Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Bagian 12


__ADS_3

Setibanya di tempat kerja Abela. Dia segera keluar dari mobil tanpa berpamitan kepada suaminya.


“Sayang, kamu tidak menciumku terlebih dahulu?” Tanya Adriano.


“Aku buru-buru, aku pergi dulu.” Kata Abela.


Lalu Adriano turun dari mobil dan meraih tangan istrinya dan memeluknya.


“Lepaskan aku, bagaimana jika temanku melihat kita.” Kata Abela.


“Biarlah, aku menutupi wajahmu kok. Apakah kamu marah kepadaku?” Tanya Adriano.


“Lepaskan aku, aku harus segera pergi. Pasti mereka sedang menungguku.” Kata Abela.


“Maafkan aku karena terlalu ikut campur dengan masalah pribadimu, dan maafkan aku juga karena menemui ibumu tanpa sepengetahuanmu. Lain kali aku akan meminta ijinmu dan memberitahumu. Sekali lagi maafkan aku sayang, aku akan merasa bersalah padamu jika kamu bersikap dingin kepadaku.” Kata Adriano.


“Aku sangat kesal denganmu bahkan dengan diriku sendiri. Kenapa dia harus menemuiku dan mengasihaniku saat itu, aku tidak pernah mengharap belas kasihan darinya.” Kata Abela.


“Jangan menyalahkan dirimu sayang, salahkan saja diriku. Sekarang tarik nafasmu yang dalam lalu hembuskan dan lupakan semua perkataanku tadi.” Kata Adriano.


“Baiklah, aku pergi dulu ya.” Kata Abela.


Kemudian Abela segera masuk kedalam kantornya dan bergabung dengan teman-temannya.


“Hai, aku kira kamu tidak ikut.” Kata Stella.

__ADS_1


“Maaf, aku terlambat ya.” Kata Abela.


“Sudah berkumpul semuanya kan? Ayo kita berangkat sekarang.” Kata Nando (Rionando atau akrab disapa Nando adalah salah satu staff di tempat kerja Abela, dia pemimpin perjalanan tersebut sekaligus menjadi tour guide. Dia menjabat sebagai kepala bagian departemen penyiaran namun sebenarnya dia adalah anak dari pemilik apartemen mewah di kawasan elite, namun tidak ada orang yang mengetahuinya).


“Tunggu sebentar, bu Arum dimana ya? Saya tidak melihatnya.” Kata Abela.


“Oh bu Arum datang terlambat, dia akan menyusul nanti malam karena sedang ada urusan mendadak.” Kata Nando.


“Kenapa dia tidak memberitahuku atau Stella ya?” Tanya Abela penasaran.


“Tadi dia memberitahuku kok, ayo kita berangkat.” Kata Nando sambil membawakan koper milik Abela.


“Ah tidak perlu pak, biar saya bawa sendiri saja.” Kata Abela.


“Tidak apa-apa, silahkan masuk kedalam bus terlebih dahulu.” Kata Nando.


“Pak Nando baik sekali ya padahal dia adalah kepala departemen tapi selalu bersikap baik kepada bawahannya.” Bisik Abela.


“Dia sangat tampan kan? Dia bahkan belum menikah, seandainya aku bertemu dengannya terlebih dahulu pasti aku akan menyukainya terlebih dahulu sebelum suamiku haha.” Kata Stella.


“Astaga buang jauh-jauh pikiranmu yang seperti itu. Serius dia belum menikah? Dia laki-laki yang sempurna pasti memiliki banyak wanita.” Kata Abela.


“Dia di atasmu 5 tahun kok mbak, tapi memang auranya bapakable sih hahahaha. Apalagi kalau bicara sangat menenangkan.” Kata Stella.


“Sudah sudah nanti banyak yang mendengar percakapan kita loh bisa bahaya nanti.” Kata Abela.

__ADS_1


“Memangnya kamu tidak tertarik dengannya? Dia jauh lebih muda dibandingkan suamimu loh mbak.” Bisik Stella.


“Tertarik memang ada tapi sudahlah lupakan, saat ini kan aku sudah memiliki suami dan anak mana mungkin tergoda dengan laki-laki lain.” Kata Abela.


“Hmmmm jangan munafik deh mbak hahaha, aku yakin pasti mbak Abela juga ada ketertarikan dengan pak Nando hahaha.” Kata Stella.


“Bisa diam tidak?” Kata Abela.


“Maaf mbak, aku akan lebih menjaga ucapanku.” Kata Stella.


“Astaga, mana mungkin aku tertarik dengannya. Itu sangat mustahil bagiku dan mana mungkin juga dia tertarik denganku.” Kata Abela dalam hati.


Setibanya di tempat tujuan.


“Ah udaranya sangat sejuk, sepertinya aku akan tidur dengan nyenyak dan tidak ingin kembali ke rutinitas.” Kata Stella.


“Harusnya aku membawa Darel kesini, pasti dia sangat menyukainya.” Kata Abela.


“Darel saja? Lalu suamimu bagaimana?” Tanya Stella.


“Tentu saja dengan suamiku juga lah, ayo kita masuk ke kamar kita. Kita satu kamar ya atau bagaimana?” Tanya Abela.


“Iya mbak, kita satu kamar kok. Kalau bu Arum satu kamar dengan bu Desi keuangan. Mungkin menyesuaikan dengan usia ya pemilihan partner kamarnya.” Kata Stella.


“Hahahaha sepertinya begitu, tolong bawakan barangku ya.” Kata Abela.

__ADS_1


“Hmmmm seenaknya menyuruhku dia.” Kata Stella lirih.


__ADS_2