
Jam istirahat, Abella pergi makan
bersama Naila.
“Kak aku traktir makan ya hari
ini.” Kata Abella.
“Tidak perlu, kita makan bersama
saja.” Kata Naila.
“Karena kak Naila kan hari ini
banyak membantuku jadi sebagai rasa terima kasihku kepada kak Naila.” Kata
Abella.
“Tidak perlu Bell, besok kita
bawa bekal saja yuk nanti kita makan di ruang tunggu dilantai 2, disana
tempatnya bagus dan kita bisa melihat pesawat lepas landas.” Kata Naila.
“Benarkah? Wah boleh juga,
baiklah besok aku bawa bekal.” Kata Abella.
“Jadi kamu istri captain Adriano
ya? Wah akhirnya captain Adriano menikah dengan wanita cantik sepertimu, kamu
juga masih muda lagi. Kalian dijodohkan ya?” Tanya Naila.
“Hehe iya kak, kakekku
menjodohkanku dengan mas Adriano.” Kata Abella.
“Kalian sudah punya anak?” Tanya
Naila.
“Belum kak, aku sengaja
menundanya sampai aku lulus kuliah.” Kata Abella.
“Tidak baik loh menunda memiliki
anak, apalagi captain Adriano kan juga sangat mapan baik usia maupun materi.”
Kata Naila.
“Aku belum siap jika memiliki
anak di usiaku yang masih sangat muda, lagipula mas Adriano juga tidak
keberatan kok dan dia dengan sabar menungguku.” Kata Abella.
__ADS_1
“Iya sih pokoknya nanti setelah
kamu lulus jangan ditunda lagi ya. Jangan sepertiku yang awalnya menunda
memiliki anak eh ternyata suamiku malah memiliki anak dari wanita lain dan aku
memutuskan untuk berpisah darinya. Aku juga menikah di usia yang sangat muda
karena perjodohan, aku sangat menyesal sekali. Memang waktu itu suamiku ingin
segera memiliki anak namun aku belum siap, suamiku juga sudah berumur saat itu,
aku dan suamiku terpaut usia 10 tahun Bell.” Kata Naila.
“Ya ampun kak aku turut bersedih
mendengarnya.” Kata Abella.
“Tidak perlu bersedih, aku sudah
menikah lagi kok, dan pernikahan kami baru berjalan lima bulan hehe.” Kata
Naila.
“Wah selamat ya kak atas
pernikahan kak Naila dan suami kakak.” Kata Abella.
“Aku tidak akan menunda lagi
untuk memiliki seorang anak, doakan aku segera memiliki seorang anak ya Bell.”
Kata Naila.
secepatnya hamil ya.” Kata Abella.
“Terima kasih Bell, kamu juga
pikirkan lagi ya, ini juga demi keutuhan rumah tanggamu. Anak itu adalah
pengikat dan penguat dalam rumah tangga.” Kata Naila.
“Iya kak terima kasih atas
sarannya, kita jadi makan dimana kak?” Tanya Abella.
“Di sebelah sana saja, disana
makanannya sangat enak.” Kata Naila sambil menunjuk ke arah yang dia maksud.
Setibanya di tempat makan.
“Disini menu masakan nusantara
Bell, aku mau pesan soto daging. Kamu mau pesan apa?” Tanya Naila.
“Aku mau pesan menu yang sama
__ADS_1
dengan kak Naila saja.” Kata Abella.
“Ok, duduklah dulu. Aku pesankan
makanan dulu.” Kata Naila.
“Ah iya kak.” Kata Abella.
Tidak lama kemudian, makanan
mereka pun datang.
“Selamat makan.” Kata Abella.
“Selamat makan juga.” Kata Naila.
“Setelah ini ke kedai kopi yuk
kak sekalian kita ngobrol disana sambil menunggu jam masuk kerja kembali.” Kata
Abella.
“Sepertinya waktu kita tidak akan
cukup, jam istirahat kita hanya satu jam. Lain kali saja ya.” Kata Naila.
“Ah baiklah kak.” Kata Abella.
“Disini pulang kerjanya jam 4
sore dan selalu tepat waktu kok kalau pulang. Kamu bawa kendaraan pribadi?”
Tanya Naila.
“Aku tadi diantar sama suamiku
kak. Kalau kak Naila?” Tanya Abella.
“Aku bawa motor tadi Bell.” Kata
Naila.
“Kakak sudah berapa lama kerja
disini?” Tanya Abella.
“Aku sudah 3 tahun bekerja
disini. Aku dulu setelah berpisah dengan suamiku, aku memutuskan untuk kuliah
lalu bertemu dengan suamiku yang sekarang hehe. Dia juga bekerja disini kok
tapi beda maskapai.” Kata Naila.
“Wah senangnya, berarti bisa
berangkat bersama ya kak.” Kata Abella.
__ADS_1
“Tidak juga kan jadwal kita bisa
berbeda. Sudah jam 1 ayo kita kembali ke kantor.” Kata Naila.