Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 104


__ADS_3

Jam istirahat, Abella pergi makan


bersama Naila.


“Kak aku traktir makan ya hari


ini.” Kata Abella.


“Tidak perlu, kita makan bersama


saja.” Kata Naila.


“Karena kak Naila kan hari ini


banyak membantuku jadi sebagai rasa terima kasihku kepada kak Naila.” Kata


Abella.


“Tidak perlu Bell, besok kita


bawa bekal saja yuk nanti kita makan di ruang tunggu dilantai 2, disana


tempatnya bagus dan kita bisa melihat pesawat lepas landas.” Kata Naila.


“Benarkah? Wah boleh juga,


baiklah besok aku bawa bekal.” Kata Abella.


“Jadi kamu istri captain Adriano


ya? Wah akhirnya captain Adriano menikah dengan wanita cantik sepertimu, kamu


juga masih muda lagi. Kalian dijodohkan ya?” Tanya Naila.


“Hehe iya kak, kakekku


menjodohkanku dengan mas Adriano.” Kata Abella.


“Kalian sudah punya anak?” Tanya


Naila.


“Belum kak, aku sengaja


menundanya sampai aku lulus kuliah.” Kata Abella.


“Tidak baik loh menunda memiliki


anak, apalagi captain Adriano kan juga sangat mapan baik usia maupun materi.”


Kata Naila.


“Aku belum siap jika memiliki


anak di usiaku yang masih sangat muda, lagipula mas Adriano juga tidak


keberatan kok dan dia dengan sabar menungguku.” Kata Abella.

__ADS_1


“Iya sih pokoknya nanti setelah


kamu lulus jangan ditunda lagi ya. Jangan sepertiku yang awalnya menunda


memiliki anak eh ternyata suamiku malah memiliki anak dari wanita lain dan aku


memutuskan untuk berpisah darinya. Aku juga menikah di usia yang sangat muda


karena perjodohan, aku sangat menyesal sekali. Memang waktu itu suamiku ingin


segera memiliki anak namun aku belum siap, suamiku juga sudah berumur saat itu,


aku dan suamiku terpaut usia 10 tahun Bell.” Kata Naila.


“Ya ampun kak aku turut bersedih


mendengarnya.” Kata Abella.


“Tidak perlu bersedih, aku sudah


menikah lagi kok, dan pernikahan kami baru berjalan lima bulan hehe.” Kata


Naila.


“Wah selamat ya kak atas


pernikahan kak Naila dan suami kakak.” Kata Abella.


“Aku tidak akan menunda lagi


untuk memiliki seorang anak, doakan aku segera memiliki seorang anak ya Bell.”


Kata Naila.


secepatnya hamil ya.” Kata Abella.


“Terima kasih Bell, kamu juga


pikirkan lagi ya, ini juga demi keutuhan rumah tanggamu. Anak itu adalah


pengikat dan penguat dalam rumah tangga.” Kata Naila.


“Iya kak terima kasih atas


sarannya, kita jadi makan dimana kak?” Tanya Abella.


“Di sebelah sana saja, disana


makanannya sangat enak.” Kata Naila sambil menunjuk ke arah yang dia maksud.


Setibanya di tempat makan.


“Disini menu masakan nusantara


Bell, aku mau pesan soto daging. Kamu mau pesan apa?” Tanya Naila.


“Aku mau pesan menu yang sama

__ADS_1


dengan kak Naila saja.” Kata Abella.


“Ok, duduklah dulu. Aku pesankan


makanan dulu.” Kata Naila.


“Ah iya kak.” Kata Abella.


Tidak lama kemudian, makanan


mereka pun datang.


“Selamat makan.” Kata Abella.


“Selamat makan juga.” Kata Naila.


“Setelah ini ke kedai kopi yuk


kak sekalian kita ngobrol disana sambil menunggu jam masuk kerja kembali.” Kata


Abella.


“Sepertinya waktu kita tidak akan


cukup, jam istirahat kita hanya satu jam. Lain kali saja ya.” Kata Naila.


“Ah baiklah kak.” Kata Abella.


“Disini pulang kerjanya jam 4


sore dan selalu tepat waktu kok kalau pulang. Kamu bawa kendaraan pribadi?”


Tanya Naila.


“Aku tadi diantar sama suamiku


kak. Kalau kak Naila?” Tanya Abella.


“Aku bawa motor tadi Bell.” Kata


Naila.


“Kakak sudah berapa lama kerja


disini?” Tanya Abella.


“Aku sudah 3 tahun bekerja


disini. Aku dulu setelah berpisah dengan suamiku, aku memutuskan untuk kuliah


lalu bertemu dengan suamiku yang sekarang hehe. Dia juga bekerja disini kok


tapi beda maskapai.” Kata Naila.


“Wah senangnya, berarti bisa


berangkat bersama ya kak.” Kata Abella.

__ADS_1


“Tidak juga kan jadwal kita bisa


berbeda. Sudah jam 1 ayo kita kembali ke kantor.” Kata Naila.


__ADS_2