Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Season 2 Bagian 7


__ADS_3

Setibanya dirumah Arum, Abela dan Adriano pun segera masuk kedalam dan


disana sudah banyak tamu yang datang.


“Hai mbak Abela.” Panggil Stella.


“Hai.” Kata Abela lalu menghampiri Stella dan suaminya.


“Perkenalkan ini suamiku mbak.” Kata Stella.


“Hai, aku sering mendengar tentangmu dari Stella.” Kata Abela.


Kemudian Adriano mengobrol dengan suami Stella, sedangkan Abela asyik


menikmati makanan bersama Stella.


“Aku senang sekali akhirnya suamiku mau datang bersamaku.” Kata Stella.


“Dia masih sangat muda, seperti anak kuliahan.” Kata Abela.


“Sebenarnya aku dan dia terpaut usia 8 tahun dengannya, dia bekerja di


bank juga karena orang tuanya pemilik bank itu, dia memang sangat mengandalkan


orang tuanya bahkan orang tuanya selalu ikut campur dengan rumah tanggaku. Aku tidak


keberatan karena mungkin aku sejak kecil hidup terpisah dari orang tuaku


sehingga mereka menganggapku seperti anak mereka sendiri. Orang tuaku kan di


luar negeri jadi sangat jarang bisa bertemu.” Kata Stella.


“Wah tajir sekali berarti keluarga suamimu.” Kata Abela.


“Haha tentu saja, dulu sebelum aku bekerja di stasiun radio, aku kan


bekerja sebagai guru les musik dan kebetulan suamiku adalah muridku.” Kata Stella


tersipu malu.


“Benarkah? Wah sejak awal kalian memang sudah ditakdirkan untuk bersama.”


Kata Abela.


“Sepertinya begitu.” Kata Stella.


“Cepatlah memiliki seorang anak, tidak perlu menunda. Dengan begitu


suami dan keluarganya tidak membebanimu.” Kata Abela.


“Aku takut jika memiliki anak, aku tidak bisa membagi waktuku antara


urusan keluarga dan pekerjaan. Apalagi saat ini aku sangat menikmati karirku.” Kata


Stella.


“Aku yakin kamu bisa membagi waktumu kok, dulu aku juga merasa kesulitan


namun suamiku selalu mendukungku dan membantuku untuk bertukar peran dalam


urusan rumah tangga.” Kata Abela.


“Aku akan memikirkannya lagi, sebenarnya selain aku bekerja sebagai sekretaris


di stasiun radio aku juga memiliki vlog sehari-hari dan pengikutku sangat


banyak. Apakah kamu pernah melihat vlog ku yang berjudul My Stella?” Tanya

__ADS_1


Stella.


“Jadi vlog itu milikmu? Wah aku sering melihatnya dan aku sangat


menyukai kontennya. Kamu snagat keren, kamu bisa bermain musik, bernyanyi dan


seringkali kamu membagikan tips-tips seputar kehidupan sehari-hari ya seperti


daily vlog begitu. Aku sama sekali tidak tau kalau itu adalah kamu. Lain kali


tunjukkan wajahmu di vlog milikmu.” Kata Abela.


“Hehehe aku tidak percaya diri mbak. Satu hal yang tidak akan pernah aku


tampilkan dalam vlogku yaitu memasak hehe. Aku sama sekali tidak bisa memasak dan


tidak ingin memasak.” Kata Stella.


“Lalu suamimu bagaimana? Bukankah kamu harus memasakkan untuk suamimu?”


Tanya Abela.


“Ibu mertuaku setiap hari mengirimiku makanan, tapi aku selalu makan


makanan yang mudah, sederhana dan sehat tentunya sedangkan suamiku sangat


menyukai makanan Indonesia. Aku sangat menyukai steak, pasta, roti, sandwich ya


seperti makanan western tapi suamiku tidak menyukainya. Jadi setiap hari dia


selalu makan makanan dari ibunya.” Kata Stella.


