
Setibanya dirumah Arum, Abela dan Adriano pun segera masuk kedalam dan
disana sudah banyak tamu yang datang.
“Hai mbak Abela.” Panggil Stella.
“Hai.” Kata Abela lalu menghampiri Stella dan suaminya.
“Perkenalkan ini suamiku mbak.” Kata Stella.
“Hai, aku sering mendengar tentangmu dari Stella.” Kata Abela.
Kemudian Adriano mengobrol dengan suami Stella, sedangkan Abela asyik
menikmati makanan bersama Stella.
“Aku senang sekali akhirnya suamiku mau datang bersamaku.” Kata Stella.
“Dia masih sangat muda, seperti anak kuliahan.” Kata Abela.
“Sebenarnya aku dan dia terpaut usia 8 tahun dengannya, dia bekerja di
bank juga karena orang tuanya pemilik bank itu, dia memang sangat mengandalkan
orang tuanya bahkan orang tuanya selalu ikut campur dengan rumah tanggaku. Aku tidak
keberatan karena mungkin aku sejak kecil hidup terpisah dari orang tuaku
sehingga mereka menganggapku seperti anak mereka sendiri. Orang tuaku kan di
luar negeri jadi sangat jarang bisa bertemu.” Kata Stella.
“Wah tajir sekali berarti keluarga suamimu.” Kata Abela.
“Haha tentu saja, dulu sebelum aku bekerja di stasiun radio, aku kan
bekerja sebagai guru les musik dan kebetulan suamiku adalah muridku.” Kata Stella
tersipu malu.
“Benarkah? Wah sejak awal kalian memang sudah ditakdirkan untuk bersama.”
Kata Abela.
“Sepertinya begitu.” Kata Stella.
“Cepatlah memiliki seorang anak, tidak perlu menunda. Dengan begitu
suami dan keluarganya tidak membebanimu.” Kata Abela.
“Aku takut jika memiliki anak, aku tidak bisa membagi waktuku antara
urusan keluarga dan pekerjaan. Apalagi saat ini aku sangat menikmati karirku.” Kata
Stella.
“Aku yakin kamu bisa membagi waktumu kok, dulu aku juga merasa kesulitan
namun suamiku selalu mendukungku dan membantuku untuk bertukar peran dalam
urusan rumah tangga.” Kata Abela.
“Aku akan memikirkannya lagi, sebenarnya selain aku bekerja sebagai sekretaris
di stasiun radio aku juga memiliki vlog sehari-hari dan pengikutku sangat
banyak. Apakah kamu pernah melihat vlog ku yang berjudul My Stella?” Tanya
__ADS_1
Stella.
“Jadi vlog itu milikmu? Wah aku sering melihatnya dan aku sangat
menyukai kontennya. Kamu snagat keren, kamu bisa bermain musik, bernyanyi dan
seringkali kamu membagikan tips-tips seputar kehidupan sehari-hari ya seperti
daily vlog begitu. Aku sama sekali tidak tau kalau itu adalah kamu. Lain kali
tunjukkan wajahmu di vlog milikmu.” Kata Abela.
“Hehehe aku tidak percaya diri mbak. Satu hal yang tidak akan pernah aku
tampilkan dalam vlogku yaitu memasak hehe. Aku sama sekali tidak bisa memasak dan
tidak ingin memasak.” Kata Stella.
“Lalu suamimu bagaimana? Bukankah kamu harus memasakkan untuk suamimu?”
Tanya Abela.
“Ibu mertuaku setiap hari mengirimiku makanan, tapi aku selalu makan
makanan yang mudah, sederhana dan sehat tentunya sedangkan suamiku sangat
menyukai makanan Indonesia. Aku sangat menyukai steak, pasta, roti, sandwich ya
seperti makanan western tapi suamiku tidak menyukainya. Jadi setiap hari dia
selalu makan makanan dari ibunya.” Kata Stella.
