menghadapiku yang masih kekanak-kanakan.” Kata Abela.


“Tidak sayang, aku akan tetap memilihmu.” Kata Adriano.


“Lalu saat kamu menemuinya, apakah kamu tidak memikirkan bagaimana perasaanku? Dasar laki-laki bajingan, keluar kamu dari sini.” Kata Abela sambil mendorong suaminya keluar lift, kemudian dia segera menutup lift tersebut untuk turun ke bawah. Abela menangis didalam lift lalu dia segera mengendarai taksi dan pergi ke tempat golf yang sering ia kunjungi untuk menenangkan emosi dan perasaannya.

__ADS_1


__ADS_2