“Setiap pasangan memang ada kelebihan dan kekurangan begitu juga dengan


rumah tangga. Sesekali kamu harus coba memasak makanan Indonesia agar suamimu


semakin jatuh hati padamu dan hubungan kalian berdua semakin harmonis.” Kata Abela.


Stella.


“Tentu saja, kita sapa bu Arum dulu yuk.” Kata Abela.


“Ada yang ingin aku sampaikan dengan bu Arum tapi aku takut.” Kata Stella.


“Ada apa memangnya?” Tanya Abela.


“Jadi suamiku pernah melihat suami bu Arum sedang berpelukan dengan


rekan kerja suamiku.” Kata Stella.


“Memangnya suamimu mengenal suami bu Arum?” Tanya Abela.


“Kapan hari aku bertemu dengan bu Arum dan suaminya sedang pergi ke


supermarket, saat itu aku sedang bersama suamiku. Lalu suamiku cerita bahwa


suami bu Arum sedang menjalin hubungan dengan teman kerja suamiku. Teman kerja


suamiku sangat cantik dan banyak disukai oleh para nasabah maupun orang kantor


di tempat kerja suamiku. Awalnya aku tidak percaya karena kita tau sendiri


bahwa keluarga bu Arum sangat harmonis dan selalu penuh kasih sayang jadi aku


tidak berani untuk mengungkapkannya.” Kata Stella.


“Sebaiknya jangan beritahu sekarang karena situasinya tidak tepat.” Kata

__ADS_1


Abela.


“Baiklah kalau begitu.” Kata Stella.


Tiba-tiba wanita tersebut datang.


“Mbak lihat wanita itu, itu wanita yang dimaksud suamiku. Wah berani


sekali dia datang kesini.” Kata Stella.


“Kamu yakin dia orangnya? Dia sangat cantik tapi kenapa tertarik dengan


suami orang bahkan usianya pasti terpaut snagat jauh.” Kata Abela.


“Aku ingin sekali memberinya pelajaran. Lihat dia malah menghampiri


suami bu Arum dan lihat saja pakaiannya sangat menggoda.” Kata Stella.


“Sudahlah kita awasi saja dan jangan ikut campur.” Kata Abela.


“Coba lihat tangan wanita itu diam-diam menyentuh suami bu Arum,


kebetulan sekali bu Arum sedang tidak disamping suaminya.” Kata Stella.


“Dia benar-benar mencari kesempatan, sepertinya suami bu Arum memang


sengaja mengundang wanita itu.” Kata Abela.


“Benar juga mbak.” Kata Stella.


“Stella Abela.” Sapa Arum.


“Astaga bu Arum.” Kata Abela kaget.


“Bu Arum kenapa ada disini, kenapa tidak mendampingi suami ibu saja.”


Kata Stella.


“Hahaha aku kan juga ingin menyapa para tamuku, lagipula suamiku juga


harus menyapa temannya yang datang. Kalian sudah makan belum? Silahkan nikmati


makanannya.” Kata Arum.


“Jangan pikirkan kami bu, lebih baik bu Arum disamping suami ibu saja.”


Kata Abela.


“Kenapa memangnya?” Tanya Arum.


“Karena bu Arum kan harus selalu menjaga suami ibu dari wanita lain.”


Kata Stella.


“Apa maksud kamu?” Tanya Arum.


“Maksud Stella, sebaiknya ibu tetap disana bersama suami Ibu apalagi


tamu suami ibu kebanyakan wanita.” Kata Abela.


“Suami saya sangat setia denganku bahkan dia selalu menundukkan


pandangannya jika bertemu dengan teman-temanku. Dia tidak akan mengkhianatiku


apalagi berpaling dariku.” Kata Arum.


“Semoga saja begitu tapi tetap saja harus selalu waspada dan

__ADS_1


berhati-hati.” Kata Abela.


“Kalian berdua ada-ada saja.” Kata Arum sambil tertawa.


__ADS_2