
Di restoran HW.
Tiara tampak gugup saat akan masuk kedalam restoran.
“Ayo kita masuk kedalam sayang.” Kata Daniel.
“Iya mas.” Kata Tiara.
Mereka berdua langsung masuk dan ternyata Nadia datang bersama Fardan. Tentu saja Tiara sangat canggung dan bingung.
“Maaf jika menunggu lama, tadi dijalan macet.” Kata Daniel.
“Tidak apa-apa, oh iya aku sengaja datang dengan suamiku.” Kata Nadia sambil melirik ke arah Tiara.
“Hai Nad bagaimana kabarmu?” Tanya Tiara dengan senyumannya yang terpaksa.
“Baik kok, bagaimana dengan Kevia? Apakah hubunganmu dengan Kevia masih memburuk atau sudah membaik setelah kejadian itu?” Tanya Nadia yang sengaja membuat Tiara kesal.
“Kevia kenapa sayang? Kamu sedang tidak akur dengan Kevia ya?” Tanya Daniel.
“Tidak apa-apa kok mas, ya maklum saja namanya juga dia beranjak remaja jadi terkadang mudah terbawa emosi sesaat.” Kata Tiara.
“Loh suamimu tidak tau ya kalau Kevia waktu itu bolos sekolah dan lesnya dan pergi menemui suamiku dan akhirnya datang ke rumahku? Maaf seharusnya aku tidak mengatakan hal ini disini.” Kata Nadia.
“Ada apa sih sayang? Kenapa kamu tidak memberitahuku masalah Kevia?” Tanya Daniel, Tiara benar-benar bingung dengan pertanyaan suaminya.
“Kevia berkunjung ke galeri lalu bertemu dengan Fardan mas.” Kata Tiara.
“Oh begitu ya, kita pesan makan dulu yuk.” Kata Daniel.
“Aku sudah memesan makanan tadi, kebetulan aku memesan makanan Korea sambil bernostalgia, oh iya kamu masih suka dengan ganjang gejang (kepiting asin khas Korea) kan atau kamu masih trauma? Tapi aku terlanjur memesan makanan itu karena aku rindu sekali dengan ganjang gejang.” Kata Nadia.
__ADS_1
“Kamu punya trauma dengan makanan sayang?” Tanya Daniel.
“Kamu kan suaminya kok tidak tau tentang Tiara? Kalau suamiku memang alergi dengan kepiting makanya aku memesankan dia bulgogi.” Kata Nadia.
“Pantas saja kamu jarang sekali memasak kepiting? Kamu alergi dengan kepiting?” Tanya Daniel.
“Aku tidak alergi kok mas hanya tidak terlalu suka dengan aromanya saja.” Kata Tiara.
“Padahal dulu saat di Korea makanan ini adalah makanan favorit kita berdua loh Ra.” Kata Nadia.
“Oh iya sebenarnya apa yang ingin kamu katakan kepada suamiku?” Tanya Tiara.
“Kita makan dulu saja sayang.” Kata Daniel.
“Sayang sepertinya kamu tidak bisa terlalu lama disini, ibu kan tadi menyuruhmu untuk datang ke rumahnya.” Kata Tiara.
“Oh iya ya, aduh maaf sekali aku harus pergi.” Kata Daniel.
“Tidak usah, aku ikut pulang saja dengan suamiku.” Kata Tiara.
“Kamu disini saja sayang, nanti aku akan menelfon supir untuk menjemputmu ya. Aku pergi dulu ya, i love you.” Kata Daniel sambil mencium pipi Tiara namun Tiara tampak tidak nyaman dan tidak enak dengan Fardan.
“Ra kamu harus mencoba ganjang gejang.” Kata Nadia sambil mengambilkan kepiting lalu diletakkan di piring Tiara.
“Aku ke toilet dulu ya.” Kata Tiara.
Saat Tiara ke toilet, Fardan pun menegur istrinya.
“Kamu kenapa sih bicara seperti itu kepada Tiara didepan suaminya?” Tanya Fardan.
“Memangnya aku salah? Suaminya saja yang bodoh tidak tau apa-apa tentang istrinya.” Kata Nadia.
__ADS_1
“Tapi Tiara tampak kebingungan dan panik.” Kata Fardan.
“Loh aku kan tidak salah, berarti hubungan Tiara dengan suaminya tidak akur. Lagipula untuk apa kamu mencemaskan Tiara.” Kata Nadia kesal.
“Dia kan teman baikmu, tidak pantas lah bicara seperti itu kepadanya. Jaga ucapanmu.” Kata Fardan.
“Kenapa kamu sangat mengkhawatirkan Tiara? Kamu tertarik dengannya lagi?” Tanya Nadia.
“Aku pergi dulu.” Kata Fardan langsung pergi meninggalkan Nadia.
Tiara kembali ke meja makan.
“Fardan kemana?” Tanya Tiara.
“Dia kembali setelah berdebat denganku.” Kata Nadia.
“Oh, suamiku sudah membayar bill nya. Aku kembali dulu.” Kata Tiara.
“Kenapa buru-buru? Apakah kamu mau menghampiri suamiku?” Tanya Nadia sambil menikmati makanannya.
“Apa maumu sebenarnya?” Tanya Tiara.
“Aku ingin jauhi suamiku dan kamu mendapat balasan atas tindakanmu. Aku akan pastikan bahwa keluargamu terutama keluarga suamimu mengetahui seperti apa dirimu sebenarnya.” Kata Nadia.
“Silahkan, aku tidak takut dengan ancamanmu. Dari dulu kamu bukanlah tandinganku, aku merasa kasihan denganmu, kasihan karena hidupmu dipenuhi rasa cemburu dan ingin menghancurkan hidup orang lain.” Kata Tiara.
“Lihat saja apa yang akan aku lakukan.” Kata Nadia.
“Silahkan saja, jangan hanya bicara tapi buktikan jika memang ucapanmu benar dan aku terbukti bersalah. Lebih baik hiduplah bahagia bersama suamimu daripada mengurusi urusan orang lain.” Kata Tiara.
“Pantas saja ibu mertuamu tidak menyukaimu, melihat kelakuanmu yang seperti itu.” Kata Nadia.
__ADS_1
“Setidaknya suamiku kaya raya karena segalanya membutuhkan uang.” Kata Tiara lalu dia pergi meninggalkan Nadia.