“Setiap pasangan memang ada kelebihan dan kekurangan begitu juga dengan
rumah tangga. Sesekali kamu harus coba memasak makanan Indonesia agar suamimu
semakin jatuh hati padamu dan hubungan kalian berdua semakin harmonis.” Kata Abela.
Stella.
“Tentu saja, kita sapa bu Arum dulu yuk.” Kata Abela.
“Ada yang ingin aku sampaikan dengan bu Arum tapi aku takut.” Kata Stella.
“Ada apa memangnya?” Tanya Abela.
“Jadi suamiku pernah melihat suami bu Arum sedang berpelukan dengan
rekan kerja suamiku.” Kata Stella.
“Memangnya suamimu mengenal suami bu Arum?” Tanya Abela.
“Kapan hari aku bertemu dengan bu Arum dan suaminya sedang pergi ke
supermarket, saat itu aku sedang bersama suamiku. Lalu suamiku cerita bahwa
suami bu Arum sedang menjalin hubungan dengan teman kerja suamiku. Teman kerja
suamiku sangat cantik dan banyak disukai oleh para nasabah maupun orang kantor
di tempat kerja suamiku. Awalnya aku tidak percaya karena kita tau sendiri
bahwa keluarga bu Arum sangat harmonis dan selalu penuh kasih sayang jadi aku
tidak berani untuk mengungkapkannya.” Kata Stella.
“Sebaiknya jangan beritahu sekarang karena situasinya tidak tepat.” Kata
__ADS_1
Abela.
“Baiklah kalau begitu.” Kata Stella.
Tiba-tiba wanita tersebut datang.
“Mbak lihat wanita itu, itu wanita yang dimaksud suamiku. Wah berani
sekali dia datang kesini.” Kata Stella.
“Kamu yakin dia orangnya? Dia sangat cantik tapi kenapa tertarik dengan
suami orang bahkan usianya pasti terpaut snagat jauh.” Kata Abela.
“Aku ingin sekali memberinya pelajaran. Lihat dia malah menghampiri
suami bu Arum dan lihat saja pakaiannya sangat menggoda.” Kata Stella.
“Sudahlah kita awasi saja dan jangan ikut campur.” Kata Abela.
“Coba lihat tangan wanita itu diam-diam menyentuh suami bu Arum,
kebetulan sekali bu Arum sedang tidak disamping suaminya.” Kata Stella.
“Dia benar-benar mencari kesempatan, sepertinya suami bu Arum memang
sengaja mengundang wanita itu.” Kata Abela.
“Benar juga mbak.” Kata Stella.
“Stella Abela.” Sapa Arum.
“Astaga bu Arum.” Kata Abela kaget.
“Bu Arum kenapa ada disini, kenapa tidak mendampingi suami ibu saja.”
Kata Stella.
“Hahaha aku kan juga ingin menyapa para tamuku, lagipula suamiku juga
harus menyapa temannya yang datang. Kalian sudah makan belum? Silahkan nikmati
makanannya.” Kata Arum.
“Jangan pikirkan kami bu, lebih baik bu Arum disamping suami ibu saja.”
Kata Abela.
“Kenapa memangnya?” Tanya Arum.
“Karena bu Arum kan harus selalu menjaga suami ibu dari wanita lain.”
Kata Stella.
“Apa maksud kamu?” Tanya Arum.
“Maksud Stella, sebaiknya ibu tetap disana bersama suami Ibu apalagi
tamu suami ibu kebanyakan wanita.” Kata Abela.
“Suami saya sangat setia denganku bahkan dia selalu menundukkan
pandangannya jika bertemu dengan teman-temanku. Dia tidak akan mengkhianatiku
apalagi berpaling dariku.” Kata Arum.
“Semoga saja begitu tapi tetap saja harus selalu waspada dan
__ADS_1
berhati-hati.” Kata Abela.
“Kalian berdua ada-ada saja.” Kata Arum sambil tertawa.