Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Bagian 27


__ADS_3

Jam istirahat.


Abela menemui Arum.


“Bu Arum.” Sapa Abela.


“Hai, ada apa?” Tanya Arum.


“Makan siang bersama yuk.” Kata Abela.


“Tadi pak Nando juga mengajakku makan siang. Bagaimana jika kita makan siang bertiga saja.” Kata Arum.


“Kalau begitu lain kali saja, aku makan bersama Stella saja.” Kata Abela.


“Baiklah, maafkan aku ya.” Kata Arum.


“Tidak apa-apa bu.” Kata Abela.


Akhirnya Abela memilih untuk makan siang sendiri di kantin, tiba-tiba dia menabrak OB yang membawa banyak barang sehingga dia terkena tumpahan minuman kopi.


“Aaaaaaaa.” Teriak Abela.


“Maaf bu, saya tidak sengaja.” Kata OB.


“Untung saja minumannya dingin, aduh bajuku jadi kotor padahal belum waktunya pulang lagi dan aku tidak membawa baju ganti, bagaimana sih pak.” Kata Abela kesal.


“Maafkan saya bu, saya coba bantu bersihkan ya bu.” Kata OB.


“Ah tidak perlu, cepat bereskan saja kekacauan ini.” Kata Abela.


Kemudian Abela pergi ke tempat parkir dan masuk kedalam mobilnya. Didalam mobil, dia melepas kemejanya dan membersihkannya dengan air minum kemudian mengeringkannya tepat di AC mobil.


“Dasar menyebalkan, ada-ada saja.” Gerutu Abela. Abela hanya memakai tank top saja karena kemejanya terkena tumpahan minuman.


Tiba-tiba Nando muncul.


“Sedang apa kamu disini?” Tanya Nando yang mengagetkan Abela. Abela pun berteriak sambil menutupi dirinya menggunakan telapak tangannya.

__ADS_1


“Aaaaaaaa.” Teriak Abela.


“Hei hei hei pelankan suaramu.” Kata Nando sambil membungkam mulut Abela.


“Aaaaaaaaa lepaskan aku, kenapa bapak bisa disini, aku sangat malu cepat tutup pintu mobilku.” Kata Abela sambil menutupi dirinya.


Akhirnya Nando memberikan jas miliknya kepada Abela.


“Pakai jas milikku.” Kata Nando lalu menutup pintu mobil Abela. Abela pun segera memakai jas milik Nando, setelah itu barulah dia membuka pintu mobilnya kembali.


“Terima kasih, lagipula kenapa sih bapak bisa muncul tiba-tiba disini?” Tanya Abela kesal.


“Aku mau keluar menemui salah satu kenalanku yang akan menawarkan kerjasama dengan perusahaan kita.” Kata Nando.


“Oh begitu, bukankah bapak sedang makan siang bersama bu Arum ya?” Gerutu Abela.


“Aku hanya memberikan kue untuk anak-anaknya, aku mau makan diluar.” Kata Nando.


“Oh jadi hanya memberikan kue untuk anaknya bu Arum, tapi kenapa bu Arum bilang mau makan siang dengannya ya, hmmmm bilang saja ingin mencari laki-laki pengganti mantan suaminya.” Gerutu Abela.


“Jangan bicara sembarangan, lebih baik tanyakan sendiri darinya. Kamu sudah makan belum?” Tanya Nando.


“Ikutlah denganku, ayo kita makan siang bersama. Anggap aja sebagai ganti menjengukmu karena kemarin aku pulang terlebih dahulu sebelum kamu sadar.” Kata Nando.


“Hmmmm baiklah.” Kata Abela.


**


Diperjalanan menuju restoran.


Tiba-tiba ada panggilan video dari Darel.


“Hallo, tumben sekali melakukan panggilan video?” Tanya Abela.


“I miss you ma, mama kapan pulang?” Tanya Darel.


“I miss you too sayang, nanti sore mama baru pulang. Memangnya ada apa sih?” Tanya Abela.

__ADS_1


“Tadi aku ada cooking class ma dan aku membuat pasta spesial untuk mama.” Kata Darel.


“Benarkah? Wah pasti rasanya enak sekali. Mama ingin segera mencobanya.” Kata Abela.


“Cepat kembalilah pulang ma, mama sedang dijalan ya? Mama sama siapa?” Tanya Darel.


“Mama sedang menuju restoran untuk makan siang dengan rekan kerja mama, coba ucapkan salam kepada rekan kerja mama.” Kata Abela sambil mengarahkan kamera ke Nando.


“Selamat siang om, namaku Darel. Tolong perlakukan ibuku dengan baik ya om.” Kata Darel.


“Hai Darel, perkenalkan aku Nando, kamu bisa memanggilku om Nando.” Kata Abela.


“Wah rekan kerja mama ganteng ya.” Kata Darel.


“Hei stop stop kamu tidak sopan bicara seperti itu. Sudah ya mama tutup dulu telfonnya karena sudah dekat dengan restorannya.” Kata Abela.


“Darel om Nando ingin mengajakmu makan. Boleh tidak?” Teriak Nando sambil mendekatkan dirinya didepan kamera.


“Jika mama mengijinkan pasti aku mau kok om, tapi sepertinya mama akan mengijinkannya.” Kata Darel sambil tertawa.


“Yes, om Nando akan membuat ibumu setuju ya.” Kata Nando.


“Hore, makan di restoran yang mewah ya om.” Kata Darel.


“Astaga, sudah ya nanti mama telfon lagi. Jangan lupa kerjakan PR kamu dan jangan telat makan. I love u.” Kata Abela lalu menutup telfonnya.


“Darel sangat mengasyikkan ya, dia juga tumbuh sangat dewasa sepertinya dan tampan sekali.” Kata Nando.


“Tentu saja karena ibunya kan sangat cantik.” Kata Abela dengan percaya dirinya.


“Wah jangan terlalu percaya diri ya kamu.” Kata Nando.


“Perhatikan dengan baik, cantik kan?” Tanya Abela sambil mengarahkan dan mendekatkan wajahnya ke arah Nando, seketika Nando pun juga menatap Abela karena kebetulan juga sedang berhenti karena lampu merah. Nando menatap Abela cukup lama hingga tanpa sadar dia menyentuh rambut Abela dan menyelipkan rambutnya di belakang telinga Abela.


“Kalau seperti ini jauh lebih cantik.” Kata Nando sambil tersenyum, Abela pun tersipu malu.


“Cepat jalan, sudah lampu hijau.” Kata Abela.

__ADS_1


“Ah iya benar juga.” Kata Nando sangat canggung.


__ADS_2